Selasa, 11 April 2017

Air Mata Cinta Wanita


Barangkali lelaki adalah manusia yang paling miskin khazanah nuansa emosional. Hal itu justru terkondisikan oleh keadaan serta latar kehidupan yang membentuk watak kepribadian. Realitas sosial secara sistematis membuat garis demarkasi yang ketat antara pria dengan air mata. Bahkan dalam hidupnya, air mata dipersepsikan sebagai ekspresi kecengengan dan kelemahan.
Pria yang baru saja menikah dan serumah dengan wanita. Sosok yang sering memakai bahasa air mata, maka permulaan perjalanan yang misterius yang penuh kejutan.
Sebagai suami pemula ia belum siap menerjemahkan bahasa air mata secara sempurna. Betapa rumit logikanya menerima wanita saat menteskan air mata. Sebagai sumai mau tidak mau harus menyelami kehidupan emosional dan perasaan wanita. Termasuk dimensi air mata, dengan segala kerumitan yang khas dan membutuhkan kepekaan tertentu.
Semua laki-laki berasumsi, semua wanita menangis tanpa alasan. Teka teki itu terjawab oleh ensiklopedi kehidupan, sebenarnya air mata wanita itu kehidupan.
Air mata kekuatan, air mata yang peka dan kasih untuk mencintai anak dan keluarga. Air mata ketabahan, air mata ketegaran di saat rumah tangga melewati masa-masa pancaroba wanita biasa yang pertama mengeluarkan air mata. Air mata kesucian sebagaimana tangisan Aisyah ketika di tuduh berselingkuh oleh kaum munafik, sehingga menimbulkan kisruh di kalangan umat islam bahkan Rosul pun hampir terpengaruh. Tapi Allah maha tahu. Air mata kesucian itu dikukuhkan kebenarannya dalam Al-Qur'an.
Air mata kebijaksanaan yang mampu memberi pengertian dan menyadarkan suami. Walau seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji kesetiaan yang di berikan kepada suami, agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.

Air mata yang bersumber dari mata air kehalusan perasaan ketika bersentuhan dengan hal-hal yang mengusik hati nurani. Tangisannya bukan karna kecengengan. Tapi menunjukkan betapa halus dan lembutnya perasaan yang ia miliki. Wanita lebih dominam berpikir dengan hati dan merasa dengan pikirannya. (Inf) 

Wanita melamar pria, kenapa tidak ?


Terlepas dari pro kontra , tren wanita melamar pria merupakan ikhtiar muslimah dalam mematahlkan mitos perawan tua, mengambil kesempatan mendapatkan suami idaman dan menyempurnakan agama dengan keberanian yang beresiko. Makum saja, selain mendapatkan cap tabu secara budaya yang konservatif, kemungkinan lamaran itu kandas juga bisa saja terjadi. Namun mana ada hidup yang tanpa resiko! Wanita tinggal memilih, apakah menanti lama tanpa kejelasan atau menyalakan keberanian mengungkapkan isi hati ?
Prof Abdul Razek al-Jay dari universitas Rabat mengatakan bahwa secara umum memang kaum lelaki yang melamar perempuan, ini sudah menjadi tradisi yang sangat lama. Namun dalam dimensi keislaman, perempuan melamar laki-laki merupakan hak yang di hormati. Pria yang juga anggota Scientific Circle for Islamic Studies ini mengingatkan, "Istri pertama Nabi Muhammad, Khadijah adalah salah seoarang perempuan yang melamar Rosulullah."
Dukungan malah banyak berdatangan dari laki-laki, seperti pemimpin redaksi situs The Justice and Develoment Party's di maroko, Hassan Al-Haithami mengatakan bahwa secara pribadi tidak masalah baginya menikahi perempuan yang melamarnya, sepanjang perempuan itu memenuhi syarat untuk menjadi istrinya.
Al-Haithami menjelaskan, "Tidak ada salahnya seorang perempuan melamar laki-laki untuk menikah dengannya. Ini masalah perasaan. Siapapun tidak bisa mengatur perasaan dan memutuskan siapa mengatakan apa. Bukan hal memalukan bagi perempuan melamar seorang laki-laki. Malah dia itu perempuan yang berani."
Seorang sosiolog Maroko, Prof. Abdul Samad ad-Dialmi ia tidak setuju bila wanita yang melamar pria dituduh lancang. Menurutnya "Masyarakat harus mengakui bahwa ini adalah salah satu hak kaum perempuan."
Secara sosial memang belum lazim, tetapi hal demikian tidak boleh diharamkan, sebab religiusnya. Melamar seorang lelaki juga hak perempuan jika dia merasa menemukan lelaki yang memenuhi kriterianya.(inf) 

Poligami, sunah atau nafsu ?


Sebagian lelaki muslim ada yang menginginkan poligami dengan alasan mengikuti sunah Nabi. Kenyataannya kebanyakan istri tak siap jika mendengar keinginan itu, apalagi jika yang akan menjadi istri kedua jauh lebih cantik dan lebih muda.
Para lelaki lupa bahwa Nabi Muhammad berpoligami di saat usia 52 tahun Rosul menikah lagi dengan beberapa istri. Poligami itu di laksanakan justru pada usia senja, di saat birahi seks secara alami mengalami kemerosotan. Fakta menunjukkan sebagaian besar kehidupan rumah tangga Nabi Muhammad SAW merupakan monogami bersama Khadijah. Kalau di buat perbandingan, terdapat perbedaan mencolok! Nabi Muhammad menjalankan monogami selama 25 tahun, sedangkan poligami cuma 11 tahun.
Jika secara prinsip dirinya seorang monogami tulen, lantas mengapa Rosul masih berpoligami justru di usia tua ?
Ingat, beliau juga mengemban amanah sebagai rosul, yang mengharuskan berpoligami demi kearifan Islam di berbagai lini kehidupan. Selaku utusan Allah, Nabi Muhammad Saw tak mungkin melepaskan diri dari perintah Tuhan. Ada misi agama yang harus dilaksanakan khusus untuk beliau.
Rosulullah melakukan poligami berdasarkan misi agung dan pandangan jauh ke depan. Beliau berpoligami dengan menikahi para janda tua sekaligus tanggungan banyak anak. Para wanita itu berada dalam kondisi darurat membutuhkan uluran tangan mempertahanlkan keimanan dan kehidupan.
Tidak ada keuntungan duniawi yang ditangguk Nabi Muhammad Saw dari menikahi wanita yang berusia nenek-nenek. Namun sebagai teladan, beliau mengharapkan berkah dari kepatuhan kepada tuhannya.
Poligami yang dilaksanakan Nabi Muhammad SAW berdasarkan syariat yang sejati, bukan berdasarkan akal-akalan, bukan berdasarkan syahwat yang berlindung ayat-ayat suci.
Sebagai contoh Hafshah adalah putri dari Umar bin Khattab. Pada usia 35 tahun, ia menjanda setelah suaminya Khunais bin Huzafah wafat sebagai pahlawan perang Uhud. Ada tujuan agung di balik perintah Allah agar Rosul menikahinya. Hafshah adalah wanita muslim pertama yang hafal Al-Qur'an. Pernikahan itu demi melindungi peran Hafshah dalam memelihara keaslian Al-Qur'an. Di kemudian hari, ayat-ayat Al-Qur'an yang masih dalam catatan terpisah dikumpulkan pada Hafshah. Selamatnya Al-Qur'an hingga sekarang yang kita baca, tak terlepas dari peran dan jasa Hafsah.
Poligami yang di lakukan Nabi Muhammad merupakan media Rosul untuk menyelesaikan persoalan dakwah dan sosial. Mengingat banyaknya misi-misi agama yang harus diwujudkan di setiap pernikahan.
Begitu agungnya Nabi Muhammad. Rosul yang mengajarkan sukses secara politik atau berjaya di medan perang saja. Tapi kemenangan itu harus dibarengi perlindungan penuh atas kesejahteraan seluruh warga negara. Dari itulah manusia yang Agung sekaliber Muhammad Saw sang pemimpin yang menikahi janda-janda tua yang di tinggal suaminya yang gugur di medan perang, untuk menaikan derajat janda-janda itu dan melindungi anak-anak para syuhada itu.

Betapa banyak laki-laki yang berpoligami dengan mencatut nama Nabi Muhammad SAW. Tapi yang dinikahinya gadis bau kencur yang di bawah umur, atau perempuan kaya raya agar dirinya bisa bergantung hidup dan berbagai motif keduniawian lainnya.(inf) 

Jilbob's

Belakangan ini, tiba-tiba saja heboh dengan istilah jilboobs. Jilboobs gabungan dari kata jilbab dan boobs: payudara. Para wanita yang menggunakan jilbab supermini dengan pakian sangat ketat dan mempertontonkan segenap potensi tubuhnya. Jilboobs menjadi tren yang bukan saja busana keseharian, tapi juga dipakai kuliah, bekerja, pengajian dan lainnya. Tren berpakiannya memang mengenakan jilbab tapi superketat sehingga payudaranya amat menonjol bahkan menantang. Sudah jilbabnya superpendek, sangat ketat bagian payudaranya, di dadanya terpampang tulisan besar yang amat mendebarkan: BOYFRIEND WANTED.
Jilboobs semakin menjadi di dunia maya seiring munculnya bebagai akun medsos yang menampilkan foto-foto seksi tapi berjilbab.
Dulu wanita berjilbab sering di sebut hijabers dikritik mengenakan busana padang pasir yang kuno dan tidak modis. Lalu muncul berbagi upaya membuat mode penampilan busana muslimah. Hasilnya lumayan bagus, makin banyak yang tertarik berbusana takwa tanpa harus kehilangan modis. Tetapi munculnya jilboobs sebagai tuntunan modis jelas tidak bisa diterima, mengingat busana macam itu melanggar syariat.
Indonesia sangat kaya dengan khazanah busana muslimah, lantas mengapa jilboobs ikut berkembang ?
Itu karena wanita Indonesia memiliki kemauan yang kuat dalam mengikuti tren berbusana. Saking kuatnya hasrat itu, mereka tidak tahu pakian model jilboobs malah menabrak syariat. Bekal pengetahuan agama yang minim, tidak sepadan dengan kerasnya tekanan untuk mengikuti model yang berkembang.
Didin Hafidhuddin pada buku Dakwah Aktual memberikan solusi indah jika seorang telah bertakwa kepada Allah, maka akan memiliki rasa malu untuk membuka aurat jasmaninya. Sebaliknya, orang yang tidak bertakwa sama sekali tidak akan malu dan risih dalam memperlihatkan jasmaninya. Sesungguhnya rasa malu itu sebagian dari iman.

Akhirnya, fenomena jilboobs perlu di hadapi dengan bimbingan pengetahuan agama, meningkatkan keimanan dan menanamkan rasa malu. Jangan lupa pua memberikan solusi menarik tentang berbusana Islami yang tetap modis.
Inf

Makalah Neo-Sufisme: Konsep dan Prospeknya di Dunia Islam Modern

  Makalah Neo-Sufisme: Konsep dan Prospeknya di Dunia Islam Modern Pendahuluan Ketika arus modernisasi menghujani dunia Islam, proses modern...