Tampilkan postingan dengan label ElNay. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ElNay. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Desember 2017

Hujan Akhir November


Angin sore itu kencang menghembus rindangnya daun hutan srengseng. Langit gelap bisa dibilang hari itu mendung. Tapi  tak membuat aku pergi dari tempat itu, malah ku menantikan hujan turun. inginku berhujan-hujanan bersamamu di tempat ini.

Berjalan memutari hutan ini di temani canda dan tawa. Nampaknya ini cara kita untuk bahagia melepas penatnya tugas kampus dan panasnya politik kaderisasi dua organisasi di kampus kecil yang penuh dengan keributan.

Di bawah pohon beringin hujan turun deras. Aku sengaja lebih pelan jalanku. Hujan turun bukannya aku dan kamu pergi untuk berteduh tapi malah berdiri tegak menikmati hujan. Aku berbisik ketelingamu "di bawah pohon ini aku ingin menjadi pacarmu". Bagiku ini tidak penting mau pacarmu atau bukan, asalkan kita saling Cinta dan saling mengerti mahalnya menikmati kasih sayang. Nampaknya kau juga merespon apa yang ku katakan, dengan nada suara keras menembus bisingnya suara hujan "hari ini aku mau jadi pacarmu". Walaupun jawabmu itu membuatku lebih greget tapi masih ada sesuatu yang kurang jika aku belum mendapat restu dari kedua orang tuamu.

Ah terlalu jauh cara berpikirku mending kita nikmatin hujan ini. Lalu aku mengajaknya keliling jalan hutan srengseng, sembari hujan-hujanan. Di pertigaan jalan arah parkir aku mengajaknya berhenti. Dia berkata "aku sayang kamu". Dengan kebiasaanku menjawab "aku lebih sejengkal sayang kamu".

Hujan lebih deras, badanku menggigil lalu aku peluk dia. Kataku pelan di telinganya "pejamkan matamu nikmati hujan ini" dalam hatiku ingin berteriak aku mencintaimu, tak berhenti ingin mengatakan itu. Konsentrasiku mengheningkan bisingnya suara hujan dalam hatiku merasakan takut kehilangannya. Baru kali ini aku merasakan takut hingga air mataku bisa menetes hanya karna wanita. Tapi aku sembunyikan air mataku dengan air hujan, aku malu.

Tida lama kemudian hujan itu berhenti, tinggal rintik-rintik kecil, dan suara adzan terdengar. Bisa dikatakan sehari bersamanya tapi rasanya aku masih ingin menikmati hari ini lebih lama. Tapi tidaklah mungkin tempat ini sebentar lagi di tutup. Kamipun melanjutkan perjalanan menuju tempat parkir. Ada perbincangan kecil dan mengingat-ingat puisinya Sapardi Djoko Damono

AKU INGIN


"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada 

Minggu, 26 November 2017

Alasanku


Jika aku mendengar kata cinta seolah aku ingin menghindarinya. Banyak duri dalam bermain cinta, kadang engkau harus benar-benar ihklas untuk belajar hakikat cinta, dari beberapa perjalanan cinta dalam hidupku bisa dikatakan fase kebodohan, dua kali harus merasakan pedihnya ditinggal seorang wanita yang ku cintai dan wanita itu sekarang milik orang lain, bahkan aku melihat kemesraan meraka. Sakit bukan.

Dengan adanya kejadian itu, bisa dikatan aku menjadi trauma dalam bermain asmara. Setelah beberapa tahun selalu menghindar dari perasaan cinta, sekarang malah sebaliknya aku memulai lagi bermain di ruangan yang  penuh dengan warna cinta. Ada beberapa alasan yang membuatku berani dalam mengambil keputusan untuk mengatakan bahwa ku mencintaimu. Muncul pertanyaan kenapa harus kamu yang aku pilih sebagai orang yang aku cintai, menurutku tidak ada yang spesial dalam fisikmu, jika aku bicara soal fisik namun aku tidak sama sekali menilai dari segi fisik.

Lalu apa yang menjadikanmu spesial bagiku?

Pertama, aku merasa kamu menjadi seorang wanita yang bisa diajak bercanda. Memang kalo aku pikir kedekatan kita bermula dari bercanda. Disela-sela bercanda itu rupanya aku merasa nyaman denganmu itu awalnya tapi tak mempunyai niat sedikitpun untuk memilikimu, mungkin karna aku masih kurang percaya dengan kepalsuan mulut wanita yang bilang sayang dan cinta hanya di saat ada keinginannya.

Kedua, semakin lama aku bercanda denganmu di whatsaap sedikit demi sedikit aku tau beberapa hal dari masa lalumu, katamu engkau juga merasakan pahitnya mulut cowok yang mengatakan cinta dan sayang hanya karna hasrat dan keinginannya untuk menikmatimu dan akhirnya cowok itu meninggalkanmu. Aku rasa dari kesamaan ini kita bisa saling menghargai dan mnegerti bagaimana sakitnya disakiti. Dari latar belakang ini aku mulai tertarik denganmu aku rasa engkau wanita yang pas untukku cintai dan sebagai sarana untuk terapi menghilangkan luka dimasa lalu.

Ketiga, entah kenapa semenjak aku membaca novel Dilan, dia Dilanku tahun 1990 yang di tulis ayah Pidi Baiq aku merasa menemukan dunia baru, dunia cinta yang penuh dengan kasih sayang walaupun di novel itu dilan dan milea sebagai tokoh utama berpisah tetapi aku menemukan  cara pandang yang dapat aku ambil untuk mengaplikasikan cara dilan membuat wanita menjadi bahagia hanya dengan hal yang sederhana. Entah kebawa sama isi novel ini atau memang ada kesamaan yang jelas setelah sebulan kita berjalan ada beberapa hal yang nyata terjadi bisa di bilang persis sama novel itu. Munculnya beni salah satunya.

Dari beberapa sub yang aku tulis diatas, yang jelas aku benar-benar merasakan jatuh cinta lagi dan bahagia bisa mencintaimu, entah besuk atau lusa aku tak tau. Yang penting aku menikmatinya di tahap awal langkah kita ini.

*Clumitan ini dari sudut pandangku, entah bagaimana dari sudut pandangmu.




Makalah Neo-Sufisme: Konsep dan Prospeknya di Dunia Islam Modern

  Makalah Neo-Sufisme: Konsep dan Prospeknya di Dunia Islam Modern Pendahuluan Ketika arus modernisasi menghujani dunia Islam, proses modern...