Rabu, 04 Agustus 2021

Makalah Prinsip-prinsip Dasar Evaluasi

 


BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

Belajar merupakan suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya. Dalam proses pembelajaran siswa atau peserta didik harus di evaluasi. Evaluasi merupakan salah satu komponen penting dan tahap yang harus di tempuh oleh guru untuk mengetahui keefektifan pembelajaran.

Hasil yang di peroleh dari evaluasi dapat di jadikan balikan (feed back) bagi guru dalam memperbaiki dan menyempurnakan program dan kegiatan pembelajaran.

Lalu bagaimana prinsip dasar dalam mengevaluasi, alat apa saja yang di pakai untuk mengevaluasi?

Berikut akan penulis jabarkan mengenai prinsip-prinsip dasar tentang evaluasi.

 

B.    Rumusan Masalah

a.      Apa saja prinsip dasar evaluasi?

b.     Apa saja alat evaluasi pendidikan?

c.      Apa perbedaan dari evaluasi dan pengukuran?

 

C.    Tujuan Kepenulisan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untu dapat memahami prinsip dasar evaluasi, alat evaluasi pendidikan, dan perbedaan antara evaluasi dan pengukuran.

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

A.    Prinsip-prinsip Dasar Evaluasi

 

Evaluasi memiliki cangkupan lebih luas daripada penilaian, sedangkan penilaian lebih terfokus pada aspek tertentu saja yang merupakan bagian dari ruang lingkup tersebut. Dalam sistem pembelajaran evaluasi merupakan salah satu komponen penting dan tahap yang harus ditempuh oleh guru untuk mengetahui keefektifan pembelajaran. Ada beberapa istilah yang digunakan dan sering disalahartikan dalam praktik evaluasi, yaitu tes, pengukuran, penilaian dan evaluasi. [1]

Berikut pengertian dari evaluasi, pengukuran, penilaian.

1.     Evaluasi adalah suatu proses bukan suatu hasil (produk). Hasil yang diperoleh dari kegiatan evaluasi adalah kualitas sesuatu, baik yang menyangkut tentang nilai, atau arti, sedangkan kegiatan untuk sampai[2] pada pemberian nilai dan arti itu adalah evaluasi.

 

2.     Pengukuran adalah suatu proses atau kegiatan untuk menentukan kuantitas tertentu. Dalam proses pengukuran tentu guru harus menggunakan alat ukur (tes atau non-tes).

 

3.     Penilaian menurut Depdikbud (1994) mengemukakan bahwa penilaian adalah suatu kegiatan untuk memberikan berbagai informasi secara berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil yang telah dicapai siswa.[3]

Evaluasi dan penilaian lebih bersifat komperhensif yang meliputi pengukuran, sedangkan tes merupakan salah satu alat pengukuran. Pengukuran lebih membatasi pada gambaran yang bersifat kuantitatif (angka-angka) tentang kemajuan belajar peserta didik, sedangkan evaluasi dan penilaian lebih bersifat kuantitatif. Disamping itu, evaluasi dan penialian pada hakikatnya merupakan suatu proses membuat keputusan tentang nilai suatu objek. Keputusan penilaian tidak hanya di dasarkan pada hasil pengukuran, tetap pula pada hasil pengamatan dan wawancara .

Untuk lebih memahami perhatikan gambar berikut ini:


B.    Alat Evaluasi Pendidikan

Banyak alat evaluasi yang dapat digunakan dalam kegiatan evaluasi. Salah satunya adalah tes. Istilah tes berasal dari bahasa Perancis, yaitu testrum, berarti piring yang di gunakan untuk memilih logam mulia dari benda-benda lain, seperti pasir, batu, tanah dan sebagainya. Dalam perkembangannya, istilah tes diadopsi dalam psikologi dan pendidikan. Dilihat dari jumlah peserta didik, tes dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu tes kelompok dan perorangan.

 

C.    Perkembangan Tes Bentuk Uraian

Bentuk uraian dapat digunakan untuk mengukur kegiatan-kegiatan belajar yang sulit diukur oleh bentuk objektif. Dilihat dari luas-sempitnya materi yang ditanyakan, maka tes bentuk uraian ini dapat dibagi menjadi dua bentuk, yaitu uraian terbatas an uraian bebas.

 

a.      Uraian Terbatas

Dalam menjawab soal bentuk uraian terbatas ini, peserta didik harus mengemukakan hal-hal tertentu sebagai batasnya.

b.     Uraian Bebas

Dalam bentuk ini peserta didik bebas untuk menjawab soal dengan cara dan sistematika sendiri.[4]


 

BAB III

   PENUTUPAN

 

 

A.    Kesimpulan

Dari pembahasan di atas dapat penulis simpulkan bahwa prinsip dasar evaluasi adalah seluruh proses yang mencakup pengukuran, penilaian dan tes. Adapun beberapa alat ukur yang digunakan adalah tes perorangan dan tes kelompok.

 

B.    Saran

Dengan keterbatasan waktu yang dimiliki oleh penulis perlu adanya bahan materi lain yang menunjang materi yang telah dibahas.

 



[1] Dr. Zainal Arifin. Evaluasi Pembelajaran(Rosda, Bandung, 2016) Cet. Ke-8, Hal. 2

[2] Dr. Zainal Arifin. Evaluasi Pembelajaran…………………….Hal. 5

[3] Dr. Zainal Arifin. Evaluasi Pembelajaran………………………..Hal. 4

[4] Dr. Zainal Arifin. Evaluasi Pembelajaran………………………..Hal. 125

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makalah Neo-Sufisme: Konsep dan Prospeknya di Dunia Islam Modern

  Makalah Neo-Sufisme: Konsep dan Prospeknya di Dunia Islam Modern Pendahuluan Ketika arus modernisasi menghujani dunia Islam, proses modern...