Rabu, 04 Agustus 2021

MAKALAH TENTANG JENIS DAN KARAKTERISTIK MEDIA PEMBELAJARAN

 


BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

Belajar aktif tidak akan berjalan dengan baik tanpa pengayaan sumber-sumber belajar, yakni meliputi pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan lingkungan yang dapat memngaruhi proses dan hasil belajar siswa. Dengan demikian, belajar aktif memerlukan dukungan sarana di luar siswa. Di antara sarana tersebut adalah bahan-bahan yang harus disiapkan dan disediakan oleh guru dalam bentuk bahan cetakan atau bahan digital yang disediakan dalam komputer. Dan dengan kata lain bahwa belajar memerlukan dukungan media yang dapat menghantarkan percepatan siswa terhadap bahan ajar yang mereka pelajari.

 

Dalam makalah ini penulis akan menjelaskan beberapa jenis dan karakteristik media pembelajaran. Dalam kaitannya ini tidak lepas dari teknologi.

 

B.    Rumusan Masalah

a.      Apa saja jenis-jenis media pembelajaran?

b.     Apa saja karakteristik dari media pembelajaran?

 

C.    Tujuan kepenulisan

Tujuan dari penulisan ini adalah agar pembaca dapat memahami dan mengerti jenis-jenis dan karakteristik media pembelajaran.

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

 

A.    Jenis-jenis Media Pembelajaran

Dalam perkembangannya media pembelajaran mengikuti teknologi. Teknologi yang paling tua yang dimanfaatkan dalam proses belajar adalah percetakan yang bekerja atas dasar prinsip mekanis. Kemudian lahir teknologi audio-visual yang menggabungkan penemuan mekanis dan elektronis untuk tujuan pembelajaran. Teknologi yang muncul terakhir adalah teknologi mikroprosesor yang melahirkan pemakaian komputer dan kegiatan interaktif.

Berdasarkan perkembangan teknologi tersebut, media pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi;

1.     Teknologi Cetak

Adalah cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi seperti buku, dan materi visual statis terutama melalui proses percetakan mekanis dan fotografis.[1]

Kelompok media hasil teknologi cetak meliputi teks, grafis, foto atau representasi fotografik dan reproduksi.

2.     Teknologi Audio-Visual

Cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronik untuk menyajikan pesan-pesan audio dan visual. Pengajaran melalui audio visual jelas bercirikan pemakaian perangkat keras selam proses belajar, seperti mesin proyektor film, tape recorder dan proyektor. [2]

3.     Teknologi berbasis komputer

Merupakan cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan mnggunakan sumber-sumber yang berbasis komputer. Pada dasarnya teknologi berbasis komputer menggunakan layar kaca untuk menyajikan informasi kepada siswa.[3]

 

 Pengelompokkan berbagai jenis media telah dikemukakan pula oleh para ahli. Leshin, Pollock dan Reigeluth (1992) mengklasifikasikan media ke dalam lima kelompok, yaitu:

1.     Media berbasis manusia (guru, instruktur, tutor, main peran, kegiatan kelompok, field-trip).

2.     Media berbasis cetak (buku, penuntun, buku latihan, alat bantu kerja, dan lembar lepas)

3.     Media berbasis visual (buku, alat bantu kerja, bagan, grafik, peta, gambar, transparansi, slide)

4.     Media berbasis audio-visual (video, film, program slide-tape, televisi)

5.     Media berbasis computer (pengajaran dengan bantuan komputer, interaktif video, hypertext).[4]

                   Adapun jenis media pembelajaran yang bukan berupa benda. Diantaranya:

1.     Keteladanan

Pada umumnya manusia memerlukan figure identifikasi yang dapat membimbing manusia ke arah kebenaran. Untuk memenuhi keinginan tersebut Allah swt mengutus Nabi Muhammad saw. untuk menjadi teladan bagi manusia. Kemudian umatnya diperintahkan untuk mengikuti Rasul, diantaranya memberikan teladan yang baik. Untuk menjadi sosok yang diteladani, Allah memerintahkan kepada manusia selaku khalifah fi al-ardh mengerjakan perintah Allah dan Rasul sebelum mengajarkannya kepada orang yang dipimpinnya. Termasuk dalam hal ini sosok pendidik yang dapat diteladani oleh peserta didik.[5]

 

2.     Perintah dan larangan

Perintah adalah suatu keharusan untuk berbuat atau melakukan sesuatu. Perintah memiliki kaitan yang erat terhadap keteladanan.[6] Sedangkan larangan adalah keharusan untuk tidak melakukan sesuatu.[7]

 

3.     Penghargaan dan hukuman

Penghargaan adalah sebagai hadiah bagi anak yang berprestasi baik dalam belajar maupun sikap berperilaku. Sedangkan hukuman sebagai tindakan yang dijatuhkan kepada peserta didik secara sadar dan sengaja sehingga meninggalkan nestapa, sehingga peserta didik akan menjadi sadar dan berjanji tidak mengulanginya.[8]

 

B.    Karakteristik Media Pembelajaran

 

1.     Media Grafis

Karakteristik yang dimiliki adalah sifat konkrit, dapat mengatasi batasan ruang dan waktu, dapat memperjelas suatu masalah dalam bidang masalah apa saja, harganya murah, dan mudah mendapatkan serta menggunakannya, terkadang memiliki ciri abstrak (pada jenis media diagram), merupakan ringkasan visual suatu proses, terkadang menggunakan simbol-simbol verbal (pada jenis media grafis), dan mengandung pesan yang bersifat interpretatif.

 

2.     Media Audio

Hakikat dari jenis-jenis media dalam kelompok ini adalah berupa pesan yang disampaikan atau dituangkan ke dalam simbol-simbol auditif (verbal dan atau non-verbal) yang melibatkan rangsangan indera pendengaran. Secara umum media audio memiliki karakteristik; mampu mengatasi keterbatasan ruang dan waktu, pesan atau program dapat direkam dan kembali diputar kembali sesukannya, dapat mengembangkan daya imajinasi dan merangsang partisipasi aktif pendengarannya, dan lain-lain.

 

3.     Media Proyeksi Diam

Beberapa jenis media yang termasuk kelompok ini memerlukan alat bantu dalam penyajiannya. Adakalanya media ini hanya disajikan dengan penampilan visual saja atau disertai rekaman audio.

Karakteristik umum media ini adalah pesan yang disampaikan dapat di sebarkan ke seluruh siswa secara serentak, penyajiannya berada dalam control guru, cara penyimpanannya mudah, dan lain-lain.[9]

 

4.     Media Permainan dan Simulasi

Karakteristik dari media ini adalah melibatkan pelajar secara aktif dalam proses belajar, dapat memberikan umpan balik langsung, memungkinkan penerapan konsep-konsep atau peran-peran ke dalam situasi yang nyata di masyarakat.

Perspektif dalam pendidikan Islam, alat pendidikan yang bersifat media tulis, seperti Al Qur’an, dan hadis, alat pendidikan yang bersifat benda seperti hewan, manusia, dan tumbuh-tumbuhan.[10]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUPAN

A.    Kesimpulan

Dari uraian di atas dapat penulis simpulkan bahwa jenis-jenis media pembelajaran tidak terlepas dari teknologi di dalamnnya. Seperti teknologi cetak, teknologi audio-visual, dan teknologi berbasis komputer.

Dan beberapa ahli mengemukakan jenis media pembelajaran yang bukan benda, seperti teladan, perintah dan larangan, penghargaan dan hukuman.

Dari karakteristik media pembelajaran terdapat beberapa diantaranya yaitu media grafis, media audio, media proyeksi diam, media permainan dan simulasi.

 

B.    Saran

Materi yang telah ditulis tidak banyak yang melingkupi cangkupan yang luas, maka dari itu masih banyak bahan yang dicari pada buku lainnya. Serta penulis menerima saran dari pembaca untuk memberikan materi tambahan untuk menambah wawasan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

1.     Arsyad, Azhar, (2017) Media Pembelajaran, Cet. 20, Jakarta: Rajawali Pers

2.     Ramayulis, (2015) Dasar-dasar Kependidikan, Cet. 1, Jakarta: Kalam Mulia



[1] Prof. Dr. Azhar Arsyad, M.A, Media Pembelajaran(Rajawali Press, Jakarta, 2017) hal. 31

[2] Prof. Dr. Azhar Arsyad, M.A, Media Pembelajaran………..hal. 32

[3] Prof. Dr. Azhar Arsyad, M.A, Media Pembelajaran………hal. 33

[4] Prof. Dr. Azhar Arsyad, M.A, Media Pembelajaran………..hal.38

[5] Prof. DR. H. Ramayulis, Dasar-dasar Kependidikan(Kalam mulia, Jakarta, 2015) hal. 220

[6] Prof. DR. H. Ramayulis, Dasar-dasar Kependidikan……………………………....hal. 221

[7] Prof. DR. H. Ramayulis, Dasar-dasar Kependidikan…………………………...….hal. 222

[8] Prof. DR. H. Ramayulis, Dasar-dasar Kependidikan………………………………hal. 223

[9] Prof. DR. H. Ramayulis, Dasar-dasar Kependidikan…………..hal. 216

[10] Prof. DR. H. Ramayulis, Dasar-dasar Kependidikan…………..hal. 217

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makalah Neo-Sufisme: Konsep dan Prospeknya di Dunia Islam Modern

  Makalah Neo-Sufisme: Konsep dan Prospeknya di Dunia Islam Modern Pendahuluan Ketika arus modernisasi menghujani dunia Islam, proses modern...