Rabu, 04 Agustus 2021

Makalah Pengertian Ilmu Pendidikan Islam

 


KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang Pengertian Ilmu Pendidikan Islam.

Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperpencar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semau itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat amupun tata bahanya. Oleh karena itu kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang Pengertian Ilmu Pendidikan Islam ini dapat memberikan manfaat kepada pembaca.

 

                                    Jakarta, 26 Februari 2018

Tim Penyusun

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.     Latar belakang

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Pasal 1 ayat 2 Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Selain berdasarkan pancasila, pendidikan pun harus berakar pada nilai-nilai agama. Ilmu pendidikan islam yang mencangkup nilai-nilai Islam merupakan salah satunya. Dimana di dalamnya adanya ajaran berdasarkan al-Qur’an dan Hadis. Sebelum berbicara lebih jauh, alangkah baiknya kita mempelajari apa pengertian dari ilmu pendidikan itu sendiri yang akan di bahas dalam makalah ini.

 

2.     Rumusan masalah

Apa Pengertian Ilmu Pendidikan Islam?

 

3.     Tujuan penulisan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai sarana pembaca lebih memahami tentang pengertian ilmu pendidikan islam serta segala uraiannya.


 

BAB II

                                         PEMBAHASAN

A.    Pengertian Ilmu Pendidikan Islam

1.     Pengertian Ilmu

Berikut adalah beberapa definisi tentang Ilmu, yaitu:

a.      Menurut KBBI V, ilmu adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu.

b.     Menurut Moh. Hatta, ilmu adalah sebuah pengetahuan yang teratur mengenai pekerjaan hukum secara kausal dalam suatu golongan masalah yang tabiatnya, maupun menurut kedudukannya yang tampak dari luar, maupun dari dalam.

Setiap manusia dilahirkan memiliki ilmu yang akan menjadikan manusia tersebut untuk memiliki akal dan pikiran. Secara etimologi, ilmu berasal dari kata bahasa Arab yaitu “Ilm”, bahasa Inggris, “Science” atau bahasa Latin, “Scientia” yang mengandung kata kerja scire berarti tahu atau mengetahui.

Secara umum ilmu merupakan pengetahuan tentang fakta baik yang bersifat natural maupun social yang berlaku umum dan sistematis atau pengetahuan yang sudah di atur menurut urutan dan arti serta menyeluruh dan sistematis.[1]

 

Dalam bahasa Indonesia, ada istilah ilmu. Pengetahuan istilah ini (ilmu) sungguh membingungkan itu adalah karena kata “ilmu’’.

 Dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Arab yang berarti “pengetahuan”. Lebih membingungkan lagi karena orang Indonesia menyebut “sain” dengan ilmu pengetahuan.[2]

B.    Pendidikan Islam

1.     Definisi Pendidikan Islam

Kata “Islam” dalam “pendidikan islami” menunjukan warna pendidikan tertentu, yaitu berwarna Islam, pendidikan yang islami, yaitu pendidikan yang berdasarkan Islam. Jelas, pertanyaan yang hendak dijawab adalah: “Apakah pendidikan itu menurut Islam?” Untuk menjawab pertanyaan ini lebih dahulu dibahas definisi pendidikan menurut para pakar, selain itu barulah dibahas apa pendidikan itu menurut Islam. Pembahasan tentang apa pendidikan itu menurut Islam terutama di dasarkan atas keterangan al-Qur’an dan Hadis, kadang-kadang juga diambil juga pendapat para pakar pendidikan islami. Pembahasan ini tentulah agak berbau filsafat, suatu sulit di hindari.[3]

a.      Pengertian Pendidikan secara Etimologi

Istilah pendidikan dalam bahasa Indonesia berasal dari kata “didik” dengan memberi perawalan “pe” dan akhiran “kan”, mengandung arti “perbuatan” (hal, cara, dan sebagainya). (Poerwadaminta, WJS. 1976: 250). “Istilah pendidikan ini semula berasal dari bahasa Yunani, yaitu “paedagogie”, yang berarti bimbingan yang di berikan kepada anak, istilah ini kemudian di terjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan, “education” yang berarti pengembangan atau bimbingan.

Dalam perkembanganya istilah pendidikan berarti bimbingan atau pertolongan yang di berikan dengan sengaja terhadap peserta didik oleh orang dewasa agar ia menjadi dewasa.

Dalam perkembangan selanjutnya, pendidikan berarti usaha yang dijalankan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk mempengaruhi seseorang atau sekelompok orang agar menjadi dewasa atau mencapai tingkat hidup dan penghidupan yang lebih tinggi dalam arti mental. (Sudirman, 1987: 4) [4]

 

b.     Pengertian Pendidikan secara Terminologi

1.     Dalam Undang-Undang, Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijelaskan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan Negara.

2.     Menurut Nana Sudjana, mengemukakan pendidikan adalah usaha sadar memanusiakan manusia. Atau membudayakan manusia. Pendidikan adalah proses sosialisasi menuju kedewasaan intelektual, sosial, moral sesuai dengan kemampuan dan martabat sebagai manusia.[5]

3.     Menurut Marimba (1989: 19), menyatakan bahwa pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan ruhani anak didik menuju terbentuknya kepribadian yang utama.

Di Indonesia agaknya definisi ini sudah cukup mapan. Memang benar, definisi itu baik, mudah di pahami, secara relative mudah di jabarkan menjadi tujuan-tujuan khusus pendidikan. Akan tetapi, sebenarnya definisi ini masih terlalu sempit, belum mencangkup seluruh kegiatan yang disebut pendidikan. Di sana dikatakan bahwa pendidikan adalah bimbingan terhadap dan seterusnya. Jadi, pendidikan itu terbatas pada kegiatan pengembangan pribadi anak didik oleh pendidik berupa orang; Jadi, ada orang yang mendidik. Pertanyaanya: Bagaimana bila bimbingan itu oleh diri sendiri? Atau bagaimana bila bimbingan itu oleh alam sekitar? Apakah tidak disebut pendidikan seaandainya pendidikan itu di bimbingan itu di lakukan oleh kebudayaan dan sebagainya? Dan bagaimana bila yang di membimbing- nya itu yang gaib? Apakah semuanya itu tadi bukan pendidikan? Inilah yang di maksud sempit tadi.

 

Dengan mengajukan pertanyaan itu bukan berarti saya ingin memfilsafatkan pendidikan. Pertanyaan itu adalah sesuatu yang wajar, factual bahkan. Kenyataanya adalah dalam proses menuju perkembangan yang sempurna itu seseorang tidak hanya di pengaruhi oleh orang lain; ia juga menerima pengaruh dari selain manusia. Itu dapat di terima misalnya dari kebudayaan, alam fisik, dan lain-lain.

Mungkin karena inilah Lodge (1974: 23) menyatakan bahwa pendidikan itu menyangkut seluruh pengalaman.[6]

4.     Menurut Park (1960: 3), mengambil pengertian sempit. Ia mengatakan bahwa pendidikan adalah the art of imparting or acquiring knowledge and habit through instruction as study. Di sini pendidikan itu sangat sudah amat sempit pengertiannya: pendidikan adalah pengajaran.

Alfred North W. mengambil pengertian pendidikan yang sangat sempit. Ia menyatakan bahwa pendidikan adalah pembinaan keterampilan menggunakan pengetahuan (Park, (1960: 253), Lodge (1974: 23) menyatakan bahwa pendidikan dalam pengertian sempit malah sekedar pendidikan di sekolah.

Akan tetapi, Anda harus konsisten. Bila pengertian yang sempit yang di gunakan, maka pengaruh selain dari seseorang kepada orang lain harus dianggap bukan pendidikan.[7]

 

BAB III

PENUTUP

a.      Kesimpulan

Dari pembahasan di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa :

 

Ilmu adalah segala yang diketahui melalui pengalaman atau bersifat empiris serta logis.

Pendidikan Islam adalah segala yang pengajaran yang tidak lepas dari al-quran, hadis, dan akal manusia.

 

b.     Saran

Dalam pembuatan makalah ini memang banyak media materi yang dapat di ambil dari sumber lain. Tugas menyusun makalah ini jauh dari kesempurnaan. Maka dari itu penulis sangat mengharapkan masukan, saran, dan kritik yang bersifat membangun agar dapat menggarap tugas selanjutnya hingga selesai.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Tafsir, Ahmad. 2016.Ilmu pendidikan Islami.Bandung. Rosda

 



[1] Diakses dari laman, http://www.pelajaran.co.id/2017/15/pengertian-ilmu-menurut -pendapat-para-ahli.html, pada 28 Februari 2018 pukul 20:57

[2] Prof. Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan Islami, (PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2015, cet. 3), hal. 8

[3] Prof. Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan Islami,……..hal. 33

[4] Prof. DR. Ramayulis, Dasar-dasar Kependidikan: Suatu Pengantar Ilmu Pendidikan, (Kalam Mulia, Jakarta, 2015), hal. 15.

[5] Prof. DR. Ramayulis, Dasar-dasar Kependidikan: Suatu Pengantar Ilmu Pendidikan,….hal. 16

[6] Prof. Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan Islami,……..hal. 34

[7] Prof. Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan Islami,……..hal. 35

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makalah Neo-Sufisme: Konsep dan Prospeknya di Dunia Islam Modern

  Makalah Neo-Sufisme: Konsep dan Prospeknya di Dunia Islam Modern Pendahuluan Ketika arus modernisasi menghujani dunia Islam, proses modern...