KATA
PENGANTAR
Dengan
menyebut nama Allah SWT Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, kami panjatkan
puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
tentang Pengertian Ilmu Pendidikan Islam.
Makalah
ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperpencar pembuatan makalah ini. Untuk itu
kami menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas
dari semau itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari
segi susunan kalimat amupun tata bahanya. Oleh karena itu kami menerima segala
saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir
kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang Pengertian Ilmu Pendidikan
Islam ini dapat memberikan manfaat kepada pembaca.
Jakarta,
26 Februari 2018
Tim Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
1.
Latar
belakang
Menurut
Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Pasal 1 ayat 2 Pendidikan nasional
adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan
nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Selain
berdasarkan pancasila, pendidikan pun harus berakar pada nilai-nilai agama.
Ilmu pendidikan islam yang mencangkup nilai-nilai Islam merupakan salah satunya.
Dimana di dalamnya adanya ajaran berdasarkan al-Qur’an dan Hadis. Sebelum
berbicara lebih jauh, alangkah baiknya kita mempelajari apa pengertian dari
ilmu pendidikan itu sendiri yang akan di bahas dalam makalah ini.
2.
Rumusan
masalah
Apa Pengertian
Ilmu Pendidikan Islam?
3.
Tujuan
penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai sarana pembaca
lebih memahami tentang pengertian ilmu pendidikan islam serta segala uraiannya.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Ilmu Pendidikan Islam
1.
Pengertian
Ilmu
Berikut adalah
beberapa definisi tentang Ilmu, yaitu:
a.
Menurut
KBBI V, ilmu adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara
bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan
gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu.
b.
Menurut
Moh. Hatta, ilmu adalah sebuah pengetahuan yang teratur mengenai pekerjaan
hukum secara kausal dalam suatu golongan masalah yang tabiatnya, maupun menurut
kedudukannya yang tampak dari luar, maupun dari dalam.
Setiap manusia
dilahirkan memiliki ilmu yang akan menjadikan manusia tersebut untuk memiliki
akal dan pikiran. Secara etimologi, ilmu berasal dari kata bahasa Arab yaitu “Ilm”,
bahasa Inggris, “Science” atau bahasa Latin, “Scientia” yang
mengandung kata kerja scire berarti tahu atau mengetahui.
Secara umum
ilmu merupakan pengetahuan tentang fakta baik yang bersifat natural maupun
social yang berlaku umum dan sistematis atau pengetahuan yang sudah di atur menurut
urutan dan arti serta menyeluruh dan sistematis.[1]
Dalam bahasa
Indonesia, ada istilah ilmu. Pengetahuan istilah ini (ilmu) sungguh
membingungkan itu adalah karena kata “ilmu’’.
Dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa
Arab yang berarti “pengetahuan”. Lebih membingungkan lagi karena orang
Indonesia menyebut “sain” dengan ilmu pengetahuan.[2]
B.
Pendidikan Islam
1.
Definisi
Pendidikan Islam
Kata “Islam”
dalam “pendidikan islami” menunjukan warna pendidikan tertentu, yaitu berwarna
Islam, pendidikan yang islami, yaitu pendidikan yang berdasarkan Islam. Jelas,
pertanyaan yang hendak dijawab adalah: “Apakah pendidikan itu menurut Islam?”
Untuk menjawab pertanyaan ini lebih dahulu dibahas definisi pendidikan menurut
para pakar, selain itu barulah dibahas apa pendidikan itu menurut Islam.
Pembahasan tentang apa pendidikan itu menurut Islam terutama di dasarkan atas
keterangan al-Qur’an dan Hadis, kadang-kadang juga diambil juga pendapat para
pakar pendidikan islami. Pembahasan ini tentulah agak berbau filsafat, suatu
sulit di hindari.[3]
a.
Pengertian
Pendidikan secara Etimologi
Istilah
pendidikan dalam bahasa Indonesia berasal dari kata “didik” dengan memberi
perawalan “pe” dan akhiran “kan”, mengandung arti “perbuatan” (hal, cara, dan
sebagainya). (Poerwadaminta, WJS. 1976: 250). “Istilah pendidikan ini semula
berasal dari bahasa Yunani, yaitu “paedagogie”, yang berarti bimbingan yang di
berikan kepada anak, istilah ini kemudian di terjemahkan ke dalam bahasa
Inggris dengan, “education” yang berarti pengembangan atau bimbingan.
Dalam
perkembanganya istilah pendidikan berarti bimbingan atau pertolongan yang di
berikan dengan sengaja terhadap peserta didik oleh orang dewasa agar ia menjadi
dewasa.
Dalam perkembangan selanjutnya, pendidikan berarti usaha yang
dijalankan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk mempengaruhi seseorang
atau sekelompok orang agar menjadi dewasa atau mencapai tingkat hidup dan
penghidupan yang lebih tinggi dalam arti mental. (Sudirman, 1987: 4) [4]
b.
Pengertian
Pendidikan secara Terminologi
1.
Dalam
Undang-Undang, Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
dijelaskan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan
yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan Negara.
2.
Menurut
Nana Sudjana, mengemukakan pendidikan adalah usaha sadar memanusiakan manusia.
Atau membudayakan manusia. Pendidikan adalah proses sosialisasi menuju
kedewasaan intelektual, sosial, moral sesuai dengan kemampuan dan martabat
sebagai manusia.[5]
3. Menurut Marimba (1989: 19), menyatakan bahwa pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan ruhani anak didik menuju terbentuknya kepribadian yang utama.
Di Indonesia
agaknya definisi ini sudah cukup mapan. Memang benar, definisi itu baik, mudah
di pahami, secara relative mudah di jabarkan menjadi tujuan-tujuan khusus
pendidikan. Akan tetapi, sebenarnya definisi ini masih terlalu sempit, belum
mencangkup seluruh kegiatan yang disebut pendidikan. Di sana dikatakan bahwa
pendidikan adalah bimbingan terhadap dan seterusnya. Jadi, pendidikan itu terbatas
pada kegiatan pengembangan pribadi anak didik oleh pendidik berupa orang; Jadi,
ada orang yang mendidik. Pertanyaanya: Bagaimana bila bimbingan itu oleh diri
sendiri? Atau bagaimana bila bimbingan itu oleh alam sekitar? Apakah tidak
disebut pendidikan seaandainya pendidikan itu di bimbingan itu di lakukan oleh
kebudayaan dan sebagainya? Dan bagaimana bila yang di membimbing- nya itu yang
gaib? Apakah semuanya itu tadi bukan pendidikan? Inilah yang di maksud sempit
tadi.
Dengan
mengajukan pertanyaan itu bukan berarti saya ingin memfilsafatkan pendidikan.
Pertanyaan itu adalah sesuatu yang wajar, factual bahkan. Kenyataanya adalah
dalam proses menuju perkembangan yang sempurna itu seseorang tidak hanya di
pengaruhi oleh orang lain; ia juga menerima pengaruh dari selain manusia. Itu
dapat di terima misalnya dari kebudayaan, alam fisik, dan lain-lain.
Mungkin karena inilah Lodge (1974: 23) menyatakan bahwa pendidikan itu menyangkut seluruh pengalaman.[6]
4.
Menurut
Park (1960: 3), mengambil pengertian sempit. Ia mengatakan bahwa pendidikan
adalah the art of imparting or acquiring knowledge and habit through
instruction as study. Di sini pendidikan itu sangat sudah amat sempit
pengertiannya: pendidikan adalah pengajaran.
Alfred North W.
mengambil pengertian pendidikan yang sangat sempit. Ia menyatakan bahwa
pendidikan adalah pembinaan keterampilan menggunakan pengetahuan (Park, (1960:
253), Lodge (1974: 23) menyatakan bahwa pendidikan dalam pengertian sempit
malah sekedar pendidikan di sekolah.
Akan tetapi,
Anda harus konsisten. Bila pengertian yang sempit yang di gunakan, maka
pengaruh selain dari seseorang kepada orang lain harus dianggap bukan
pendidikan.[7]
BAB III
PENUTUP
a.
Kesimpulan
Dari pembahasan
di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa :
Ilmu adalah
segala yang diketahui melalui pengalaman atau bersifat empiris serta logis.
Pendidikan
Islam adalah segala yang pengajaran yang tidak lepas dari al-quran, hadis, dan
akal manusia.
b.
Saran
Dalam pembuatan makalah ini memang banyak media materi yang dapat
di ambil dari sumber lain. Tugas menyusun makalah ini jauh dari kesempurnaan.
Maka dari itu penulis sangat mengharapkan masukan, saran, dan kritik yang
bersifat membangun agar dapat menggarap tugas selanjutnya hingga selesai.
DAFTAR PUSTAKA
Tafsir, Ahmad.
2016.Ilmu pendidikan Islami.Bandung. Rosda
[1]
Diakses dari laman, http://www.pelajaran.co.id/2017/15/pengertian-ilmu-menurut
-pendapat-para-ahli.html, pada 28 Februari 2018 pukul 20:57
[2] Prof. Ahmad
Tafsir, Ilmu Pendidikan Islami, (PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2015,
cet. 3), hal. 8
[3] Prof. Ahmad
Tafsir, Ilmu Pendidikan Islami,……..hal. 33
[4] Prof. DR.
Ramayulis, Dasar-dasar Kependidikan: Suatu Pengantar Ilmu Pendidikan,
(Kalam Mulia, Jakarta, 2015), hal. 15.
[5] Prof. DR. Ramayulis,
Dasar-dasar Kependidikan: Suatu Pengantar Ilmu Pendidikan,….hal. 16
[6] Prof. Ahmad
Tafsir, Ilmu Pendidikan Islami,……..hal. 34
[7] Prof. Ahmad
Tafsir, Ilmu Pendidikan Islami,……..hal. 35
Tidak ada komentar:
Posting Komentar