Rabu, 04 Agustus 2021

MAKALAH URGENSI PENGELOLAAN KELAS

 


BAB I

PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang

       Seiring dengan perkembangan zaman, kalangan pendidik terus berpikir dan mengembangkan bagaimana caranya agar tercipta proses pembelajaran yang efektif, efisien dan kondusif sehingga para peserta didik merasa nyaman dalam proses pembelajaran. Permasalahan yang sering timbul dalam proses pembelajaran di kelas, diantaranya kondisi yang kurang kondusif dalam pembelajaran, banyak siswa yang kurang komunikatif yang mungkin salah satunya juga dikarenakan tenaga pengajar yang kurang mempersiapkan materi yang akan diajarkan dengan matang, serta fasilitas sekolah yang kurang tertata dengan baik dan lain-lain.
       Hal-hal tersebut di atas, sangat berkaitan erat dengan pengelolaan administrasi kelas dalam pembelajaran. Seperti kegiatan mengurus, mengatur maupun mengelola lingkungan kelas dalam pembelajaran dan hasil yang diperoleh dalam proses pembelajaran pun maksimal serta terciptanya keteraturan dalam susunan dan pengaturan dinamikanya. Dimana administrasi kelas (pengelolaan kelas) dalam hal ini erat kaitannya dengan upaya peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah. Maka dari itu, sebagai calon tenaga pendidik yang baik, hendaknya mengetahui dan menguasai tentang administrasi (pengelolaan) kelas dalam pembelajaran.
       Berdasarkan latar belakang yang telah disebutkan di atas, maka dalam bab ini akan dikaji hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan kelas.

B.   Rumusan masalah

1.     Bagaimana pengertian dari pengelolaan kelas?

2.     Apa saja ruang lingkup dari pengelolaan kelas?

3.     Bagaimana manfaat dari pengelolaan kelas?

 

C.   Tujuan Penulisan

1.     Dapat mengetahui bagaimana pengertian dari pengelolaan kelas.

2.     Dapat memahami ruang lingkup dari pengelolaan kelas.

3.     Dapat mengetahui manfaat dari pengelolaan kelas.


BAB II

PEMBAHASAN

A.   Pengertian Pengelolaan Kelas

 Menurut Djamarah dan Aswan, pengelolaan kelas terdiri dari dua kata, yaitu pengelolaan dan kelas. Pengelolaan itu sendiri akar katanya adalah kelola, ditambah awal “pe”, dan akhiran “an”. Istilah lain dari pengelolaan adalah manajemen. Manajemen adalah kata aslinya yang berasal dari bahasa Inggris, yaitu management, yang berarti ketatalaksanaan, tata pimpinan, pengelolaan.

Adapun menurut Arikunto menajemen atau pengelolaan dalam pengertian umum adalah pengadministrasian, pengaturan atau penataan suatu kegiatan.

Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar. Dengan kata lain, pengelolaan kelas ialah kegiatan-kegiatan untuk menciptakan dan mempertahankan kodisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar mengajar. Dalam hal ini[1] misalnya adalah penghentian tingkah laku anak didik yang menyelewengkan perhatian kelas, pemberian hadiah bagi ketepatan waktu menyelesaikan tugas oleh siswa, atau penetapan norma kelompok yang produktif.

Menurut Sahala, pengelolaan kelas menunjukkan kepada kegiatan-kegiatan yang menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar mengajar. Sebagai pemberian dasar serta penyiapan kondisi bagi terjadinya proses belajar yang efektif, pengelolaan kelas menunjukkan kepada pengaturan orang yang terutama adalah siswa sebagai peserta didik maupun pengaturan fasilitas.

Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka dapat dipahami bahwasannya administrasi merupakan istilah lain dari pengelolaan. Pengelolaan (administrasi) kelas merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh seorang guru dalam ruang lingkup kelas, baik mengenai mengurus, mengatur dan menyelenggarakan kegiatan kelas dalam upaya menciptakan suatu kondisi yang nyaman bagi peserta didik dalam proses pembelajaran, agar tercipta suatu proses pembelajaran yang efektif dan efisien serta hasil yang diperoleh dalam proses pembelajaran pun maksimal.

            Pengelolaan kelas juga meliputi fasilitas, sarana dan prasarana yang ada di dalam kelas yang mendukung dalam proses belajar mengajar, seperti kebersihan ruang kelas, papan tulis, tempat duduk, halaman sekolah, membuka jendela agar udara masuk, mengatur meja dan kursi agar nyaman, dan lain sebagainya. Guru atau tenaga pengajar memiliki peranan penting dalam kegiatan belajar mengajar, karena selain dituntut menguasai materi dalam pengajaran, strategi, metode mengajarnya, guru juga dituntut menciptakan situasi yang kondusif agar siswa mampu menyerap pelajaran yang disampaikan oleh guru dengan baik. Selain itu, guru juga dituntut mengatur suasana pembelajaran dan sarana pengajaran yang menyenangkan agar siswa mampu mencapai tujuan dari pembelajaran yang disampaikan.

       Menurut Nurkolis, sekolah yang efektif pada umumnya memiliki karakteristik proses seperti proses belajar mengajar yang[2] efektifitasnya tinggi, kepemimpinan sekolah yang kuat, lingkungan sekolah yang aman dan tertib, serta sekolah memiliki keterbukaan manajemen.

       Selain penguasaan materi guru juga dituntut berperan aktif dalam usaha pengelolaan di dalam kelas. Maksudnya guru mampu mengawasi siswa agar tidak melakukan hal-hal yang menyimpang, merusak dan membuat gaduh dalam kegiatan belajar mengajar guna tercapainya tujuan pembelajaran. Selain itu keterampilan guru dalam hal merespon gangguan siswa yang berkelanjutan juga bisa dilakukan dengan melakukan remidial untuk mengembalikan kondisi yang optimal. Pengaturan atau pengelolaan kelas yang efektif adalah syarat utama untuk pengajaran yang efektif.[3]

B.   Ruang Lingkup Pengelolaan Kelas

Menurut Supriyanto, ruang lingkup pengelolaan kelas dapat diklasifikasikan menjadi dua:

1.     Pengelolaan kelas yang memfokuskan pada hal-hal yang bersifat fisik. Adapun hal-hal fisik yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kelas mencakup pengaturan dan perabotan kelas serta pengaturan peserta didik dalam belajar. Pengaturan ruang belajar dan perabot kelas (meja, kursi, lemari, papan tulis dan meja guru) hendaknya memperhatikan:

a.      bentuk dan ruangan kelas;

b.     bentuk dan ukuran meja dan kursi peserta didik;

c.      jumlah dan tingkatan peserta didik;

d.     jumlah kelompok dalam kelas; serta

e.      jumlah peserta didik dalam tiap kelompok.

       Hal-hal yang harus diperhatikan guru dalam mengatur peserta didik   dalam belajar mencakup siapa yang menyusun anggota kelompok, kriteria pengelompokkan (homogen, heterogen, berdasarkan minat, atau kemampuan), serta dinamika kelompok (tetap atau berubah sesuai kebutuhan).

2.     Pengelolaan kelas yang memfokuskan pada hal-hal yang bersifat nonfisik. Hal-hal nonfisik dalam pengelolaan kelas memfokuskan pada aspek berikut:[4]

a.      interaksi peserta didik dengan peserta didik lainnya;

b.     peserta didik dengan guru; serta

c.      lingkungan kelas maupun kondisi kelas menjelang, selama, dan akhir pembelajaran.

Atas dasar itulah, hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kelas adalah aspek psikologis, sosial, dan hubungan interpersonal menjadi sangat dominan.

      Kedua hal, yaitu fisik dan nonfisik tersebut perlu dikelola dengan baik dalam rangka menghasilkan suasana yang kondusif bagi terciptanya pembelajaran yang efektif dan berkualitas.

      Perlu diketahui bahwa guru dengan fungsi dan jabatan masing-masing akan berbeda pula tugas dan tanggungjawabnya dalam mengelola kelas. Guru kelas dan wali kelas lebih banyak memiliki kewenangan dalam mengatur kelasnya, mula dari kegiatan administrasi, operasional dan desain ruang pembelajaran. Sementara, bagi guru mata pelajaran, pengelolaan kelas hanya sebatas pada jam pelajaran, di mana guru tersebut melakukan kegiatan pembelajaran. Namun demikian, bukan berarti pengelolaan kelas yang dilakukan guru mata pelajaran tidak efektif. Justru guru mata pelajaran dapat mengelola kelas dengan leluasa di saat jam atau jadwal menyajikan pembelajaran di kelas.[5]

C.   Manfaat Pengelolaan Kelas

Berkaitan dengan manfaat pengelolaan kelas dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya para guru harus bisa memahami manfaat dari pengelolaan kelas agar peserta didik dalam proses belajar mengajar merasa tertarik, merasa nyaman dan menyenangkan dalam mengikuti pembelajaran di dalam kelas. Sebagaimana dikemukakan Pupuh Faturrahman bahwa “pengelolaan kelas merupakan suatu usaha yang dilakukan guru untuk membantu menciptakan kondisi belajar yang optimal”. Dilihat dari sudut pandang pengelolaan kelas peserta didik merupakan induvidu-individu yang memiliki banyak corak tingkah laku.

Untuk menyatukan berbagai perbedaan-perbedaan tersebut maka pengelolan kelas anak yang direncanakan guru harus benar-benar diterapkan sebagai salah satu proses belajar sehingga dapat dipahami, pengelolaan kelas adalah usaha untuk usaha agar anak didik mampu belajar secara efektif dan efesien. Hal selaras disampaikan oleh Syarifudin yang menyatakan bahwa “tujuan pengelolaan kelas adalah agar setiap anak dikelas dapat bekerja dengan tertip sehingga tercapai tujuan pengajaran yang efektif.” Adapun manfaat pengelolaan kelas yang sejalan dengan kurikulum adalah sebagai berikut:

1.     mewujudkan suasana belajar  mengajar yang menarik dan menyenangkan[6];

2.     memotivasi belajar peserta didik untuk belajar secara optimal sesuai dengan kemampuannya;

3.     meningkatkan keberhasilan belajar peserta didik;

4.     menanamkan rasa toleransi terhadap peserta didikbent;

5.     menanamkan rasa kepercayaan diri peserta didik.[7]

BAB III

PENUTUPAN

A.    Kesimpulan

Berdasarkan uraian di atas, maka penulis menarik kesimpulan bahwa pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar. Ruang lingkup pengelolaan kelas dibagi menjadi pengelolaan kelas yang memfokuskan pada hal-hal yang bersifat fisik dan pengelolaan kelas yang memfokuskan pada hal-hal yang bersifat nonfisik. Sedangkan manfaat dari pengelolaan kelas yaitu meliputi mewujudkan suasana belajar  mengajar yang menarik dan menyenangkan, memotivasi belajar peserta didik untuk belajar secara optimal sesuai dengan kemampuannya, meningkatkan keberhasilan belajar peserta didik, menanamkan rasa toleransi terhadap peserta didik, dan menanamkan rasa kepercayaan diri peserta didik.

B.    Saran

Sebagaimana pembahasan di atas tentu masih banyak materi yang di dapat dari buku bacaan lain yang lebih luas dari pembahasan penulis di atas.


DAFTAR PUSTAKA

1.     Widiasworo Erwin. 2018. Cerdas Pengelolaan Kelas. Diva Press. Yogyakarta.

2.     Ridwan Abdullah Sani. 2019. Strategi Belajar Mengajar. Rajawali Press. Depok.

3.     Saifudin. Pengelolaan Pembelajaran Teoritis dan Praktis.

4.     https://alaksamana.blogspot.com/2016/12/manfaat-pengelolaan-kelas.html



[1]Saifuddin, Pengelolaan Pembelajaran Teoretis dan Praktis.....hal. 70

[2] Ibid, hal. 71

[3] Ibid, hal. 72

[4] Erwin Widiasworo, Cerdas Pengelolaan Kelas, (Yogyakarta; DIVA Press, 2018), Cet. 1, Hal.14

[5] Ibid,  Hal.15

[6] Dikutip dari laman https://alaksamana.blogspot.com/2016/12/manfaat-pengelolaan-kelas.html pada hari Sabtu pukul 23.47 wib

[7] Ridwan Abdullah Sani, Strategi Belajar Mengajar, (Depok: Rajawali Press, 2019), Cet. 1, hal. 261

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makalah Neo-Sufisme: Konsep dan Prospeknya di Dunia Islam Modern

  Makalah Neo-Sufisme: Konsep dan Prospeknya di Dunia Islam Modern Pendahuluan Ketika arus modernisasi menghujani dunia Islam, proses modern...