Sabtu, 24 Juli 2021

TOR MAPABA PMII

 


MAPABA

Masa Penerimaan Anggota Baru

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia

 

1.       Aswaja I

Diskripsi

Materi ini membahas tentang pengertian Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), baik secara terminologi maupun epistimologi. Dengan menggunakan berbagai pendekatan, seperti sejerah, sosial masyarakat, aliran-aliran dan konsep-konsep serta penerapan aswaja sebagai haluan organisasi di PMII.

Dalam halauan organisasi PMII, Aswaja memiliki fungsi sebagai Manhajjul Fikr (metode berfikir) dan Manhajjul Harrokah (metode bergerak) bagi kader. Meliputi empat prinsip pokok, yaitu tawazzun (seimbang), ta’adul (adil), tawashuth (moderat/moderat) dan tasammuh (toleran).

Referensi

1.    Sejarah Aswaja, Said Aqil Siradj, (Jakarat, Gerakan Sosial Lintas Agama, 2008)

2.    Pembaharuan Tanpa Membongkar Tradisi, Djohan Effendi, (Jakarta, Kompas Media, 2010)

3.    Hujjah Amaliyah Nahdhiyin, Tim KMNU, (Jakarta, KMNU Press, 2017)

4.    Qonun Assasi, KH. Hasyim Asy’ari

5.    Tradisi Intelektuan NU, Ahmad Zahra, (Yogyakarta, LkiS, 2004)

6.    Nu Studies, Ahmad Baso, (Jakarta, Erlangga, 2006)

7.    Islam Nusantara, Tim JNM, (Yogyakarta, JNM Press, 2015)

Tujuan

-      Peserta dapat memahami tentang sejarah munculnya Aswaja, Aliran-aliran dalam Islam, dan pokok-pokok pemikiran Ahlu Sunnah wal Jamaah.

-      Mengilustrasikan dan menggambarkan proses munculnya aswaja dalam perspektif historis dan doktrin.

-      Menerima aswaja sebagai sumber nilai yang di yakini kebenarannya.

Target

-      Peserta memiliki keyakinan yang kuat untuk menjadikan Aswaja sebagai haluan berorganisasi PMII.

-      Peserta mampu mengimplementasikan pemahamanaswaja alpmiiyah dalam perilaku berfikir bertindak serta bergerak.

Pokok Bahasan

-      Pengertian Aswaja

-      Sejarah Aswaja

-      Aliran-aliran dalam Islam

-      Pokok-Pokok Pemikiran Aswaja

-      Aswaja al-PMII-yah

Metode Pembelajaran

-      Ceramah/presentasi pemateri

-      Dialog interaktif

-      Brainstorming oleh instruktur

Bahan Pembelajaran

-      Lembar soal pretest

-      Kertas plano

-      Booknote

-      Alat tulis

-      LCD Proyektor

Alokasi Waktu

120 Menit

Proses Pembelajaran

·         Pendahuluan (15’)

-      Moderator membuka sesi, kemudian menyampaikan secara singkat terkait tujuan dan pokok bahasan materi yang akan di berikan oleh narasumber.

-      Moderator memperkenalkan narasumber dan memberikan waktu untuk presentasi.

·         Kegiatan Inti (90’)

Presentasi Materi (60’)

-      Narasumber menjelaskan materi degan menggunakan slide presentasi lahirnya istilah Ahlussunnah wal-Jama’ah, pengertian, ciri-ciri Ahlussunnah wal-Jama’ah dan mengapa bermadzhab kepada Abul-Hasan Al-Asy’ari dan Abu Mansur Al-Maturidy dalam bidang aqidah; kepada Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal dalam bidang fiqh; dan kepada Imam Al-Ghozali dan Imam Junaid Al-Baghdadi dalam bidang tasawuf; seraya menjelaskan keutamaan-keutamaannya. (

-      Narasumber menjelaskan Aliran-aliran dalam Islam beserta tokoh-tokoh pendirinya.

-      Narasumber mempresentasikan prinsip-prinsip ajaran Ahlussunnah wal-Jama’ah PMII-yah berikut contoh ajarannya.

-      Tanya Jawab (30’)

-      Moderator memberikan kesempatan tanya jawab kepada peserta dan mempersilhkan kepada narasumber untuk menjawab pertanyaan dari peserta.

-      Narasumber menjawab pertanyaan dari peserta.

·         Penutup (15’)

-      Instruktur mengakhiri sesi materi ini dengan membuat kesimpulan-kesimpulan.

Review dan Evaluasi Materi

Review dan evaluasi materi dilakukan oleh instruktur pelatihan dengan mengacu kepada tujuan dan target materi yang telah ditentukan berserta hasil pretest dan screening pelatihan setiap peserta. Adapun pelaksanaan review menyesuaikan dengan waktu senggang sembari menunggu pemateri selanjutnya memasuki forum. Review materi dimaksudkan untuk, 1) Pemantapan ulang materi dan penguatan substansi materi; 2) Penyampaian kemungkinan adanya point materi yang belum tersampaikan oleh pemateri

 

2.        Keorganisasian PMII

Diskripsi

Pembahasan dalam materi ini, menjelaskan tentang sejarah PMII, tujuan dan mengenalkan simbol-simbol Organisasi pada calon anggota. Dimana dalam sejarah berdirinya, PMII tidak lahir dari ruang kosong, melainkan adanya peristiwa dan situasi yang mempengaruhi berdinya PMII serta telah banyak capaian-capaian yang diraih PMII dalam mewujudkan cita-cita organisasi. Selanjutnya, sebagai organisisi mahasiswa ekstra kampus, penting juga memaparkan tujuan, visi-misi dan simbol-simbol organisasi yang tertuang di dalam AD/ADRT PMII kepada anggota. Sehingga memberikan pemahaman yang komperhensif tentang PMII, baik sebagai organsisi kaderisasi maupun sebagai organisasi gerakan.

Referensi

1.    AD/ART dan PO PMII

2.    Catatan Kaderisasi PMII, Munandar, (Jakarta, 2017)

3.    PMII di Persimpangan Jalan, Malik Haromain (Jakarta, Pustaka Pelajar, 2000)

4.    Sketsa Pergerakan; Kritik dan outokritik Gerakan PMII, Malik Haromain, (Jakarta, Fajar Pustaka, 2003)

5.    Angkatan 66, Muhammad Zamroni, (Jakarta, Inspirasi Indonesia, 2007)

6.    Hitam Putih PMII, Amrullah Ali Moebin (ed), (Malang, Genesis, 2017)

7.    PMII dalam Simpul-simpul Sejarah Perjuangan, fauzan Alfas, (Jakarta, PB PMII, 2004).

8.    PMII; Antara Gerakan Pencerahan dan Perebutan Kursi, Effendi Choiri, (Jakarta, Forum Humanika, 1994).

Tujuan

-      Peserta memahami profil PMII secara komprehensif meliputi sejarah, peran gerakan,  hierarki struktural, nilai-nilai, trilogi dan capaian prestasi.

-      Peserta meneladani perjuangan para pendiri pmii serta mengapresiasi prestasi yang sudah di torehkan PMII kepada bangsa dan negara.

-      Merefleksikan dan mengahayati makna filosofis, symbol symbol dan trilogy PMII ke dalam jati diri peserta

Target

-      Peserta meyakini bahwa PMII adalah organisasi yang tepat untuk berproses dan mengembangkan diri.

-      Memiliki kecintaan dan komitmen terhadap organisasi PMII

-      Berkomitemn dan mengembangkan PMII sebagai organisasi yang berhaluan islam ahlusssunnah wal jama’ah

Pokok Bahasan

-      Sejarah PMII

-      Tujuan

-      Kelembagaan PMII

-      Makna simbol-simbol PMII

-      Trilogi PMII

-      Prestasi PMII

-      Kelembagaan Kopri

Metode Pembelajaran

-      Ceramah/presentasi pemateri

-      Dialog interaktif

-      Diskusi kelompok/Focus Group Discussion

-      Brainstorming oleh instruktur

Bahan Pembelajaran

-      Kertas plano

-      Booknote

-      Alat tulis

-      LCD Proyektor

Alokasi Waktu

120 Menit

Proses Pembelajaran

·     Pendahuluan (15’)

-      Moderator membuka sesi, kemudian menyampaikan secara singkat tujuan dan pokok bahasan materi yang akan di berikan oleh narasumber.

-      Moderator memperkenalkan narasumber dan memberikan waktu untuk presentasi.

·     Kegiatan Inti (90’)

Presentasi Materi (60’)

-      Narasumber menjelaskan materi keorganisasian PMII, dimulai dari sejarah kelahiran PMII, tokoh-tokoh sertaperan gerakan PMII ,

-      Narasumber menjelaskanhierarki struktural,kelembagaan Kopri, nilai-nilai, trilogy, makna symbol-symbol serta MarsPMII.

-      Narasumber mempresentasikan prestasi-prestasi yang pernah di raih PMII.

Tanya Jawab (30’)

-      Moderator memberikan kesempatan tanya jawab kepada peserta dan mempersilahkan kepada narasumber untuk menjawab pertanyaan dari peserta.

-      Narasumber menjawab pertanyaan dari peserta.

·     Penutup (15’)

-      Instruktur mengakhiri sesi materi ini dengan membuat kesimpulan-kesimpulan.

Review dan Evaluasi Materi

Review dan evaluasi materi dilakukan oleh instruktur pelatihan dengan mengacu kepada tujuan dan target materi yang telah ditentukan berserta hasil pretest dan screening pelatihan setiap peserta. Adapun pelaksanaan review menyesuaikan dengan waktu senggang sembari menunggu pemateri selanjutnya memasuki forum. Review materi dimaksudkan untuk, 1) Pemantapan ulang materi dan penguatan substansi materi; 2) Penyampaian kemungkinan adanya point materi yang belum tersampaikan oleh pemateri

 

3.        Kelembagaan Kopri

Deskripsi

 

Tujuan

 

Target

 

Pokok bahasan

 

Metode Pembelajaran

 

Bahan Pembelajaran

 

4.        Sejarah PMII Lokal

Diskripsi

Desawa ini, PMII telah berkembang menjadi organisasi yang cukup besar dengan jumlah cabang sekitar 224 yang tersebar di seluruh Indonesia. Banyaknya cabang yang telah berdiri tersebut, tentu memiliki cerita tersendiri bagi riwayat organisasi secara lokal (Cabang), dimana penting kiranya diketahui oleh kader di daerah masing-masing. Sehingga, perlu adanya materi husus yang membahas tentang sejarah PMII lokal ditingkatan Cabang atau Koordinator Cabang dengan berbagai dinamika yang ada.

Dimana dalam pembahasan dalam materi tersebut, menguraikan tentang sejarah PMII lokal dan para Tokoh-tokoh dan alumni yang terlibat di dalamnya, sekaligus memaparkan capai-capain Organisasi yang telah dilakukan, baik ditingkat Rayon. Komisariat, Cabang dan atau Koordinator Cabang. Diharapkan, dengan bekal pengetahuan tersebut, kader dapat memiliki pemahaman yang utuh tentang PMII disegala tingkatan serta dapat terinspirasi oleh perjuangan-perjuangan PMII selama ini.

Referensi

1.   AD/ART dan PO PMII

2.   Membongkar Hegemoni NU Dibalik Independensi PMII, Nusron Wahid dan Al Fanny, (Jakarta, Bina Rena Pariwara, 2009)

3.   Pemikiran PMII dalam Berbagai Visi dan Persepsi, A. Effendi Choiri dan Choirul Anam (Jawa Timur, Majalah Aula NU Jatim, 2008)

4.   Penuturan Para alumni dan Senior yang berkaitan dengan pokok pembahasan.

Tujuan

-      Peserta mengetahui tentang profil PMII lokal secara komprehensif meliputi sejarah, peran gerakan serta capaian prestasi.

-      Peserta meneladani perjuangan para alumni PMII serta mengapresiasi prestasi yang sudah dicapai.

Terget

-      Meyakini bahwa ber-PMII adalah bersilaturahim, bersilatulfikri dan bersilatul amal dalam melaksanakan perjuangan kolektif oraganisasi.

-      Memiliki komptensi yang tidak ahistoris terhadap sejarah perkembangan PMII di daerahnya.

Pokok Bahasan

-      Sejarah PMII lokal

-      Tokoh-tokoh PMII lokal

-      Peran sejarahnya

-      Jejaringnya

-      Program-program

Metode Pembelajaran

-      Ceramah/presentasi pemateri

-      Dialog interaktif

-      Diskusi kelompok/Focus Group Discussion

-      Brainstorming oleh instruktur

Bahan Pembelajaran

-      Kertas plano

-      Booknote

-      Alat tulis

-      LCD Proyektor

Alokasi Waktu

90 Menit

Proses Pembelajaran

·     Pendahuluan (10’)

-      Moderator membuka sesi, kemudian menyampaikan secara singkat tujuan dan pokok bahasan materi yang akan di berikan oleh narasumber.

-      Moderator memperkenalkan narasumber dan memberikan waktu untuk presentasi.

·     Kegiatan Inti (70’)

Presentasi Materi (40’)

-      Narasumber menjelaskan materisejarah kelahiran PMII lokal, tokoh-tokoh serta peran gerakannya.

-      Narasumber menjelaskan struktur organisasi PMII lokalbeserta program-programnya.

-      Narasumber mempresentasikan prestasi-prestasi yang pernah di raiholeh alumni PMII di lokalnya.

Tanya Jawab (30’)

-      Moderator memberikan kesempatan tanya jawab kepada peserta dan mempersilahkan kepada narasumber untuk menjawab pertanyaan dari peserta.

-      Narasumber menjawab pertanyaan dari peserta.

·     Penutup (10’)

-      Instruktur mengakhiri sesi materi ini dengan membuat kesimpulan-kesimpulan.

Review dan Evaluasi Materi

Review dan evaluasi materi dilakukan oleh instruktur pelatihan dengan mengacu kepada tujuan dan target materi yang telah ditentukan berserta hasil pretest dan screening pelatihan setiap peserta. Adapun pelaksanaan review menyesuaikan dengan waktu senggang sembari menunggu pemateri selanjutnya memasuki forum. Review materi dimaksudkan untuk, 1) Pemantapan ulang materi dan penguatan substansi materi; 2) Penyampaian kemungkinan adanya point materi yang belum tersampaikan oleh pemateri

5.        NDP

Diskripsi

Nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII merupakan sublimasi nilai-nilai ke-Islaman dengan kerangka pemahaman Aswaja yang menjiwai berbagai aturan, memberi arah dan mendorang berbagai aktivitas kegaitan-kegiatan PMII. Islam mendasari dan menginspirasi NDP meliputi beberapa cakupan, yaitu aqidah, syari’ah dan ahklak bagi kader untuk memperoleh jalan keselamatan dalam berjihab di garis perjuangan PMII.

Mengingat pentingnya NDP sebagai pemberi keyakinan dan pembenaran dalam diri kader PMII. Maka perlu adanya pemahaman dan pengetahuan yang utuh tentang NDP bagi anggota, meliputi sejarah lahir dan perkembangan NDP di PMII, pokok-pokok nilai dan landasan filosofis serta bagiaman mengimplemantasikan NDP dalam kehidupan pribadi, organisasi dan kebangsaan/negara.

Tujuan

-      Peserta memahami tentang sejarah dan rumusan NDP yang menjadi pijakan pergerakan PMII

-      Peserta dapat mereflesikan kembali dan menghayati secara mendalam tentanf filosofi NDP sebagai pijakan pergerakan PMII

Target

-      Meyakini bahwa NDP bersumberkan dari nilai ke-Islaman dan ke-Indonesiaan yang dapat mempertemukan semua warga pergerakan dalam satu ikatan yang kuat (kalimatun sawa)

-      Peserta memiliki kesadaran dalam menjalankan hubungannya dengan sesama manusia, tuhan dan alam.

-      Peserta mampu menjadikan NDP  sebagai teologi gerak dalam kehidupan pribadi, sosial, dan berorganisasi.

Pokok Bahasan

-      Sejarah NDP

-      Filosofi NDP (Isi NDP terkait dengan dalil-dalil agama) Membentuk Teologi Gerak dan Karakter Kader

-      Membumikan nilai NDP dalam Kehidupan pribadi, masyarakat, organisasi, berbangsa dan bernegara

Metode Pembelajaran

-      Ceramah/presentasi pemateri

-      Dialog interaktif

-      Brainstorming

Bahan Pembelajaran

-      Kertas plano

-      Booknote

-      Alat tulis

-      LCD Proyektor

Alokasi Waktu

120 Menit

Proses Pembelajaran

·     Pendahuluan (15’)

-      Moderator membuka sesi, kemudian menyampaikan secara singkat tujuan dan pokok bahasan materi yang akan di berikan oleh narasumber.

-      Moderator memperkenalkan narasumber dan memberikan waktu untuk presentasi.

·     Kegiatan Inti (90’)

Presentasi Materi (60’)

-      Narasumber menjelaskan sejarah dan rumusan NDP beserta dalil-dalilnya yang menjadi pijakan pergerakan PMII,

-      Narasumber menjelaskan NDP dan implementasinya dalam Kehidupan pribadi, masyarakat, organisasi, berbangsa dan bernegara.

Tanya Jawab (30’)

-      Moderator memberikan kesempatan tanya jawab kepada peserta dan mempersilahkan kepada narasumber untuk menjawab pertanyaan dari peserta.

-      Narasumber menjawab pertanyaan dari peserta.

·      Penutup (15’)

-      Instruktur mengakhiri sesi materi ini dengan membuat kesimpulan-kesimpulan.

Review dan Evaluasi Materi

Review dan evaluasi materi dilakukan oleh instruktur pelatihan dengan mengacu kepada tujuan dan target materi yang telah ditentukan berserta hasil pretest dan screening pelatihan setiap peserta. Adapun pelaksanaan review menyesuaikan dengan waktu senggang sembari menunggu pemateri selanjutnya memasuki forum. Review materi dimaksudkan untuk, 1) Pemantapan ulang materi dan penguatan substansi materi; 2) Penyampaian kemungkinan adanya point materi yang belum tersampaikan oleh pemateri

6.        Geneologi Islam Indonesia

Diskipsi

Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin, yaitu memberi rahmat bagi keseluruhan alam. Hal itulah yang menjadikan agama Islam sebagai agama dakwah (mengajarkan nilai) dengan membangung tatanan masyarakat bagi pemuluknya.  Sejarah perkembangan islam telah berkembang cukup lama dan meluas, melampau daerah asal kelahiran Islam di Jazirah Arab. Selain itu dalam merespon situasi zaman, perkembangan islam terjadi tidak hanya secara kwantitatif, melainkan juga kwalaitaif, seperti banyaknya varian di dalam Islam. Banyaknya varian dalam Islam itu, dapat difahami mengingat; bagaimana Islam merespon tantangan zaman dan kebudayaan masyarakat setempat.

Sejarah masuknya Islam di Nusantara sendiri juga telah berlansung cukup lama. Dimana beberapa sejarawan berbeda pendapat, ada yang mengatakan masuk pada abad ke 7,  abad 13 dan abad ke 9 M atau 11 M. Terlepas dari itu, dalam bahasan Geneologi Islam Indonesia penting dijelaskan mengenai kondisi sosial masyarakat (pra dan pasca Islam), aktor penyebar Islam di Indonesia (para wali dan ulama)--mulai dari zaman klasik hingga zaman modern--, aliran-aliran atau organisasi, faham-faham dan strategi yang digunakan dalam penyebaran Islam di Indonesia. Selanjutnya, mengingat peran penting NU dalam mengawal Indonesia, penting juga dijelaskan sejarah perkembangan NU serta kaitannya secara ideologis dengan PMII.

Refenesi

1.       Islama Nusantara, Tim JNM, (Yogyakarta, JNM Press, 2015)

2.       Islam Nusantara, Ahmad Baso, (Jakarta, Pustaka Apit, 2015)

3.       Islam dan Transformasi Budaya, M. Dawam Rahardjo, (Jakarta, CV Deviri Ganan)

4.       Islama dan Transformasi Sosial Ekonomi, M. Dawam Rahardjo(Jakarta, LP3ES)

5.       Islamku, Islammu dan Islam Kita, Abdurrahman Wahid (Jakarta, Wahid Institute 2006)

6.       Tuhan Tidak Perlu Dibela, Abdurrahman Wahid, (Yogyakarta, LKiS, 1999)

7.       Doktrin Islam Progressif, Zuhairi Misrowi (Jakarta, LSIP, 2004)

8.       Islam Kemodernan dan Keindonesiaan, Nur Cholis Madjid (Jakarta, Mizan, 1987)

9.       Islam Agama Kemanusiaan, Nur Cholis Madjid (Jakarta, Paramadina, 1995)

10.    Islam Kosmopolitan, Abdurrahman Wahid, (Jakarta, Wahid Institute, 2007)

11.    Ensiklopedi Ulama Nusantara, Bibit Suprapto, (Jakarta, Gelagar Indonesia, 2009)

12.    Dari Kanan Islam Hingga Kiri Islam, Ahmad Suhelmi, (Jakarta, Darul Falah, 2001)

13.    Kiri Islam, Kazuo Simogaki (Yogyakarta, LkiS, 2012)

14.    Geneologi Islam Radikal di Indonesia, Zaky Mubarrok, (Jakarta, LP3ES, 2008)

15.    Islam Jawa vs Kebatinan, Mark R. Woodward, (Yogyakarta, LkiS, 2004)

16.    Islam Kontemporer, Azumardi Azra dan Idris Thoha, (Jakarta, Gramedia, 2002)

17.    NU dan Neoliberalisme, Nur Kholid Ridwan, (Yogyakarta, LkiS, 2008)

18.    Islam dan Sosialisme, HOS. Cokroaminoto, (Surabaya, Tride, 2003)

19.    Islam, Doktrin dan Isu-Isu Kontemporer, H. Faisal Ismail, (Jakarta, Ircisod, 2016)

20.    Pemikiran Islam Kontemporer di Indonesia,Ahamad Qodri dkk., (Ternate, STIN Ternate, 2005)

21.    The Spirit Of Islam, Said Amr Ali, ( New York, Cosmoclasic, 2010)

22.    Atlas Walisongo, Agus Sunyoto, (Jakarta, Trans Pustaka, 2016)

23.    NU Studies: Pergolakan Pemikiran Antara Fundamentalisme Islam dan Fundamentalisme Neo-liberal, Ahmad Baso, (Jakarta, Erlangga, 2006)

24.    Post-Tradisionalisme Islam, Rumadi, (Cirebon, Fahmina Institute, 2009)

25.    Sekularisme, Liberalisme dan Pluralisme, Budi Munawar-Rahman, (Jakarta, Grasindo, 2010)

26.    Islam Kiri: Melawan Kapitalisme Modal dari Wacana Menuju Gerakan, Eko Prasetyo, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar dan Insis, 2002)

27.    Pesantren dan Pembaharuan, M. Dawam Rahardjo, (ed) (Jakarta: LP3ES, 1974).

28.    Reorientasi Pembaruan Islam, Budhy Munawar Rahman, (Jakarta: Democraci Project, 2010)

29.    Akar-akar Pemikiran Progresif dalam Kajian al-Qur'an, M. Nur Kholis Setiawan, (Yogyakarta: Elsaq Press, 2008)

30.    Dirāsah Islamiyyah: Nahw Ushūl Jadīdah Li al-Fiqh al-Islamī, Muhammad Syahrur, terjemah Sahiron Syamsuddin, Metodologi Fiqih Islam Kontemporer, (Yogyakarta: eLSAQ Press., 2008)

31.    Islam Madzhab Pemikiran dan Aksi, Ali Syariati, (Bandung: Mizan, 1995)

32.    Kritik Wacana Agma. Nasr Hamid Abu Zaid, (Yogyakarta: LkiS, 2003)

33.    Tekstualitas al-Qur’an, Nasr Hamid Abu Zaid, (Yogyakarta: LkiS, 2005)

Tujuan

-      Peserta memahami kepercayaan sebelum masuknya agama dakwah dan Potret kehidupan masyarakat nusantara di era Hindu-Budda

-      Peserta memahami tentang alur sejarah Islam yang ada di Indonesia.

-      Peserta memahami Strategi dakwah Islam era walisongo dan kerajaan Islam

Target

-      Peserta memiliki kesadaran bahwa PMII berasal dari masyarakat tradisi yang berhaluan pada Islam ahlu Sunnah wal jamaah.

-      Memiliki keyakinan terhadap ajaran-ajaran wali songo.

-      Peserta dapat Mempertahankan tradisi-tradisi, nilai yang diajarkan oleh para ulama dan dapat menyesuaikan, mensinergikan dengan masa kini.   

Pokok Bahasan

-      Sejarah agama dan kepercayaan sebelum masuknya agama dakwah

-      Potret kehidupan masyarakat nusantara di era Hindu-Budda

-      Strategi dakwah Islam era awal

-      Strategi dakwah Islam era walisongo dan kerajaan Islam

-      Peta Islam Indonesia passca walisongo-kekinian

Metode Pembelajaran

-      Ceramah/presentasi pemateri

-      Dialog interaktif

-      Brainstorming

Bahan Pembelajaran

-      Kertas plano

-      Booknote

-      Alat tulis

-      LCD Proyektor

Alokasi Waktu

120 Menit

Proses Pembelajaran

·      Pendahuluan (15’)

-      Moderator membuka sesi, kemudian menyampaikan secara singkat tujuan dan pokok bahasan materi yang akan di berikan oleh narasumber.

-      Moderator memperkenalkan narasumber dan memberikan waktu untuk presentasi.

·     Kegiatan Inti (90’)

Presentasi Materi (60’)

-      Narasumber menjelaskan sejarah agama dan kepercayaan sebelum masuknya agama dakwah serta Potret kehidupan masyarakat nusantara di era Hindu-Budda

-      Narasumber menjelaskan Strategi dakwah Islam era awal, era walisongo dan kerajaan Islam

-      Narasumber menjelaskan Peta Islamdi Indonesia passca walisongo sampai kekinian.

Tanya Jawab (30’)

-      Moderator memberikan kesempatan tanya jawab kepada peserta dan mempersilahkan kepada narasumber untuk menjawab pertanyaan dari peserta.

-      Narasumber menjawab pertanyaan dari peserta.

·     Penutup (15’)

-      Instruktur mengakhiri sesi materi ini dengan membuat kesimpulan-kesimpulan.

Review dan Evaluasi Materi

Review dan evaluasi materi dilakukan oleh instruktur pelatihan dengan mengacu kepada tujuan dan target materi yang telah ditentukan berserta hasil pretest dan screening pelatihan setiap peserta. Adapun pelaksanaan review menyesuaikan dengan waktu senggang sembari menunggu pemateri selanjutnya memasuki forum. Review materi dimaksudkan untuk, 1) Pemantapan ulang materi dan penguatan substansi materi; 2) Penyampaian kemungkinan adanya point materi yang belum tersampaikan oleh pemateri

7.        Amaliyah PMII An-nahdliyyah I

Diskipsi

Dalam mendakwahkan Islam di Nusantara, para Wali dan Ulama mengguakan beberapa strategi, salah satunya yang menonjol adalah strategi kebudayaan. Dimana dalam strategi tersebut, mereka tidak serta merta melawan tradisi dan kebudayaan yang telah dahula ada, tetapi mencari titik temu yang kemudian melahirkan kebudayaan baru. Oleh para antropolog, hal itu disesebut sebagai akulturasi dan asimilasi. Itulah alasan, mengapa Islam cukup mudah diterima oleh masyarakat Nusantara yang dahulunya beragama Hindu dan Budha.

Perpaduan tersebut, biasanya hanya mengubah beberapa tatacara dengan banyak perubahan secara aqidah (teologi). Penguatana Aqidah di dalam ritus kebudayaan itu, menjadikannya sebagai amalan-amalan yang didasari pada dalil-dalil, baik dari Al-Quran, Hadist, Ijtima’ dan Qiyas para ulama. Hal ini mempertegas legitimasi amalan An-nahdhiyah tidak hanya soal kebudayaan semata, tetapi memiliki landasan dalil yang jelas serta bisa dipertanggung jawabkan. Sebab amaliyah yang dimaksud, sudah dipraktekkan dan menjadi media dakwah bagi kalangan ulama Nusantara—bahkan ulama dunia sebelumnya, lewat Thoriqoh dan gerakan Sufistik—, terutama di kalangan pesentren dan NU secara organisasi. Amalan-amalan itu meliputi Yasin, Tahlil, Aurod Maktubah, Sholawat Nariyah dan Berjanji dan lain-lain.

Referensi

1.    Al-Qur’an, Hadist, Ijma dan Qiyas

2.    Risalah Ahlussunnah Wal Jamaah, KH. Hasyim Asy’ari

3.    Amaliyah An-nahdhiyah, KH. Marzuky Mustamar,

4.    Sejarah dan Keutamaan Istiqhosah,

Tujuan

-      Peserta mengetahui tradisi, amaliyah yang menjadi identitas PMII dan ke NUan

-      Peserta memahami tatacara (kaifiyat) amaliyah an-nahdliyah (yasin, tahlil, awrod maktubah, sholawat nariyah Sunnah rowatib).

-      Peserta dapat meningkatkan rutinitas amaliyah an-nahdliyah PMII

Target

-      Peserta Memiliki komitmen beribadah yang kuat

-      Peserta dapat Mengamalkan amaliyah an-nahdliyah dalam setiap aktivitasnya sebagai komitmen mempertahankan dan merawat tradisi yang telah di kerjakan oleh para ulama.

Pokok Bahasan

-      Yasin

-      Tahlil

-      Awrod Maktubah

-      Sholawat Nariyah

-      Sunnah Rowatib

Metode Pembelajaran

-      Ceramah/presentasi pemateri

-      Dialog interaktif

-      Demonstrasi

-      Brainstorming oleh instruktur

Bahan Pembelajaran

-      Kertas plano

-      Booknote

-      Alat tulis

-      LCD Proyektor

Alokasi Waktu

120 Menit

Proses Pembelajaran

·     Pendahuluan (15’)

-      Moderator membuka sesi, kemudian menyampaikan secara singkat tujuan dan pokok bahasan materi yang akan di berikan oleh narasumber.

-      Moderator memperkenalkan narasumber dan memberikan waktu untuk presentasi.

·     Kegiatan Inti (90’)

Presentasi Materi (30’)

-      Narasumber menjelaskan tentang keutamaan serta kaifiyat-kaifiyat amaliyah an-Nahdliyah (yasin, tahlil, awrod maktubah, sholawat nariyah Sunnah rowatib) yang menjadi identitas amaliayah PMII dan NU.

Tanya Jawab (30’)

-      Moderator memberikan kesempatan tanya jawab kepada peserta dan mempersilahkan kepada narasumber untuk menjawab pertanyaan dari peserta.

-      Narasumber menjawab pertanyaan dari peserta.

-      Narasumber mempraktikan amaliyah An-Nahdliyah dan memberi ijazahpeserta (30’)

·      Penutup (15’)

-      Moderatormengakhiri sesi materi ini dengan membuat kesimpulan-kesimpulan.

Review dan Evaluasi Materi

Review dan evaluasi materi dilakukan oleh instruktur pelatihan dengan mengacu kepada tujuan dan target materi yang telah ditentukan berserta hasil pretest dan screening pelatihan setiap peserta. Adapun pelaksanaan review menyesuaikan dengan waktu senggang sembari menunggu pemateri selanjutnya memasuki forum. Review materi dimaksudkan untuk, 1) Pemantapan ulang materi dan penguatan substansi materi; 2) Penyampaian kemungkinan adanya point materi yang belum tersampaikan oleh pemateri

8.        Sejarah Perjuangan Bangsa

Diskripsi

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan, Jasmerah (jangan lupakan sejarah)”, - Ir. Soekarno.

Begitulah pesan President Soekarno dalam pidatonya, ungkapan yang mengisyaratkan betapa pentingnya memahami sejarah bagi generasi bangsa. Dengan mengetahui sejarah bangsa, generasi muda akan selalu ingat dengan riwayat perjuangan para pendahulu dan diharapkan menjadi semangat dalam memperjuangankan cita-cita kemerdekaan. Sebab sebagaimana kita ketahui, cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia belumlah usai, seperti termaktub dalam UUD 1945, dibangunnya negara bangsa Republik Indonesia adalah upaya mewujudkan keadilan sosial, kesejahteraan dan mencerdaskan kehidupan berbangsa yang belum kita raih sepenuhnya. Oleh karenanya, penting memaknai sejarah tidak hanya kumpulan kematian, tetapi menempatkannya sebagai ruh kebangkitan zaman.

Namun sayangnya, penulisan sejarah Indonesia selama ini masih mengedepankan perspektif pemerintah dan seringkali mengabaikan riwayat perjuangan rakyat. Hal ini dapat dijumpai dalam buku-buku sejarah sekolah, tidak banyak diterangkan sejarah perjuangan rakyat, terutama kaum santri yang memiliki peran cukup  besar, seperti dalam Revolusi November di Surabaya yang ditopang oleh kaum santri dan ulama dengan  didorong oleh “Resolusi Jihad”. Maka dalam materi ini penting menyajikan sejarah secara adil dan porposional, agar memberikan pemahan yang lengkap tentang Sejarah Bangsa serta menepis ungkapan“sejarah adalah milik penguasa”.

Referensi

1.       Dibawah Bendera Revolisi, Ir. Soekarno (Jakarta, Lingkar Kreatif, 2018)

2.       Kumpulan Karangan Vol.1-6, Muhammad Hatta (Jakarta, Balai Buku Indonesia, 1953)

3.       Zaman Bergerak, Takashi Shiraishi, (Jakarata, Pustaka Utama Grafiti, 1997)

4.       Sejarah Nasional Indonesia, Marwati Joened Poesponegoro, dkk., (Jakarta, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1993)

5.       Gerpolek, Tan Malaka, (Jakarta, LPPM Tan Malaka, 2010)

6.       Menuju Indonesia Baru, DN Aidit (1953)

7.       Politik Luar Negeri dan Revolusi Indonesia, DN Aidit, (1965)

8.       Sejarah Gerakan Buruh Indonesia, DN Aidit, (1952)

9.       Resolusi Jihad:Perjuangan Ulama dari Menegakkan Agama ke Negara, Abd. Latif Bustami, (Jombang, Pustaka Tebuireng, 2015)

10.    Benturan NU-PKI, KH. Abdul Mun’in Dz, (Jakarta, PBNU, 2014)

11.    Fragmen Sejarah NU; Menyumbang Akar Budaya Nusantara, KH. Abdul Mun’in Dz, (Jakarta, Pustaka Kompas, 2017)

12.    Lesbumi; Strategi Politik Kebudayaan, Choirotun Chisaan, (Yogyakarta, Lkis, 2008)

13.    Kaidah Berpolitik dan Bernegara, KH. Wahab Chasbullah, (Langgar Swadaya Nusantara, 2015)

Tujuan

-      Peserta memahami tentang alur sejarah perjuangan bangsa dan peran sejarah dalam rangka pembentukan identitas atau kepribadian bangsa

-      Peserta menghayati serta meneladani peran dan kontribusi NU dalam perjuangan bangsa

Target

-      Mendorong keyakinan peserta dalam melanjutkan perjuangan bangsa dan mengisi kemerdekaan Indonesia.

-      Meneguhkan semangat ke-Indonesiaan kepada peserta

-      Memiliki kecintaan terhadap NKRI sebagai bagian dari iman

Pokok Bahasan

-      Sejarah (munculnya) Kolonialisme di Indonesia

-      Sejarah Perlawanan Bangsa

-      Peran dan Posisi Nahdhiyin dalam Perjuangan Bangsa

Metode Pembelajaran

-      Ceramah/presentasi pemateri

-      Dialog interaktif

-      Diskusi kelompok/Focus Group Discussion

-      Brainstorming

Bahan Pembelajaran

-      Kertas plano

-      Booknote

-      Alat tulis

-      LCD Proyektor

Alokasi Waktu

120 Menit

Proses Pembelajaran

·     Pendahuluan (15’)

-      Moderator membuka sesi, kemudian menyampaikan secara singkat tujuan dan pokok bahasan materi yang akan di berikan oleh narasumber.

-      Moderator memperkenalkan narasumber dan memberikan waktu untuk presentasi.

·     Kegiatan Inti (90’)

Presentasi Materi (60’)

-      Narasumber menjelaskan sejarah munculnya kolonialismedi Indonesia

-      Narasumber menjelaskanalur sejarah perjuangan bangsa dan peran sejarah dalam rangka pembentukan identitas atau kepribadian bangsa

-      Narasumber menjelaskan Peran dan Posisi NUterhadap perjuangan melawan kolonialisme

Tanya Jawab (30’)

-      Moderator memberikan kesempatan tanya jawab kepada peserta dan mempersilahkan kepada narasumber untuk menjawab pertanyaan dari peserta.

-      Narasumber menjawab pertanyaan dari peserta.

·      Penutup (15’)

-      Moderator mengakhiri sesi materi ini dengan membuat kesimpulan-kesimpulan.

Review dan Evaluasi Materi

Review dan evaluasi materi dilakukan oleh instruktur pelatihan dengan mengacu kepada tujuan dan target materi yang telah ditentukan berserta hasil pretest dan screening pelatihan setiap peserta. Adapun pelaksanaan review menyesuaikan dengan waktu senggang sembari menunggu pemateri selanjutnya memasuki forum. Review materi dimaksudkan untuk, 1) Pemantapan ulang materi dan penguatan substansi materi; 2) Penyampaian kemungkinan adanya point materi yang belum tersampaikan oleh pemateri

9.        Ansos I

Diskripsi

Dunia bergerak dinamis, begitu juga dengan kenyataan sosial yang ada. Melihat situasi demikian, tentu setiap pribadi (anggota/kader) harus terus mengupgread pengetahuan (atas kenyataan itu) guna mengasah kepekaan sosial dalam melakasanakan tugas-tugas organisasi. Disitulah, dibutuhkan seperangkat metodologis yang tepat untuk membedah realitis yang ada. Maka Analisi Sososial (Ansos), sebagai seperangkat metodelogi, mutlak harus diberikan kepada kader guna menunjang nalar kritis dalam membaca kondisi sosial masyarakat.

Dalam materi Ansos tingkat pertama ini, hal-hal pokok yang perlu diberikan diantara adalah pengertian Ansos, landasan epistimologis, teori-teori, prinsip-prinsip, langkah dan prosedur dalam melakukan Ansos. Sehingga diharapkan anggota yang telah mendapat materi ini memiliki pandangan yang komperhensif dan kerangka konseptual serta dapat memotret kenyataan secara utuh dan tepat.

Referensi

1.    Teori-teori Sosial dalam Tiga Paradidma: Fakta Sosial, Definisi Sosial dan Perilaku Sosial, Prof. Dr. I.B. Wirawan, (Jakarta, Prenada Media Group, 2012)

2.    Teori Sosiologi Klasik dan Modern, Doyle Paul Jhohnson, (Jakarta, Gramedia, 1994)

3.    Pengantar Teori-teori Sosial;Dari Fungsionalisme Hingga Post-Modernisme, Pip Jones, (Jakarta, Pustaka Obor, 2009)

4.    Teori-teori Perubahan Sosial, Yudistira K. Gama, (Yogyakarta, Pustaka UGM, 1992)

5.    Psikologi Sosial: Individu dan Teori-teori Psikologi Sosial, Sarlito Wirawan Sartono, (Jakarta, Balai Pustaka, 1997)

6.    Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosial, Dr. Phil. Astrid S, Susanto, (Bina Cipta, 1983)

7.    Teori Sosiologi Dari Teori Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Mutakhir Teori Sosial Postmodernisme, Gerge Rizer, Goodman, Douglas J. (Bantul, Kreasi Wacana, 2010)

Tujuan

-          Peserta mampu memahami teori dasar, prinsip-prinsip serta langkah prosedur dalam analisa sosial

-          Peserta mampu memahami teori dasar strategi perubahan sosial yang tepat pada berbagai masalah sosial yang berbeda

Target

-      Memiliki pandangan yang konperhensip dalam membaca realitas sosial

-      Memiliki perangkat konseptual mengenai ansos dalam memahami realitas sosial

-      Peserta mampu memotret atau mengetahui masalah sosial berikut akar masalah yang melatarbelakanginya

Pokok Bahasan

-      Pengertian Ansos

-      Kenapa Ansos

-      Teori-Teori Ansos

-      Prinsip dalam Ansos

-      Langkah dan Prosedur Ansos

Metode Pembelajaran

-      Ceramah/presentasi pemateri

-      Dialog interaktif

-      Diskusi kelompok/Focus Group Discussion

-      Brainstorming

Bahan Pembelajaran

-      Kertas plano

-      Booknote

-      Alat tulis

-      LCD Proyektor

Alokasi Waktu

-      120 Menit

Proses Pembelajaran

·     Pendahuluan (15’)

-      Moderator membuka sesi, kemudian menyampaikan secara singkat tujuan dan pokok bahasan materi yang akan di berikan oleh narasumber.

-      Moderator memperkenalkan narasumber dan memberikan waktu untuk presentasi.

·     Kegiatan Inti (90’)

Presentasi Materi (60’)

-      Narasumber menjelaskan teori dasar, prinsip-prinsip serta langkah prosedur dalam analisa social.

-      Narasumber menanyakan kepada peserta “masalah apa saja yang berhubungan dengan masalah sosial, dan jelaskan kenapa terjadi masalah sosial tersebut.

-      Narasumber menjelaskan strategi ansos yang tepat pada berbagai masalah sosial yang berbeda.

-      Narasumber memberikan ilustrasi terkait dengan langkah dan prosedur ansos dalam melakukan perubahan sosial.

Tanya Jawab (30’)

-      Moderator memberikan kesempatan tanya jawab kepada peserta dan mempersilahkan kepada narasumber untuk menjawab pertanyaan dari peserta.

-      Narasumber menjawab pertanyaan dari peserta.

·     Penutup (15’)

-      Moderator mengakhiri sesi materi ini dengan membuat kesimpulan-kesimpulan.

Review dan Evaluasi Materi

Review dan evaluasi materi dilakukan oleh instruktur pelatihan dengan mengacu kepada tujuan dan target materi yang telah ditentukan berserta hasil pretest dan screening pelatihan setiap peserta. Adapun pelaksanaan review menyesuaikan dengan waktu senggang sembari menunggu pemateri selanjutnya memasuki forum. Review materi dimaksudkan untuk, 1) Pemantapan ulang materi dan penguatan substansi materi; 2) Penyampaian kemungkinan adanya point materi yang belum tersampaikan oleh pemateri

10.     Analisis Diri

Diskripsi

Setiap anak adam (manusia) dilahirkan secarah fitrah (bersih/suci) dan kedua orangtuanya lah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi”, -(Hr. Bukhari-Muslim).

Hadist di atas, menjelaskan kepada kita tentang konsep dasar kedirian. Bahwa setiap pribadi sesungguhnya terlahir bersih, sedangkan yang membentuk identitas mereka adalah kedua orang tuanya. Dalam pengertian yang lebih luas, dapat pula kita pahami selain Orang Tua, identitas tersebut juga dibentuk oleh lingkungan (Komunitas Sosial). Dimana didalamnya terdapat seperangkat sistem nilai yang ditransformasikan melalui pendidikan, baik formal maupun non formal.

Sayangnya tidak banyak pribadi (diri) mengenal dan memahami akar kediriannya sebagai bagian dari komunitas yang melingkupinya. Sehingga, mereka cenderung mengikuti arus, tanpa melakukan verifikasi (tabayun) dan mengedepankan rasionalitas serta tanggung jawabnya sebagai khalifah fil ard. Maka dalam membentuk kader yang bertanggung jawab, rasional dan setia pada nilai-nilai kebenaran dan perjuangan, hal utama yang perlu dilakukan adalah membuka cakrawala pengetahuan kediriannya serta peran dan fungsinya dalam kehidupan sosial.

Referensi

1.    The Ego and The ID, Sigmund Freud, (Londong, Hogarth Press, 2018)

2.    Beyond The Pleasure Principle, Sigmund Freud, (New York, Dover Publication, Inc, 2015)

3.   Psikoanalisis, Sigmund Freud, (Ikon Teralitera, 2002)

4.   Buku analisis diri metode SWOT

5.   Buku analisis diri metoder Joe Harry Windows

6.    Karya Imam Al-Ghozali, Analisis Diri Perspekti pembagian karakter manusia menjadi empat macam (seorang yang mengetahui bahwa dirinya mengetahui, seseorang yang mengetahui bahwa dirinya tidak mengetahui, seseorang yang tidak mengetahui bahwa dirinya mengetahui, seseorang yang tidak mengetahui bahwa dirinya seseorang yang tidak mengetahui)

Tujuan

-      Peserta memahami teori dan prinsip dasar analisis diri dalam kehidupan sehari-hari dan langkah-langkah menganalisis diri dengan memakai konsep atau pendekatan yang ada.

-      Peserta memliki kemampuan memahami dirinya dalam ruang lingkup masyarakat dan relasi sosial.

Target

-      Terbentuknya kesadaran anggota akan jati dirinya sebagai manusai yang mengemban tugas suci di muka bumi.

-      Memiliki kepekaan terhadap dirinya sendiri dan kepekaan diluar dirinya sebagai anggota PMII.

Pokok Bahasan

-      Teori dan Prinsip dasar Analisis Diri

-      Langkah-Langkah Analisis Diri

-      Peta Kepribadian (Psikologi)

-      Perangkat Agama tentang Diri

Metode Pembelajaran

-      Ceramah/presentasi pemateri

-      Dialog interaktif

-      Diskusi kelompok/Focus Group Discussion

-      Brainstorming

Bahan Pembelajaran

-      Kertas plano

-      Booknote

-      Alat tulis

-      LCD Proyektor

Alokasi Waktu

-      120 Menit

Proses Pembelajaran

·     Pendahuluan (15’)

-      Moderator membuka sesi, kemudian menyampaikan secara singkat tujuan dan pokok bahasan materi yang akan di berikan oleh narasumber.

-      Moderator memperkenalkan narasumber dan memberikan waktu untuk presentasi.

·     Kegiatan Inti (90’)

Presentasi Materi (60’)

-      Narasumber menjelaskan teori dan prinsip dasar analisis diri dan langkah-langkah menganalisis diri dengan memakai konsep atau pendekatan yang ada.

-      Narasumber menjelaskan konsep agama tentang diri.

-      Narasumber membuatkan gambar peta untuk mengetahui keperibadian diri.

Tanya Jawab (30’)

-      Moderator memberikan kesempatan tanya jawab kepada peserta dan mempersilahkan kepada narasumber untuk menjawab pertanyaan dari peserta.

-      Narasumber menjawab pertanyaan dari peserta.

·     Penutup (15’)

-      Moderator mengakhiri sesi materi ini dengan membuat kesimpulan-kesimpulan.

Review dan Evaluasi Materi

Review dan evaluasi materi dilakukan oleh instruktur pelatihan dengan mengacu kepada tujuan dan target materi yang telah ditentukan berserta hasil pretest dan screening pelatihan setiap peserta. Adapun pelaksanaan review menyesuaikan dengan waktu senggang sembari menunggu pemateri selanjutnya memasuki forum. Review materi dimaksudkan untuk, 1) Pemantapan ulang materi dan penguatan substansi materi; 2) Penyampaian kemungkinan adanya point materi yang belum tersampaikan oleh pemateri

11.     Keorganisasian

Diskripsi

Pengertian organisasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sekolompok orang yang memiliki tujuan bersama. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) adalah organisasi. Karena itu, merupakan sebauah kewajiban bagi kader PMII untuk memahami tujuan organisasi dan mewujudkannya. Dalam memahami dan mewujudkan tujuan tersebut, pendekatan keorganiasian dibutuhkan agar gerak organiasasi berjalan secara sistemik sesuai kaidah-kaidah yang ada di PMII.

Dari kebutuhan tersebut, maka wawasan keorganiasian perlu diberikan kepada anggota. Wawasan itu meliputi konsep dan prinsip-prinsip dasar organisasi, hakikat dan tujuan organisasi, manajemen komunikasi dalam organisasi, pengambilan keputusan dalam organisasi, strategi manajemen konflik dalam organisasi, budaya dan system organisasi serta strategi pengembangan organisasi. Sehingga, jika itu semua terpenuhi diharapkan PMII menjadi organisasi yang kuat dan tercapainya tujuan, visi dan misi PMII.

Referensi

......................................

Tujuan

-      Peserta memahami peran, fungsi, tujuan, prinsip-prinsip dan nilai perjuangan di dalam organisasi.

-      Peserta memahami strategi pengembangan organisasi.

Target

-      Peserta memiliki semangat dan keyakinan dalam berorganisasi di PMII.

-      Peserta memeliki kecakapan dan ketangkasan serta keterampilan dalam melaksanakan kerja-kerja organisasi di PMII.

Pokok Bahasan

-      Konsep dan prinsip-prinsip dasar organisasi

-      Hakikat dan Tujuan organisasi

-      Manajemen komunikasi dalam organisasi

-      Pengambilan keputusan dalam organisasi

-      Strategi manajemen konflik dalam organisasi

-      Budaya dan system organisasi

-      Strategi pengembangan organisasi.

Metode Pembelajaran

-      Ceramah/presentasi pemateri

-      Dialog interaktif

-      Diskusi kelompok/Focus Group Discussion

-      Brainstorming oleh instruktur

Bahan Pembelajaran

-      Kertas plano

-      Booknote

-      Alat tulis

-      LCD Proyektor

Alokasi Waktu

-      120 Menit

Proses Pembelajaran

·     Pendahuluan (15’)

-          Moderator membuka sesi, kemudian menyampaikan secara singkat tujuan dan pokok bahasan materi yang akan di berikan oleh narasumber.

-          Moderator memperkenalkan narasumber dan memberikan waktu untuk presentasi.

·     Kegiatan Inti (90’)

Presentasi Materi (60’)

-          Narasumber menjelaskan fungsi, tujuan, prinsip-prinsip dan nilai perjuangan di dalam organisasi.

-          Narasumber menanyakan kepada peserta tujuan, hakikat berorganisasi dan kemudian meminta untuk menyebutkan organisasi apa saja yang diketahui.

-          Narasumber menjelaskanstrategi manajemen konflik dalam organisasi

-          Narasumber meminta kepada peserta untuk menuliskan dalam sebuah kolom “konflik apa saja yang pernah dialami, tindakan apa yang dilakukan ketika mengalami konfliks tersebut, dan apa dampak yang di timbulkan dari tindakan tersebut, baik bagi diri sendiri maupun orang lain atau tidak?. Kemudian minta salah satu peserta untuk membacakannya.

-          Narasumber menjelaskan bahwa konflik merupakan bagian dari kehidupan, maka tergantung cara menerima dan menyikapi konfliks tersebut sehingga mnghasilkan dampak yang positif.

-          Narasumber menjelaskan manajemen komunikasi dan pengambilan keputusan dalam organisasi.

-          Narasumber menjelaskan strategi pengembangan organisasi

Tanya Jawab (30’)

-          Moderator memberikan kesempatan tanya jawab kepada peserta dan mempersilahkan kepada narasumber untuk menjawab pertanyaan dari peserta.

-          Narasumber menjawab pertanyaan dari peserta.

·      Penutup (15’)

-          Moderator mengakhiri sesi materi ini dengan membuat kesimpulan-kesimpulan.

Review dan Evaluasi Materi

Review dan evaluasi materi dilakukan oleh instruktur pelatihan dengan mengacu kepada tujuan dan target materi yang telah ditentukan berserta hasil pretest dan screening pelatihan setiap peserta. Adapun pelaksanaan review menyesuaikan dengan waktu senggang sembari menunggu pemateri selanjutnya memasuki forum. Review materi dimaksudkan untuk, 1) Pemantapan ulang materi dan penguatan substansi materi; 2) Penyampaian kemungkinan adanya point materi yang belum tersampaikan oleh pemateri

 

 

 

12.     Leadership

Deskripsi

Secara etimologi pemimpin (leadership) berasal dari kata pimpin yang berarti  seni mempengaruhi dan mengarahkan makna yang ada untuk menjaga kepatuhan, kepercayaan, rasa hormat, dan kerja sama setia mereka untuk mencapai misi. Kepemimpinan adalah seni untuk menggerakan orang-orang, insan rupa untuk mendapatkan konfirmasi, kepercayaan, resfek dan kolaborasi secara loyal untuk tugas-tugas lapangan.

Ada tiga faktor utama ketidaksesuaian dan ketidak  efektifnya pemimpin dalam memimpin suatu Organisasi, yang pertama yaitu hubungan antara pemimpin dan bawahan dan kemauan bawahan untuk secara petunjuk pemimpin. Yang kedua struktur tugas yang menjelaskan sampai mana tugas-tugas dalam Organisasi didefenisikan secara teapat dan sampai ke tingkat manapun, tugas-tugas yang dilengkapi dengan petunjuk yang di rinci dan prosedur yang baku. Yang ketiga kekuatan akhir menjelaskan sampai ketingkat mana kekuatan atau kekuasaan yang digunakan oleh pemimpin karena posisi yang digunakan dalam organisasi untuk menanamkan makna dan nilai dari tugas-tugas mereka masing-masing.

Referensi

.....................................................

Tujuan

-      Peserta memiliki pemahaman tentang konsep kepemimpinan

-      Peserta memahami pentingnya seorang pemimpin dalam organisasi

Target

-      Peserta memiliki jiwa kepemimpinan dalam setiap diri anggota.

-      Peserta memiliki kesadaran bahwa pemimpin merupakan amanah yang harus di jalankan dan akan di pertanggung jawabkan. 

Pokok Bahasan

-      Teori dan konsep dasar kepemimpinan

-      Model-model kepemimpinan

-      Sifat atau Karakteristik yang harus dimiliki seorang pemimpin

-      Tugas dan peran Pemimpin

Metode Pembelajaran

-      Ceramah/presentasi pemateri

-      Dialog interaktif

-      Diskusi kelompok/Focus Group Discussion

-      Brainstorming oleh instruktur

Bahan Pembelajaran

-      Kertas plano

-      Booknote

-      Alat tulis

-      LCD Proyektor

Alokasi Waktu

-      120 Menit

Proses Pembelajaran

·      Pendahuluan (15’)

-          Moderator membuka sesi, kemudian menyampaikan secara singkat tujuan dan pokok bahasan materi yang akan di berikan oleh narasumber.

-          Moderator memperkenalkan narasumber dan memberikan waktu untuk presentasi.

·     Kegiatan Inti (90’)

Presentasi Materi (60’)

-          Narasumber menjelaskan teori dan konsep dasar kepemimpinan

-          Narasumber menjelaskan model-model kepemimpinan beserta contoh penerapannya, kelemahan dan kelebihannya dari setiap model kepemimpinan.

-          Narasumber memberikan pertanyaan kepada setiap peserta “apa karakteristik yang harus dimiliki seorang pemimpin”. Setiap peserta menjawab satu karakteristik pemimpin beserta alasannya dan tidak boleh sama dengan yang lainnya.

-          Narasumber menjelaskantugas dan peran pemimpin

Tanya Jawab (30’)

-          Moderator memberikan kesempatan tanya jawab kepada peserta dan mempersilahkan kepada narasumber untuk menjawab pertanyaan dari peserta.

-          Narasumber menjawab pertanyaan dari peserta.

·      Penutup (15’)

-          Moderator mengakhiri sesi materi ini dengan membuat kesimpulan-kesimpulan.

Review dan Evaluasi Materi

Review dan evaluasi materi dilakukan oleh instruktur pelatihan dengan mengacu kepada tujuan dan target materi yang telah ditentukan berserta hasil pretest dan screening pelatihan setiap peserta. Adapun pelaksanaan review menyesuaikan dengan waktu senggang sembari menunggu pemateri selanjutnya memasuki forum. Review materi dimaksudkan untuk, 1) Pemantapan ulang materi dan penguatan substansi materi; 2) Penyampaian kemungkinan adanya point materi yang belum tersampaikan oleh pemateri

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makalah Neo-Sufisme: Konsep dan Prospeknya di Dunia Islam Modern

  Makalah Neo-Sufisme: Konsep dan Prospeknya di Dunia Islam Modern Pendahuluan Ketika arus modernisasi menghujani dunia Islam, proses modern...