MAPABA
Masa Penerimaan Anggota Baru
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia
1.
Aswaja I
Diskripsi
Materi ini membahas tentang pengertian Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), baik secara terminologi maupun
epistimologi. Dengan menggunakan berbagai pendekatan, seperti sejerah, sosial
masyarakat, aliran-aliran dan konsep-konsep serta penerapan aswaja sebagai
haluan organisasi di PMII.
Dalam halauan organisasi PMII, Aswaja memiliki fungsi
sebagai Manhajjul Fikr (metode
berfikir) dan Manhajjul Harrokah (metode
bergerak) bagi kader. Meliputi empat prinsip pokok, yaitu tawazzun (seimbang), ta’adul (adil), tawashuth (moderat/moderat) dan
tasammuh (toleran).
Referensi
1.
Sejarah Aswaja, Said Aqil Siradj, (Jakarat, Gerakan
Sosial Lintas Agama, 2008)
2.
Pembaharuan Tanpa Membongkar Tradisi, Djohan Effendi, (Jakarta, Kompas Media,
2010)
3.
Hujjah Amaliyah Nahdhiyin, Tim KMNU, (Jakarta, KMNU Press, 2017)
4.
Qonun Assasi, KH. Hasyim Asy’ari
5.
Tradisi Intelektuan NU, Ahmad Zahra, (Yogyakarta, LkiS, 2004)
6.
Nu Studies, Ahmad Baso, (Jakarta, Erlangga, 2006)
7.
Islam Nusantara, Tim JNM, (Yogyakarta, JNM Press, 2015)
Tujuan
-
Peserta dapat memahami tentang sejarah munculnya Aswaja, Aliran-aliran
dalam Islam, dan pokok-pokok pemikiran Ahlu Sunnah wal Jamaah.
- Mengilustrasikan dan menggambarkan proses munculnya
aswaja dalam perspektif historis dan doktrin.
- Menerima aswaja sebagai sumber nilai yang di yakini
kebenarannya.
Target
-
Peserta memiliki keyakinan yang kuat untuk menjadikan Aswaja sebagai haluan
berorganisasi PMII.
-
Peserta mampu mengimplementasikan pemahamanaswaja alpmiiyah dalam perilaku
berfikir bertindak serta bergerak.
Pokok Bahasan
-
Pengertian Aswaja
-
Sejarah Aswaja
-
Aliran-aliran dalam Islam
-
Pokok-Pokok Pemikiran Aswaja
-
Aswaja al-PMII-yah
Metode Pembelajaran
-
Ceramah/presentasi pemateri
-
Dialog interaktif
-
Brainstorming oleh instruktur
Bahan Pembelajaran
-
Lembar soal pretest
-
Kertas plano
-
Booknote
-
Alat tulis
-
LCD Proyektor
Alokasi Waktu
120 Menit
Proses
Pembelajaran
·
Pendahuluan (15’)
-
Moderator membuka sesi, kemudian menyampaikan secara singkat terkait tujuan
dan pokok bahasan materi yang akan di berikan oleh narasumber.
-
Moderator memperkenalkan narasumber dan memberikan waktu untuk presentasi.
·
Kegiatan Inti (90’)
Presentasi Materi (60’)
-
Narasumber menjelaskan materi degan menggunakan slide presentasi lahirnya
istilah Ahlussunnah wal-Jama’ah, pengertian, ciri-ciri Ahlussunnah wal-Jama’ah
dan mengapa bermadzhab kepada Abul-Hasan Al-Asy’ari dan Abu Mansur Al-Maturidy
dalam bidang aqidah; kepada Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam
Ahmad bin Hanbal dalam bidang fiqh; dan kepada Imam Al-Ghozali dan Imam Junaid
Al-Baghdadi dalam bidang tasawuf; seraya menjelaskan keutamaan-keutamaannya. (
-
Narasumber menjelaskan Aliran-aliran dalam Islam beserta tokoh-tokoh
pendirinya.
-
Narasumber mempresentasikan prinsip-prinsip ajaran Ahlussunnah wal-Jama’ah
PMII-yah berikut contoh ajarannya.
-
Tanya Jawab (30’)
-
Moderator memberikan kesempatan tanya jawab kepada peserta dan
mempersilhkan kepada narasumber untuk menjawab pertanyaan dari peserta.
-
Narasumber menjawab pertanyaan dari peserta.
·
Penutup (15’)
-
Instruktur mengakhiri sesi materi ini dengan membuat kesimpulan-kesimpulan.
Review dan Evaluasi Materi
Review dan evaluasi materi dilakukan oleh instruktur pelatihan dengan
mengacu kepada tujuan dan target materi yang telah ditentukan berserta hasil
pretest dan screening pelatihan setiap peserta. Adapun pelaksanaan review
menyesuaikan dengan waktu senggang sembari menunggu pemateri selanjutnya
memasuki forum. Review materi dimaksudkan untuk, 1) Pemantapan ulang materi dan
penguatan substansi materi; 2) Penyampaian kemungkinan adanya point materi yang
belum tersampaikan oleh pemateri
2.
Keorganisasian
PMII
Diskripsi
Pembahasan dalam materi ini,
menjelaskan tentang sejarah PMII, tujuan dan mengenalkan simbol-simbol
Organisasi pada calon anggota. Dimana dalam sejarah berdirinya, PMII tidak
lahir dari ruang kosong, melainkan adanya peristiwa dan situasi yang
mempengaruhi berdinya PMII serta telah banyak capaian-capaian yang diraih PMII
dalam mewujudkan cita-cita organisasi. Selanjutnya, sebagai organisisi
mahasiswa ekstra kampus, penting juga memaparkan tujuan, visi-misi dan
simbol-simbol organisasi yang tertuang di dalam AD/ADRT PMII kepada anggota.
Sehingga memberikan pemahaman yang komperhensif tentang PMII, baik sebagai
organsisi kaderisasi maupun sebagai organisasi gerakan.
Referensi
1.
AD/ART dan PO PMII
2.
Catatan Kaderisasi PMII, Munandar, (Jakarta, 2017)
3.
PMII di Persimpangan Jalan, Malik Haromain (Jakarta, Pustaka
Pelajar, 2000)
4.
Sketsa Pergerakan; Kritik dan
outokritik Gerakan PMII, Malik
Haromain, (Jakarta, Fajar Pustaka, 2003)
5.
Angkatan 66, Muhammad Zamroni, (Jakarta, Inspirasi
Indonesia, 2007)
6.
Hitam Putih PMII, Amrullah Ali Moebin (ed), (Malang,
Genesis, 2017)
7.
PMII dalam Simpul-simpul Sejarah
Perjuangan, fauzan
Alfas, (Jakarta, PB PMII, 2004).
8. PMII;
Antara Gerakan Pencerahan dan Perebutan Kursi, Effendi Choiri, (Jakarta, Forum Humanika, 1994).
Tujuan
-
Peserta memahami profil PMII secara komprehensif meliputi sejarah, peran
gerakan, hierarki struktural,
nilai-nilai, trilogi dan capaian prestasi.
-
Peserta meneladani perjuangan para pendiri pmii serta mengapresiasi
prestasi yang sudah di torehkan PMII kepada bangsa dan negara.
-
Merefleksikan dan mengahayati makna filosofis, symbol symbol dan trilogy
PMII ke dalam jati diri peserta
Target
-
Peserta meyakini bahwa PMII adalah organisasi yang tepat untuk berproses
dan mengembangkan diri.
-
Memiliki kecintaan dan komitmen terhadap organisasi PMII
-
Berkomitemn dan mengembangkan PMII sebagai organisasi yang berhaluan islam
ahlusssunnah wal jama’ah
Pokok Bahasan
-
Sejarah PMII
-
Tujuan
-
Kelembagaan PMII
-
Makna simbol-simbol PMII
-
Trilogi PMII
-
Prestasi PMII
-
Kelembagaan Kopri
Metode
Pembelajaran
-
Ceramah/presentasi pemateri
-
Dialog interaktif
-
Diskusi kelompok/Focus Group Discussion
- Brainstorming oleh instruktur
Bahan Pembelajaran
-
Kertas plano
-
Booknote
-
Alat tulis
-
LCD Proyektor
Alokasi Waktu
120 Menit
Proses
Pembelajaran
·
Pendahuluan (15’)
-
Moderator membuka sesi, kemudian menyampaikan secara singkat tujuan dan
pokok bahasan materi yang akan di berikan oleh narasumber.
-
Moderator memperkenalkan narasumber dan memberikan waktu untuk presentasi.
·
Kegiatan Inti
(90’)
Presentasi Materi (60’)
- Narasumber menjelaskan materi keorganisasian PMII,
dimulai dari sejarah kelahiran PMII, tokoh-tokoh sertaperan gerakan PMII ,
-
Narasumber menjelaskanhierarki struktural,kelembagaan Kopri,
nilai-nilai, trilogy, makna symbol-symbol serta
MarsPMII.
-
Narasumber mempresentasikan prestasi-prestasi yang pernah di raih PMII.
Tanya Jawab (30’)
-
Moderator memberikan kesempatan tanya jawab kepada peserta dan
mempersilahkan kepada narasumber untuk menjawab pertanyaan dari peserta.
-
Narasumber menjawab pertanyaan dari peserta.
·
Penutup (15’)
-
Instruktur mengakhiri sesi materi ini dengan membuat kesimpulan-kesimpulan.
Review dan Evaluasi Materi
Review dan evaluasi materi dilakukan oleh instruktur pelatihan dengan
mengacu kepada tujuan dan target materi yang telah ditentukan berserta hasil
pretest dan screening pelatihan setiap peserta. Adapun pelaksanaan review
menyesuaikan dengan waktu senggang sembari menunggu pemateri selanjutnya
memasuki forum. Review materi dimaksudkan untuk, 1) Pemantapan ulang materi dan
penguatan substansi materi; 2) Penyampaian kemungkinan adanya point materi yang
belum tersampaikan oleh pemateri
3.
Kelembagaan Kopri
Deskripsi
Tujuan
Target
Pokok bahasan
Metode Pembelajaran
Bahan Pembelajaran
4.
Sejarah
PMII Lokal
Diskripsi
Desawa ini, PMII telah berkembang menjadi organisasi yang
cukup besar dengan jumlah cabang sekitar 224 yang tersebar di seluruh
Indonesia. Banyaknya cabang yang telah berdiri tersebut, tentu memiliki cerita
tersendiri bagi riwayat organisasi secara lokal (Cabang), dimana penting
kiranya diketahui oleh kader di daerah masing-masing. Sehingga, perlu adanya
materi husus yang membahas tentang sejarah PMII lokal ditingkatan Cabang atau
Koordinator Cabang dengan berbagai dinamika yang ada.
Dimana dalam pembahasan dalam materi tersebut, menguraikan
tentang sejarah PMII lokal dan para Tokoh-tokoh dan alumni yang terlibat di
dalamnya, sekaligus memaparkan capai-capain Organisasi yang telah dilakukan,
baik ditingkat Rayon. Komisariat, Cabang dan atau Koordinator Cabang.
Diharapkan, dengan bekal pengetahuan tersebut, kader dapat memiliki pemahaman
yang utuh tentang PMII disegala tingkatan serta dapat terinspirasi oleh
perjuangan-perjuangan PMII selama ini.
Referensi
1.
AD/ART dan PO PMII
2.
Membongkar Hegemoni NU Dibalik
Independensi PMII, Nusron
Wahid dan Al Fanny, (Jakarta, Bina Rena Pariwara, 2009)
3.
Pemikiran PMII dalam Berbagai Visi dan
Persepsi, A. Effendi
Choiri dan Choirul Anam (Jawa Timur, Majalah Aula NU Jatim, 2008)
4.
Penuturan
Para alumni dan Senior yang berkaitan dengan pokok pembahasan.
Tujuan
-
Peserta mengetahui tentang profil PMII lokal secara komprehensif meliputi
sejarah, peran gerakan serta capaian prestasi.
- Peserta meneladani perjuangan para alumni PMII serta
mengapresiasi prestasi yang sudah dicapai.
Terget
- Meyakini bahwa ber-PMII adalah bersilaturahim,
bersilatulfikri dan bersilatul amal dalam melaksanakan perjuangan kolektif oraganisasi.
- Memiliki
komptensi yang tidak ahistoris terhadap sejarah
perkembangan PMII di daerahnya.
Pokok Bahasan
- Sejarah
PMII lokal
- Tokoh-tokoh
PMII lokal
- Peran
sejarahnya
- Jejaringnya
-
Program-program
Metode
Pembelajaran
- Ceramah/presentasi
pemateri
- Dialog
interaktif
- Diskusi
kelompok/Focus Group Discussion
-
Brainstorming oleh instruktur
Bahan Pembelajaran
- Kertas
plano
- Booknote
- Alat
tulis
-
LCD Proyektor
Alokasi Waktu
90 Menit
Proses Pembelajaran
·
Pendahuluan (10’)
-
Moderator membuka sesi, kemudian menyampaikan secara singkat tujuan dan
pokok bahasan materi yang akan di berikan oleh narasumber.
-
Moderator memperkenalkan narasumber dan memberikan waktu untuk presentasi.
·
Kegiatan Inti
(70’)
Presentasi Materi (40’)
-
Narasumber menjelaskan materisejarah kelahiran PMII lokal, tokoh-tokoh
serta peran gerakannya.
-
Narasumber menjelaskan struktur organisasi PMII lokalbeserta
program-programnya.
-
Narasumber mempresentasikan prestasi-prestasi yang pernah di raiholeh
alumni PMII di lokalnya.
Tanya Jawab (30’)
-
Moderator memberikan kesempatan tanya jawab kepada peserta dan
mempersilahkan kepada narasumber untuk menjawab pertanyaan dari peserta.
-
Narasumber menjawab pertanyaan dari peserta.
·
Penutup (10’)
-
Instruktur mengakhiri sesi materi ini dengan membuat kesimpulan-kesimpulan.
Review dan Evaluasi Materi
Review dan evaluasi materi dilakukan oleh instruktur pelatihan dengan
mengacu kepada tujuan dan target materi yang telah ditentukan berserta hasil
pretest dan screening pelatihan setiap peserta. Adapun pelaksanaan review
menyesuaikan dengan waktu senggang sembari menunggu pemateri selanjutnya
memasuki forum. Review materi dimaksudkan untuk, 1) Pemantapan ulang materi dan
penguatan substansi materi; 2) Penyampaian kemungkinan adanya point materi yang
belum tersampaikan oleh pemateri
5.
NDP
Diskripsi
Nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII
merupakan sublimasi nilai-nilai ke-Islaman dengan kerangka pemahaman Aswaja
yang menjiwai berbagai aturan, memberi arah dan mendorang berbagai aktivitas
kegaitan-kegiatan PMII. Islam mendasari dan menginspirasi NDP meliputi beberapa
cakupan, yaitu aqidah, syari’ah dan ahklak bagi kader untuk memperoleh jalan
keselamatan dalam berjihab di garis perjuangan PMII.
Mengingat pentingnya NDP sebagai
pemberi keyakinan dan pembenaran dalam diri kader PMII. Maka perlu adanya
pemahaman dan pengetahuan yang utuh tentang NDP bagi anggota, meliputi sejarah
lahir dan perkembangan NDP di PMII, pokok-pokok nilai dan landasan filosofis
serta bagiaman mengimplemantasikan NDP dalam kehidupan pribadi, organisasi dan
kebangsaan/negara.
Tujuan
-
Peserta
memahami tentang sejarah dan rumusan NDP yang menjadi
pijakan pergerakan PMII
- Peserta dapat mereflesikan kembali dan menghayati secara
mendalam tentanf filosofi NDP sebagai pijakan pergerakan PMII
Target
- Meyakini bahwa NDP bersumberkan dari nilai
ke-Islaman dan ke-Indonesiaan yang dapat mempertemukan semua warga pergerakan
dalam satu ikatan yang kuat (kalimatun sawa)
- Peserta memiliki kesadaran dalam menjalankan
hubungannya dengan sesama manusia, tuhan dan alam.
-
Peserta
mampu menjadikan NDP sebagai teologi
gerak dalam kehidupan pribadi, sosial, dan berorganisasi.
Pokok Bahasan
- Sejarah NDP
- Filosofi NDP (Isi NDP terkait dengan dalil-dalil
agama) Membentuk Teologi Gerak dan Karakter Kader
-
Membumikan nilai NDP dalam Kehidupan pribadi, masyarakat,
organisasi, berbangsa dan bernegara
Metode Pembelajaran
- Ceramah/presentasi pemateri
- Dialog interaktif
-
Brainstorming
Bahan Pembelajaran
- Kertas plano
- Booknote
- Alat tulis
-
LCD Proyektor
Alokasi Waktu
120 Menit
Proses Pembelajaran
·
Pendahuluan (15’)
-
Moderator membuka sesi, kemudian menyampaikan secara singkat tujuan dan
pokok bahasan materi yang akan di berikan oleh narasumber.
-
Moderator memperkenalkan narasumber dan memberikan waktu untuk presentasi.
·
Kegiatan Inti
(90’)
Presentasi Materi (60’)
-
Narasumber menjelaskan sejarah dan rumusan NDP beserta dalil-dalilnya yang
menjadi pijakan pergerakan PMII,
-
Narasumber menjelaskan NDP dan implementasinya dalam Kehidupan pribadi,
masyarakat, organisasi,
berbangsa dan bernegara.
Tanya Jawab (30’)
-
Moderator memberikan kesempatan tanya jawab kepada peserta dan
mempersilahkan kepada narasumber untuk menjawab pertanyaan dari peserta.
-
Narasumber menjawab pertanyaan dari peserta.
·
Penutup (15’)
-
Instruktur mengakhiri sesi materi ini dengan membuat kesimpulan-kesimpulan.
Review dan Evaluasi Materi
Review dan evaluasi materi dilakukan oleh instruktur pelatihan dengan
mengacu kepada tujuan dan target materi yang telah ditentukan berserta hasil
pretest dan screening pelatihan setiap peserta. Adapun pelaksanaan review
menyesuaikan dengan waktu senggang sembari menunggu pemateri selanjutnya
memasuki forum. Review materi dimaksudkan untuk, 1) Pemantapan ulang materi dan
penguatan substansi materi; 2) Penyampaian kemungkinan adanya point materi yang
belum tersampaikan oleh pemateri
6.
Geneologi
Islam Indonesia
Diskipsi
Islam adalah agama yang rahmatan
lil alamin, yaitu memberi rahmat bagi keseluruhan alam. Hal itulah yang
menjadikan agama Islam sebagai agama dakwah (mengajarkan nilai) dengan
membangung tatanan masyarakat bagi pemuluknya.
Sejarah perkembangan islam telah berkembang cukup lama dan meluas,
melampau daerah asal kelahiran Islam di Jazirah Arab. Selain itu dalam merespon
situasi zaman, perkembangan islam terjadi tidak hanya secara kwantitatif,
melainkan juga kwalaitaif, seperti banyaknya varian di dalam Islam. Banyaknya
varian dalam Islam itu, dapat difahami mengingat; bagaimana Islam merespon
tantangan zaman dan kebudayaan masyarakat setempat.
Sejarah masuknya Islam di Nusantara sendiri juga telah
berlansung cukup lama. Dimana beberapa sejarawan berbeda pendapat, ada yang
mengatakan masuk pada abad ke 7, abad 13
dan abad ke 9 M atau 11 M. Terlepas dari itu, dalam bahasan Geneologi Islam
Indonesia penting dijelaskan mengenai kondisi sosial masyarakat (pra dan pasca
Islam), aktor penyebar Islam di Indonesia (para wali dan ulama)--mulai dari
zaman klasik hingga zaman modern--, aliran-aliran atau organisasi, faham-faham
dan strategi yang digunakan dalam penyebaran Islam di Indonesia. Selanjutnya,
mengingat peran penting NU dalam mengawal Indonesia, penting juga dijelaskan
sejarah perkembangan NU serta kaitannya secara ideologis dengan PMII.
Refenesi
1.
Islama Nusantara, Tim JNM, (Yogyakarta, JNM Press, 2015)
2.
Islam Nusantara, Ahmad Baso, (Jakarta, Pustaka Apit,
2015)
3.
Islam dan Transformasi Budaya, M. Dawam Rahardjo, (Jakarta, CV Deviri
Ganan)
4.
Islama dan Transformasi Sosial Ekonomi,
M. Dawam Rahardjo(Jakarta, LP3ES)
5.
Islamku, Islammu dan Islam Kita,
Abdurrahman Wahid (Jakarta,
Wahid Institute 2006)
6.
Tuhan Tidak Perlu Dibela, Abdurrahman Wahid, (Yogyakarta, LKiS,
1999)
7.
Doktrin Islam Progressif, Zuhairi Misrowi (Jakarta, LSIP, 2004)
8.
Islam Kemodernan dan Keindonesiaan, Nur Cholis Madjid (Jakarta, Mizan,
1987)
9.
Islam Agama Kemanusiaan, Nur Cholis Madjid (Jakarta, Paramadina,
1995)
10.
Islam Kosmopolitan, Abdurrahman Wahid, (Jakarta, Wahid
Institute, 2007)
11.
Ensiklopedi Ulama Nusantara, Bibit Suprapto, (Jakarta, Gelagar
Indonesia, 2009)
12.
Dari Kanan Islam Hingga Kiri Islam, Ahmad Suhelmi, (Jakarta, Darul Falah,
2001)
13.
Kiri Islam, Kazuo Simogaki (Yogyakarta, LkiS, 2012)
14.
Geneologi Islam Radikal di Indonesia, Zaky Mubarrok, (Jakarta, LP3ES, 2008)
15.
Islam Jawa vs Kebatinan, Mark R. Woodward, (Yogyakarta, LkiS,
2004)
16.
Islam Kontemporer, Azumardi Azra dan Idris Thoha,
(Jakarta, Gramedia, 2002)
17.
NU dan Neoliberalisme, Nur Kholid Ridwan, (Yogyakarta, LkiS,
2008)
18.
Islam dan Sosialisme, HOS. Cokroaminoto, (Surabaya, Tride,
2003)
19.
Islam, Doktrin dan Isu-Isu Kontemporer,
H. Faisal Ismail, (Jakarta, Ircisod,
2016)
20.
Pemikiran Islam Kontemporer di
Indonesia,Ahamad Qodri
dkk., (Ternate, STIN Ternate, 2005)
21.
The Spirit Of Islam, Said Amr Ali, ( New York, Cosmoclasic,
2010)
22.
Atlas Walisongo, Agus Sunyoto, (Jakarta, Trans Pustaka,
2016)
23.
NU Studies: Pergolakan Pemikiran Antara
Fundamentalisme Islam dan Fundamentalisme Neo-liberal, Ahmad Baso, (Jakarta, Erlangga, 2006)
24.
Post-Tradisionalisme Islam, Rumadi, (Cirebon, Fahmina Institute,
2009)
25.
Sekularisme, Liberalisme dan
Pluralisme, Budi
Munawar-Rahman, (Jakarta, Grasindo, 2010)
26. Islam
Kiri: Melawan Kapitalisme Modal dari Wacana Menuju Gerakan, Eko Prasetyo, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar dan Insis, 2002)
27. Pesantren
dan Pembaharuan, M. Dawam Rahardjo, (ed) (Jakarta:
LP3ES, 1974).
28. Reorientasi
Pembaruan Islam, Budhy Munawar Rahman, (Jakarta:
Democraci Project, 2010)
29.
Akar-akar
Pemikiran Progresif dalam Kajian al-Qur'an, M. Nur Kholis
Setiawan, (Yogyakarta: Elsaq Press, 2008)
30. Dirāsah
Islamiyyah: Nahw Ushūl Jadīdah Li al-Fiqh al-Islamī, Muhammad Syahrur, terjemah Sahiron Syamsuddin, Metodologi Fiqih Islam Kontemporer,
(Yogyakarta: eLSAQ Press., 2008)
31. Islam
Madzhab Pemikiran dan Aksi, Ali
Syariati, (Bandung: Mizan, 1995)
32. Kritik
Wacana Agma. Nasr Hamid Abu Zaid, (Yogyakarta:
LkiS, 2003)
33.
Tekstualitas al-Qur’an, Nasr Hamid Abu Zaid, (Yogyakarta: LkiS, 2005)
Tujuan
-
Peserta memahami kepercayaan sebelum masuknya agama dakwah dan Potret
kehidupan masyarakat nusantara di era Hindu-Budda
-
Peserta memahami tentang alur sejarah Islam yang ada di Indonesia.
-
Peserta memahami Strategi dakwah Islam era walisongo dan kerajaan Islam
Target
-
Peserta memiliki kesadaran bahwa PMII berasal dari masyarakat tradisi yang
berhaluan pada Islam ahlu Sunnah wal jamaah.
-
Memiliki keyakinan terhadap ajaran-ajaran wali songo.
-
Peserta dapat Mempertahankan tradisi-tradisi, nilai yang diajarkan oleh
para ulama dan dapat menyesuaikan, mensinergikan dengan masa kini.
Pokok Bahasan
-
Sejarah agama dan kepercayaan sebelum masuknya agama dakwah
-
Potret kehidupan masyarakat nusantara di era Hindu-Budda
-
Strategi dakwah Islam era awal
-
Strategi dakwah Islam era walisongo dan kerajaan Islam
-
Peta Islam Indonesia passca walisongo-kekinian
Metode
Pembelajaran
-
Ceramah/presentasi pemateri
-
Dialog interaktif
-
Brainstorming
Bahan Pembelajaran
-
Kertas plano
-
Booknote
-
Alat tulis
-
LCD Proyektor
Alokasi Waktu
120 Menit
Proses Pembelajaran
·
Pendahuluan (15’)
-
Moderator membuka sesi, kemudian menyampaikan secara singkat tujuan dan
pokok bahasan materi yang akan di berikan oleh narasumber.
-
Moderator memperkenalkan narasumber dan memberikan waktu untuk presentasi.
·
Kegiatan Inti
(90’)
Presentasi Materi (60’)
- Narasumber menjelaskan sejarah agama dan kepercayaan
sebelum masuknya agama dakwah serta Potret kehidupan masyarakat nusantara di era Hindu-Budda
- Narasumber menjelaskan Strategi
dakwah Islam era awal, era walisongo dan kerajaan Islam
-
Narasumber menjelaskan Peta Islamdi Indonesia
passca walisongo sampai kekinian.
Tanya Jawab (30’)
-
Moderator memberikan kesempatan tanya jawab kepada peserta dan
mempersilahkan kepada narasumber untuk menjawab pertanyaan dari peserta.
-
Narasumber menjawab pertanyaan dari peserta.
·
Penutup (15’)
-
Instruktur mengakhiri sesi materi ini dengan membuat kesimpulan-kesimpulan.
Review dan Evaluasi Materi
Review dan evaluasi materi dilakukan oleh instruktur
pelatihan dengan mengacu kepada tujuan dan target materi yang telah ditentukan
berserta hasil pretest dan screening pelatihan setiap peserta. Adapun
pelaksanaan review menyesuaikan dengan waktu senggang sembari menunggu pemateri
selanjutnya memasuki forum. Review materi dimaksudkan untuk, 1) Pemantapan
ulang materi dan penguatan substansi materi; 2) Penyampaian kemungkinan adanya
point materi yang belum tersampaikan oleh pemateri
7.
Amaliyah
PMII An-nahdliyyah I
Diskipsi
Dalam mendakwahkan Islam di Nusantara, para Wali dan Ulama
mengguakan beberapa strategi, salah satunya yang menonjol adalah strategi
kebudayaan. Dimana dalam strategi tersebut, mereka tidak serta merta melawan
tradisi dan kebudayaan yang telah dahula ada, tetapi mencari titik temu yang
kemudian melahirkan kebudayaan baru. Oleh para antropolog, hal itu disesebut
sebagai akulturasi dan asimilasi. Itulah alasan, mengapa Islam cukup mudah
diterima oleh masyarakat Nusantara yang dahulunya beragama Hindu dan Budha.
Perpaduan tersebut, biasanya hanya mengubah beberapa
tatacara dengan banyak perubahan secara aqidah (teologi). Penguatana Aqidah di
dalam ritus kebudayaan itu, menjadikannya sebagai amalan-amalan yang didasari
pada dalil-dalil, baik dari Al-Quran, Hadist, Ijtima’ dan Qiyas para ulama. Hal
ini mempertegas legitimasi amalan An-nahdhiyah tidak hanya soal kebudayaan
semata, tetapi memiliki landasan dalil yang jelas serta bisa dipertanggung
jawabkan. Sebab amaliyah yang dimaksud, sudah dipraktekkan dan menjadi media
dakwah bagi kalangan ulama Nusantara—bahkan ulama dunia sebelumnya, lewat
Thoriqoh dan gerakan Sufistik—, terutama di kalangan pesentren dan NU secara
organisasi. Amalan-amalan itu meliputi Yasin, Tahlil, Aurod Maktubah, Sholawat
Nariyah dan Berjanji dan lain-lain.
Referensi
1. Al-Qur’an, Hadist, Ijma dan Qiyas
2. Risalah
Ahlussunnah Wal Jamaah, KH. Hasyim
Asy’ari
3. Amaliyah
An-nahdhiyah, KH. Marzuky Mustamar,
4. Sejarah
dan Keutamaan Istiqhosah,
Tujuan
- Peserta mengetahui tradisi, amaliyah yang menjadi
identitas PMII dan ke NUan
-
Peserta memahami tatacara (kaifiyat) amaliyah an-nahdliyah (yasin, tahlil,
awrod maktubah, sholawat nariyah Sunnah rowatib).
-
Peserta dapat meningkatkan rutinitas amaliyah an-nahdliyah PMII
Target
- Peserta Memiliki komitmen beribadah yang kuat
-
Peserta dapat Mengamalkan amaliyah an-nahdliyah dalam setiap aktivitasnya
sebagai komitmen mempertahankan dan merawat tradisi yang telah di kerjakan oleh para ulama.
Pokok Bahasan
- Yasin
- Tahlil
- Awrod Maktubah
- Sholawat Nariyah
- Sunnah Rowatib
Metode Pembelajaran
- Ceramah/presentasi pemateri
- Dialog interaktif
- Demonstrasi
- Brainstorming oleh instruktur
Bahan Pembelajaran
- Kertas plano
- Booknote
- Alat tulis
- LCD Proyektor
Alokasi Waktu
120 Menit
Proses Pembelajaran
·
Pendahuluan (15’)
-
Moderator membuka sesi, kemudian menyampaikan secara singkat tujuan dan pokok
bahasan materi yang akan di berikan oleh narasumber.
-
Moderator memperkenalkan narasumber dan memberikan waktu untuk presentasi.
·
Kegiatan Inti (90’)
Presentasi Materi (30’)
-
Narasumber menjelaskan tentang keutamaan serta kaifiyat-kaifiyat amaliyah
an-Nahdliyah (yasin, tahlil, awrod maktubah, sholawat nariyah Sunnah rowatib)
yang menjadi identitas amaliayah PMII dan NU.
Tanya Jawab (30’)
-
Moderator memberikan kesempatan tanya jawab kepada peserta dan
mempersilahkan kepada narasumber untuk menjawab pertanyaan dari peserta.
-
Narasumber menjawab pertanyaan dari peserta.
-
Narasumber mempraktikan amaliyah
An-Nahdliyah dan memberi ijazahpeserta (30’)
·
Penutup (15’)
-
Moderatormengakhiri sesi materi ini dengan membuat kesimpulan-kesimpulan.
Review dan Evaluasi Materi
Review dan evaluasi materi dilakukan oleh instruktur pelatihan dengan
mengacu kepada tujuan dan target materi yang telah ditentukan berserta hasil
pretest dan screening pelatihan setiap peserta. Adapun pelaksanaan review
menyesuaikan dengan waktu senggang sembari menunggu pemateri selanjutnya
memasuki forum. Review materi dimaksudkan untuk, 1) Pemantapan ulang materi dan
penguatan substansi materi; 2) Penyampaian kemungkinan adanya point materi yang
belum tersampaikan oleh pemateri
8.
Sejarah
Perjuangan Bangsa
Diskripsi
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang
menghargai jasa para pahlawan, Jasmerah (jangan lupakan sejarah)”, - Ir.
Soekarno.
Begitulah pesan President Soekarno dalam pidatonya, ungkapan
yang mengisyaratkan betapa pentingnya memahami sejarah bagi generasi bangsa.
Dengan mengetahui sejarah bangsa, generasi muda akan selalu ingat dengan
riwayat perjuangan para pendahulu dan diharapkan menjadi semangat dalam
memperjuangankan cita-cita kemerdekaan. Sebab sebagaimana kita ketahui,
cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia belumlah usai, seperti termaktub dalam
UUD 1945, dibangunnya negara bangsa Republik Indonesia adalah upaya mewujudkan keadilan
sosial, kesejahteraan dan mencerdaskan kehidupan berbangsa yang belum kita raih
sepenuhnya. Oleh karenanya, penting memaknai sejarah tidak hanya kumpulan
kematian, tetapi menempatkannya sebagai ruh kebangkitan zaman.
Namun sayangnya, penulisan sejarah Indonesia selama ini
masih mengedepankan perspektif pemerintah dan seringkali mengabaikan riwayat
perjuangan rakyat. Hal ini dapat dijumpai dalam buku-buku sejarah sekolah,
tidak banyak diterangkan sejarah perjuangan rakyat, terutama kaum santri yang memiliki
peran cukup besar, seperti dalam
Revolusi November di Surabaya yang ditopang oleh kaum santri dan ulama
dengan didorong oleh “Resolusi Jihad”.
Maka dalam materi ini penting menyajikan sejarah secara adil dan porposional,
agar memberikan pemahan yang lengkap tentang Sejarah Bangsa serta menepis
ungkapan“sejarah adalah milik penguasa”.
Referensi
1.
Dibawah Bendera Revolisi, Ir. Soekarno (Jakarta, Lingkar
Kreatif, 2018)
2. Kumpulan Karangan Vol.1-6, Muhammad Hatta (Jakarta, Balai Buku
Indonesia, 1953)
3. Zaman Bergerak, Takashi Shiraishi, (Jakarata, Pustaka Utama Grafiti, 1997)
4. Sejarah Nasional Indonesia, Marwati Joened Poesponegoro, dkk.,
(Jakarta, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1993)
5. Gerpolek, Tan Malaka, (Jakarta, LPPM Tan Malaka, 2010)
6. Menuju Indonesia Baru, DN Aidit (1953)
7. Politik Luar Negeri dan Revolusi Indonesia, DN Aidit, (1965)
8. Sejarah Gerakan Buruh Indonesia, DN Aidit, (1952)
9. Resolusi Jihad:Perjuangan Ulama dari Menegakkan Agama ke
Negara, Abd. Latif
Bustami, (Jombang, Pustaka Tebuireng, 2015)
10. Benturan NU-PKI, KH. Abdul Mun’in Dz, (Jakarta, PBNU, 2014)
11. Fragmen Sejarah NU; Menyumbang Akar Budaya Nusantara, KH. Abdul Mun’in Dz, (Jakarta, Pustaka
Kompas, 2017)
12. Lesbumi; Strategi Politik Kebudayaan, Choirotun Chisaan, (Yogyakarta, Lkis,
2008)
13.
Kaidah Berpolitik dan Bernegara, KH. Wahab Chasbullah, (Langgar Swadaya Nusantara, 2015)
Tujuan
-
Peserta memahami tentang alur sejarah perjuangan bangsa dan peran sejarah
dalam rangka pembentukan identitas atau kepribadian bangsa
- Peserta menghayati serta meneladani peran dan kontribusi
NU dalam perjuangan bangsa
Target
-
Mendorong keyakinan peserta dalam melanjutkan perjuangan bangsa dan mengisi
kemerdekaan Indonesia.
-
Meneguhkan semangat ke-Indonesiaan kepada peserta
- Memiliki kecintaan terhadap NKRI sebagai bagian dari iman
Pokok Bahasan
-
Sejarah (munculnya) Kolonialisme di Indonesia
-
Sejarah Perlawanan Bangsa
- Peran dan Posisi Nahdhiyin dalam Perjuangan Bangsa
Metode
Pembelajaran
-
Ceramah/presentasi pemateri
-
Dialog interaktif
-
Diskusi kelompok/Focus Group Discussion
- Brainstorming
Bahan Pembelajaran
-
Kertas plano
-
Booknote
-
Alat tulis
-
LCD Proyektor
Alokasi Waktu
120 Menit
Proses
Pembelajaran
·
Pendahuluan (15’)
-
Moderator membuka sesi, kemudian menyampaikan secara singkat tujuan dan pokok
bahasan materi yang akan di berikan oleh narasumber.
-
Moderator memperkenalkan narasumber dan memberikan waktu untuk presentasi.
·
Kegiatan Inti
(90’)
Presentasi Materi (60’)
-
Narasumber menjelaskan sejarah munculnya kolonialismedi Indonesia
-
Narasumber menjelaskanalur sejarah perjuangan bangsa dan peran sejarah
dalam rangka pembentukan identitas atau kepribadian bangsa
- Narasumber menjelaskan Peran dan Posisi NUterhadap perjuangan melawan
kolonialisme
Tanya Jawab (30’)
-
Moderator memberikan kesempatan tanya jawab kepada peserta dan
mempersilahkan kepada narasumber untuk menjawab pertanyaan dari peserta.
-
Narasumber menjawab pertanyaan dari peserta.
·
Penutup (15’)
-
Moderator mengakhiri sesi materi ini dengan membuat kesimpulan-kesimpulan.
Review dan Evaluasi Materi
Review dan evaluasi materi dilakukan oleh instruktur
pelatihan dengan mengacu kepada tujuan dan target materi yang telah ditentukan
berserta hasil pretest dan screening pelatihan setiap peserta. Adapun
pelaksanaan review menyesuaikan dengan waktu senggang sembari menunggu pemateri
selanjutnya memasuki forum. Review materi dimaksudkan untuk, 1) Pemantapan
ulang materi dan penguatan substansi materi; 2) Penyampaian kemungkinan adanya
point materi yang belum tersampaikan oleh pemateri
9.
Ansos
I
Diskripsi
Dunia bergerak dinamis, begitu juga
dengan kenyataan sosial yang ada. Melihat situasi demikian, tentu setiap
pribadi (anggota/kader) harus terus mengupgread pengetahuan (atas kenyataan
itu) guna mengasah kepekaan sosial dalam melakasanakan tugas-tugas organisasi.
Disitulah, dibutuhkan seperangkat metodologis yang tepat untuk membedah
realitis yang ada. Maka Analisi Sososial (Ansos), sebagai seperangkat
metodelogi, mutlak harus diberikan kepada kader guna menunjang nalar kritis dalam
membaca kondisi sosial masyarakat.
Dalam materi Ansos tingkat pertama ini,
hal-hal pokok yang perlu diberikan diantara adalah pengertian Ansos, landasan
epistimologis, teori-teori, prinsip-prinsip, langkah dan prosedur dalam
melakukan Ansos. Sehingga diharapkan anggota yang telah mendapat materi ini
memiliki pandangan yang komperhensif dan kerangka konseptual serta dapat
memotret kenyataan secara utuh dan tepat.
Referensi
1.
Teori-teori Sosial dalam Tiga
Paradidma: Fakta Sosial, Definisi Sosial dan Perilaku Sosial, Prof. Dr. I.B. Wirawan, (Jakarta,
Prenada Media Group, 2012)
2.
Teori Sosiologi Klasik dan Modern, Doyle Paul Jhohnson, (Jakarta,
Gramedia, 1994)
3.
Pengantar Teori-teori Sosial;Dari
Fungsionalisme Hingga Post-Modernisme, Pip Jones, (Jakarta, Pustaka Obor, 2009)
4.
Teori-teori Perubahan Sosial, Yudistira K. Gama, (Yogyakarta, Pustaka
UGM, 1992)
5.
Psikologi Sosial: Individu dan
Teori-teori Psikologi Sosial, Sarlito Wirawan Sartono, (Jakarta, Balai Pustaka, 1997)
6.
Pengantar Sosiologi dan Perubahan
Sosial, Dr. Phil.
Astrid S, Susanto, (Bina Cipta, 1983)
7.
Teori Sosiologi Dari Teori Sosiologi
Klasik Sampai Perkembangan Mutakhir Teori Sosial Postmodernisme, Gerge Rizer, Goodman, Douglas J.
(Bantul, Kreasi Wacana, 2010)
Tujuan
-
Peserta mampu memahami teori dasar, prinsip-prinsip serta langkah prosedur
dalam analisa sosial
-
Peserta mampu memahami teori dasar strategi perubahan sosial yang tepat
pada berbagai masalah
sosial yang berbeda
Target
-
Memiliki pandangan yang konperhensip dalam membaca realitas sosial
-
Memiliki perangkat konseptual mengenai ansos dalam memahami realitas sosial
-
Peserta mampu memotret atau mengetahui masalah sosial berikut akar masalah
yang melatarbelakanginya
Pokok Bahasan
-
Pengertian Ansos
-
Kenapa Ansos
-
Teori-Teori Ansos
-
Prinsip dalam Ansos
- Langkah dan Prosedur Ansos
Metode Pembelajaran
-
Ceramah/presentasi pemateri
-
Dialog interaktif
-
Diskusi kelompok/Focus Group Discussion
- Brainstorming
Bahan Pembelajaran
-
Kertas plano
-
Booknote
-
Alat tulis
-
LCD Proyektor
Alokasi Waktu
-
120 Menit
Proses Pembelajaran
·
Pendahuluan (15’)
-
Moderator membuka sesi, kemudian menyampaikan secara singkat tujuan dan
pokok bahasan materi yang akan di berikan oleh narasumber.
-
Moderator memperkenalkan narasumber dan memberikan waktu untuk presentasi.
·
Kegiatan Inti
(90’)
Presentasi Materi (60’)
- Narasumber menjelaskan teori dasar, prinsip-prinsip
serta langkah prosedur dalam analisa social.
- Narasumber menanyakan kepada peserta “masalah apa saja
yang berhubungan dengan masalah sosial, dan jelaskan kenapa terjadi masalah
sosial tersebut.
- Narasumber menjelaskan strategi ansos
yang tepat pada berbagai masalah sosial yang berbeda.
- Narasumber memberikan ilustrasi terkait dengan langkah
dan prosedur ansos dalam melakukan perubahan sosial.
Tanya Jawab (30’)
-
Moderator memberikan kesempatan tanya jawab kepada peserta dan
mempersilahkan kepada narasumber untuk menjawab pertanyaan dari peserta.
-
Narasumber menjawab pertanyaan dari peserta.
·
Penutup (15’)
-
Moderator mengakhiri sesi materi ini dengan membuat kesimpulan-kesimpulan.
Review dan Evaluasi Materi
Review dan evaluasi materi dilakukan oleh instruktur pelatihan dengan
mengacu kepada tujuan dan target materi yang telah ditentukan berserta hasil
pretest dan screening pelatihan setiap peserta. Adapun pelaksanaan review
menyesuaikan dengan waktu senggang sembari menunggu pemateri selanjutnya
memasuki forum. Review materi dimaksudkan untuk, 1) Pemantapan ulang materi dan
penguatan substansi materi; 2) Penyampaian kemungkinan adanya point materi yang
belum tersampaikan oleh pemateri
10.
Analisis
Diri
Diskripsi
“Setiap
anak adam (manusia) dilahirkan secarah fitrah (bersih/suci) dan kedua
orangtuanya lah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi”, -(Hr.
Bukhari-Muslim).
Hadist di atas, menjelaskan kepada kita
tentang konsep dasar kedirian. Bahwa setiap pribadi sesungguhnya terlahir
bersih, sedangkan yang membentuk identitas mereka adalah kedua orang tuanya.
Dalam pengertian yang lebih luas, dapat pula kita pahami selain Orang Tua,
identitas tersebut juga dibentuk oleh lingkungan (Komunitas Sosial). Dimana
didalamnya terdapat seperangkat sistem nilai yang ditransformasikan melalui
pendidikan, baik formal maupun non formal.
Sayangnya tidak banyak pribadi (diri)
mengenal dan memahami akar kediriannya sebagai bagian dari komunitas yang
melingkupinya. Sehingga, mereka cenderung mengikuti arus, tanpa melakukan
verifikasi (tabayun) dan
mengedepankan rasionalitas serta tanggung jawabnya sebagai khalifah fil ard. Maka dalam membentuk kader yang bertanggung
jawab, rasional dan setia pada nilai-nilai kebenaran dan perjuangan, hal utama
yang perlu dilakukan adalah membuka cakrawala pengetahuan kediriannya serta
peran dan fungsinya dalam kehidupan sosial.
Referensi
1.
The Ego and The ID, Sigmund Freud, (Londong, Hogarth
Press, 2018)
2.
Beyond The Pleasure Principle, Sigmund Freud, (New York, Dover
Publication, Inc, 2015)
3. Psikoanalisis, Sigmund Freud, (Ikon Teralitera, 2002)
4. Buku analisis diri metode SWOT
5. Buku analisis diri metoder Joe Harry Windows
6.
Karya Imam
Al-Ghozali, Analisis Diri Perspekti pembagian karakter manusia menjadi empat
macam (seorang yang mengetahui bahwa dirinya mengetahui, seseorang yang
mengetahui bahwa dirinya tidak mengetahui, seseorang yang tidak mengetahui
bahwa dirinya mengetahui, seseorang yang tidak mengetahui bahwa dirinya
seseorang yang tidak mengetahui)
Tujuan
-
Peserta memahami teori dan prinsip dasar analisis diri dalam kehidupan
sehari-hari dan langkah-langkah menganalisis diri dengan memakai konsep atau
pendekatan yang ada.
- Peserta memliki kemampuan memahami dirinya dalam ruang
lingkup masyarakat dan relasi sosial.
Target
-
Terbentuknya kesadaran anggota akan jati dirinya sebagai manusai yang mengemban
tugas suci di muka bumi.
- Memiliki kepekaan terhadap dirinya sendiri dan kepekaan
diluar dirinya sebagai anggota PMII.
Pokok Bahasan
-
Teori dan Prinsip dasar Analisis Diri
-
Langkah-Langkah Analisis Diri
-
Peta Kepribadian (Psikologi)
- Perangkat Agama tentang Diri
Metode Pembelajaran
-
Ceramah/presentasi pemateri
-
Dialog interaktif
-
Diskusi kelompok/Focus Group Discussion
-
Brainstorming
Bahan Pembelajaran
-
Kertas plano
-
Booknote
-
Alat tulis
-
LCD Proyektor
Alokasi Waktu
- 120 Menit
Proses
Pembelajaran
·
Pendahuluan (15’)
-
Moderator membuka sesi, kemudian menyampaikan secara singkat tujuan dan
pokok bahasan materi yang akan di berikan oleh narasumber.
-
Moderator memperkenalkan narasumber dan memberikan waktu untuk presentasi.
·
Kegiatan Inti
(90’)
Presentasi Materi (60’)
-
Narasumber menjelaskan teori dan prinsip dasar analisis diri dan
langkah-langkah menganalisis diri dengan memakai konsep atau pendekatan yang
ada.
-
Narasumber menjelaskan konsep agama tentang diri.
- Narasumber membuatkan gambar peta untuk mengetahui
keperibadian diri.
Tanya Jawab (30’)
-
Moderator memberikan kesempatan tanya jawab kepada peserta dan
mempersilahkan kepada narasumber untuk menjawab pertanyaan dari peserta.
-
Narasumber menjawab pertanyaan dari peserta.
·
Penutup (15’)
-
Moderator mengakhiri sesi materi ini dengan membuat kesimpulan-kesimpulan.
Review dan Evaluasi
Materi
Review dan evaluasi materi dilakukan oleh instruktur pelatihan dengan
mengacu kepada tujuan dan target materi yang telah ditentukan berserta hasil
pretest dan screening pelatihan setiap peserta. Adapun pelaksanaan review
menyesuaikan dengan waktu senggang sembari menunggu pemateri selanjutnya
memasuki forum. Review materi dimaksudkan untuk, 1) Pemantapan ulang materi dan
penguatan substansi materi; 2) Penyampaian kemungkinan adanya point materi yang
belum tersampaikan oleh pemateri
11.
Keorganisasian
Diskripsi
Pengertian organisasi menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sekolompok orang yang memiliki tujuan
bersama. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) adalah organisasi. Karena
itu, merupakan sebauah kewajiban bagi kader PMII untuk memahami tujuan
organisasi dan mewujudkannya. Dalam memahami dan mewujudkan tujuan tersebut,
pendekatan keorganiasian dibutuhkan agar gerak organiasasi berjalan secara sistemik
sesuai kaidah-kaidah yang ada di PMII.
Dari kebutuhan tersebut, maka wawasan
keorganiasian perlu diberikan kepada anggota. Wawasan itu meliputi konsep dan
prinsip-prinsip dasar organisasi, hakikat dan tujuan organisasi, manajemen
komunikasi dalam organisasi, pengambilan keputusan dalam organisasi, strategi
manajemen konflik dalam organisasi, budaya dan system organisasi serta strategi
pengembangan organisasi. Sehingga, jika itu semua terpenuhi diharapkan PMII
menjadi organisasi yang kuat dan tercapainya tujuan, visi dan misi PMII.
Referensi
......................................
Tujuan
-
Peserta memahami peran, fungsi, tujuan, prinsip-prinsip dan nilai
perjuangan di dalam organisasi.
- Peserta
memahami strategi pengembangan organisasi.
Target
-
Peserta memiliki semangat dan keyakinan dalam berorganisasi di PMII.
- Peserta memeliki kecakapan dan ketangkasan serta
keterampilan dalam melaksanakan kerja-kerja organisasi di PMII.
Pokok Bahasan
- Konsep dan prinsip-prinsip dasar organisasi
- Hakikat
dan Tujuan organisasi
- Manajemen
komunikasi dalam organisasi
- Pengambilan
keputusan dalam organisasi
- Strategi
manajemen konflik dalam organisasi
- Budaya
dan system organisasi
- Strategi
pengembangan organisasi.
Metode
Pembelajaran
- Ceramah/presentasi
pemateri
- Dialog
interaktif
- Diskusi
kelompok/Focus Group Discussion
- Brainstorming oleh instruktur
Bahan Pembelajaran
- Kertas
plano
- Booknote
- Alat
tulis
-
LCD Proyektor
Alokasi Waktu
- 120 Menit
Proses
Pembelajaran
·
Pendahuluan (15’)
-
Moderator membuka sesi, kemudian menyampaikan
secara singkat tujuan dan pokok bahasan materi yang akan di berikan oleh
narasumber.
-
Moderator
memperkenalkan narasumber dan memberikan waktu untuk presentasi.
·
Kegiatan Inti
(90’)
Presentasi Materi (60’)
-
Narasumber menjelaskan fungsi, tujuan,
prinsip-prinsip dan nilai perjuangan di dalam organisasi.
-
Narasumber menanyakan kepada peserta tujuan,
hakikat berorganisasi dan kemudian meminta untuk menyebutkan organisasi apa
saja yang diketahui.
-
Narasumber
menjelaskanstrategi
manajemen konflik dalam organisasi
-
Narasumber meminta kepada peserta untuk
menuliskan dalam sebuah kolom “konflik apa saja yang pernah dialami, tindakan
apa yang dilakukan ketika mengalami konfliks tersebut, dan apa dampak yang di
timbulkan dari tindakan tersebut, baik bagi diri sendiri maupun orang lain atau
tidak?. Kemudian minta salah satu peserta untuk membacakannya.
-
Narasumber menjelaskan bahwa konflik merupakan
bagian dari kehidupan, maka tergantung cara menerima dan menyikapi konfliks
tersebut sehingga mnghasilkan dampak yang positif.
-
Narasumber menjelaskan manajemen komunikasi dan
pengambilan keputusan dalam organisasi.
-
Narasumber menjelaskan strategi
pengembangan organisasi
Tanya Jawab (30’)
-
Moderator memberikan kesempatan tanya jawab
kepada peserta dan mempersilahkan kepada narasumber untuk menjawab pertanyaan
dari peserta.
-
Narasumber menjawab
pertanyaan dari peserta.
·
Penutup (15’)
-
Moderator mengakhiri
sesi materi ini dengan membuat kesimpulan-kesimpulan.
Review dan Evaluasi Materi
Review dan evaluasi materi dilakukan oleh instruktur
pelatihan dengan mengacu kepada tujuan dan target materi yang telah ditentukan
berserta hasil pretest dan screening pelatihan setiap peserta. Adapun
pelaksanaan review menyesuaikan dengan waktu senggang sembari menunggu pemateri
selanjutnya memasuki forum. Review materi dimaksudkan untuk, 1) Pemantapan
ulang materi dan penguatan substansi materi; 2) Penyampaian kemungkinan adanya
point materi yang belum tersampaikan oleh pemateri
12.
Leadership
Deskripsi
Secara etimologi
pemimpin (leadership) berasal dari kata pimpin yang berarti seni mempengaruhi dan mengarahkan makna yang
ada untuk menjaga kepatuhan, kepercayaan, rasa hormat, dan kerja sama setia
mereka untuk mencapai misi. Kepemimpinan
adalah seni untuk menggerakan orang-orang, insan rupa untuk mendapatkan
konfirmasi, kepercayaan, resfek dan kolaborasi secara loyal untuk tugas-tugas
lapangan.
Ada tiga faktor utama ketidaksesuaian
dan ketidak efektifnya pemimpin dalam
memimpin suatu Organisasi, yang pertama yaitu hubungan antara pemimpin dan
bawahan dan kemauan bawahan untuk secara petunjuk pemimpin. Yang kedua struktur
tugas yang menjelaskan sampai mana tugas-tugas dalam Organisasi didefenisikan
secara teapat dan sampai ke tingkat manapun, tugas-tugas yang dilengkapi dengan
petunjuk yang di rinci dan prosedur yang baku. Yang ketiga kekuatan akhir
menjelaskan sampai ketingkat mana kekuatan atau kekuasaan yang digunakan oleh
pemimpin karena posisi yang digunakan dalam organisasi untuk menanamkan makna
dan nilai dari tugas-tugas mereka masing-masing.
Referensi
.....................................................
Tujuan
-
Peserta memiliki pemahaman tentang konsep kepemimpinan
- Peserta memahami pentingnya seorang pemimpin dalam
organisasi
Target
-
Peserta memiliki jiwa kepemimpinan dalam setiap diri anggota.
- Peserta memiliki kesadaran bahwa pemimpin merupakan
amanah yang harus di jalankan dan akan di pertanggung jawabkan.
Pokok Bahasan
-
Teori dan konsep dasar kepemimpinan
-
Model-model kepemimpinan
-
Sifat atau Karakteristik yang harus dimiliki seorang pemimpin
- Tugas dan peran Pemimpin
Metode
Pembelajaran
-
Ceramah/presentasi pemateri
-
Dialog interaktif
-
Diskusi kelompok/Focus Group Discussion
- Brainstorming oleh instruktur
Bahan Pembelajaran
-
Kertas plano
-
Booknote
-
Alat tulis
-
LCD Proyektor
Alokasi Waktu
- 120 Menit
Proses
Pembelajaran
·
Pendahuluan (15’)
-
Moderator membuka
sesi, kemudian menyampaikan secara singkat tujuan dan pokok bahasan materi yang
akan di berikan oleh narasumber.
-
Moderator
memperkenalkan narasumber dan memberikan waktu untuk presentasi.
·
Kegiatan Inti
(90’)
Presentasi Materi (60’)
-
Narasumber menjelaskan teori dan konsep dasar
kepemimpinan
-
Narasumber menjelaskan model-model kepemimpinan
beserta contoh penerapannya, kelemahan dan kelebihannya dari setiap model
kepemimpinan.
-
Narasumber memberikan pertanyaan kepada setiap
peserta “apa karakteristik yang harus dimiliki seorang pemimpin”. Setiap
peserta menjawab satu karakteristik pemimpin beserta alasannya dan tidak boleh
sama dengan yang lainnya.
-
Narasumber menjelaskantugas dan peran
pemimpin
Tanya Jawab (30’)
-
Moderator memberikan kesempatan tanya jawab
kepada peserta dan mempersilahkan kepada narasumber untuk menjawab pertanyaan
dari peserta.
-
Narasumber menjawab
pertanyaan dari peserta.
·
Penutup (15’)
-
Moderator mengakhiri sesi materi ini dengan membuat
kesimpulan-kesimpulan.
Review dan Evaluasi Materi
Review dan evaluasi materi dilakukan oleh instruktur
pelatihan dengan mengacu kepada tujuan dan target materi yang telah ditentukan
berserta hasil pretest dan screening pelatihan setiap peserta. Adapun
pelaksanaan review menyesuaikan dengan waktu senggang sembari menunggu pemateri
selanjutnya memasuki forum. Review materi dimaksudkan untuk, 1) Pemantapan
ulang materi dan penguatan substansi materi; 2) Penyampaian kemungkinan adanya
point materi yang belum tersampaikan oleh pemateri

Tidak ada komentar:
Posting Komentar