BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian prinsip
pengembangan kurikulum
Pengembangan
kurikulum adalah sebuah proses yang merencanakan, menghaslkan suatu alat yang
lebih baikdengan didasarkan dengan hasil penilaian terhadap kurikulum yang
telah berlaku, sehingga dapat memberikan kondisi belajar mengajar yang baik.
Dengan kata lain pengembangan kurikulum adalah kegiatan untuk menghasilkan
kurikulum baru melalui langkah-langkah penyusunan kurikulum atas dasar hasil
penilaian yang dilakukan selama priode waktu tertentu.
Prinsip
kurikulum dapat juga dikatakan sebagai aturan yang menjiwai pengembangan
kurikulum. Prinsip tersebut mempunyai
tujuan agar kurikulum yang didesain atau yang dihasikan sesuai
permintaan semua pihak yakni anak didik, orang tua, masyrakat, dan bangsa.
Pada
umumnya ahli kurikulum memandang
kegiatan pengembangan kurikulum sebagai
suatu proses yang kontinu. Merupakan suatu siklus yang menyangkut
beberapa kurikulum yaitu komponen, tujuan, bahan, kegiatan dan evaluasi.
Kurikulum diindonesia mengalami perubahan dari masa kemasa sasuai dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan tuntutan dalam masyarakat.
B.
Macam-macam sumber prinsip pengembangan kurikulum
Menurut oliva 1995:28 dalam (komaruddin dan
kurniawan 2011:65) mengemukakan setidaknya ada empat sumber prinsip
pengembangan kurikulum, yaitu:
1. Data empiris
2. Data exsperimen
3. Cerita atau legenda
yang hidup dimsyarakat
4. Akal sehat
Data
empiris merujuk pada pengalaman yang terdokumentasi dan terbukti efektif, data
exsperimen menunjuk pada temuan-temuan hasil penelitian. Data hasil temuan
penelitian merupakan data yang dipandang valid dan reliaple, sehingga tingkat
kebenaran lebih meyakinkan untuk dijadikan prinsip dalam pengembangan
kurikulum. Namun demikian fakta kehidupan data hasil penelitian itu sifatnya
sangat terbatas.
Disamping
itu banyak data-data laninya yang diperoleh dari hasil penelitian yang
digunakan juga terbukti efektif untuk memecahkan masalah-masalah kehidupan yang
kompleks diantaranya yaitu adat kebiasaan yang hidup dimasyarakat dan hasil
pertimbangan dan penilaian akal sehat terlebih dahulu.
C.
Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum
Dalam
pengembangan kurikulum terdapat banyak prinsip yang digunakan kurikulum yang
diasilkan benar-benar sesuai dengan yang diinginkan dan yang diharapkan semua
pihak. Prinsip-prinsip ini biasanya dibedakan dalam dua katagori yaitu pirnsip
umum dan prinsp khusu.
1. Prinsip umum
Sukmadinata (2012:150-151) menjelaskan bahwa terdapat
lima prinsip umum pengembangan kurikulum yaitu prinsip relevansi,
fleksebelitas, kontinuitas, praktis atau efesiensi dan efektivitas.
a) Prinsip relevansi
Dalam hal ini dapat dibedakan relevansi keluar yang
berarti bahwa tujuan, isi, dan proses belajar harus relevan dengan tuntunan,
kebutuhan dan perkembangan masyarakat dan relevansi kedalam berarti bahwa
terdapat kesesuaian atau konsistensi antara komponen-komponen kurikulum, yaitu
antar tujuan, isi, proses, penyampaian dan penilaian yang menunjukan
keterpaduan kurikulum.
b) Prinsip fleksibilitas
Kurikulum hendaknya bersifat fleksibilitas. Kurikulum
mempersiapkan anak untuk kehidupan sekarang
dan akan datang. Disini dan ditempat lain. Bagi anak yang memiliki latar
belakang dan kemampuan yang berbeda. Bahwa kurikulum harus berisi hal-hal yang
solid, tetapi dalam pelkasanaanya memungkinkan terjadinya
penyesuaian-penyesuaian berdasarkan kondisi daerah, waktu maupun kemampuan dan
latar belakang anak.
c) Prinsip kontinuitas
Terkait dengan perkembangan dan proses belajar anak
berlangsung secara berkeseimbangan, tidak terputus-putus atau berhenti-henti.
Oleh karena itu, pengalaman-pengalaman belajar yang disediakan kurikulum juga
hendaknya berkesinambungan antara satu kelas dengan kelas lainnya, antara satu
jenjang dengan jenjang lainnya, juga antara pendidikan dengan pekerjan.
d) Prinsip praktis
Mudah dilksanakan dengan alat-alat sederhana dan biayanya
juga murah. Prisnsip ini juga disebut prinsip evesiensi. Idealnya suatu
kurikulum kalau menurut keahlian dan peralatatan yang sangat khusus dan mahal
pula biayanya, maka kurikulum dan pendidikan selalu dilaksanakan dalam
keterbatasan waktu, biaya, alat, maupun personalia. Kurikulum tidak hanya ideal
tetapi juga praktis.
e) Prinsip efektivitas
Berkaaitan dengan sejauh mana perencanaan kurikulum dapat
sesuai dengan keingnan yang ditentukan, dalam
proses pendidikan efektifitas dapat dilihat dari dua sisi, yaitu.
Efektif mengajar pendidikan berkaitan dengan sejauh mana
kegiatan belajar-mengajar yang telah direncanakan dapat dilaksanakan dengan
baik.
Efektifitas belajar anak didik berkaitan dengan sejauh
mana tujuan-tujuan pelajaran yang diinginkan telah dapat dicapai melalui dengan
kegiatan belajar mengajar yang telah dilaksanakan.
Walaupun kurikulum tersebut sederhana tetapi
keberhasilannya tetap harus diperhatikan. Keberhasilan kurikulum ini baik
secara kualitas maupun kuantitas.
Keberhsilan kurikulum akan mepengaruhi kebrhasilan pendidikan.
2. Prinsip-prinsip
khusus
Ada beberapa prinsip yang lebih khusus dalam pengembangankurikulum.Prinsip-prinsip
ini berkenaan dengan penyusunan tujuan, isi, pengalaman belajar, dan penilaian.
A)
Pirnsip yang berkenaan dengan tujuan pendidikan
Tujuan menjadi pusat pusat dan arah semua kegiatan
pendidikan. Perumusan komponen-komponen kurikulum hendaknya mengacu padatujuan
pendidikan. Tujuan pendidikan mencakup tujuan yang bersifat umum atau jangka
pendek. Perumusan tujuan pendidikan bersumber pada
-
Ketentuan dan kebijaksanaan pemerintah, yang dapat
ditemukn dlam dokumen-dokumen lembaga negara mengenai tujuan, dan startegi
pembangunan termasuk didalamnya pendidikan.
-
Survei mengenai perspektif orang tua atau masyarakat
tentang kebutuhn mereka yang melalui angket atau wawancara dengan mereka.
-
Survei tentang pandangan para ahli dalam bidang-bidang
tertentu. Dihimpun melalui angket, wawan cara, obeservasi, dan dari berbagai
media massa.
-
Pengalaman negara-negara yang lain dalam masalah yang
sama.
-
Penelitian.
B)
Prinsip yang berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan
Memlih isi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan
pendidikan yang telah ditentukan oleh para perencana kurikulum perlu
empertimbangka beberapa hal.
-
Perlu penjabaran tujuan pendidikan atau pengajaran bentuk
perbuatan hasil belajar yang khusus dan sederhana.
-
Isi bahan pelajaran harus meliputi segi pengetahuan,
sikap, dan keterampilan.
-
Unit-unit kurikulum harus harus disusun dalam urutan yang
logis dan sistematis.
C)
Prinsiip berkenaan dengan pemilihan proses belajar
mengajar hendaknya memperhatikan beberapa hal, yaitu:
-
Apapakah metode atau teknik belajar mengajar yang di gunakan
cocok..
-
Apakah metode atau teknik tersebut memberikan kegiatan
yang berfariasi.
-
Apakah metode atau teknik tersebut memberikan urutan
kegiatan yang bertingkat-tingkat.
-
Apakah teknik atau metode tersebut dapat menciptakan
kegiatan untuk mencapai tujuan kognitig, efektif, dan psikomotor.
-
Apakah metode atau teknik tersebut lebih mengaftifkan
siswa.
-
Apakah metode atau teknik tersebut dapat mengembangan
daya bicara siswa.
D)
Prinsip berkenaan dengan pemilihan medi dan alat
pengajaran.
-
Alat atau media pengajaran apa yang diperlukan.
-
Kalau ada alat yang harus dibuat, hendaknya memperhatikan
bagaimana pembuatannya, siapa yang membuat, pembiayaanya, waktu pembuatan.
-
Bagaimana pengorganisasian alat dalam bahan pelajaran,
apakah dalam bentuk modul, praktek belajar dan lain-lain.
-
AHasil terbaik akan diperoleh dengan menggunakan multi
media.
E)
Prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian
-
Dalam penyususan alat penilaian hendaknya mengikuti
prosedur mulai dari tujuan perumusan umum, dalam ranah-ranah kognitif, efektif,
dan psikomotor.
-
Selain itu terdapat beberapa hal yang perlu dicermati
dalam perencanaan penilaian yang meliputi bagaimana kelas, usia, dan tingkat
kemampuan kelompok yang akan ditest.
-
Dalam pengolahan hasil penilaian juga perlu
mempertimbangkan beberapa hal yaitu norma apa yang akan digunakan didalam
pengolahan hasil test, apakah digunakan formula quesing. Standar apa yang
digunakan, untuk apakah hasil-hasil test dugunakan
BAB
II
PENUTUP
Pengembangan
kurikulum adalah sebuah proses yang merencanakan, menghaslkan suatu alat yang
lebih baikdengan didasarkan dengan hasil penilaian terhadap kurikulum yang
telah berlaku, sehingga dapat memberikan kondisi belajar mengajar yang baik.
Dengan kata lain pengembangan kurikulum adalah kegiatan untuk menghasilkan
kurikulum baru melalui langkah-langkah penyusunan kurikulum atas dasar hasil
penilaian yang dilakukan selama priode waktu tertentu.
Prinsip
kurikulum dapat juga dikatakan sebagai aturan yang menjiwai pengembangan
kurikulum. Prinsip tersebut mempunyai
tujuan agar kurikulum yang didesain atau yang dihasikan sesuai
permintaan semua pihak yakni anak didik, orang tua, masyrakat, dan bangsa.
Pada
umumnya ahli kurikulum memandang
kegiatan pengembangan kurikulum sebagai
suatu proses yang kontinu. Merupakan suatu siklus yang menyangkut
beberapa kurikulum yaitu komponen, tujuan, bahan, kegiatan dan evaluasi.
Kurikulum diindonesia mengalami perubahan dari masa kemasa sasuai dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan tuntutan dalam masyarakat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar