Jumat, 23 Juli 2021

Makalah Manfaat Penelitian Tindakan Kelas



BAB II

PEMBAHASAN 

A.   Manfaat Penelitian Tindakan Kelas

Untuk dapat melakukan praktik penelitian penelitian tindakan kelas secara efektif dan tepat guna terlebih dahulu harus memahami manfaat PTK yang akan melandasi prosedur PTK selanjutnya. pemahaman manfaat PTK akan mengarahkan guru dan penelitian dalam pelaksanaannya, serta memotivasi untuk mencari berbagai sumber yang mengarah pada pencapaian tujuan tersebut. penelitian pendidikan pada umumnya ditujukan untuk memperoleh landasan dalam mempertimbangkan suatu prosedur kerja, khususnya prosedur pembelajaran; menjamin cara kerja dalam pendidikan yang efektif dan efesien, memperoleh fakta-fakta tentang berbagai masalah pendidikan, dan menghindari situasi yang dapat merusak, serta meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan pelajaran. [1]

 

Ada tiga komponen  yang harus menjadi sasaran utama PTK,  yaitu siswa/pembelajaran,

guru dan sekolah. Tiga komponen itulah yang akan menerima manfaat dari PTK.

 

1. Manfaat bagi siswa dan pembelajaran

 

Dengan  adanya  pelaksanaan  PTK,  kesalahan dan  kesulitan  dalam  proses  pembelajaran

(baik strategi, teknik, konsep dan lain-lain) akan dengan cepat dianalisis dan didiagnosis, sehingga kesalahan  dan  kesulitan  tersebut  tidak  akan  berlarut-larut.  Jika  kelasalahan  yang  terjadi  dapat segera diperbaiki, maka pembelajaran akan mudah dilaksanakan, menarik dan hasil belajar siswa diharapkan akan meningkat. Ini menunjukkan adanya hubungan timbal balik antara pembelajaran dan perbaikan hasil belajar siswa. Keduanya akan dapat terwujud, jika guru memiliki kemampuan dan kemauan untuk melakukan PTK.

 

 

2. Manfaat bagi sekolah

 

Sekolah  yang  para  gurunya  memiliki  kemampuan  untuk  melakukan  perubahan  atau perbaikan kinerjanya secara professional, maka sekolah tersebut akan berkembang pesat. Sekolah tidak  akan  berkembang,  jika  gurunya  tidak  memiliki  kemampuan  untuk  mengembangkan  diri.

Kaitannya  dengan  PTK,  jika  sekolah  yang  para  gurunya  memiliki  keterampilan  dalam melaksanakan  PTK  tentu  saja  sekolah  tersebut  akan memperoleh  manfaat  yang  besar,  karena meningkatkan kualitas pembelajaran mencerminkan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.

 

PTK  merupakan  salah  satu  cara  yang  strategis  bagi  guru  untuk  memperbaiki  layanan pendidikan  yang  harus  diselenggarakan  dalam  konteks  pembelajaran  di  kelas  dan  peningkatan kualitas  program  sekolah  secara  keseluruhan.  Hal  itu  dapat  dilakukan  meningkatkan  tujuan Penelitian Tindakan Kelas adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan praktik dan pembelajaran di kelas secara berkesinambungan.

 

Manfaat yang dapat dipetik jika guru mau dan mampu melaksanaan penelitian tindakan kelas itu terkait komponen pembelajaran antara lain:

1. Inovasi pembelajaran.

2. Pengembangan kurikulum ditingkat sekolah dan tingkat kelas.

3. Peningkatan profesionalisme guru.

Dari beberapa penjelasan diatas, maka adapun manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Secara umum, yaitu :

 

1.     Menghasilkan  laporan-laporan  PTK  yang  dapat  dijadikan  bahan  panduan  guru  untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Selain itu hasil-hasil PTK yang dilaporkan dapat menjadi bahan artikel ilmiah atau makalah untuk berbagai kepentingan,  antara lain disajikan dalam forum ilmiah dan dimuat di jurnal ilmiah.

2.     Menumbuhkembangkan  kebiasaan,  budaya,  dan  atau  tradisi  meneliti  dan  menulis  artikel ilmiah di kalangan guru. Hal ini telah ikut mendukung profesionalisme dan karir guru.

3.     Mampu mewujudkan kerja sama, kaloborasi, dan atau sinergi antar-guru dalam satu sekolah atau  beberapa  sekolah  untuk  bersama-sama  memecahkan  masalah  pembelajaran  dan meningkatkan mutu pembelajaran.

4.     Mampu  meningkatkan  kemampuan  guru  dalam  menjabarkan  kurikulum  atau  program pembelajaran  sesuai  dengan  tuntutan  dan  konteks  lokal,  sekolah,  dan  kelas.  Hal  ini memperkuat dan relevansi pembelajaran bagi kebutuhan siswa.

5.     Dapat memupuk dan meningkatkan keterlibatan , kegairahan, ketertarikan, kenyamanan, dan kesenangan  siswa  dalam  mengikuti  proses  pembelajaran  di  kelas  yang  dilaksanakan  guru. Hasil belajar siswa pun dapat meningkatkan.

6.     Dapat  mendorong  terwujudnya  proses  pembelajaran  yang  menarik,  menantang,  nyaman, menyenangkan, dan melibatkan siswa karena strategi, metode, teknik, dan atau media yang digunakan dalam pembelajaran demikian bervariasi dan dipilih secara sungguh-sungguh.

 

 

B. Kelebihan penelitian tindakan kelas

 

Ada sejumlah kelebihan penelitian tindakan kelas jika dilaksanakan dengan baik dan benar, yaitu sebagai berikut: [2]

 

a)     Kerja sama dengan teman sejawat dalam penelitian tindakan kelas dapat menimbulkan rasa memiliki. Kerja sama ini memberikan wahana untuk menciptakan kelompok dasar yang baru di antara para dan mendorong lahirnya rasa berkaitan antara mereka untuk saling tukar pikiran dan saling memberikan masukan dalam upaya memperbaiki proses pembelajaran yang selama ini sama-sama dilaksanakan. Guru akan saling termotivasi antara satu dengan yang lain. Apalagi, jika hasil diskusi dengan teman sejawat itu mampu menghasilkan perbaikan yang nyata pada proses pembelajaran dan hasil belajar siswanya.

 

b)     Kerja sama dalam penelitian tindakan kelas mendorong berkembangnya pemikiran kritis dan kreativitas guru. Melalui diskusi dan interaksi dengan teman sejawat atau peneliti dari perguruan tinggi kependidikan atau orang lain dalam melakukan penelitian tindakan kelas, guru itu akan dapat menemukan dan mengembangkan kesadaran bahwa setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Dengan cara demikian itu guru akan dapat menerima dirinya sendiri secara wajar. Melalui diskusi dengan teman sejawat atau peneliti dari perguruan tinggi kependidikan guru akan dapat melihat lebih banyak cara memandang masalah, lebih banyak saran-saran dan dan pemikiran untuk penyelesaian masalah pembelajaran yang dihadapi, lebih banyak analisis dan kritikan terhadap rencana tindakan yang diajukan. Situasi keterbukaan seperti ini dapat mendorong berkembangnya pemikiran kritis dan kreativitas pada diri guru

.

c)     Kerja sama dalam penelitian tindakan kelas meningkatkan kemampuan guru untuk membawa kepada kemungkinan untuk berubah. Mencoba sesuatu yang baru pasti mengandung resiko. hasil Penelitian tentang dinamika kelompok menunjukkan bahwa seseorang yang merupakan anggota kelompok lebih mudah berubah daripada perorangan (bukan sebagai anggota kelompok).  Orang yang ingin berubah harus terlibat dalam setiap aspek penelitiannya, dari identifikasi masalah, perencanaan tindakannya, menerapkan rencana tindakan yang telah disusun, melakukan pengamatan atau pengumpulan data, menganalisis data dan melakukan refleksi, sampai pada pengambilan kesimpulan dan pemaknaan hasil. Asumsi dasar dari gerakan penelitian tindakan kelas adalah bahwa cara  yang menjanjikan untuk memulai dan menjamin terjadinya perubahan adalah dengan melibatkan seseorang dalam keseluruhan proses penelitian tersebut secara berkelanjutan. Dengan cara ini berarti guru sebagai peneliti terlibat secara aktif dalam memikirkan perubahan dan perbaikan pembelajaran yang selama ini dilakukan untuk mewujudkan hasil belajar siswa yang lebih baik. Proses berpikir dan sekaligus bertindak secara aktif dan berkelanjutan seperti ini berarti mamacu guru untuk membiasakan mengubah dirinya sendiri, Sebab jika dirinya sendiri belum ada keinginan untuk berubah, maka akan menjadi sulit untuk melakukan perubahan proses pembelajaran dan hasil belajar siswa.

 

2.   Kekurangan Penelitian Tindakan Kelas

 

Selain memiliki sejumlah kelebihan-kelebihan seperti telah dipaparkan di atas, penelitian tindakan kelas, sebagaimana juga penelitian lainnya, juga mengandung beberapa kelemahan. Kelemahan-kelemahan tersebut menurut Muhammad Asrori (2008) adalah sebagai berikut:

a.      Kurang mendalamnya pengetahuan dan keterampilan dalam teknik-teknik dasar penelitian tindakan kelas pada pihak peneliti. Penelitian tindakan kelas dilakukan oleh praktisi, yang dalam hal ini adalah guru yang selalu peduli terhadap kekurangan yang ada dalam situasi kerjanya, khususnya kegiatan pembelajaran yang selama ini dilakukan dan berkehendak untuk memperbaikinya. Karena para guru ini biasanya berurusan dengan hal-hal yang praktis, pada umumnya mereka kurang dilengkapi dengan pengetahuan yang mendalam dan keterampilan tentang teknik dasar penelitian. Kondisi seperti ini akan lebih parah lagi jika pada diri guru berkembang pikiran atau perasaan bahwa kegiatan penelitian hanya layak dilakukan oleh masyarakat kampus atau dosen di perguruan tinggi . Akibatnya. para guru pada umumnya kurang tertarik untuk melakukan penelitian sehingga kurang akrab dengan kegiatan penelitian atau bahkan cenderung mengalami kesulitan dalam melakukan penelitian tindakan kelas. Kondisi semacam ini jika dibiarkan berlarut-larut  jelas tidak menguntungkan posisi para guru dalam melakukan penelitian tindakan kelas.

 

b.     Tidak mudah menemukan dan merumuskan masalah yang hendak diteliti. Karena guru kebanyakan selalu bekerja dengan kegiatan rutin pembelajaran  dan jarang melakukan penelitian, maka tidak jarang guru mengalami kesulitan menemukan dan merumuskan masalah yang hendak diteliti. Apalagi kalau rumusan masalah itu sudah dituntut landasan teoritisnya. Mengkaji teoritis dari berbagai literatur merupakan pekerjaan yang tidak mudah bagi guru yang tidak terbiasa melakukannya. Kesulitan serupa juga dirasakan ketika merumuskan perencanaan tindakan yang tepat untuk memperbaiki permasalahan tersebut. Rencana tindakan juga menuntut landasan teoritis agar memiliki pijakan yang kokoh, bukan sekadar tindakan  yang dikira-kira saja. Oleh sebab itu, sering sekali untuk menemukan dan merumuskan masalah serta rencana tindakan ini disarankan untuk berdiskusi dengan peneliti dari perguruan tinggi kependidikan.

c.      Tidak mudah mengelola waktu antara kegiatan rutin yang sekaligus dilakukan dengan kegiatan penelitian tindakan kelas. Karena penelitian tindakan kelas memerlukan komitmen guru sebagai peneliti untuk terlibat dalam prosesnya, maka faktor waktu ini dapat menjadi faktor yang sangat serius. Guru yang ingin melakukan penelitian tindakan kelas harus mampu secara cermat mengelola waktunya untuk melakukan tugas rutin nya dan sekaligus melakukan penelitian tindakan kelas nya. Ini menjadi sangat penting karena dapat berakibat kepada efisiensi dan keefektifan kerja guru yang bersangkutan. Sangat boleh jadi faktor pengelolaan waktu ini yang menyebabkan guru merasa enggan atau berat untuk melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa nya karena ada perasaan khawatir justru akan mengganggu kegiatan pembelajaran yang selama ini telah berjalan lancar.

 

d.     Keengganan atau bahkan kesulitan untuk melakukan perubahan. Pada umumnya orang merasa enggan, merasa berat, atau bahkan menentang terhadap perubahan karena perubahan berarti kerja keras. Sangat boleh jadi pada diri guru ada juga yang berpikiran dan memiliki perasaan semacam ini. Perubahan melalui penelitian tindakan kelas benar-benar menuntut keseriusan guru, baik dilihat dari aspek pikiran, tenaga, waktu, dan tentunya sikap untuk berubah. Selama guru merasa sudah mapan atau sudah merasa cocok dengan situasi kerjanya, selama itu pula para guru sulit untuk diajak berubah. Padahal penelitian tindakan kelas menuntut adanya kemauan kuat dari diri guru untuk melakukan perubahan. Keinginan untuk melakukan perubahan ini dimulai dari adanya ketidakpuasan terhadap kegiatan pembelajaran yang selama ini dilakukan dan dianggap sudah menjadi suatu kemapanan.



[1] E. Mulyasa, Praktek Penelitian Tindakan Kelas,(Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2003), hal. 89.

[2] Mohommad Ashori, Penelitian Tindakan Kelas, (Bandung : CV Wacana Prima, 2007) hal. 65-69.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makalah Neo-Sufisme: Konsep dan Prospeknya di Dunia Islam Modern

  Makalah Neo-Sufisme: Konsep dan Prospeknya di Dunia Islam Modern Pendahuluan Ketika arus modernisasi menghujani dunia Islam, proses modern...