BAB II
PEMBAHASAN
A. Manfaat Penelitian Tindakan Kelas
Untuk dapat melakukan
praktik penelitian penelitian tindakan kelas secara efektif dan tepat guna
terlebih dahulu harus memahami manfaat PTK yang akan melandasi prosedur PTK
selanjutnya. pemahaman manfaat PTK akan mengarahkan guru dan penelitian dalam
pelaksanaannya, serta memotivasi untuk mencari berbagai sumber yang mengarah
pada pencapaian tujuan tersebut. penelitian pendidikan pada umumnya ditujukan
untuk memperoleh landasan dalam mempertimbangkan suatu prosedur kerja,
khususnya prosedur pembelajaran; menjamin cara kerja dalam pendidikan yang
efektif dan efesien, memperoleh fakta-fakta tentang berbagai masalah
pendidikan, dan menghindari situasi yang dapat merusak, serta meningkatkan
kompetensi guru dalam mengembangkan pelajaran. [1]
Ada tiga komponen yang harus menjadi sasaran utama PTK, yaitu siswa/pembelajaran,
guru dan sekolah. Tiga
komponen itulah yang akan menerima manfaat dari PTK.
1. Manfaat bagi siswa
dan pembelajaran
Dengan adanya
pelaksanaan PTK, kesalahan dan
kesulitan dalam proses
pembelajaran
(baik strategi, teknik,
konsep dan lain-lain) akan dengan cepat dianalisis dan didiagnosis, sehingga kesalahan dan
kesulitan tersebut tidak
akan berlarut-larut. Jika
kelasalahan yang terjadi
dapat segera diperbaiki, maka pembelajaran akan mudah dilaksanakan,
menarik dan hasil belajar siswa diharapkan akan meningkat. Ini menunjukkan adanya hubungan timbal balik antara pembelajaran dan
perbaikan hasil belajar siswa. Keduanya akan dapat terwujud, jika guru memiliki kemampuan dan kemauan untuk melakukan PTK.
2. Manfaat
bagi sekolah
Sekolah yang
para gurunya memiliki
kemampuan untuk melakukan
perubahan atau perbaikan kinerjanya secara professional, maka sekolah tersebut akan
berkembang pesat. Sekolah tidak akan
berkembang, jika gurunya
tidak memiliki kemampuan
untuk mengembangkan diri.
Kaitannya
dengan PTK, jika
sekolah yang para
gurunya memiliki keterampilan
dalam melaksanakan PTK tentu
saja sekolah tersebut
akan memperoleh manfaat yang
besar, karena meningkatkan
kualitas pembelajaran mencerminkan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.
PTK merupakan
salah satu cara
yang strategis bagi
guru untuk memperbaiki
layanan pendidikan yang harus
diselenggarakan dalam konteks
pembelajaran di kelas
dan peningkatan kualitas program
sekolah secara keseluruhan.
Hal itu dapat dilakukan meningkatkan
tujuan Penelitian Tindakan Kelas adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan
praktik dan pembelajaran di kelas secara berkesinambungan.
Manfaat yang dapat
dipetik jika guru mau dan mampu melaksanaan penelitian tindakan kelas itu
terkait komponen pembelajaran antara lain:
1. Inovasi pembelajaran.
2. Pengembangan
kurikulum ditingkat sekolah dan tingkat kelas.
3. Peningkatan profesionalisme
guru.
Dari beberapa penjelasan
diatas, maka adapun manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Secara umum, yaitu :
1. Menghasilkan laporan-laporan PTK
yang dapat dijadikan
bahan panduan guru
untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Selain itu hasil-hasil PTK yang
dilaporkan dapat menjadi bahan artikel ilmiah atau makalah untuk berbagai
kepentingan, antara lain disajikan dalam
forum ilmiah dan dimuat di jurnal ilmiah.
2.
Menumbuhkembangkan kebiasaan,
budaya, dan atau
tradisi meneliti dan
menulis artikel ilmiah di
kalangan guru. Hal ini telah ikut mendukung profesionalisme dan karir guru.
3.
Mampu mewujudkan kerja
sama, kaloborasi, dan atau sinergi antar-guru dalam satu sekolah atau beberapa
sekolah untuk bersama-sama
memecahkan masalah pembelajaran
dan meningkatkan mutu pembelajaran.
4.
Mampu meningkatkan
kemampuan guru dalam
menjabarkan kurikulum atau
program pembelajaran sesuai dengan
tuntutan dan konteks
lokal, sekolah, dan
kelas. Hal ini memperkuat dan relevansi pembelajaran
bagi kebutuhan siswa.
5.
Dapat memupuk dan
meningkatkan keterlibatan , kegairahan, ketertarikan, kenyamanan, dan kesenangan siswa
dalam mengikuti proses
pembelajaran di kelas
yang dilaksanakan guru. Hasil belajar siswa pun dapat
meningkatkan.
6.
Dapat mendorong
terwujudnya proses pembelajaran
yang menarik, menantang,
nyaman, menyenangkan, dan melibatkan siswa karena strategi, metode, teknik,
dan atau media yang digunakan dalam pembelajaran demikian bervariasi dan
dipilih secara sungguh-sungguh.
B. Kelebihan penelitian
tindakan kelas
Ada sejumlah kelebihan
penelitian tindakan kelas jika dilaksanakan dengan baik dan benar, yaitu sebagai
berikut: [2]
a) Kerja sama dengan teman sejawat dalam penelitian tindakan kelas dapat
menimbulkan rasa memiliki. Kerja sama ini memberikan wahana untuk menciptakan
kelompok dasar yang baru di antara para dan mendorong lahirnya rasa berkaitan
antara mereka untuk saling tukar pikiran dan saling memberikan masukan dalam
upaya memperbaiki proses pembelajaran yang selama ini sama-sama dilaksanakan.
Guru akan saling termotivasi antara satu dengan yang lain. Apalagi, jika hasil
diskusi dengan teman sejawat itu mampu menghasilkan perbaikan yang nyata pada
proses pembelajaran dan hasil belajar siswanya.
b)
Kerja sama dalam
penelitian tindakan kelas mendorong berkembangnya pemikiran kritis dan
kreativitas guru. Melalui diskusi dan interaksi dengan teman sejawat atau
peneliti dari perguruan tinggi kependidikan atau orang lain dalam melakukan
penelitian tindakan kelas, guru itu akan dapat menemukan dan mengembangkan
kesadaran bahwa setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Dengan cara
demikian itu guru akan dapat menerima dirinya sendiri secara wajar. Melalui
diskusi dengan teman sejawat atau peneliti dari perguruan tinggi kependidikan
guru akan dapat melihat lebih banyak cara memandang masalah, lebih banyak
saran-saran dan dan pemikiran untuk penyelesaian masalah pembelajaran yang
dihadapi, lebih banyak analisis dan kritikan terhadap rencana tindakan yang
diajukan. Situasi keterbukaan seperti ini dapat mendorong berkembangnya
pemikiran kritis dan kreativitas pada diri guru
.
c) Kerja sama dalam penelitian tindakan kelas meningkatkan kemampuan guru
untuk membawa kepada kemungkinan untuk berubah. Mencoba sesuatu yang baru pasti
mengandung resiko. hasil Penelitian tentang dinamika kelompok menunjukkan bahwa
seseorang yang merupakan anggota kelompok lebih mudah berubah daripada
perorangan (bukan sebagai anggota kelompok).
Orang yang ingin berubah harus terlibat dalam setiap aspek penelitiannya,
dari identifikasi masalah, perencanaan tindakannya, menerapkan rencana tindakan
yang telah disusun, melakukan pengamatan atau pengumpulan data, menganalisis
data dan melakukan refleksi, sampai pada pengambilan kesimpulan dan pemaknaan
hasil. Asumsi dasar dari gerakan penelitian tindakan kelas adalah bahwa
cara yang menjanjikan untuk memulai dan
menjamin terjadinya perubahan adalah dengan melibatkan seseorang dalam
keseluruhan proses penelitian tersebut secara berkelanjutan. Dengan cara ini
berarti guru sebagai peneliti terlibat secara aktif dalam memikirkan perubahan
dan perbaikan pembelajaran yang selama ini dilakukan untuk mewujudkan hasil
belajar siswa yang lebih baik. Proses berpikir dan sekaligus bertindak secara
aktif dan berkelanjutan seperti ini berarti mamacu guru untuk membiasakan
mengubah dirinya sendiri, Sebab jika dirinya sendiri belum ada keinginan untuk
berubah, maka akan menjadi sulit untuk melakukan perubahan proses pembelajaran
dan hasil belajar siswa.
2. Kekurangan Penelitian Tindakan Kelas
Selain memiliki sejumlah
kelebihan-kelebihan seperti telah dipaparkan di atas, penelitian tindakan
kelas, sebagaimana juga penelitian lainnya, juga mengandung beberapa kelemahan.
Kelemahan-kelemahan tersebut menurut Muhammad Asrori (2008) adalah sebagai
berikut:
a. Kurang mendalamnya pengetahuan dan keterampilan dalam teknik-teknik dasar
penelitian tindakan kelas pada pihak peneliti. Penelitian tindakan kelas
dilakukan oleh praktisi, yang dalam hal ini adalah guru yang selalu peduli
terhadap kekurangan yang ada dalam situasi kerjanya, khususnya kegiatan
pembelajaran yang selama ini dilakukan dan berkehendak untuk memperbaikinya.
Karena para guru ini biasanya berurusan dengan hal-hal yang praktis, pada
umumnya mereka kurang dilengkapi dengan pengetahuan yang mendalam dan
keterampilan tentang teknik dasar penelitian. Kondisi seperti ini akan lebih
parah lagi jika pada diri guru berkembang pikiran atau perasaan bahwa kegiatan
penelitian hanya layak dilakukan oleh masyarakat kampus atau dosen di perguruan
tinggi . Akibatnya. para guru pada umumnya kurang tertarik untuk melakukan
penelitian sehingga kurang akrab dengan kegiatan penelitian atau bahkan
cenderung mengalami kesulitan dalam melakukan penelitian tindakan kelas.
Kondisi semacam ini jika dibiarkan berlarut-larut jelas tidak menguntungkan posisi para guru
dalam melakukan penelitian tindakan kelas.
b.
Tidak mudah menemukan
dan merumuskan masalah yang hendak diteliti. Karena guru kebanyakan selalu
bekerja dengan kegiatan rutin pembelajaran
dan jarang melakukan penelitian, maka tidak jarang guru mengalami
kesulitan menemukan dan merumuskan masalah yang hendak diteliti. Apalagi kalau
rumusan masalah itu sudah dituntut landasan teoritisnya. Mengkaji teoritis dari
berbagai literatur merupakan pekerjaan yang tidak mudah bagi guru yang tidak
terbiasa melakukannya. Kesulitan serupa juga dirasakan ketika merumuskan
perencanaan tindakan yang tepat untuk memperbaiki permasalahan tersebut. Rencana
tindakan juga menuntut landasan teoritis agar memiliki pijakan yang kokoh,
bukan sekadar tindakan yang dikira-kira
saja. Oleh sebab itu, sering sekali untuk menemukan dan merumuskan masalah
serta rencana tindakan ini disarankan untuk berdiskusi dengan peneliti dari
perguruan tinggi kependidikan.
c.
Tidak mudah mengelola
waktu antara kegiatan rutin yang sekaligus dilakukan dengan kegiatan penelitian
tindakan kelas. Karena penelitian tindakan kelas memerlukan komitmen guru
sebagai peneliti untuk terlibat dalam prosesnya, maka faktor waktu ini dapat
menjadi faktor yang sangat serius. Guru yang ingin melakukan penelitian
tindakan kelas harus mampu secara cermat mengelola waktunya untuk melakukan
tugas rutin nya dan sekaligus melakukan penelitian tindakan kelas nya. Ini
menjadi sangat penting karena dapat berakibat kepada efisiensi dan keefektifan
kerja guru yang bersangkutan. Sangat boleh jadi faktor pengelolaan waktu ini
yang menyebabkan guru merasa enggan atau berat untuk melakukan penelitian
tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa
nya karena ada perasaan khawatir justru akan mengganggu kegiatan pembelajaran
yang selama ini telah berjalan lancar.
d. Keengganan atau bahkan kesulitan untuk melakukan perubahan. Pada umumnya orang merasa enggan, merasa berat, atau bahkan menentang terhadap perubahan karena perubahan berarti kerja keras. Sangat boleh jadi pada diri guru ada juga yang berpikiran dan memiliki perasaan semacam ini. Perubahan melalui penelitian tindakan kelas benar-benar menuntut keseriusan guru, baik dilihat dari aspek pikiran, tenaga, waktu, dan tentunya sikap untuk berubah. Selama guru merasa sudah mapan atau sudah merasa cocok dengan situasi kerjanya, selama itu pula para guru sulit untuk diajak berubah. Padahal penelitian tindakan kelas menuntut adanya kemauan kuat dari diri guru untuk melakukan perubahan. Keinginan untuk melakukan perubahan ini dimulai dari adanya ketidakpuasan terhadap kegiatan pembelajaran yang selama ini dilakukan dan dianggap sudah menjadi suatu kemapanan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar