BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertin Sumber Data Penelitian
Sumber
data dimaksudkan semua informasi baik yang merupakan benda nyata, sesuatu yang
abstrak, peristiwa/ gejala baik secara kuantitatif ataupun kualitatif. Sumber
data yang bersifat kualitatif didalam penelitian diusahakan tidak bersifat
subjektif, oleh sebab itu perlu diberi bobot peringatan bobot. Dibawah ini di
beberapa contoh tentang sumber data.
1.
Sumber data dalam bentuk benda nyata antara lain:
a)
Barang hidup misalnya: manusia, hewan, tumbuhan
b) Barang mati misalnya: rumah, sepeda, saluran irigasi, jembatan dan pesawat.
2.
Sumber data dalam bentuk abstrak antara lain:
a)
Perasaan, kepercayaan
b) Kekuatan supra natural
3.
Sumber data dalam bentuk peristiwa/ gejala antara lain:
a)
Gejala alami misalnya: tanah longsor, banjir, gerhana matahari.
b) Gejala non alami misalnya:meningkatkan kenakalan remaja, meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa, budaya membaca pada anak.
4.
Sumber data kuantitatif
Sumber data kuantitatif adalah sumber data yang mampu disuguhkan
dalam bentuk angka-angka. Sumber data yang demikian akan sangat menguntungkan
didalam pekerjaan analisis, karena secara langsung dapat diterapkan metode
analisis disamping lebih bersifat obyektif.
Contoh : selama tahun 2002 pada kwartal pertama di pulau Jawa
terjadi peristiwa gempa bumi 20 kali, banjir 5 kali dan kebakaran hutan2 kali.
5.
Sumber data kualitatif
Sumber data kualitatif adalah sumber data yang disuguhkan dalam
bentuk dua parameter “abstrak”, misalnya: banyak-sedikit, tinggi-rendah,
tuaa-muda, panas- dingin, situasi aman-tidak aman, laba- nirlaba.
Agar sumber data tersebut dapat dianalisis dengan metode statistik
maka data kualitatif harus ditransformasikan menjadi data yang bersifat
kuantitatif. Agar usaha mentransformasikan nilai tersebut terlepas/ bebas dari
subyektifitas diperlukan penguasaan bidang ilmu yang bersangkutan.
Contoh: suatu kasus pencurian sepedamotor dikatakan kecil apabila
jumlah pencurian antara 1-4tiap hari, dikatakan besar apabila pencurian antara
5-10 tiap hari.[1]
B.
Jenis-Jenis Penelitian
1. Jenis Penelitian Berdasarkan Tujuan
-
Penelitian Eksplorasi
Penelitian
eksplorasi adalah jenis penelitian yang dilaksanakan untuk menemukan ilmu
(pendidikan ) dan masalah masalah yang baru dalam bidang pendidikan.ilmu
pendidikan dan masalah masalah yang diperlukan melalui penelitian pendidikan
benar benar baru dan belum pernah diketahui sebelumnya.
Misalnya,suatu penelitian telah menghasilkan profil atau kriteria kepemimpinan
efektif dalam manejemen berbasis sekolah,atau penelitian tentang suatu metode
atau prosedur baru dalam pembelajaran bahasa inggris yang menyenangkan peserta
didik.
-
Penelitian Pengembangan
Penelitian
pengembangan adalah jenis penelitian yang dilaksanakan untuk mengembangkan ilmu
(pendidikan) yang telah ada. Penelitian dilakukan untuk mengembangkan,
memperdalam atau memperluas ilmu (pendidikan) yang telah ada. Misalnya,
penelitian tentang implementasi metode inquiry dalam pembelajaran IPS yang
sebelumnya telah digunakan dalam pembelajaran IPA atau penelitian tentang
sistem penjaminan mutu (Quality asurance) dalam organisasi/satuan pendidikan
yang sebelumnya telah berhasil diterapkan dalam organisasi bisnis atau
perusahaan.
-
Penelitian Verifikasi
Penelitian
ini adalah jenis penelitian yang dilaksanakan untuk menguji kebenaran ilmu-ilmu
(pendidikan) yang telah ada, baik berupa konsep, prinsip, prosedur, dalil
maupun praktek pendidikan itu sendiri. Data penelitian yang diperoleh digunakan
untuk membuktikan adanya keraguan terhadap informasi atau masalah-masalah ilmu
pendidikan.
Misalnya,
suatu penelitian dilakukan untuk membuktikan adanya pengaruh kecerdasan
emosional terhadap gaya kepemimpinan, atau penelitian yang dilakukan untuk
menguji efektifitas model-model pembelajaran yang telah ada dalam mata
pelajaran tertentu.
2. Jenis Penelitian Berdasarkan Pendekatan
-
Penelitian Kuantitatif (quantitative
research)
Penelitian
kuantitatif ini adalah penelitian yang digunakan untuk menjawab permasalahan
melalui teknik pengukuraan yang cermat terhadap varaiabel-variabel tertentu,
sehingga mengasilkan simpulan simpulan yang dapat digeneralisasikan, lepas dari
konteks waktu dan situasi serta jenis data yang dikumpulkan terutama data
kuantitatif.
Penelitian
kuantitatif banyak digunakan terutama untuk mengembangkan teori dalam suatu
disiplin ilmu. Penggunaan pengkuran disertai analisis secara statis di dalam
penellitian mengimplikasikan bahwa penelitian ini menggunakan metode
kuantitatif.
-
Penelitian Kuliatatif (Qualitative Research)
Penelitian
kualitatif ini adalah penelitian untk menjawab permasalahan yang
memerlukan pemahaman secara mendalam dalam konteks waktu dan situasi yang
bersangkutan, dilakuukan secara wajar dan alami sesuai dengan kondisi objektif
dilapangan tanpa adanya manipulasi, serta jenis data yang dikumpulkan terutama
data kualitatif. Proses penelitian yang dimaksud antara lain melakukan
pengamatan terhadap orang dalam kehidupannya sehari-hari, berinteraksi dengan
mereka, dan berupaya dalam memahami bahasa dan tafsiran mereka tentang dunia
sekitarnya. Untuk itu, peneliti harus terjun dalam lapangan dengan waktu yang
cukup lama.
-
Penelitian Perkembangan (Developmental Reseach)
Penelitian
perkembangan ini adalah suatu kajian tentang pola dan urutan pertumbuhan dan /
atau perubahan sebagai fungsi waktu. Objek penelitiannya adalah perubahan atau
kemajuan yang dicapai oleh individu, seperti peserta didik, guru, kepala
sekolah, dan unit-unit pendidikan lainnya. Tujuan peelitian ini adalah untuk
mengetahui perkembangan individu dalam kurun waktu tertentu.
Penelitian
perkembangan terdiri dari tiga jenis.
a. Studi
alur panjang (longitudinal)
Studi ini
mempelajari pertumbuhan, perkembangan, dan perubahan individu yang sama, perkembangan
yang berbeda dalam waktu yang cukup lama (jangka panjang)
b. Studi
silang-sekat (cross-selectional)
Studi ini
mengkaji tentang pertumbuhan, perkembangan, dan perubahan yang terjadi pada
individu pada tingkat atau kelompok usia tertetu dengan waktu yang cukup
singkat (jangka pendek). Peneliti tidak perlu mengamati individu teralu lama
karena dapat diganti dengan subjek baru dari berbagai kelompok/tingkat usia.
Untuk menarik simpulan, peneliti tidak perlu menunggu waktu yang cukup lama.
Misalnya, meneliti tentang kemampuan berbahasa Indonesia pada peserta didik di
kelas satu saja atau di kelas dua saja, dan seterusnya.
c. Studi
kecenderungan (ternd)
Studi ini
bertujuan untuk menentukan bentuk perubahan di masa lampau agar dapat
memprediksi bentuk perubahan di masa datang. Fungsi studi ini adalah
memprediksi kecenderungan yang akan terjadi pada masa yang akan datang.
3. Jenis Penelitian Berdasarkan Tempat
1. Penelitian
Kepustakaan (libarary research), yaitu penelitian yang dilaksanakan di
perpustakaan.
2. Penelitian
laboratrium (laboratory research), yaitu penelitian yang dilaksanakan di
laboratorium. Penelitian ini sering digunakan dalam penelitian eksperimen.
3. Penelitian
lapangan (field research), yaitu penelitian ang dilaksanakan di suatu
tempat, dan tempat itu diluar perpustakaan dan laboratorium.
4. Penelitian Terapan (applied research)
Penelitian
terapan dilakukan berkenaan dengan pemecahan masalah dan kenyataan-kenyataan
praktis, penerapan, dan pengembangan ilmu pengetahuan yang dihasilkan oleh
penelitian dasar dalam kehidupan nyata. Fungsi penelitian ini adalah untuk
memecahkan masalah-masalah praktis. Tujuan penelitian terapan tidak semata-mata
untuk mengembangkan wawaasan keilmuan, tetapi juga untuk pemecahan masalah
praktis, sehingga hasil penelitian dapat dimanfaatkan.
5. Penelitian Tindakan (action research)
Penelitian
ini adalah suatu bentuk penelitian refleksi-diri melalui tindakan nyata dalam
situasi yang sebenarnya. Tujuannya adalah untuk memperbaiki proses dan peahaman
tentang praktik-praktik pendikan secara utuh, mengembangkan profesional, dan
meningkatkan hasil kegiatan. Tujuan penelitian ini menunjukkan implikasi yang
harus diperhatikan. Pertama, penelitian tindakan harus dilakukan secara ilmiah
sesuai konsep penelitian ilmiah. Kedua, harus meliatkan kelompok partsipan
sehingga dapat dilakukan kolaborasi. Ketiga, harus dilakukan untuk memperbaiki
praktik pendidikan seperti ketrampilan mengajar. Keempat, harus dilakukan untuk
acuan melakukan refleksi diri.
Aspek
pokok penelitian tindakan ini ada tiga, yaitu:
a. Untuk
memperbaiki praktik
b. Untuk
mengembangkan kemampuan profesional dalam arti mengembangkan pemahaman dan
ketrampilan baru para praktisi dalam praktik yang dilaksanakan
c. Untuk
memperbaiki keadaan atau situasi tersebut dilaksanakan.
Inti dari
penelitian tindakan ini adalah menekankan pada tindakan dalam praktik atau
situasi nyata yang terbatas, sehingga diharapkan dari tindakan tersebut dapat
memperbaiki dan meningkatkan mutu pembelajaran.
6. Penelitian Penilaian
(assessment research)
Penelitian
penilaian adalah penelitian yang dilakukan untuk menentukan perubahan atau
perbaikan perilaku individu setelah menjalani suatu perlakuan dengan waktu dan
program tertentu.
7. Penelitian Evaluasi (evaluation
research)
Penelitian
evaluasi merupakan bagian dari penelitian terapan, tetapi tujuannya dapat
dibedakan dengan penelitian terapan. Penelitian evaluatif adalah penelitian
yang digunakan untuk penilaian keberhasilan, manfaat, kegunaan, sumbangan, dan
kelayakan suatu program, produk, atau kegiatan suatu lembaga berdasarkan
kreteri tertentu. Manfaat penelitian ini antara lain adalah dapat menambah
waawasan tentang suatu kegiatan dan dapat mendorong penelitian atau
pengembangan lebih lanjut, serta membantu para pimpinan untuk melakukan
kebijakan.
Penelitian
evaluatif menjelaskan adanya kegiatan penelitian yang sifatnya mengevaluasi
terhadap sesuatu objek, yang biasanya merupakan pelaksanaan dan rencana. Jadi
bisa dikatakan juga penelitian ini adalah penelitian yang bertujuan untuk
mengumpulkan informasi tentang apa yang terjadi, yang merupakan kondisi nyata
mengenai keterlaksanaan rencana yang memerlukan evaluasi.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Sumber data dimaksudkan semua informasi baik yang merupakan benda nyata,
sesuatu yang abstrak, peristiwa/ gejala baik secara kuantitatif ataupun
kualitatif.Sumber data yang bersifat kualitatif didalam penelitian diusahakan
tidak bersifat subjektif.Contoh sumber data bisa berupa orang, tempat, ataupun
teks seperti buku, jurnal, ataupun penelitian terdahulu. Buku referensi yang
baik akan berisi tulisan yang mendalam mengenai topik tertentu dan disertai
dengan teori-teori penunjangnya sehingga kita akan dapat mengetahui
perkembangan teori dalam ilmu yang dibahas dalam buku tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Sukandarrumidi, Metodologi Penelitian,(Yogyakarta:
Gajah Mada University, 2012), hlm 44-46.
Suhardi, Bergiat Dalam Penelitian Ilmiah Remaja, (Yogjakarta: Flamingo,
2013), hlm 71-72
[1] Sukandarrumidi, Metodologi Penelitian,(Yogyakarta:
Gajah Mada University, 2012), hlm 44-46.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar