BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENELITIAN
PENDIDIKAN
Penelitian Pendidikan adalah cara yang digunakan dan dapat dipertanggung
jawabkan mengenai proses pendidikan. Tujuannnya adalah untuk menemukan prinsip-prinsip
umum, atau penafsiran tingkah laku yag dapat dipakai untuk meneangkan,
meramalkan, dan mengendalikan kejadian-kejadian dalam lingkungan pendidikan[1].
B.
RUANG
LINGKUP PENELITIAN PENDIDIKAN
Penelitian dalam bidang pendidikan banyak
yang lebih diarahkan pada aplikasi dari konsep dan teori. Penelitian demikian
ini dikelompokkan sebagai penelitian terapan atau applied research.
Ruang lingkup dan kajian pendidikan,
diantaranya: komponen-komponen proses pendidikan dan penelitian bidang pendidikan.
Komponen-komponen proses pendidikan tersebut meliputi: interaksi pendidikan,
tujuan pendidikan, lingkungan pendidikan, dan pergaulan pendidikan. Sedangkan
penelitian bidang-bidang pendidikan, antara lain meliputi: penelitian bidang
ilmu dan praktek pendidikan, akan dijelaskan dalam uraian berikut :
1. Penelitian Bidang ilmu dan Praktik
Pendidikan
Penelitian
dalam bidang pendidikan banyak yang lebih diarahkan pada aplikasi dari
konsep dan teori. Penelitian demikian ini dikelompokkan sebagai penelitian
terapan atau applied research. Disamping dua jenis penelitian di atas
dalam bidang ini dapat juga mengevaluasi pelaksanan atau
keberhasilan suatu sistem, ketepatan penggunaan suatu sistem, program
model, metode, media, instrumen, dsb.
a) Pendidikan Teoristis
Penelitian yang diarahkan
pada kajian bidang pendidikan teoritis ini, antara lain meliputi:
· Kajian filosofis tentang pendididikan:
idealisme, realisme, pragmatisme, eksistensialisme.
· Pendidikan dalam orientasi: tranmisi,
transaksi, dan tranformasi.
·
Konsep-konsep
pendidikan, perenialisme, esensialisme, romantisme, progresivisme, teknologi
pendidikan dan pendidikan pribadi.
b) Pendidikan Praktis
Pengelompokan
bidang pendidikan praktis tersebut, sebagai berikut:
·
Berdasarkan
lingkungan dan kelompok usia
·
Bedasarkan
jenjang
·
Bedasarkan
bidang study
2. Penelitian Bidang Ilmu, Praktik Kurikulum
dan Pembelajaran
penelitian
bidang kurikulum dan pengajaran dapat juga dilakukan penelitian
evaluasi, misalnya untuk mengevaluasi pelaksanaan atau keberhasilan suatu
model desain kurikulum/pembelajaran, implementasi kurikulum, ketepatan
penggunaan suatu model, metode, media pembalajaran, instrumen evaluasi.
3.
Lingkup
penelitian Kurikulum dan Pembelajaran[2]
Syaodih (2005) membagi lingkup penelitian
kurikulum dan pembelajaran terdiri dari: kurikulum teoritis dan kurikulum
praktis,
a. Kurikulum Teoritis (penelitian dasar)
·
Teori-teori
desain dan rekayasa kurikulum
·
Teori-teori
pengajaran/pembelajaran
·
Teori-teori
belajar
·
Teori-teori
evaluasi
b. Kurikulum Praktis (penelitian terapan dan
evaluasi)
·
Kurikulum
sebagai rencana (curriculum design)
·
Penyusunan
Kurikulum
·
Implementasi
Kurikulum
·
Evaluasi
dan penyempurnaan kurikulum
·
Manajemen
kurikulum
4.
Penelitian
Bidang Ilmu dan Praktik Manajemen Pendidikan
Kajian terhadap bidang
ilmu dan praktik manajemen tersebut yang menjadi perhatian dalam penelitian
pendidikan (Syaodih, 2005: 46-47) dirinci sebagai berikut.
a.
Lingkup
manajemen pendidikan teoritis
b.
Lingkup
manajemen pendidikan teoritis praktis
· Kepemimpinan
· Model‐model manajemen
· Berdasarkan proses manajemen Berdasarkan
komponen/ segi pengelolaannya manajemen program pendidikan
· Berdasarkan komponen pendidikan
· Berdasarkan lingkup penyelenggaraan
C.
KOMPONEN-
KOMPONEN PENDIDIKAN
1.
Interaksi
Pendidikan
Kegiatan
pendidikan diarahkan kepada pencapaian tujuan-tujuan tertentu yang disebut
tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan tersebut merupakan kegiatan untuk
mengoptimalkan perkembangan potensi, kecakapan, dan karakteristik pribadi
peserta didik. Tujuan pendidikan minimal diarahkan kepada pencapaian empat
sasaran, yaitu:
· pengembangan segi-segi kepribadian
· pengembangan kemampuan kemasyarakatan
· pengembangan kemampuan melanjutkan studi
· pengembangan kecakapan dan kesiapan untuk
bekerja
Pendidikan
merupakan suatu kegiatan yang berintikan interaksi antara peserta didik dengan
para pendidik serta berbagai sumber pendidikan. Intraksi tersebut dapat
berlangsung dalam situasi pergaulan (pendidikan), pengajaran, latihan, serta
bimbingan. Situasi seperti ini disebut pergaulan edukatif.
2.
Tujuan
Pendidikan
Tujuan
pendidikan bisa menyangkut kepentingan peserta didik sendiri, kepentingan
masyarakat dan tuntutan lapangan pekerjaan atau ketiga-tiganya yaitu peserta
didik, masyarakat dan pekerja sekaligus. Proses pendidikan diarahkan pada
peningkatan penguasaan pengetahuan, kemampuan, keterampilan, pengembangan sikap
dan nilai-nilai dalam rangka pembentukan dan pengembangan diri peserta didik.
3.
Lingkungan
Pendidikan
Proses
pendidikan selalu berlangsung dalam suatu lingkungan, Lingkungan ini mencakup
lingkungan fisik, sosial, politis, keagamaan, intelektual, dan nilai-nilai.
Lingkungan fisik terdiri atas lingkungan alam dan lingkungan buatan manusia,
yang merupakan tempat dan sekaligus memberikan dukungan kadang-kadang juga
hambatan bagi berlangsungnya proses pendidikan.
Lingkungan
sosial budaya merupakan lingkungan pergaulan antar manusia. di lingkungan ini
pendidik dan peserta didik serta orang-orang lainnya terlibat dalam pendidikan
dan terjadinya komunikasi dalam bentuk pergaulan pendidikan.
Lingkungan keagamaan adalah lingkungan
yang terkait dengan pola-pola kegiatan, perilaku manusia dalam melaksanakan
kewajiban dan nilai-nilai keagamaan.
4.
Pergaulan
Pendidikan
Dalam pergaulan
pendidikan proses pengembangan berlangsung secara informal, alamiah, dan
mungkin juga tidak disadari, walaupun dari sisi pendidik seharusnya
selalu disadari. proses pendidikan dalam situasi pergaulan berlangsung melalui
percontohan. Para pendidik dengan apa yang mereka perlihatkan, perkataan,
perbuatan. Pendidikan diberikan dengan “seluruh penampilan pendidik”, dengan
seluruh hal yang pendidik perlihatkan kepada para peserta didik, termasuk
hal-hal yang baik atau tidak.
D.
RUANG LINGKUP PENELITIAN PENDIDIKAN DI INDONESIA
Ruang lingkup penelitian
pendidikan di Indonesia meliputi penelitian pada tingkat kebijakan, tingkat
managerial dan institusional[3].
Pada lingkup manajerial,
penelitian pendidikan meliputi bidang:
a. Perencanaan pendidikan pada tingkat
nasional, propinsi/ kota dan lembaga
b. Organisasi
Diknas, dinas Propinsi/Kabupaten/Kota dan institusi pendidikan
c. Kepemimpinan pendidikan
d. Ekonomi
pendidikan
e. Bangunan pendidikan, sarana dan
prasarana pendidikan
f.
Hubungan kerjasama antar lembaga pendidikan
g.
Koordinasi pendidikan dari pusat ke daerah
h.
SDM tenaga kependidikan
i.
Evaluasi pendidikan
j.
Kearsipan, perpustakaan dan musim pendidikan
Pada tingkat institusional lingkup
penelitian meliputi berbagai bidang yaitu:
a. Aspirasi masyarakat dalam memilih pendidikan
b. Pemasaran
lembaga pendidikan
c. Sistem seleksi murid baru
d. Kurikulum,
silabe
e. Teknologi pembelajaran
f. Media pendidikan, buku ajar,dll
g. Penampilan
mengajar Guru
h. Manajemen
kelas
i. Sistem eluasi belajar
j. System ujian akhir
k. Kuantitas
dan kualitas lulsan
l. Unit
produksi
m. Perkembangan karir lulusan
n. Pembiayaan pendidikan
o. Profil pekerjaan dan tenaga kerja DUDI
p. Kebutuhan masyarakat akan lulusan pendidikan
Jadi, penelitian
pendidikan itu tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga di masyarakat yang
memerlukan institusi sekolah dan masyarakat yang menggunakan lulusan sekolah.
Penelitian pada bidang pendidikan juga dapat dilakukan pada jalur, jenjang, dan
jenis pendidikan tertentu, dengan menggunakan berbagai metode pendidikan
seperti yang telah dikemukakan. Metode penelitian yang dapat digunakan untuk
penelitian adalah metode survey, eksperimen, kualitatif dan research dan
development (R&D)[4].
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Penelitian
adalah semua kegiatan pencarian, penyelidikan dan percobaan secara ilmiah dalam
suatu bidang tertentu iuntuk mendapatkan fakta-fakta atau prinsip-prinsip baru
yang bertujuan utuk mendapatkan pengertian baru dan mebaikkan tingkat ilmu dan
dan teknologi.
Penelitian
pendidikan adalah cara yang digunakan dan dapat dipertanggung jawabkan mengenai
proses pendidikan. Tujuannnya adalah untuk menemukan prinsip-prinsip umum, atau
penafsiran tingkah laku yag dapat dipakai untuk meneangkan, meramalkan, dan
mengendalikan kejadian-kejadian dalam lingkungan pendidikan.
Adapun
ruang lingkup masalah bidang pendidikan yang harus menjadi perhatian bagi
kalangan akademisi, profesional, institusional adalah sebagai berikut:
Penelitian kebijakan pendidikan, Penelitian manajerial, Penelitian operasional.
Ruang
lingkup dan kajian pendidikan, diantaranya: komponen-komponen proses pendidikan
dan penelitian bidang pendidikan. Komponen-komponen proses pendidikan tersebut
meliputi: interaksi pendidikan, tujuan pendidikan, lingkungan pendidikan, dan
pergaulan pendidikan.
B.
SARAN
Saya
menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan
dan tidak menutup kemungkinan adanya kekurangan dan kesalahan. Karena itu, saya
mohon kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan makalah- makalah
selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
http://truerahma.blogspot.com/2017/04/konsep-dasar-dan-ruang-lingkup.html
(di akses pada tanggal 1
oktober 2018)
Margono. Metodologi Penelitian Pendidikan
(Jakarta: PT Rineka Cipta. 2007).
Nana Syaodih Sukmadinata. Metode
Penelitian Pendidikan (Bandung: Remaja Rosda Karya. 2005).
Sugiyono.
Metode Penelitian Pendidikan (Bandung: Penerbit Alfabeta. 2010).
Syukri.
Mohammad. dkk. 2007. Penelitian Pendidikan SD. Jakarta : Direktorat Jendral
Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional
[1] Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan
(Jakarta: PT Rineka Cipta, 2007), hlm. 18.
[2] Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan (Bandung:
Remaja Rosda Karya, 2005), hlm. 46-47.
[3] http://truerahma.blogspot.com/2017/04/konsep-dasar-dan-ruang-lingkup.html (di akses pada tanggal 1
oktober 2018)
[4] Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Bandung:
Penerbit Alfabeta, 2010), hlm. 45.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar