Jumat, 23 Juli 2021

Makalah Pengertian Penelitian Pendidikan

 


BAB II

PEMBAHASAN

 

A.    PENELITIAN PENDIDIKAN

Penelitian Pendidikan adalah cara yang digunakan dan dapat dipertanggung jawabkan mengenai proses pendidikan. Tujuannnya adalah untuk menemukan prinsip-prinsip umum, atau penafsiran tingkah laku yag dapat dipakai untuk meneangkan, meramalkan, dan mengendalikan kejadian-kejadian dalam lingkungan pendidikan[1].

 

B.    RUANG LINGKUP PENELITIAN PENDIDIKAN

Penelitian dalam bidang pendidikan banyak yang lebih diarahkan pada aplikasi dari konsep dan teori. Penelitian demikian ini dikelompokkan sebagai penelitian terapan atau applied research.

Ruang lingkup dan kajian pendidikan, diantaranya: komponen-komponen proses pendidikan dan penelitian bidang pendidikan. Komponen-komponen proses pendidikan tersebut meliputi: interaksi pendidikan, tujuan pendidikan, lingkungan pendidikan, dan pergaulan pendidikan. Sedangkan penelitian bidang-bidang pendidikan, antara lain meliputi: penelitian bidang ilmu dan praktek pendidikan, akan dijelaskan dalam uraian berikut :

 

1.     Penelitian Bidang ilmu dan Praktik Pendidikan

                  Penelitian dalam bidang pendidikan  banyak yang lebih diarahkan pada aplikasi dari konsep dan teori. Penelitian demikian ini dikelompokkan  sebagai penelitian terapan atau  applied research. Disamping dua jenis penelitian di atas dalam bidang ini  dapat juga mengevaluasi pelaksanan atau keberhasilan  suatu sistem, ketepatan penggunaan suatu sistem, program model, metode, media, instrumen, dsb.

a)     Pendidikan Teoristis

Penelitian yang diarahkan pada kajian bidang pendidikan teoritis ini, antara lain meliputi:

·       Kajian filosofis tentang pendididikan: idealisme, realisme, pragmatisme, eksistensialisme.

·       Pendidikan dalam orientasi: tranmisi, transaksi, dan tranformasi.

·          Konsep-konsep pendidikan, perenialisme, esensialisme, romantisme, progresivisme, teknologi pendidikan dan pendidikan pribadi.

 

b)  Pendidikan Praktis

Pengelompokan bidang pendidikan praktis tersebut, sebagai berikut:

·          Berdasarkan lingkungan dan kelompok usia 

·          Bedasarkan jenjang

·          Bedasarkan bidang study

 

2.     Penelitian Bidang Ilmu, Praktik Kurikulum dan Pembelajaran

penelitian bidang kurikulum dan pengajaran dapat juga dilakukan  penelitian  evaluasi, misalnya untuk mengevaluasi pelaksanaan atau keberhasilan suatu  model desain kurikulum/pembelajaran, implementasi kurikulum, ketepatan penggunaan suatu model, metode, media pembalajaran, instrumen evaluasi.

 

3.        Lingkup penelitian Kurikulum dan Pembelajaran[2]

                   Syaodih (2005) membagi lingkup penelitian kurikulum dan pembelajaran terdiri dari: kurikulum teoritis dan  kurikulum praktis,

a.       Kurikulum Teoritis (penelitian dasar)

·            Teori-teori desain dan rekayasa kurikulum

·            Teori-teori pengajaran/pembelajaran 

·            Teori-teori belajar 

·            Teori-teori evaluasi

b.  Kurikulum Praktis (penelitian terapan dan evaluasi)

·            Kurikulum sebagai rencana (curriculum design)

·            Penyusunan Kurikulum

·            Implementasi Kurikulum

·            Evaluasi dan penyempurnaan kurikulum

·            Manajemen kurikulum

4.          Penelitian Bidang Ilmu dan Praktik Manajemen Pendidikan

Kajian terhadap bidang ilmu dan praktik manajemen tersebut yang menjadi perhatian dalam penelitian pendidikan (Syaodih, 2005: 46-47) dirinci sebagai berikut.

a.           Lingkup manajemen pendidikan teoritis

b.          Lingkup manajemen pendidikan teoritis praktis

·       Kepemimpinan

·       Modelmodel manajemen

·       Berdasarkan proses manajemen Berdasarkan komponen/ segi pengelolaannya manajemen program pendidikan

·       Berdasarkan komponen pendidikan 

·       Berdasarkan lingkup penyelenggaraan

 

C.   KOMPONEN- KOMPONEN PENDIDIKAN

1.               Interaksi Pendidikan

          Kegiatan pendidikan diarahkan kepada pencapaian tujuan-tujuan tertentu yang disebut tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan tersebut merupakan kegiatan untuk mengoptimalkan perkembangan potensi, kecakapan, dan karakteristik pribadi peserta didik. Tujuan pendidikan minimal diarahkan kepada pencapaian empat sasaran, yaitu:

·       pengembangan segi-segi kepribadian

·       pengembangan kemampuan kemasyarakatan

·       pengembangan kemampuan melanjutkan studi

·       pengembangan kecakapan dan kesiapan untuk bekerja

 

Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang berintikan interaksi antara peserta didik dengan para pendidik serta berbagai sumber pendidikan. Intraksi tersebut dapat berlangsung dalam situasi pergaulan (pendidikan), pengajaran, latihan, serta bimbingan. Situasi seperti ini disebut pergaulan edukatif.

 

2.                  Tujuan Pendidikan

            Tujuan pendidikan bisa menyangkut kepentingan peserta didik sendiri, kepentingan masyarakat dan tuntutan lapangan pekerjaan atau ketiga-tiganya yaitu peserta didik, masyarakat dan pekerja sekaligus. Proses pendidikan diarahkan pada peningkatan penguasaan pengetahuan, kemampuan, keterampilan, pengembangan sikap dan nilai-nilai dalam rangka pembentukan dan pengembangan diri peserta didik.

 

3.     Lingkungan Pendidikan

          Proses pendidikan selalu berlangsung dalam suatu lingkungan, Lingkungan ini mencakup lingkungan fisik, sosial, politis, keagamaan, intelektual, dan nilai-nilai. Lingkungan fisik terdiri atas lingkungan alam dan lingkungan buatan manusia, yang merupakan tempat dan sekaligus memberikan dukungan kadang-kadang juga hambatan bagi berlangsungnya proses pendidikan.

                      Lingkungan sosial budaya merupakan lingkungan pergaulan antar manusia. di lingkungan ini pendidik dan peserta didik serta orang-orang lainnya terlibat dalam pendidikan dan terjadinya komunikasi dalam bentuk pergaulan pendidikan.

Lingkungan keagamaan adalah lingkungan yang terkait dengan pola-pola kegiatan, perilaku manusia dalam melaksanakan kewajiban dan nilai-nilai keagamaan.

 

4.     Pergaulan Pendidikan

Dalam pergaulan pendidikan proses pengembangan berlangsung secara informal, alamiah, dan mungkin juga tidak  disadari, walaupun dari sisi pendidik seharusnya selalu disadari. proses pendidikan dalam situasi pergaulan berlangsung melalui percontohan. Para pendidik dengan apa yang mereka perlihatkan, perkataan, perbuatan. Pendidikan diberikan dengan “seluruh penampilan pendidik”, dengan seluruh hal yang pendidik perlihatkan kepada para peserta didik, termasuk hal-hal yang baik atau tidak.

 

D.    RUANG LINGKUP PENELITIAN PENDIDIKAN DI INDONESIA

Ruang lingkup penelitian pendidikan di Indonesia meliputi penelitian pada tingkat kebijakan, tingkat managerial dan institusional[3].

Pada lingkup manajerial, penelitian pendidikan meliputi bidang:

a.       Perencanaan pendidikan pada tingkat nasional, propinsi/ kota dan lembaga

b.       Organisasi Diknas, dinas Propinsi/Kabupaten/Kota dan institusi pendidikan

c.       Kepemimpinan pendidikan

d.       Ekonomi pendidikan

e.       Bangunan pendidikan, sarana dan prasarana pendidikan

f.       Hubungan kerjasama antar lembaga pendidikan

g.      Koordinasi pendidikan dari pusat ke daerah

h.      SDM tenaga kependidikan

i.       Evaluasi pendidikan

j.       Kearsipan, perpustakaan dan musim pendidikan

Pada tingkat institusional lingkup penelitian meliputi berbagai bidang yaitu:

a.       Aspirasi masyarakat dalam memilih pendidikan

b.       Pemasaran lembaga pendidikan

c.       Sistem seleksi murid baru

d.       Kurikulum, silabe

e.       Teknologi pembelajaran

f.        Media pendidikan, buku ajar,dll

g.       Penampilan mengajar Guru

h.       Manajemen kelas

i.        Sistem eluasi belajar

j.        System ujian akhir

k.       Kuantitas dan kualitas lulsan

l.        Unit produksi

m.      Perkembangan karir lulusan

n.       Pembiayaan pendidikan

o.       Profil pekerjaan dan tenaga kerja DUDI

p.       Kebutuhan masyarakat akan lulusan pendidikan

 

Jadi, penelitian pendidikan itu tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga di masyarakat yang memerlukan institusi sekolah dan masyarakat yang menggunakan lulusan sekolah. Penelitian pada bidang pendidikan juga dapat dilakukan pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu, dengan menggunakan berbagai metode pendidikan seperti yang telah dikemukakan. Metode penelitian yang dapat digunakan untuk penelitian adalah metode survey, eksperimen, kualitatif dan research dan development (R&D)[4].

BAB III

PENUTUP

 

A.    KESIMPULAN

 

Penelitian adalah semua kegiatan pencarian, penyelidikan dan percobaan secara ilmiah dalam suatu bidang tertentu iuntuk mendapatkan fakta-fakta atau prinsip-prinsip baru yang bertujuan utuk mendapatkan pengertian baru dan mebaikkan tingkat ilmu dan dan teknologi.

Penelitian pendidikan adalah cara yang digunakan dan dapat dipertanggung jawabkan mengenai proses pendidikan. Tujuannnya adalah untuk menemukan prinsip-prinsip umum, atau penafsiran tingkah laku yag dapat dipakai untuk meneangkan, meramalkan, dan mengendalikan kejadian-kejadian dalam lingkungan pendidikan.

Adapun ruang lingkup masalah bidang pendidikan yang harus menjadi perhatian bagi kalangan akademisi, profesional, institusional adalah sebagai berikut: Penelitian kebijakan pendidikan, Penelitian manajerial, Penelitian operasional.

Ruang lingkup dan kajian pendidikan, diantaranya: komponen-komponen proses pendidikan dan penelitian bidang pendidikan. Komponen-komponen proses pendidikan tersebut meliputi: interaksi pendidikan, tujuan pendidikan, lingkungan pendidikan, dan pergaulan pendidikan.

 

B.    SARAN

Saya menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan tidak menutup kemungkinan adanya kekurangan dan kesalahan. Karena itu, saya mohon kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan makalah- makalah selanjutnya.

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://truerahma.blogspot.com/2017/04/konsep-dasar-dan-ruang-lingkup.html

(di akses pada tanggal 1 oktober 2018)

Margono. Metodologi Penelitian Pendidikan (Jakarta: PT Rineka Cipta. 2007).

Nana Syaodih Sukmadinata. Metode Penelitian Pendidikan (Bandung: Remaja Rosda Karya. 2005).

Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan (Bandung: Penerbit Alfabeta. 2010).

Syukri. Mohammad. dkk. 2007. Penelitian Pendidikan SD. Jakarta : Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional



[1] Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2007), hlm. 18.

[2] Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2005), hlm. 46-47. 

[4] Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Bandung: Penerbit Alfabeta, 2010), hlm. 45.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makalah Neo-Sufisme: Konsep dan Prospeknya di Dunia Islam Modern

  Makalah Neo-Sufisme: Konsep dan Prospeknya di Dunia Islam Modern Pendahuluan Ketika arus modernisasi menghujani dunia Islam, proses modern...