BAB II
PELAKSANAAN PRAKTEK PEMBELAJARAN
A. Persiapan dan
Pelaksanaan Praktek Pembelajaran
1. Tahap
Persiapan
Persiapan sebelum melaksanakan praktek pengalaman lapangan
meliputi:
Pembekalan
Sebelum diterjunkan langsung ke sekolah untuk melaksanakan
Praktek Pengalaman lapangan, mahasiswa praktikan diberi pembekalan terlebih
dahulu dengan tujuan memberikan gambaran tentang hal-hal yang akan dilaksanakan
selama melaksanakan PPL, pelaksanakan pembekalan dilaksanakan pada tanggal 21 s/d 23 Juli 2010 yang bertempat di gedung
Auditorium Ukhwah Islamyah Universitas Muhammadiyah Purwokerto, dari pembekalan
tersebut mahasiswa mendapat materi-materi yang dibutuhkan dalam pelaksanaan
PPL.
Penyerahan
Mahasiswa praktikan yang di tempatkan di SMP N 1 Sumbang
diserahkan oleh pihak panitia PPL Universitas Muhammadiyah Purwokerto pada
tanggal 4 Agustus 2010, yang di serahkan oleh Bapak Bambang selaku DPL kepada
Kepala Sekolah SMP N1 Sumbang. Proses penyerahan dilaksanakan di ruang
laboratorium dan di terima oleh Kepala Sekolah SMP N 1 Sumbang.
Observasi lapangan
Sebelum melaksankan PPL, praktikan melakukan kegiatan
observasi dengan tujuan untuk mengetahui dan mengenali kondisi SMP N 1 Sumbang
baik dari segi lingkungan maupun dari siswa.
2. Tahap-tahap
Pelaksanaan
Pemberian Tugas
Pada tahap ini praktikan mendapat tugas dari guru pamong
yang berupa kurikulum satuan pendidikan yang dijadikan rujukan dalam pembuatan
persiapan mengajar dan pokok bahasan yang diajarkan. Dalam melaksanakan
kegiatan praktek mengajar di SMP1 Sumbang, Praktikan diberi tugas mengajar di
kelas VII. Pada tahap ini praktikan mendapat tugas dari guru pamong yang berupa
kurikulum satuan pendidikan yang dijadikan rujukan dalam pembuatan persiapan
mengajar dan pokok bahasan yang diajarkan. Dalam melaksanakan kegiatan praktek
mengajar di SMP N1 Sumbang, praktikan diberi tugas mengajar di kelas VII.
Konsultasi Rencana Pembelajaran
Sebelum melakukan kegiatan mengajar, terlebih dahulu
praktikan melakukan bimbingan dalam pembuatan rencana pelaksaan pembelajaran
sesuai dengan materi yang diberikan oleh guru pamong.
Pelaksanaan Praktek Mengajar
Praktikan melakukan praktek sesuai dengan persipan mengajar
sebelumnya telah disetujui oleh guru pamong dengan menekankan pada:
· Menerangkan
metode mengajar dengan kebutuhan pelaksanaan belajar mengajar.
· Memanfaatkan
sumber belajar secara efektif.
· Menggunakan
media pengajaran yang diperlukan.
Evaluasi
Setelah melakukan kegiatan belajar mengajar, praktikan
berkonsultasi dan berdiskusi dengan guru pamong untuk mendapatkan informasi dan
saran tentang pelaksanaan mengajar yang telah dilaksanakan guna perbaikan pada
pembelajaran berikutnya.
B. Faktor
Penunjang
Selama pelaksanaan kegiatan PPL khususnya dalam praktek
mengajar, ada beberapa hal yang mendukung kelancaran dan keberhasilan
praktikan, antara lain:
Faktor Siswa
a. Kesadaran
siswa untuk memperhatikan penjelasan materi yang di sampaikan praktikan
sehingga penyampaian metari dapat berjalan lancer.
b. Siswa aktif
untuk mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh praktikan.
c. Setiap siswa
memiliki sumber LKS yang mempermudah dan membantu siswa belajar di rumah dengan
membaca ringkasan materi yang ada.
Faktor Guru Pamong
a. Guru pamong
selalu memberikan masukan yang membangun terutama dalam hal penugasan materi.
b. Guru pamong
bersikap terbuka untuk membantu kesulitan praktikan dalam proses pembelajaran,
baik kesulitan yang berhubungan dengan materi, dan kesulitan yang lain yang
berhubungan dengan pembelajaran praktikan.
Faktor Sekolah
a. Kedisiplinan
di SMP N 1 Sumbang terhadap siswa sangat membantu praktikan, karena dengan
disiplin tersebut para siswa dapat mengikuti pelajaran dengan hikmat dari awal
sampai akhir.
Faktor Praktikan
Praktikan selalau berusaha melaksanakan PPL dengan sebaik
mungkin, terutama dalam proses belajar mengajar, praktikan terlebih dahulu
membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dimana praktikan menentukan
kompetensi dasar. Indikator dari setiap pembelajaran dan juga pemilihan metode
serta berusaha dengan semaksimal mungkin menguasi materi dan sedapat mungkin
untuk dapat menguasi kelas.
C. Faktor
Penghambat
Selain faktor penunjang yang telah dikemukakan di atas,
praktikan juga mempunyai hambatan yang dapat mengganggu kelancaran jalannya
proses belajar. Adapun faktor penghambat kegiatan belajar mengajar, antara
lain:
· Kurangnya
kesadaran siswa untuk belajar sendiri meskipun siswa memiliki buku pegangan
yang berupa lembar kerja siswa (LKS), sehingga guru harus menerangkan dengan
detail materi yang ada dalam LKS tersebut.
· Adanya
anggapan bahwa guru praktikan merupakan guru sementara, sehingga tidak dapat
member nilai terhadap siswa.
· Kurang
percayanya siswa dan sulitnya siswa untuk menerima praktikan serta selalu
membandingkan dengan guru mata pelajaran.
D. Pemecahan
Dengan adanya faktor-faktor penghambat tersebut, maka
praktikan dituntut untuk mencari solusi dari masalah yang ada demi kelancaran
proses belajar mengajar, sehingga dapat berjalan dengan lancar. Adapun
pemecahan masalah antara lain:
· Praktikan
menyesuaikan jadwal pelajaran yang sudah siataur oleh pihak sekolah.
· Jika
pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) berada di jam terahir, maka
praktikan dalam menerangkan materi pelajaran mencoba untuk sedikit pelan dan
bila perlu diulang-ulang agara siswa jelas.
· Dengan
anggapan bahwa praktikan hanyalah sebagai guru sementara oleh siswa dan tidak
dapat member nilai, praktikan sebelumnya menyampaikan bahwa guru praktikan
sebelumnya menyampaikan bahwa guru praktikan telah diberikan tanggung jawab dan
kekuasaan penuh untuk memegang kelas dalam proses belajar mengajar oleh guru
mata pelajaran.
· Kurangnya
penguasaan materi oleh siswa dan kurangnya kesadaran siswa untuk belajar di
rumah, maka praktikan dalam memberikan materi disertai dengan menjelaskan
konsep-konsep dasar yang diperlukan lebih banyak memberikan latihan soal dan
memberikan pekerjaan rumah yang diambil dari LKS.
· Kesulitan
siswa menerima praktikan dan selalu membandingkan dengan guru mata pelajaran
merupakan sikap yang wajar, dalam hal ini praktikan berusaha semaksimal mungkin
menimbulkan rasa percaya siswa terhadap praktikan. Maka dalam menyajikan materi
harus sudah benar-benar siap.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar