Jumat, 23 Juli 2021

MAKALAH PELAKSANAAN PRAKTEK PEMBELAJARAN

 


BAB II

PELAKSANAAN PRAKTEK PEMBELAJARAN

 

A.    Persiapan dan Pelaksanaan Praktek Pembelajaran

1.      Tahap Persiapan

Persiapan sebelum melaksanakan praktek pengalaman lapangan meliputi:

Pembekalan

Sebelum diterjunkan langsung ke sekolah untuk melaksanakan Praktek Pengalaman lapangan, mahasiswa praktikan diberi pembekalan terlebih dahulu dengan tujuan memberikan gambaran tentang hal-hal yang akan dilaksanakan selama melaksanakan PPL, pelaksanakan pembekalan dilaksanakan pada tanggal  21 s/d 23 Juli 2010 yang bertempat di gedung Auditorium Ukhwah Islamyah Universitas Muhammadiyah Purwokerto, dari pembekalan tersebut mahasiswa mendapat materi-materi yang dibutuhkan dalam pelaksanaan PPL.

Penyerahan

Mahasiswa praktikan yang di tempatkan di SMP N 1 Sumbang diserahkan oleh pihak panitia PPL Universitas Muhammadiyah Purwokerto pada tanggal 4 Agustus 2010, yang di serahkan oleh Bapak Bambang selaku DPL kepada Kepala Sekolah SMP N1 Sumbang. Proses penyerahan dilaksanakan di ruang laboratorium dan di terima oleh Kepala Sekolah SMP N 1 Sumbang.

 

 

Observasi lapangan

Sebelum melaksankan PPL, praktikan melakukan kegiatan observasi dengan tujuan untuk mengetahui dan mengenali kondisi SMP N 1 Sumbang baik dari segi lingkungan maupun dari siswa.

 

2.      Tahap-tahap Pelaksanaan

Pemberian Tugas

Pada tahap ini praktikan mendapat tugas dari guru pamong yang berupa kurikulum satuan pendidikan yang dijadikan rujukan dalam pembuatan persiapan mengajar dan pokok bahasan yang diajarkan. Dalam melaksanakan kegiatan praktek mengajar di SMP1 Sumbang, Praktikan diberi tugas mengajar di kelas VII. Pada tahap ini praktikan mendapat tugas dari guru pamong yang berupa kurikulum satuan pendidikan yang dijadikan rujukan dalam pembuatan persiapan mengajar dan pokok bahasan yang diajarkan. Dalam melaksanakan kegiatan praktek mengajar di SMP N1 Sumbang, praktikan diberi tugas mengajar di kelas VII.

Konsultasi Rencana Pembelajaran

Sebelum melakukan kegiatan mengajar, terlebih dahulu praktikan melakukan bimbingan dalam pembuatan rencana pelaksaan pembelajaran sesuai dengan materi yang diberikan oleh guru pamong.

Pelaksanaan Praktek Mengajar

Praktikan melakukan praktek sesuai dengan persipan mengajar sebelumnya telah disetujui oleh guru pamong dengan menekankan pada:

·         Menerangkan metode mengajar dengan kebutuhan pelaksanaan belajar mengajar.

·         Memanfaatkan sumber belajar secara efektif.

·         Menggunakan media pengajaran yang diperlukan.

Evaluasi

Setelah melakukan kegiatan belajar mengajar, praktikan berkonsultasi dan berdiskusi dengan guru pamong untuk mendapatkan informasi dan saran tentang pelaksanaan mengajar yang telah dilaksanakan guna perbaikan pada pembelajaran berikutnya.

B.     Faktor Penunjang

Selama pelaksanaan kegiatan PPL khususnya dalam praktek mengajar, ada beberapa hal yang mendukung kelancaran dan keberhasilan praktikan, antara lain:

Faktor Siswa

a.       Kesadaran siswa untuk memperhatikan penjelasan materi yang di sampaikan praktikan sehingga penyampaian metari dapat berjalan lancer.

b.      Siswa aktif untuk mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh praktikan.

c.       Setiap siswa memiliki sumber LKS yang mempermudah dan membantu siswa belajar di rumah dengan membaca ringkasan materi yang ada.

Faktor Guru Pamong

a.       Guru pamong selalu memberikan masukan yang membangun terutama dalam hal penugasan materi.

b.      Guru pamong bersikap terbuka untuk membantu kesulitan praktikan dalam proses pembelajaran, baik kesulitan yang berhubungan dengan materi, dan kesulitan yang lain yang berhubungan dengan pembelajaran praktikan.

Faktor Sekolah

a.       Kedisiplinan di SMP N 1 Sumbang terhadap siswa sangat membantu praktikan, karena dengan disiplin tersebut para siswa dapat mengikuti pelajaran dengan hikmat dari awal sampai akhir.

 Faktor Praktikan

Praktikan selalau berusaha melaksanakan PPL dengan sebaik mungkin, terutama dalam proses belajar mengajar, praktikan terlebih dahulu membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dimana praktikan menentukan kompetensi dasar. Indikator dari setiap pembelajaran dan juga pemilihan metode serta berusaha dengan semaksimal mungkin menguasi materi dan sedapat mungkin untuk dapat menguasi kelas.

C.    Faktor Penghambat

Selain faktor penunjang yang telah dikemukakan di atas, praktikan juga mempunyai hambatan yang dapat mengganggu kelancaran jalannya proses belajar. Adapun faktor penghambat kegiatan belajar mengajar, antara lain:

·         Kurangnya kesadaran siswa untuk belajar sendiri meskipun siswa memiliki buku pegangan yang berupa lembar kerja siswa (LKS), sehingga guru harus menerangkan dengan detail materi yang ada dalam LKS tersebut.

·         Adanya anggapan bahwa guru praktikan merupakan guru sementara, sehingga tidak dapat member nilai terhadap siswa.

·         Kurang percayanya siswa dan sulitnya siswa untuk menerima praktikan serta selalu membandingkan dengan guru mata pelajaran.

D.    Pemecahan

Dengan adanya faktor-faktor penghambat tersebut, maka praktikan dituntut untuk mencari solusi dari masalah yang ada demi kelancaran proses belajar mengajar, sehingga dapat berjalan dengan lancar. Adapun pemecahan masalah antara lain:

·         Praktikan menyesuaikan jadwal pelajaran yang sudah siataur oleh pihak sekolah.

·         Jika pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) berada di jam terahir, maka praktikan dalam menerangkan materi pelajaran mencoba untuk sedikit pelan dan bila perlu diulang-ulang agara siswa jelas.

·         Dengan anggapan bahwa praktikan hanyalah sebagai guru sementara oleh siswa dan tidak dapat member nilai, praktikan sebelumnya menyampaikan bahwa guru praktikan sebelumnya menyampaikan bahwa guru praktikan telah diberikan tanggung jawab dan kekuasaan penuh untuk memegang kelas dalam proses belajar mengajar oleh guru mata pelajaran.

·         Kurangnya penguasaan materi oleh siswa dan kurangnya kesadaran siswa untuk belajar di rumah, maka praktikan dalam memberikan materi disertai dengan menjelaskan konsep-konsep dasar yang diperlukan lebih banyak memberikan latihan soal dan memberikan pekerjaan rumah yang diambil dari LKS.

·         Kesulitan siswa menerima praktikan dan selalu membandingkan dengan guru mata pelajaran merupakan sikap yang wajar, dalam hal ini praktikan berusaha semaksimal mungkin menimbulkan rasa percaya siswa terhadap praktikan. Maka dalam menyajikan materi harus sudah benar-benar siap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makalah Neo-Sufisme: Konsep dan Prospeknya di Dunia Islam Modern

  Makalah Neo-Sufisme: Konsep dan Prospeknya di Dunia Islam Modern Pendahuluan Ketika arus modernisasi menghujani dunia Islam, proses modern...