Jumat, 23 Juli 2021

Gerakan Mahasiswa Islam

 


BAB I

PENDAHULUAN 

Latar Belakang

          Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau yang disingkat dengan PMII adalah sebuah organisasi kemahasiswaan yang berdiri pada tanggal 17 April tahun 1960 di Surabaya. Adapun ketua umum pertama PMII bernama Mahbub Djunaidi.

 

            Ide dasar berdirinya Pergerakan Mahasiswa Indonesia (PMII) bermula dari adanya hasrat kuat para mahasiswa Nahdiyin untuk membentuk suatu wadah (organisasi) mahasiswa yang berideologi Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja). Sebelum berdirinya PMII, sudah ada organisasi mahasiswa Nahdiyin, namun masih bersifat lokal. Organisasi itu diantaranya Ikatan Mahasiswa Nahdatul Ulama (IMANU) berdiri pada Desember 1955 di Jakarta. Di Surakarta didirikan Keluarga Mahasiswa Nahdatul Ulama (KMNU) Pada tahun yang sama. Kemudian berdiri juga persatuan mahasiswa nahdatul ulama (PMNU) DI Bandung.selain organisasi tersebut, adapula mahasiswa nahdiyin yang tergabung pda Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) yang terwadahi pada departemen perguruan tinggi.

 

            Nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII ada 4 yaitu Man tauhid, HabluminAllah, Habluminnas, Habluminal-alam. Dimana NDP menjadi sumber kekuatan ideal-moral dari aktivitas pergerakan dan menjadi pusat argumentasi dan mengikat kebenaran dari kebebasan berfikir.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.    PMII dan Kelompok Cipayung

 

Sekils sejarah terbentuknya KELOMPOK CIPAYUNG

Pada awalnya “kelompok Cipayung” hanyalah istilah untuk menyebut suatu forum komunikasi dan kerjasama 5 organisasi massa (ormas) mahasiswa. Ormas-ormas mahasiswa itu adalah :

1.     Himpumam Mahasiswa Islam  (HMI)

2.     Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia (PMKI)

3.     Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)

4.     Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI)

5.     Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)

Tapi dalam perkembangannya keberadaannya terkesan melembaga, menjadi populer di masyarakat, itu tentu karna kiprah peran dan terutama pikiran kritis yang dilahirkannya, kerap dianggap sebagai cerminan sikap politik mahasiswa Indonesia.

Pada waktu ini, PMII masih merupakan onderbow partai NU. Sehingga secara otomatis tidak mungkin menjadi anggota. Baru setelah musyawarah besar ke II yang di selenggarakan di Murnajati Lawang Malang pada tanggal 14-16 juli 1972 dengan deklarasi independennya. Dalam perkembangan selanjutnya PMII masih harus berjuang untuk diterima independensinnya oleh semua pihak. Sebab bagaimanapun hal ini disebabkan antara lain :

a.      Hingga saat ini kantor sekretariat PMII baik di tingkat pengurus besar, koordinator cabang, maupun cabang masih banyak yang bergabung dengan kantor NU.

b.     Sebagian alumni PMII aktif dalam organisasi NU sebagai jam’iyah maupum ketika NU masih aktif dalam dunia politik. 

     karna rasa kekeluargaan antara PMII dan NU yang erat, membuat banyak pihak masih curiga terhadap independen PMII. Tetapi berkat upaya dari seluruh jajaran PMII, perilaku warga pergerakan telah menunjukkan independensinnya.

      satu setelah kongres yang ke V di ciloto jawa barat 1973, PB PMII di bawah kepemimpinan sahabat Abduh paddare tergabung dengan kelompok cipayung pada oktober 1974 dan dua tahun kemudia PB PMII dipercaya menyelenggarakan pertemuan kelompok cipayung yang ke 3 pada bulan januari 1976. Pada saat itu paling tidak ada dua alasan yang mendorong PB PMII memilih kerjasama dengan kelompok Cipayung :

a.      Salah satu produk kongres PMII ke V di Ciloto jawa barat adalah manifes independesi PMII, sebuah pernyataan monomental dalam sejarah kehidupan PMII yang mendudukan PMII pada posisi yang mandiri. Hal ini bukan suatu yang mudah dan mulus. Untuk memperkokoh stabilitas inter PMII, kerjasama dengan pihak-pihal luar, kalangan mahasiswa khususnya, mutlak diperlukan. Bergabung dalam kebersamaan dengan mahasiswa Indonesia lainnya merupakan perwujudan semangat kebangsaan untuk menjalin persatuan dan kesatuan.

b.     Situasi waktu itu, kecenderungan untuk melikuidasi ormas-ormas maha-siswa sangat kuat.penggiringan ke arah wadah tunggal organisasi pemuda semakin intensif dan istematis dilaksanakan. Dalam situasi seperti itu, kerjasama dan solidaritas sangat diperlukan. Kehadiran PMII ditengah kelompok Cipayung, buat Kelompok Cipayung sendiri, berarti menambah kekuatan.

Keterlibatan PMII dalam kelompok cipayung tidak lepas dari upaya perwujudan citra PMII yang meliputi  citra yaitu:

1.     Citra kemahasiswaan melahirkan wawasan keilmuan lu, dan dari sana muncul sifat keterbukaan, dinamis dan tidak status atau baku, serta tegas, jujur dan konsekuen (gelora megamendung 1965).

2.     Citra keislaman melahirkan wawasan keagamaan dan dari padanya muncul sifat toleransi, keikhlasan, ukhuwah, dan tanpa pamrih.

3.     Citra keindonesiaan yang melahirkan wawasan berbangsa dan selanjutnya dapat melahirkan sifat patriotisme, nasionalisme, kesediaan berkorban untuk kepentingan bangsa dan tanah air.

Demikian beberapa landasan moral, etis dan normatif yang mendorong keterlibatan PMII dalam kelompok cipayung.  Sebaiknya diamalkan dalam rangka pengabdian PMII kepada agama, bangsa dan negara. Ketiga citra itu, kemahasiswaan, keislaman, dan keindonesiaan, harus sejalan, serasi dan seimbang,  tidak saling menghambat dan meniadakan, tetapi justru saling melengkapi dan saling menumbuhkan.

B.    PMII dan KNPI

    Tidak berbeda dengan mahasiswa, peran serta pemuda dalam perjuangan bangsa juga besar. Organisasi pemuda dan organisasi mahasiswa terdapat perbedaan yang terletak pada aktivitas kesehariannya. Organisasi pemuda lebih terfokus pada bidang garapan yang langsung, terkait dengan masyarakat banyak, dan aktivitas yang di tonjolkan biasanya dalam nuansa yang bersifat politis dalam artian praktis.

     Organisasi pemuda lahir di bumi Pertiwi ini adalah di dahului dengan lahirnya "TRI KORO DARMO", seperti di tulis oleh Drs. Martono, dkk. "TRI KORO DARMO" berdiri pada tanggal 7 Maret 1915 di Jakarta Wiryo sandjoyo. Tujuan dari TRI KORO DARMO adalah[1]

v Menggalang Persatuan

v Memperluas Pengetahuan

v Membangkitkan rasa cinta terhadap bahasa dan kebudayaan sendiri.

TRI KORO DARMO artinya "Tiga Tujuan Mulia" kemudian pada tahun 1918 diubah namanya menjadi " Jong Java", artinya Jawa Muda.kemudian lahir organisasi-organisasi pemuda sejenis yang bersifat kesukuan, seperti Jong Sumatra, Jong Bond, Jong Celebes, Jong Ambon, Jong Minahasa, Jong Batak, dan Sekar Rukun ( Pasundan ).

Bagi pemuda Islam ada satu masalah yang mengganjal pada waktu itu, para pemuda Islam yang menuntut ilmu di lembaga-lembaga pendidikan milik Belanda, tidak mendapatkan pendidikan Agama ( Islam ) yang layak.

Pada tanggal 1 Januari 1925 didirikannya organisasi Jong Islameten Bond ( JIB ) didirikan di Jakarta oleh Mr. Moh. Roem dan Mr. Bond. Organisasi ini merupakan organisasi Islam yang pertama, setelah itu lahirlah organisasi pemuda yang berdasarkan pada kesukuan maupun dasar keagamaan yaitu "Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia" ( PPPI ) yang didirikan oleh mahasiswa di Jakarta pada tahun 1926 dengan tujuan mencapai Indonesia merdeka. PPPI inilah yang mensponsori kongres pemuda II pada tanggal 28 Oktober 1928, yang di kenal dengan Sumpah Pemuda.[2]

Pada tahun 1978 KNPI secara resmi masuk dalam GBHN diakui sebagai satu-satunya wadah pembinaan generasi muda Indonesia hal ini terancam eksistensinya.

Dalam kaitannya dengan proses kelahiran KNPI ini PMII merupakan salah satu organisasi mahasiswa pendiri bersama-sama organisasi mahasiswa dan pemuda lainnya. Ketika kongres KNPI pada Oktober 1974 PMII bergabung dalam jajaran pengurus pusat. Yang diwakili oleh sahabat Drs. Abduh Paddare sebagai salah satu ketua DPP, KNPI. PB PMII mengintruksikan kepada pengurus korcab dan cabang seluruh Indonesia untuk mensukseskan kongres tersebut.

Akhirnya forum kongres memutuskan bahwa KNPI tetap pada jalur fitrahnya yaitu wadah komunikasi, bukan sebagai wadah tunggal generasi muda Indonesia. KNPI adalah :

v Merupakan forum komunikasi rill antar generasi muda Indonesia

v Menampilkan kegiatan-kegiatan generasi muda sebagai indikasi adanya   komunikasi antar generasi muda.

v Berfungsi sebagai kata lisator dan dinamisator gerakan muda Indonesia.

v Tidak mengurangi peranan organisasi pemuda dan mahasiswa yang ada dan hidup dalam mahasiswa.

 

C.    Gerakan Mahasiswa Islam Pasca Reformasi

Gerakan mahasiswa telah memberikan sumbangsih yang luar biasa terhadap perubahan sosial yang ada di indonesia.sejarah mencatat gerakan mahasiswa bergerak secara dinamis dengan pasang surutnya.hal ini terjadi bagaimana gerakan mahasiswa merespon tantangan zaman .gerakan mahasiswa mengalami puncak kejayaan nya di era 98 dengan menumbangkan rezim orde baru .pasca reformasi gerakan mahasiswa mengalami beberapa perubahan.

Gerakan mahasiswa melakukan penelitian dan penelitian ini bertujuan untuk mengansalisa pola pikir para aktivis mahasiswa ilmu sosial dan ilmu politik. Maka para aktivis sepakat bahwa saat ini gerakan mahasiswa mengalami kemunduran ,maka sosialisasi yang kerap mereka dapati adalah dengan menyelenggarakan kaderasisasi dan pemantapan ideologi,dan pada prosesnya para mahasiswa melakukan revitalisasi gerakan mahasiswa  dengan jalan kaderisasi,pemantapan ideologi,sedangkan beberapa lainya reoritasi gerakan mahasiswa.

Mahasiswa adalah sebuah lapisan masyarakat terdidik yang menikmati kesempatan mengenyam pendidikan tinggi. sesuai dengan perkembangan usianya yang secara emosional dan sebagai sebuah lapisan masyarakat yang belum banyak di cemari kepentingan-kpentingan praktis dan pragmatis

Dalam konteks ilmiah , mahasiswa sering  berperan mewarnai perkembangan masyarakat , perubahan sosial dan kehidupan politik .disini terdapat kajian tentang dinamika pergerakan mahasiswa yaitu merupakan suatu kajian yang terus bergulir dan akan berlangsung terus menerus.

Gerakan mahasiswa dalam sejarah sosial berdirinya sejak universitas di bologna,paris dan oxford pada abad ke – 12 dan 13 semboyan mereka saat itu “gaudeamus igtiur ,juvenes dum sumus’’ artinya “kita bergembira , selagi kita muda “

Emmuel kant, seorang filsuf asal jerman pernah berkata bahwa sejarah bukanlah sesuatu yang terjadi, tapi sejarah adalah sesuatu yang terjadi dan memiliki arti. maka dalam sejarah, gerakan telah menggoreskan tinta emasnya sebagai avangarde dalam setiap perubahan yang terjadi dalam tubuh bangsa ini. Gerakan mahasiswa bisa di berikan label pretisius sebagai agent of change , agent of control, dan agent of social.

 

 

Berada dalam posisi pasca reform didahului proses pengisian masa peralihan dari prareform. Gerakan pra-reform lebih bersifat penentangan terhadap kebijakan pemerintah yang ingkonstitusional, beberapa gerakan yang muncul seperti: gerakan anti ases tunggal oleh aktivis muslim: TJ.Priok, Lampung dll. Oposisi umat islam terhadap orde baru. (penangkapan aktivis –aktivis muslim :abdul qodir jailani,AM.fatwa,tony ardi dll,)penolakan pemerintah terhadap  jilbab timbulnya idiom SARA

Terlaksana revormasi maka penyampain risalah (ideology) mulai dapat sebab dari sisi polich pemerintah telah memperoleh preesure efect, namun proses peralihan ini mengalami perlambatan, terkait instabilitas objek (pemerintah) maupun instabilitas subjek (pelaku pergerakan). Bahkan perjalanan reformasi mendekati jalan di tempat.

Mekanisme transisi politik dari pemerintahan otoriter ke demokratis ada 4 mode yang berkembang (Huntington, 1991) :

1.     Model transformasi dalam hal ini, inisiatif demokratisasi berasal dari pemerintah

2.     Model replasi model ini terjadi ketika pemerintah yang berkuasa dipaksa untuk meletakan kekuasaannya dan kemudian digantikan oleh kekuatan oposisi (sipili)

3.     Model transplasi model ini merupakan gabungan dari dua model yang sudah disebutkan diatas. Model ini terjadi karena pemerintah yang berkuasa masih kuat, sementara pihak oposisi belum terlalu solid untuk menjatuhkannya. Maka diupayakan lah berbagai proses negoisasi antara pihak pemerintah dan pihak oposisi tentang bagaimana langkah-langkah yang harus diambil bersama untuk mewujudkan sistem politik yang demokratis secara gradual.

4.     Model interpensi model ini terjadi oleh keterlibatan pihak eksternal yang turur campur.

Sedangkan fenomena gerakan mahasiswa islam secara general belum menunjukkan arah yang mencerahkan. Beberapa kondisi yang dialami pergerakan mahasiswa islam :

1.     Euphoria reformasi

2.     Benturan horizontal

3.     Ekslusivisme

4.     Soulines of movement

5.     Dis-orientasi gerakan

6.     Gerakan reaksioner.

D.     PMII dan Organisasi Intra Kampus

Dunia perpolitikan mahasiswa yang tak pernah lepas dari wilayah kampus membuat PMII mau tidak mau akan terlibat dalam pusaran rebutan kekuasaan kampus. Meskipun diakui ataupun tidak, mahasiswa pada umunya cenderung bersikap apolitis dengan berbagai isu kebijakan birokrat kampus dan para pejabat mahasiswa, namun tetap saja mahasiswa berpolitik dalam arti yang lebih luas. Dikarenakan politik memiliki lingkup yang menyeluruh dalam setiap aspek kehidupan, tergantung sudut pandang masing-masing.

PMII sebagai organisasi ekstra kampus membina dan mendistribusikan kader-kadernya untuk aktif dalam lembaga-lembaga kampus, bahkan akan mendorong kader-kader terbaik memimpin lembaga-lembaga tersebut. Keberadaan lembaga-lembaga tersebut, bagi PMII adalah sebagai ruang distribusi kader karena di lembaga tersebut kader PMII bisa menempa dan mengembangkan kemampuan yang dimilikinya agar lebih maju dan profesional.

PMII memandang lembaga intra kampus sangat strategis sebagai wahana kaderisasi. Pada umumnya, ada beberapa jenis lembaga kampus yang memiliki otoritas tertentu dalam mengayomi kampus dan mahasiswa, yaitu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa Fakultas/Jurusan (HMF/J) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Lembaga-lembaga tersebut bermain dalam wilayah internal kampus dan kepengurusannya berisikan mahasiswa yang tercatat masih aktif program studinya. Secara umum ke tiga jenis lembaga ini memiliki andil penting dalam rekayasa kampus. Mau kemana dan bagaimana nantinya kampus akan dikelola, lembaga inilah yang akan mewujudkannya dalam tataran kerja nyata di lapangan.

Dengan menguasai lembaga intra kampus, PMII akan semakin meneguhkan perjuangannya dalam menyalurkan aspirasi mahasiswa di segala lapisan baik akademisi, organisatoris hingga preman kampus. Perlu diingat bahwa Perguruan Tinggi merupakan salah satu sarana yang dibuat dalam meningkatkan pembangunan negara secara umum, oleh karena itu tak heran bahwa banyak perubahan besar yang diawali dari gerakan lembaga kemahasiswaan ini. Adanya lapangan bola, internet, pustaka hingga tempat parkir merupakan fasilitas yang diberikan karena adanya sebuah permintaan yang dalam hal ini diajukan oleh mahasiswa secara umum dan disampaikan kepada pihak birokrat melalui lembaga kemahasiswaan jalur komunikasi antara mahasiswa dan birokrat kampus. Ketika birokrat kampus serta lembaga-lembaga ini tidak mampu berkoordinasi dalam mengaspirasikan harapan civitas kampus umum, maka akan timbul saling ketidakpercayaan, stagnansi hingga kemerosotan akreditasi kampus dalam tataran akademis, fasilitas dan budaya.

 

Kesimpulan

Gerakan mahasiswa islam adalah organisasi yang mencangkup mahasiswa atau pun pemuda yang memiliki semangat juang yanga tinggi untuk bangsa. Organisasi ini sangat berhubungan erat dalam PMII, kelompak cipayung, KNPI, gerakan mahasiswa islam pasca reformasi, dan gerakan mahasiswa intra kampus karena tujuan dari organisasi ini adalah untuk membangkitkan gerakan pemuda dalam kemajuan bangsa ini

 

Daftar Pustaka

Alfas, Fauzan. 2004. PMII Dalam Simpul-Simpul Sejarah Perjuangan, Jakarta PB PMII.



[1] Fauzan Alfas, PMII Dalam Simpul-Simpul Sejarah Perjuangan, ( Jakarta: PB PMII, 2004 ), hlm 87.

[2] Ibit, hal: 88.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makalah Neo-Sufisme: Konsep dan Prospeknya di Dunia Islam Modern

  Makalah Neo-Sufisme: Konsep dan Prospeknya di Dunia Islam Modern Pendahuluan Ketika arus modernisasi menghujani dunia Islam, proses modern...