Sikap
merupakan tingkatan efektif yang positif atau negatif yang di hubungkan dengan
objek psikologis positif dapat di artikan senang, sedangkan negatif diartikan
tidak senang atau menolak. Sikap juga bisa diartikan sebgai reaksi, maka sikap
selalu berhubungan dengan rasa senang
atau tidak senang. Sikap juga bersifat positif dan negatif . sikap yang
bersifat positif di tandai dengan
kecenderungan mendekati, menyenangi, dan mengharapkan objek tertentu.
Sikap yang bersifat negatif cenderung menjauh, menghindar, membenci, dan tidak menyukai obyek tertentu.
Sikap
mempunyai tiga komkomponen yang bekerja secara konteks yang menentukan sikap
seseorang. Ketiga komponen tersebut ialah komponen kognisi, afeksi dan konasi.
Komponen kognisi akan menjawab tentang apa yang dipikirkan atau yang di
persepsikan tentang obyek. Komponen afeksi di kaitkan dengan apa yang diraskan
terhadap obyek (senang atu tidak senang). Komponen konasi berhubungan dengan kesediaan atau kesiapan
untuk bertindak terhadap obyek.
Sikap
sebenarnya timbul setelah manusia lahir. Sebagaimana diketahui manusia pada
waktu lahir belum membawa sikap, dan sikap itu terbentuk ketika pengembangan
individu. Hal ini bisa di pahami bahwa sikap bisa berubah-ubah. Sikap merupakan
hasil dari pengalaman dan interaksi serta komunikasi yang terus menerus dengan lingkungan sekitarnya.
Dalam
pembentukan sikap faktor pengalaman mempunyai peran sangat penting. Hal ini
berarti sikap seseorag akan banyak di pengaruhi oleh lingkungan budaya, misalnya norma agama, adat istiadat.
Namun dalam menntukan sikap seseoramg individu faktor individu itu sendiri ikut
pula menentukan. Dengan demikian faktor internal dan faktor eksternal
dapat mempengaruhi terhadap pembentukan dan pengembangan sikap
seseorang.
Menurut
Partini faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan dan pengembangan sikap
adalah:
(1).
Faktor internal : yakni faktor yang berasal dari dalam individu, yaitu
kemampuan menyeleksi dan mengolah atau menganalisis pengaruh yang datang dari luar termasuk
minat, perhatian.
(2).
Faktor eksternal : faktor diluar dari individu yaitu pengaruh dari lingkungan
yang di terima.
Dengan
demikian, pembentukan dan perubahan sikap,, disamping di pengaruhi oleh faktor
internal (individu) sendiri juga di pengaruhi oleh faktor eksternal (lingkungan) baik itu
lingkungan masayarakat, di sekolah, di
masyarakat, dan di lingkungan alam sekirtarnya.
Pendekatan
Keteladanan
Pendekatan
keteladanan di rasa sangatlah penting, menurut Muhammad Said Nursi bahwa
sifat-sifat khusus anak-anak ialah ingin meniru
yang baik dan buruk, maka perlu adanya keteladanan dari orang yua atau
memfilter sika maupun perbuatan ketika di depan anak nya. Memberi contoh
keteladanan merupakan salah satu dari metode pendidikan islam. Pendidikan
merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan potensi manusia, antara lain
untuk mengubah sikap dan perilaku peserta didik melalui pengajaran dan
pelatihan. Muhammad Utsman Najati menyatakan salah satu metode dalam
al-qur’an adalah metode meniru. Maka
dari itu keteladanan mempunyai peran
penting dalam pengajaran agama dan nilai-nilai luhur.
Keteladanan
merupakan sesuatu yang fitri bagi manusia dan penting dilaksanakan dalam
pengembangan sikap keagamaan. Seperti dalam
Al-Qur’an dan sunnah nabi muhammad SAW yang menjdai figur teladan bagi
umat islam`
Pendekatan
Targhib dan Tarhib
A.
Targhib
Targhib
juga bisa di artikan sebagai reward, tanda penghargaan atau hadiah imbalan yang
di berikan untuk seseorang. Menurut M. Hanafi Anshari Reward merupakan suatu
ganjaran yang di berikan kepada seseorang untuk menambah kerajinan dan tingkah
laku yang baik, sehingga dapat di jadikan contoh teladan bagi kaqan-kawannya.
Targhib
atau ganjaran adalah tindakan yang menyenangkan, yang dilakukan pendidik untuk
peserta didik yang mempunyai prestasi, mempunyai kerajinan yang dapat diberikan
atau menimbulkan keinginan bagi
anak-anak yang lainnya untuk mencontoh anak yang mendapat ganjaran tersebut.
B.
Tarhib
Tarhib
berasal dari kata rahhaba yang berarti menakut-nakuti, mengintimidasi atau
mengancam. Tarhib juga berarti ancaman hukuman. Dalam pendidikan tarhib adalah
ancaman atau hukuman yang di berikan kepada peserta didik yang menyebabkan
sadar akan kesalahan yang telah di perbuat dan berjanji dalam hatinya untuk
tidak mengulanginya.
Hukuman
juga bisa di buat untuk alat pendidikan. Namun ada beberapa syarat yang harus
di pahami oleh pendidik ketika ia
memberikan hukan terhadap peserta didik`
Syarat-syarat
hukuman sebgai berikut:
1.
hukuman harus selaras dengan kesalahan anak sesuai dengan usia anak mempunyai mutu
pendidikan, membantu anak untuk menjadi dewasa dan memperbaiki kepribadian
anak.
2.
hukuman dapat di pertanggung jawabkan dan bersiffat ancaman.
3.
hukuman berdsarkan kasih sayang, jangan sampai merusak hubungan antara
pendidik dengan peserta didik, dapat
diraskan anak namun tidak harus memberikan hukuman dengan bentuk fisik.
4.
hukuman harus bertujuan menyadarkan kesalahan anak
5.
ketika memberikan hukuman ke peserta didik jangan terlalu tergesa-gesa, berikan kesempatan untuk
memperbaikinya.
Dasar-Dasar
Pembentukan Karakter Peserta Didik Dalam Pendidikan Islam
Islam
sebagai agama yang memuat seperangkat nilai yang menjadi acuan pemeluknya dalam
berperilaku. Aktualisasi nilai yang benar dalam bentuk perilaku akan
berimplikasi pada kehidupan yang positif, pahala dan surga, sedamgkan praktik
nilai yang salah akan berimplikasi ke arah yang negatif, dosa dan neraka.
Pendidikan
islam merupakan slah satu dari aspek kehidupan manusia banyak membhas manusia
dalam sgala dimensi, baik dimensi jasmani maupun rohani. Karenan dalam
pendidikan islam manusia (peserta didik)
berfungsi sebagai obyek maupun sebagai subjek. Keberhasilan pendidikan islam
dapat dinilai dari perubahan karakter peserta didik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar