Rabu, 30 Mei 2018

KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM

Kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat menentukan dalam suatu sistem pendidikan. Tujuan pendidikan disuatu bangsa atau negara ditentukan oleh falsafah dan pandangan hidup bangsa atau negara tersebut.
A.    PENGERTIAN KURIKULUM
Definisi-definisi kurikulum telah dirumuskan oleh para ahli pendidikan “seluruh bahan pelajaran yang harus disajikan pada proses kependidikan dalam suatu sistem institusional pendidikan.
B.     DASAR KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM
Kurikulum sebagai salah satu komponen pendidikan sangat berperan dalam mengantarkan peserta didik pada tujuan pendidikan yang diharapkan. Untuk itu kurikulum merupakan kekuatan utama yang mempengaruhi dan membentuk proses pembelajaran.
C.     KLASIFIKASI ILMU DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM
Para Ilmuan muslim telah banyak memberikan pandangan tentang apa saja yang harus diketahui dan dipelajari oleh manusia selaku, hamba Allah, selaku anggota masyarakat, dan selaku pribadi berakhlak mulia.
1.      Al-Ghazali membagi ilmu pengetahuan menjadi tiga kelompok ilmu yaitu;
a.       Ilmu yang tercela banyak atau sedikit. Ilmu ini tidak ada manfaatnya bagi manusia baik di akhirat maupun didunia.
b.      Ilmu yang terpuji, banyak atau sedikit ; ilmu tauhid ilmu agama. Ilmu ini bila dipelajari akan membawa orang pada  jiwa yang suci dan bersih dan terhindar dari kerendahan dan keburukan. Dengan ini manusia dapat mendekatkan diri kepada Allah.
c.       Ilmu terpuji pada taraf tertentu yang tidak boleh dialami karena ilmu ini dapat membawa kepada kegoncangan iman dan ilhad, misalnya ilmu filsafat.
Dari segi kelompok ilmu tersebut, Al-Ghazali membagi lagi menjadi dua kelompok dilihat dari kepentingannya, yaitu;
a.       Ilmu fardhu a’in (wajib) yang wajib diketahui semua orang muslim yaitu ilmu agam ; ilmu yang bersumberkan darinkitab allah dan sunnah rasulullah.
b.      Ilmu fardhu kifayah yang bisa dipelajari setiap muslim. Ilmu ini adalah ilmu yang dimanfaatkan untuk memudahkan urusan hidup duniawi; Matematika , ilmu kedokteran, ilmu teknik, dan ilmu pertanian dan industri.
2. Ibnu kaldum membagi ilmu menjadi tiga macam yaitu:
a. ilmu lisan yaitu ilmu lughah ,nahwu,bayan dan sastra (adab)atau bahasa yang tersusun secara puitis (syair)
b. ilmu naqli yaitu ilmu yang diambil dari kitab suci dan sunnah nabi. Ilmu ini berupa membaca al-qur’an dan tafsirnya, mempelajari sanad hadits dan penshihannya, serta metode istinbath qanun-qanun fiqh. Dengan ilmu ini manusia akan dapat mengetahui hukum-hukum Allah  yang diwajibkan atas manusia.
c. Ilmu Aqli yaitu ilmu yang dapat mengembangkan daya pikir atau kecerdasannya,seperti filsafat dan semua pengetahuan aqli lainnya.
3. Ibnu Sina membagi pengetahuan pada dua jenis, yaitu;

a. Ilmu nadhari (teoritis), yaitu ilmu alam dan ilmu  riyadhi (ilmu urai atau ilmu matematika) dan ilmu illahi ketuhanan yaitu ilmu yang mengandung i’tibar tentang wujud kejadian alam dan seisinya melalui penganalisaan yang jelas dan jujur sehingga diketahui siapa penciptanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makalah Neo-Sufisme: Konsep dan Prospeknya di Dunia Islam Modern

  Makalah Neo-Sufisme: Konsep dan Prospeknya di Dunia Islam Modern Pendahuluan Ketika arus modernisasi menghujani dunia Islam, proses modern...