Reward artinya ganjaran, hadiah, penghargaan atau imbalan. Reward sebagai
alat pendidikan diberikan ketika seorang anak melakukan sesuatu yang baik, atau
telah berhasil mencapai sebuah tahap perkembangan tertentu, atau tercapainya
sebuah target. Dalam konsep pendidikan, reward merupakan salah satu alat untuk
peningkatan motivasi para peserta didik. Reward bertujuan
agar seseorang menjadi giat lagi usahanya untuk memperbaiki atau meningkatkan
prestasi yang telah dapat dicapainya.[1]
Sementara punishment diartikan sebagai hukuman atau sanksi. punishment
biasanya dilakukan ketika apa yang menjadi target tertentu tidak tercapai, atau
ada perilaku anak yang tidak sesuai dengan norma-norma yang diyakini oleh
sekolah tersebut. hukuman
yang dilakukan mesti bersifat pedagogies, yaitu untuk memperbaiki dan mendidik
ke arah yang lebih baik. Seorang guru atau
orang tua diperbolehkan memukul dengan pukulan yang tidak keras. Ini dilakukan
ketika beberapa cara seperti menasehati, menegur, tidak mempan juga. Hukuman
ini terutama menyangkut kewajiban shalat bagi anak-anak yang usianya telah
mencapai sepuluh tahun.[2]
B.
Hadits dan Isi Kandungan
كَانَ
رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُفُّ عَبْدَ اللهِ وَ عُبَيْدَ
اللهِ وَ كَثِيْرًا مِنْ بَنِيْ الْعَبَّاسِ ثُمَّ يَقُوْلُ مَنْ سَبَقَ اِلَيَّ
فَلَهُ كَذَا وَ كَذَا قَالَ فَيَسْتَبِقُوْنَ اِلَيْهِ فَيَقَعُوْنَ عَلَى
ظَهْرِهِ وَ صَدْرِهِ فَيَقَبَّلُهُمْ وَ يَلْزَمُهُمْ (رَوَاهُ اَحْمَدْ )
“Pada suatu ketika Nabi membariskan Abdullah, Ubaidillah, dan anak-anak
paman beliau, Al-Abbas. Kemudian, beliau berkata : “ Barang siapa yang terlebih
dahulu sampai kepadaku, dia akan mendapatkan ini dan itu.” Lalu mereka
berlomba-lomba untuk sampai kepada beliau. Kemudian mereka merebahkan diri di
atas punggung dan dada beliau. Kemudian, beliau menciumi dan memberi
penghargaan.” ( HR. Ahmad )
Isi
Kandungan
Bawasannya dalam hadits di atas menjelaskan
berlomba-lombalah didalam mencari ilmu, barang siapa yang bersungguh-sungguh
dan pasti akan memperoleh hasil yang ia inginkan. Dalam hadits tersebut di
jelaskan bawasannya siapa yang terlebih dahulu memperoleh sebuah ilmu ebahkandan
ilmu itu dapat di terima, maka sebuiah hadiah atau penghargaan pastilahj ia
dapatkan. Dikatakan dalam hadits
tersebut bahwa Rasulullah merebahkan punggung dan dada beliau untuk mereka
(anak-anak) yang berlomba-lomba datang menemui Rasulullah, dan bagian ketika
sampai kepada Rasulullah beliau memberikan sebuah hadiah atau penghargaan bagi
mereka karena sampai terlebih dahulu ke pada Rasulullah, maka kita sebagai
Pendidik sebaiknya memberikan apresiasi atau hadiah kepada peserta didik
sehingga peserta didik akan senang atas apa yang telah ia capai. Seorambering
pendidik harus mampu memberikan metode-metode dan strategi yang menyenangkan
agar peserta didik tidak merasa bosan dengan pelajaran.
C.
Keseimbangan
antara Reward and Punishment
Segala sesuatu perlu ukuran, perlu keseimbangan. Yaitu
proporsi ukuran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Belum tentu ukuran
tersebut harus berbagi sama. Keseimbangan imbalan dan hukuman pun tidak berarti
harus diberikan dalam porsi sama, satu-satu.
Metode pemberian hukuman adalah cara
terakhir yang dilakukan, saat sarana atau metode lain mengalami kegagalan dan
tidak mencapai tujuan. Saat itu boleh melakukan penjatuhan hukuman. Dan ketika
menjatukan hukuman harus mencari waktu yang tepat serta sesuai dengan kadar
kesalahan yang dilakukan.[3]
[1]Muhammad
Kosim, Antara Reward dan Punishment, Rubrik Artikel, Padang Ekspres, Senin, 09Juni 2008.hlm. 1
[2]
Muhammad Jameel Zeeno, Resep Menjadi Pendidik Sukses Berdasarkan Petujuk
Al-Qur’an dan Teladan Nabi
Muhammad, Jakarta ; Hikmah, 2005, hlm. 114
[3]
http : //my
opera.com/Subchi-Al-Fikri/blog/penghargaan(reward)-dan-hukuman(punishment)-dalam-pendidikan-islam.diakses,tanggal25Sep15,pukul16:20
Tidak ada komentar:
Posting Komentar