MAKALAH
ILMU ALAMIAH DASAR
Mengenal Allah SWT dan Mengenal
Manusia
Dosen pengampu : Sugeng Priyatno,
S.E., M.E.I
![]() |
DISUSUN OLEH :
Irgi Nur Fadil
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
NAHDATUL ULAMA
(STAINU) JAKARTA
2016
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Dengan menyebut nama Allah
yang maha pengasih lagi maha penyayang yang mana atas rahmat dan kasih
sayangnya penulis dapat menyelesaikan makalah ILMU ALAMIAH DASAR yang berjudul
‘’ Mengenal Allah
SWT dan Mengenal Manusia ‘’ Berdasarkan materi
yang di peroleh penulis.
Penulis
mengucapkan terima kasih kepada;
1. Bapak Sugeng Priyono, S.E.,M.E.I selaku dosen pengampu mata kuliah ILMU
ALAMIAH DASAR, SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NAHDLATUL ULAMA ( STAINU ) Jakarta.
2. Rekan-rekan yang selalu membantu memberi masukan
dalam penyusunan ini;
Akhir
kata, kami sampaikan bahwa tiada makalah yang sempurna tanpa uluran tangan
pemerhatinya. Oleh karena itu, kritik dan saran yang sangat penulis harapkan demi
perbaikan yang akan datang. Semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi
penulis dan umumnya pembaca.
Jakarta, 14 November 2016
Penulis
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ..............................................................................................
Daftar Isi ........................................................................................................
BAB I
Pendahuluan
A. Latar
Belakang ..................................................................................
B. Rumusan
Masalah ..............................................................................
C. Tujuan ................................................................................................
BAB II
A.
Mengenal Allah SWT ........................................................................
B. Mengenal
Manusia ............................................................................
C. Mengenal Ciptaan Lain nya
..............................................................
BAB III
Penutup
A. Kesimpulan
........................................................................................
B. Saran ...................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia adalah mahluk yang diberi akal yang sempurna, tatkala akal
membawa kepada sesuatu yang diinginkan. Tetapi alangkah baiknya digunakan
kepada sesuatu yang akan memberikan mamfaat. salah satunya untuk meningkatkan
keimanan kita kepada Allah SWT. Manusia akan hidup lurus apabila dia mampu
menggunakan akal nya untuk mengetahui siapa dirinya. Yang akhirnya akan sampai
kepada zat yang menciptakannya yaitu Allah SWT. Inilah yang menjadi persoalan
bahwa manusia kebanyakan lupa kepada dzat yang menciptakannya yaitu Allah SWT.
Ada
sebagian ulama yang mengatakan : “Duduk di sisi orang yang mengenali Allah akan
mengajak kita kepada enam hal dan berpaling dari enam hal, yaitu : dari ragu
menjadi yakin, dari riya menjadi ikhlash, dari ghaflah (lalai) menjadi ingat, dari cinta dunia menjadi cinta
akhirat, dari sombong menjadi tawadhu’ (randah hati), dari buruk hati menjadi
nasehat”
Maka dekatilah para
ulama agar kita mudah untuk menemukan jati diri kita dan mudah untuk
mengenal Allah SWT.
B. Rumusan Masalah
Permasalahan yang ada dalam makalah ini :
- Bagaimana Mengenal Allah SWT ?
- Bagaimana Mengenal Manusia ?
- Bagaimana Mengenal Ciptaan-Nya ?
C. Tujuan Penulisan
1. Menjelaskan cara mengenal Allah dan kekuasaan-Nya
2. Menjelaskan hakikat tugas manusia
3. Menjelaskan mengenali ciptaan Allah yang maha pencipta
BAB II
PEMBAHASAN
A. Mengenal Allah
Mengenal Allah juga bisa
disebut juga dengan Ma’rifatullah yaitu berasal dari kata ma’rifah dan Allah. Ma’rifah berarti
mengetahui, mengenal. Mengenal Allah bukan melalui zat Allah tetapi mengenal-Nya
lewat tanda-tanda kebesaranNya (ayat-ayatNya). Mengenal Allah merupakan tahapan
penting perjalanan diri Manusia. Salah satu Hadis yang terkenal dari Sayyidina
Ali bin Abi Thalib r.a. adalah "Man 'Arofa nafsahu, Faqod Arofa Robbahu"
Artinya "Barang siapa
mengenal dirinya maka, ia akan mengenal Tuhannnya". Makna dari hadis ini,
bersesuaian dengan ungkapan dalam Al-Qur'an "Wallaahu bi kulli Syai'in 'Aliima" Artinya
"dan Allah mengetahui segala
sesuatu". dari dua pernyataan ini, bisa kita pahami bahwa:
1. Manusia
Hidup di dunia ini harus memiliki panduan kehidupan agar dirinya tidak
mengalami kebingungan.
2. Panduan
kehidupan yang harus dicari oleh manusia, terdapat dalam dirinya sendiri.
3. Panduan
yang dimaksud dalam poin kedua adalah panduan fitrah dan Suara Hati manusia
4. Jika
manusia mau mengerti dan memahami segala apa yang ada dalam dirinya adalah
pemberian sang Maha Kuasa maka, seharusnya manusia harus berterima kasih pada
sang pemberi itu (Allah SWT)
5. Membuktikan
kebenaran ilmu dan pemahaman yang dimiliki tentang sang Pencipta agar manusia
tidak merasa ragu dan bingung dalam memahami kehidupan.
“AWALUDDIN MA’RIFATULLAH”
Artinya : Awal Agama mengenal Allah.
Sebelum mengenal Allah terlebih dahulu kita diwajibkan
mengenal diri, setelah mengenal diri, terkenallah kepada Allah, bilamana sudah
mengenal Allah, Fanalah diri kita atau tidak ada mempunyai diri lagi, pada
hakikatnya hanya Allah.
Selanjutnya terlebih dahulu kita mengenal diri,
bilamana tidak mengenal asalnya kejadian diri, maka tidaklah sempurna Ilmu yang
kita pelajari. Seperti kata Abdullah Ibnu Abbas RA :
Ya Rasulullah, apakah yang pertama dijadikan Allah ?
Nabi SAW bersabda : “INNALLAHA KHALAKA KABLAL ASY YAA
INNUR NABIYIKA MINNUIHI” artinya “Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menjadikan
terlebih dahulu ialah Nur Nabi Muhammad SAW yang dijadikan dari pada Zat
Allah”.
Dikutip dari Kitab Kimyatusy Sya’adah – Al Ghazali
Mengenal diri itu adalah Anak Kunci untuk Mengenal Alloh.
sebagaimana sabda Nabi SAW ;
مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ
رَبَّهُ وَمَنْ عَرَفَ رَبَّهُ فَسَدَ جَسَدَهُ
Artinya: “Barangsiapa yang mengenal dirinya, maka ia
akan mengenal Tuhannya, dan barangsiapa yang mengenal Tuhannya maka binasalah
(fana) dirinya.
Jika tidak kenal diri sendiri, bagaimana hendak
tahu hal-hal yang lain. Yang di maksud
Mengenal Diri itu bukanlah mengenal bentuk lahir , tubuh,
muka, kaki, tangan dan lain-lain. karena mengenal semua hal itu tidak
akan membawa kita mengenal Alloh. Dan bukan pula mengenal perilaku dalam
diri yaitu bila lapar makan, bila dahaga minum, bila marah memukul dan
sebagainya.
Yang di maksud sebenarnya mengenal diri itu ialah:
Kita mengenali tentang apa yang diciptakan oleh Allah
terlebih dahulu. Dari mengenali ciptaanNya itulah, lantas kita mengenali siapa
yang menciptakannya. disitulah kita akan melihat kebesaran-kebesaran Allah SWT
yang ditunjukkan kepada kita semua.
Setelah kita sudah mengenalnya, lalu kita tingkatkan
lagi apa kewajiban kita sebagai seorang hamba sebagaimana seharusnya perilaku
seorang hamba yang telah mengenal kepada Tuhannya, Setelah itu kita tingkatkan
lagi ke atas. Kita ini sejatinya diundang oleh waktu. Maka kita harus
menghormati waktu.
Begitu tingkat kesadarannya sudah tinggi, maka kalau
waktu shalat sudah datang kenapa kita mesti menunda waktu untuk bergegas
melakukannya. Seharusnya kita kan justru bersiap-siap untuk menunggu datangnya
waktu tersebut, menghormat panggilan Allah SWT untuk shalat.
Setiap kali berkumandang adzan, itu merupakan
panggilan yang telah memperingatkan kita. Sehingga ketika terdengar suara
adzan, kita merasa senang dan gembira, lantas bersiap-siap untuk hormat akan
datangnya panggilan Allah tersebut.
B. Mengenal Manusia
Manusia
adalah makhluk ciptaan Allah yang terdiri dari ruh dan tanah yang dilengkapi
dengan potensi hati, akal dan jasad serta dimuliakan dengan tugas ibadah dan
khalifah dimuka bumi. Di antara makhluk ciptaan Allah yang sekian banyak
jumlahnya.
Manusia adalah makhluk yang terbebani dengan tugas
yang amat berat, dimana tak satupun makhluk lain mendapatkan beban seberat itu.
Akibat amanah yang di embannya, logis jika manusia
akan dimintai pertanggung jawaban di hadapan Allah. Satu persatu perbuatannya
akan dihisab, bagaimana pelaksanaan misi ibadah dan kekhilafahan itu
ditegakkan. Untuk misi itu pulalah , maka manusia dilengkapi dengan indera yang
memungkinkan ia melaksanakan tugas-tugas dengan sempurna.
Keistimewaan Manusia
Manusia diberi kelebihan atas makhluk Allah yang lain
,dalam berbagai segi. Ia memiliki karakter yang khusus dengan karunia Allah
agar mampu mengemban amanah yang dibebankan kepadanya didunia. Kelebihan
manusia dibandingkan dengan makhluk lain adalah:
1. Dalam segi Penciptaan
Manusia adalah satu-satunya makhluk yang dinyatakan
Allah sebagai sebaik-baik penciptaan (Ahsanuttaqwim) sebagaimana firman-Nya :
لقد خلقنا الإنسان في أحسن تقويم
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalm
bentuk sebaik-baiknya … ( At Tiin : 4)
Kita dapat membandingkan setiap organ tubuh manusia
dengan makhluk lain, tentu lebih sempurna. Perhatikan organ dalam manusia
seperti jantung, ginjal, paru-paru, semuanya memiliki peran yang lebih sempurna
dibandingkan dengan binatang jenis apapun. Termasuk organ tubuh lainnya seperti
tangan, kaki, mata, telinga dan lain sebagainya semua serba lebih sempurna .
2. Dalam segi Ilmu
Manusia adalah satu-satunya makhluk yang dapat
menyerap ilmu dan sekaligus mengembangkannya. Hal ini tak mungkin terjadi pada
makhluk lain.
Allah yang Maha Berilmu telah menetapkan dan
mengajarkan ilmu-ilmu kepada manusia, sebagaimana firman-Nya :
‘’ Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda)
seluruhnya “
(Al Baqarah :31)
Dalam ayat lain Allah berfirman :
“Dia mengajarkan kepada manusia apa-apa yang belum
diketahuinya”
(Al ‘Alaq : 5).
3. Dalam segi Kehendak
Manusia adalah makhluk yang bebas berhendak. Ia dapat
memilih jalan yang baik, dapat pula memilih jalan yang sesat. Sekedar ilmu,
belum tentu bias mengarahkan orang kepada kebaikkan . yang bias menjadi baik
hanya karena ilmunya, tanpa dibarengi kehendak yang kuat untuk menjadikan
dirinya baik.
Allah berfirman:
“Sesunggunya Kami telah menunjukkannya (manusia )
jalan yang lurus, ada yang bersyukur ada pula yang kufur” (Al Insan : 73)
Manusia memiliki banyak kemungkinan dan peluang dalam
menyelesaikan satu masalah tertentu, sebab ia memilki kehendak (iradah).
Menentukan jalan hidup, manusia banyak pilihan, sehingga ada yang memilih jalan
Islam, ada pula yang kufur.
Dalam segi Posisi/kedudukan
Allah memberikan kedudukan yang tinggi kepada manusia
diantara makhluk lainnya di bumi, yakni ia sebagai pemimpin. Sehingga manusia
dapat memanfaatkan alam semesta ini untuk keperluan hidupnya , sebagaimana
firman Allah :
“ Tidak kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah
menundukkan untuk (kepentingan)mu apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang
ada di bumi “ (Luqman : 20)
Dalam ayat lain , Allah berfirman :
“Dialah (Allah) yang menjadikan segala apa yang ada di
bumi untuk kamu “ (Al Baqarah : 9)
Segala yang di alam ini telah disediakan Allah untuk
kepentingan manusia karena memang manusialah yang bertugas memakmurkan bumi.
Firman Allah :
“ Dia telah menciptakan kamu dari bumi(tanah) dan
menjadikan sebagai pemakmurnya ( Hud : 61)
Dengan ilmu yang dimilikinya, manusia dapat
memanfaatkan segala sesuatu di alam ini sehingga bermanfaat untuk kemakmuran
bersama.
4. Dalam segi Kemampuan Akal, Pengamatan, Intuisi dan
Imajinasi
Hanya manusia yang memilki kemampuan akal , dengannya
dapat berfikir, melakukan pengamatan dan menyimpulkan . Manusia juga berkembang
daya intuisi dan imajinasinya . Ia bisa mengkhayalkan sesuatu yang belum pernah
terjadi.
Akalnya berkembang menjadi sarana berkembangnya ilmu
dan teknologi.
Begitu pula kemampuan imajinasinya akan berkembang
sehingga mengembangkan kreatifitas dalam berkarya. Hal ini semua tidak terjadi
pada binatang.
5. Dalam segi tendensi moral
Manusia memiliki peluang untuk dibentuk menjadi baik
ataupun buruk. Bahkan dapat juga berperan ganda sebagaimana orang munafiq di
satu sisi ia kelihatan baik namun ternyata ia adalah orang yang berniat jahat.
Berbagai macam sifat dan sikap dapat ia miliki
sekaligus . Tampak betul dalam segi ini manusia memang berbeda dengan binatang
. Binatang sulit atau bahkan tidak dapat dibentuk dengan sifat dan karakter
yang bermacam-macam padanya. Sebab ia tidak memilki kelengkapan tendensi yang
memungkinkan untuk dapat bersifat menjadi seperti baik atau menjadi buruk.
C. Mengenal Ciptaan Lainnya
Allah menciptakan segala-galanya yang ada di dunia
maupun di akhirat.
Setiap ciptaan Allah berguna dan bermanfaat semua.
Ciptaan allah sangat lah banyak seperti bulan langit
makhluk, jin , malaikat dan masih banyak lagi, karna allah adalah Al-Kholiq
(Maha Pencipta).
Firman ALLAH Ta’ala :
Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak
(untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah”. Lalu jadilah ia.
Al-baqarah : 117.
Niscaya hanya bagi Allah ciptaan yang kekal lagi
abadi, sedang ciptaan Allah itu meliputi luasnya langit dan bumi beserta apa-apa
yang ada diantara keduanya.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Ma’rifatullah yaitu berasal dari
kata ma’rifah dan Allah. Ma’rifah berarti mengetahui, mengenal. Mengenal Allah
bukan melalui zat Allah tetapi mengenal-Nya lewat mengenal dirinya. Mengenal Allah merupakan tahapan penting perjalanan diri Manusia. Salah
satu Hadis yang terkenal dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a. adalah "Man 'Arofa nafsahu, Faqod Arofa Robbahu" Artinya "Barang siapa mengenal dirinya maka, ia akan
mengenal Tuhannnya".
Beberapa
langkah praktis yang bisa kita lakukan untuk dapat mengenal Allah Adalah:
1. Menyadari bahwa diri kita adalah yang diciptakan
1. Menyadari bahwa diri kita adalah yang diciptakan
2. Kalau kita (manusia) diciptakan berarti
ada yang menciptakan (Allah)
3. Kalau kita (manusia) diatur berarti ada
yang mengatur (Allah)
4. Kalau kita diberi berarti ada yang
memberi
5. karena kita diberi maka kita harus
berteima kasih.
6. cara paling mudah dalam berterima kasih
adalah selalu mengingat yang memberi
kita
bisa pilih semua cara diatas atau pilih salah satu cara dan lakukan dengan
rutin dan teratur, insya Allah semua akan menjadi lebih baik. Dapat menjalankan
ibadah dengan khusu dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
B. Saran
Melalui Makalah ini semoga dapat membantu memberikan
Informasi kepada semua pembaca mengenai Mengenal
Allah, dan supaya kita menjadi Manusia yang lebih baik dalam menjalankan
roda kehidupan. Dan dalam pembuatan makalah ini mungkin masih jauh dari
kesempurnaan, Kritik dan saran yang membangun saya sangat harapkan dari segenap
pembaca Makalah ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar