Ilmu
Laduni adalah "‘Ilmu Laddunniyyah Robbaniyyah. Ilmu pemberian atau
warisan langsung dari pewarisnya yang terlebih dahulu telah mendapatkan warisan
dari para pendahulunya, yaitu para Nabi, ash-Shiddiq, asy-Syuhada‘
ash-Sholihin. Ilmu tersebut diwariskan hanya semata-mata atas kehendak atau
urusan ketuhanan. Ilmu Laduni itu terbit dari sumbernya, yaitu hati
sanubari orang-orang beriman yang telah lama mengadakan pencarian dengan
bersungguh-sungguh. Berupa Ilham spontan yang memancar dari dalam hati
kemudian terpancarkan lagi keluar dalam bentuk perilaku, baik ucapan maupun
perbuatan melalui akal dan fikiran. Ilham spontan itu hanya akan terbesit
dari hati seorang hamba yang sedang rindu dan menunggu titah Allah SWT, berupa
pemahaman konkrit dan logis juga alasan-alasan kuat yang reasonable serta
dapat diterima akal sehat. Bahkan Ilmu Laduni itu terkadang berupa penemuan-penemuan
ilmiah yang dinamis dan aplikatif.
Ilmu Laduni adalah ilmu yang
memancar dengan sendirinya dari pusat pertambangannya, disaat terjadi proses
peningkatan pencapaian pengalaman pribadi secara ruhaniah. Disaat seorang hamba
melaksanakan pengembaraan ruhaniah, terkadang terbitnya Ilmu Laduni itu berupa
solusi untuk menghadapi permasalahan hidup, untuk menyikapi anugerah dan musibah,
untuk mensiasati senang dan susah. Juga disaat seorang hamba sedang mencari
penyelesaian urusan hidup secara vertikal pagi hari di dalam hati yang sedang
gersang, maka sang musafir sejati terlepas dari siksa dahaga yang
berkepanjangan.melalui dzikir dan fikir (tafakkur) ketika saat itu dia
menghadapi konflik kehidupan secara horizontal, Ilmu Laduni tersebut kemudian
diturunkan dalam hati agar setiap kejadian dapat membawa hikmah sehingga
seorang hamba tidak salah dalam membaca tanda-tanda. Ilmu Laduni itu
didatangkan bagai tetes embun di
Ilmu
Laduni itu buah ilmu dan amal, buah dzikir dan fikir, buah mujahadah dan
riyadlah. Ilmu Laduni itu muncul di setiap saat sedang terjadi proses fikir (tafakkur),
dalam rangka berusaha meningkatkan tahapan pencapaian ma‘rifatullah.
Disaat seseorang mengadakan penelitian terhadap konflik kehidupan yang sedang
berkembang, terhadap rahasia di langit dalam manusia, ketika Ilmu Laduni itu
telah terbit bak sinar mentari pagi, maka seketika kepekatan hati yang merindu
sirna. Demikian itu bisa terjadi, karena jalan keluar dari masalah yang sedang
terjadi telah terpampang di depan mata dan rahasia hikmah telah terbaca di
dalam sanubari, selanjutnya hati yang susah menjadi gembira karena yang dahulu
bodoh sekarang mengerti dan memahami. balik kehendak azaliah (qodho‘)
dan keputusan yang hadits (taqdir).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar