BAB II
PEMBAHASAN
A.
TUJUAN EVALUASI
Jika kita ingin melakukan kegiatan evaluasi, terlepas
dari jenis evaluasi apa yang digunakan, maka guru harus mengetahui dan memahami
terlebih dahulu tentang tujuan dan fungsi evaluasi. Bila tidak, maka guru akan
mengalami kesulitan merencanakan dan melaksanakan evaluasi. Hampir setiap orang
yang membahas evaluasi membahas pula tentang tujuan dan fungsi evaluasi. Tujuan
evaluasi adalah untuk mengetahui keefektifan dan efisiensi sistem pembelajaran,
baik yang menyangkut tentang tujuan, materi, metode, media, sumber belajar,
lingkungan maupun sistem penilaian itu sendiri. [1]
Menurut Gronlund (1976 :8), evaluasi dalam Pendidikan memiliki tujuan :
a) Untuk memberikan klarifikasi tentang sifat hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan,
b) Memberikan informasi tentang ketercapaian tujuan jangka pendek yang telah dilaksanakan,
c) Memberikan masukan untuk kemajuan pembelajaran,
d) Memberikan informasi Tentang kesulitan dalam pembelajaran Dan untuk Memilih pengalaman Pembelajaran di Masa yang Akan dating
Informasi Evaluasi dapat digunakan untuk membantu memutuskan kesesuaian dan keberlangsungan dari tujuan pembelajaran, Kegunaan materi pembelajaran, Dan untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektifitas dari strategi pengajaran (metode dan Teknik belajar mengajar) Yang digunakan[2]
B.
FUNGSI EVALUASI
fungsi evaluasi
menjadi dua macam, yaitu fungsi formatif dan fungsi sumatif. Fungsi formatif
dilaksanakan apabila hasil yang diperoleh dari kegiatan evaluasi diarahkan
untuk memperbaiki bagian tertentu atau sebagian besar bagian kurikulum yang
sedang dikembangkan. Sedangkan fungsi sumatif dihubungkan dengan penyimpulan
mengenai kebaikan dari sistem secara keseluruhan. Fungsi ini baru dapat
dilaksanakan jika pengembangan program pembelajaran telah dianggap selesai.[3]
Atau sederhananya lagi evaluasi Memiliki fungsi untuk membantu guru dalam hal:
-
penempatan siswa dalam kelompok - Kelompok tertentu,
-
perbaikan metode mengajar
-
mengetahui kesiapan siswa (Sikap,mental, material),
-
memberikan bimbingan dan seleksi dalam rangka menentukan jenis jurusan maupun kenaikan tingkat (Gronlund, 1976:16).
C.
Kegunaan Evaluasi Pendidikan Islam
Secara umum ada empat
kegunaan evaluasi dalam pendidikan Islam, sebagai berikut:
o
Dari segi pendidik, yaitu untuk membantu seorang pendidik
mengetahui sejauhmana hasil yang dicapai dalam pelaksanaan tugasnya.
o
Dari segi peserta didik, yaitu membantu peserta didik
untuk dapat mengubah atau mengembangkan tingkah lakunya secara sadar ke arah
yang lebih baik.
o
Dari segi ahli fikir pendidikan Islam, untuk membantu
para pemikir pendidikan Islam mengetahui kelemahan teori-teori pendidikan Islam
dan membantu mereka dalam merumuskan kembali teori-teori pendidikan Islam yang
relevan dengan arus dinamika zaman yang senantiasa berubah.
o
Dari segi politik pengambil kebijakan pendidikan Islam,
untuk membantu mereka dalam membenahi sistem pengawasan dan mempertimbangkan
kebijakan yang akn diterapkan dalam sistem pendidikan nasional (Islam).
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Evaluasi pada hakikatnya adalah upaya untuk mencari informasi
apakah proses, tujuan, kebijakan, atau kondisi yang diinginkan telah dicapai.
Untuk mengetahui ini perlu ditentukan apa sesungguhnya sasaran yang dievaluasi,
beserta domain, dimensi serta indikator-indikatornya. Lalu bagaimana teknik
yang valid dan reliable untuk bisa digunakan menggali informasi.
Berdasarkan penjelasan di atas, maka fungsi evaluasi
pembelajaran adalah Pertama, untuk perbaikan dan pengembangan sistem
pembelajaran. Sebagaimana Anda ketahui bahwa pembelajaran sebagai suatu sistem
memiliki berbagai komponen, seperti tujuan, materi, metoda, media, sumber
belajar, lingkungan, guru dan peserta. Dengan demikian, perbaikan dan
pengembangan pembelajaran harus diarahkan kepada semua komponen pembelajaran
tersebut.
Kedua, untuk akreditasi. Dalam UU.No.20/2003 Bab 1 Pasal
1 Ayat 22 dijelaskan bahwa “akreditasi adalah kegiatan penilaian kelayakan
program dalam satuan pendidikan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan”.
Salah satu komponen akreditasi adalah pembelajaran. Artinya, fungsi akreditasi
dapat dilaksanakan jika hasil evaluasi pembelajaran digunakan sebagai dasar
akreditasi lembaga pendidikan.
Informasi Evaluasi dapat digunakan untuk membantu memutuskan kesesuaian dan keberlangsungan dari tujuan pembelajaran, Kegunaan materi pembelajaran, Dan untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektifitas dari strategi pengajaran (metode dan Teknik belajar mengajar) Yang digunakan.
DAFTAR PUSTAKA
Sofan Amri, Pengembangan dan Model
Pembelajaran dalam Kurikulum 2013, ( Jakarta: PT Prestasi Pustakarya,2013)
Sitiatava Rizema Putra, Desain
Evaluasi Belajar Berbasis Kinerja, (Yogyakarta: Diva Press, 2013)
Farida Yusuf Tayibnapis, Evaluasi
Program dan Instrumen Evaluasi untuk Program Pendidikan dan Penelitian(Cet. I;
Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2008)
Elis
ratna wulan dan A. Rusdiana, Evaluasi Pembelajaran

Tidak ada komentar:
Posting Komentar