Jumat, 23 Juli 2021

Makalah Pengertian Administrasi

 


BAB II

PEMBAHASAN

 

A.    Pengertian Administrasi

            Kata “administrasi” berasal dari bahasa latin yang terdiri atas kata ad dan ministrare. Kata ad mempunyai arti yang sama dengan kata to dalam bahasa inggris, yang berarti “ke” atau “kepada”. Dan ministrare sama artinya dengan kata to serve atau to conduct yang berarti “melayani”, “membantu”, atau mengarahkan”. Dalam bahasa inggris to administer berarti pula “mengatur”, “memelihara” (to look after), dan “mengarahkan[1]” .

            Jadi Kata “Administrasi” adalah pegangan selama mengajar, guru didalam kelas administrasi adalah perangkat pengajar menjadi guru professional yang harus dimiliki guru. Daoed Yusuf (19880).

            Kesimpulannya, Guru yang profesional dalam pendidikan tidak hanya sebatas mengajar,akan tetapi juga menyangkut dengan membimbing, dan berkaitan dengan administrasi sekolah yang mencakup ketatalaksanaan bidang pengajaran dan mengelola sekolah, memanfaatkan prosedur dan mekanisme pengelolaan tersebut untuk melancarkan tugasnya, serta bertindak sesuai dengan etika jabatan.

B.    Peranan Guru sebagai pemegang Administrasi Kelas

 

            Proses pembelajaran berhasil dan mutu pendidikan dapat meningkat apabila guru mampu memahami dan menghayati profesinya dan dan tentunya guru yang memiliki wawasan pengetahuan dan keterampilan sehingga membuat proses pembelajaran aktif, Semua unsur dari Pendidkan dan tenaga kependidikan (PTK) mampu menciptakan suasana pembelajaran inovatif, kreatif, dan menyenangkan. (PTK) dalam melaksanakan tugas profesinya dihadapkan pada berbagai pilihan, seperti cara bertindak bagaimana yang paling tepat, bahan belajar apa yang paling sesuai, metode penyajian bagaimana yang paling efektif, alat bantu apa yang paling cocok, langkah-langkah apa yang paling efisien, sumber belajar mana yang paling lengkap, sistem evaluasi apa yang paling tepat, dan sebagainya.         Administrasi guru mutlak diperlukan sebagai persiapan mengajar didepan kelas. Dengan adanya buku administrasi guru, sang guru akan mampu mengontrol dirinya dalam setiap sikap dan perbuatan pembelajarannya serta dapat dipertanggungjawabkan di depan publik dan komunitas pembelajaran.

 

C.    Macam-macam Administrasi Guru

 

            Seorang guru dituntut untuk memiliki profesionalitas yang tinggi terutama guru yang sudah memiliki sertifikat guru. Selain harus mempunyai beban mengajar 24 jam tatap muka setiap minggu, seorang guru juga dituntut memiliki perangkat administrasi dimana nantinya perangkat tersebut yang akan menunjuang proses pembelajaran.Yang termasuk dalam kelengkapan administrasi yang harus Guru miliki,perangkat Pembelajaran itu antara lain :

1.     Kalender Pendidikan

2. Program Tahunan

3. Program Semester

4. Silabus

5. Analisis KI/KD

6. Prosedur Penilaian

7. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)

8. KBM (Ketuntasan Belajar Minimal)

9. Jurnal /Agenda Guru

10. Buku Absensi

11. Daftar Nilai

12. Buku Pegangan (Buku Paket, Buku Elektronik, Modul, LKS)

13. Bahan Ajar Berbasis ICT (Power Point)

14. Kisi-kisi Soal Ulangan

15. Kartu Soal

16. Analisis Hasil Ulangan

17. Program Remidial

18. Program Pengayaan

19. Kumpulan Soal/Bank Soal

20. Penelitian Tindakan Kelas

 

a.     Contoh mengetahui Kalender Akademik (KALDIK)[2]

               Kurikulum satuan pendidikan pada setiap jenis dan jenjang diselenggarakandengan mengikuti kalender akademik atau kalender pendidikan pada setiap tahun ajaran. Menurut peraturan menteri pendidikan nasional (permendiknas), kalende pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. Kalender pendidikan mencakup beberapa hal penting sebagai berikut :

1.     Permulaan tahun pelajaran

Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan.

2.     Minggu efektif belajar

Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiaptahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan

3.     Waktu pembelajaran efektif

Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu,meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh matapelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.

4.     Waktu libur    

Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran,hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus.

 

Alokasi waktu didalam kalender pendidikan disajikan pada tabel berikut :

Tabel 1. Alokasi waktu pada kalender pendidikan[3].

No

Kegiatan

Alokasi Waktu

Keterangan

1

Minggu Efektif Belajar

Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu

Digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif pada setiap satuan pendidikan

2

Jeda Tengah Semester

Maksimum dua minggu

Satu minggu setiap semester

3

Jeda Antar Semester

Maksimum dua minggu

Antara semester satu dan dua

4

Liburan Akhir Tahun Pelajaran

Maksimum tiga minggu

Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan admisistrasi akhir dan awal tahun  pelajaran

5

Hari Libur Keagamaan

Dua sampai empat minggu

Daerah khusus yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengaturnya sendiri tanpa mengurangi  jumlah minggu efektif belajar dan waktu  pembelajaran efektif

6

Hari Libur Umum/Nasional

Maksimum dua minggu

Disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah

7

Kegiatan Khusus Sekolah/Madrasah

Maksimum tiga minggu

Digunakan untuk kegiatan yang diprogramkan secara khusus oleh sekolah/madrasah tanpa mengurangi  jumlah minggu efektif belajar dan waktu  pembelajaran efektif

 

            b. Penetapan Kalender Pendidikan[4]

               Penetapan kalender pendidikan perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut :

·       Permulaan tahun pelajaran adalah bulan juli setiap tahun dan berakhir pada bulan juni tahun berikutnya.

·       Hari libur sekolah ditetapkan berdasarkan keputusan menteri Pendidikan nasional, dan atau menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan, kepala Daerah tingkat kabupaten/kota, dan/atau organisasi penyelenggara pendidikan dapat menetapkan hari libur khusus,

·       Pemerintah Pusat/Provinsi/kabupaten/kota dapat menetapkan hari libuserentak untuk satuan-satuan pendidikan.

·       kalender pendidikan untuk setiap satuan pendidikan disusun oleh masing-masing satuan pendidikan berdsarkan alokasi waktu sebagai mana tersebut pada dokumen Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang standar isi dengan memperhatikan ketentuan dari pemerintah pusat/pemerintah daerah.

 

c. Cara Penyusunan Kalender Pendidikan[5]

·       Melihat kalender pendidikan nasional yang  telah dikeluarkan oleh pemerintah (dalam hal  ini KEMENDIKNAS No.125/U/2002 tanggal 31 juli 2002 tentang kalender pendidikan, dan mengacu pada permendiknas No 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah) sebagai acuan untuk menentukan kalender pendidikan pada masing-masing satuan pendidikan.

·       Menentukan minggu efektif, libur tengah semester, libur antar semester, serta libur akhir tahun dengan acuan jumlah yang telah ditetapkan.

·       Menyesuaikan kalender dengan keadaan hari-hari libur umum maupun agama.

·       Menentukan periode efektif pembelajaran dengan mempertimbangkan hari-hari yang akan tersita untuk kegiatan-kegiatan pengembangan diri, baik ekstrakulikuler maupun bimbingan dan konseling terpadu.

·       Menentukan bobot dan alokasi hari-hari pembelajaran efektif setelahdisesuaikan dengan hari efektif fakultatif (misal: hari-hari pembelajaran di bulan ramadlan) serta hari libur fakultatif  (misal : libur awal puasa dan libur hari raya)

·       Merekap kalender pendidikan selama satu tahun penuh, atau dapat pula ditambah kalender pendidikan per semester dan per bulan dengan rapi dan telah diteliti oleh tim perumus kalender pendidikan.

 

d. Progam Semester (Promes) Dan Progam Tahunan (Prota)

      I.          Pengertian promes dan prota

             Progam semester adalah satuan waktu yang digunakan untuk penyelenggaraanprogram pendidikan. Kegiatan yang dilaksanakan untuk penyelenggaraanprogram pendidikan. Kegiatan yang dilaksanakan dalam semester itu ialahkegiatan tatap muka, pratikum, keraja lapangan, mid semester, ujian semesterdan berbagai kegiatan lainya yang diberi penilaian keberhasilan. Satusemester terdiri dari 19 minggu kerja termasuk penyelenggaraan tatap muka,mid semester dan ujian semester. pada umumnya program semester ini berisikan :

·       Identitas (satuan pendidikan, mata pelajaran, kelas/semester, tahun pelajaran)

·       Format isian (standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, jumlah jampertemuan (JJP), dan bulan)

 

               Program tahunan adalah rencana penetapan alokasi waktu satu tahun untuk mencapai tujuan (SK dan KD) yang telah ditetapkan. Penetapan alokasi waktu diperlukan agar seluruh kompetensi dasar yang ada dalam kurikulum seluruhnya dapat dicapai oleh sisiwa. Penentuan alokasi waktu ditentukan pada jumlah jam pelajaran sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku sertakeluasan materi yang harus dikuasai oleh siswa

               Program Tahunan berupa program umum setiap mata pelajaran untuk setiap kelas, berisi tentang garis-garis besar yang hendak dicapai dalam satu tahun dan dikembangkan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan.Program ini perlu dipersiapkan dan dikembangkan oleh guru sebelum tahunpelajaran dimulai, karena merupakan pedoman bagi pengembangan program-program berikutnya, yakni program semester, mingguan dan harian serta pembuatan silabus dan sistem penilaian. Komponen-komponen program tahunan meliputi identifikasi (satuan pendidikan, mata pelajaran, tahunpelajaran) standar kompetensi, kompetensi dasar, alokasi waktu dan keterangan.

 

e.Langkah Menyusun Promes Dan Prota

Langkah menyusun promes :

·       Mengidentifikasi jumlah kompetensi dasar dan indikator dalam satu tahun.

·       Mengidentifikasi keluasan dan kedalaman kompetensi dasar dan indikator

·       Melakukan pemetaan kompetensi dasar untuk tiap semester

·       Menentukan alokasi waktu untuk masing-masing kompetensi denganmemperhatikan pekan efektif

·        

Langkah menyusun prota :

·       Mengidentifikasi jumlah kompetensi dasar dan indikator dalam satu tahun

·       Mengidentifikasi keluasan dan kedalaman kompetensi dasar

·       Melakukan pemetaan kompetensi dasar untuk tiap semester

·       Menentukan alokasi waktu untuk masing-masing kompetensi denganmemperhatikan pekan efektif .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

 

A.    KESIMPULAN

      Administrasi merupakan suatu perangkat yang didalamnya berisi beberapa berkas, berkas tersebut nantinya dapat membantu guru dalam proses atau dalam menunjangnya berjalannya kegiatan.

Jadi, setiap guru harus memiliki berkas administrasi, apasaja berkas-berkas administrasi yang harus dimiliki setiap guru :

a. Administrasi utama

1) Silabus

      Sebuah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran yang mencakup SK, KD, Materi pokok, Kegiatan pembelajaran, Indikator pencapaian kompetensi penilaian, Alokasi waktu, dan sumber belajar.

2) Kalender Pendidikan

      Kalender yang digunakan sebagai acuan untuk melakukan kegiatan yang berhubungsn dengan proses akademik, seperti ujian semester, dan lain-lain.

3) ProgramTahunan

      Suatu program belajar mengajar yang di susun oleh guru berdasarkan kurikulum untuk mempermudah proses mengajar dalam jangka waktu 1 tahun.

4) Program Semester

      Suatu program belajar mengajar yang di susun oleh guru berdasarkan kurikulum untuk mepermudah proses mengajar dalam jangka waktu 1 semester.

5) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

      Sebuah perangkat pembelajaran yang mendukung seorang guru dalam kegiatan belajar mengajar.

6) Rencana Pelaksanaan Harian

      Sebuah perangkat yang mendukung guru dalam mengajar selama satu pekan penuh.

7) Buku Pelaksanaan Harian

      Sebuah buku yang di gunakan oleh guru dalam mengajar selama satu pekan.

8) Presensi Siswa

      Suatu naskah yang di gunakan untuk mencacat kehadiran peserta didik.

9) Catatan Hambatan Belajar Siswa

      Suatu perangkat dalam pembelajaran untuk mengetahui hambatan apa saja yang di alami oleh siswa dalam memperoleh pelajaran.

10) Daftar Buku Acuan

      Daftar dari buku yang digunakan sebagai patokan untuk menentukan buku pegangangannya.

11) Standar kompetensi dan kompetensi dasar

a. SK adalah ukuran kemampuan minimal yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus di capai, di ketahui, dan mahir di lakukan oleh peserta didik pada setiap tingkatan dari suatu materi yang di ajarkan.

b. KD adalah penjabaran standar komptensi peserta didik yang cakupan materinya lebih sempit di bandingkan standar kompetensi peserta didik

b. Sistem Penilaian

12) Analisis KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)

      Suatu sistem penilaian dengan menggunakan acuan atau kriteria tertentu dalam menentukan kelulusan peserta didik.

13) Kisi-kisi Soal

      Inti materi yang akan dikonversikan menjadi soal.

14) Buku Soal Ulangan

      Buku yang berisi seluruh soal dari semua mata pelajaran

15) Analisis Butir Soal

      Dilakukan untuk mengetahui apakah soal itu valid atau tidak. Dari hasil validitas itu dapat ditentukan soal mana saja yang dapat di jadikan alat evaluasi.

16) Program remidial dan pengayaan

      Suatu bentuk kegiatan untuk melakukan perbaikan di salah satu mata pelajaran yang nilainya dibawah KKM.

17) Daftar nilai

      Suatu bentuk daftar yang mencantumkan nilai dari semua mata pelajaran.

18) Buku Tugas mandiri Terstruktur

      Tugas yang diberikan oleh guru kepada siswa yang harus diselesaikan dengan batas yang telah ditentukan oleh guru.

19) Buku Tugas Mandiri tidak terstruktur

      Tugas yang diberikan oleh guru kepada siswa yang diselesaikan dan dikumpulkan pada batas maksimum yang ditentukan oleh guru dan siswa boleh mengumpulkannya kapan saja, yang paling penting adalah antara rentang batas maksimum yang telah diberikan.

20) Analisis Hasil Ulangan

      Guru yang profesional dalam pendidikan tidak hanya sebatas mengajar,akan tetapi juga menyangkut dengan membimbing, dan berkaitan dengan administrasi sekolah yang mencakup ketatalaksanaan bidang pengajaran dan mengelola sekolah, memanfaatkan prosedur dan mekanisme pengelolaan tersebut untuk melancarkan tugasnya, serta bertindak sesuai dengan etika jabatan.

      Dan dalam menyusun kalender pendidikan, dalam hal ini maka kurikulum yang berperan aktif untuk menyusun kalender pendidikan tersebut dituntut untuk mampu menghitung jam belajar efektif untuk perbentukan kompetensi pesrta didik.

 

B.    SARAN

                        Saya menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan tidak menutup kemungkinan adanya kekurangan dan kesalahan. Karena itu, saya mohon kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan makalah- makalah selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Hasbullah, Otonomi Pendidikan; Kebijakan Otonomi Daerah dan Implikasinya Terhadap        Penyelenggaraan Pendidikan.(Jakarta: Raja Gravindo Persada. 2007).

https://kangramdhan.blogspot.com/2016/11/administrasi-guru-perangkat            pembelajaran.html#ixzz5UIgiUjml (di akses pada tanggal 28 Oktober 2018)

Mu’min dan mu’tasim. Penyusunan Perogam Tahunan dan Progam Semester(Makassar:    Universitas Muslim Indonesia. 2012).

Sardiman A. M. Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar. (Jakarta: Raja Gravindo Persada.           2007).

Wardhani.Analisis SI dan SKL Mata Pelajaran Matematika SMP/MTS untuk Optimalisasi    Tujuan Matapelajaran Matematika.(Yogyakarta: Airlangga. 2008).



[1] Sardiman A. M, Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar, (Jakarta: Raja Gravindo Persada, 2007),  hlm. 134-135.

[2] Hasbullah, Otonomi Pendidikan; Kebijakan Otonomi Daerah dan Implikasinya Terhadap Penyelenggaraan Pendidikan, (Jakarta: Raja Gravindo Persada, 2007), hlm. 181.

[4] Mu’min dan mu’tasim, Penyusunan Perogam Tahunan dan Progam Semester(Makassar: Universitas Muslim Indonesia,2012), hlm. 35-36.

[5]Wardhani, Analisis SI dan SKL Mata Pelajaran Matematika SMP/MTS untuk Optimalisasi Tujuan Matapelajaran Matematika.(Yogyakarta: Airlangga,2008), hlm. 21-22.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makalah Neo-Sufisme: Konsep dan Prospeknya di Dunia Islam Modern

  Makalah Neo-Sufisme: Konsep dan Prospeknya di Dunia Islam Modern Pendahuluan Ketika arus modernisasi menghujani dunia Islam, proses modern...