Jumat, 23 Juli 2021

KONDISI PMII MERCU BUANA

 


Bissmillahirrahmanirohim

Atas berkat rahmat Allah yang maha kuasa dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka dengan ini menyatakan untuk ikut pelatihan kader lanjut yang diselenggarakan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Jakarta Timur, yang akan dilaksanakan pada tanggal 18-21 April 2019.

Pelatihan kader lanjut merupakan tahapan pengkaderan formal dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas kader atau dengan maksud memberikan pembekalan pada kader sebagai modal untuk hidup bersama masyarakat.

Sebagai bahan pertimbangan panitia untuk diterimanya saya sebagai peserta Pelatihan Kader Lanjut yang diselenggarakan oleh cabang Jakarta timur ini, saya gambarkan kondisi PMII Mercu Buana,

Sebelum saya sampaikan kondisi PMII di Mercu Buana saat ini, perlu saya sampaikan secara garis besar proses terbentuknya PMII di Mercu Buana.

Pelantikan pengurus pertama Komisariat Mercu Buana pada 24 februari 2018 sebagai bukti real adanya PMII di Universitas Mercu Buana, yang sebelumnya pernah ada PMII di kampus Mercu Buana namun pada tahun 2004 vakum karena tidak berjalanya sistem kaderisasi yang semestinya, namun kami berusaha menelusuri kembali sejarah PMII mercu buana untuk kami gunakan sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran untuk PMII kedepanya.

Awal adanya PMII di Mercu Buana dimulai 2 orang mahasiswa yang mengikuti MAPABA di universitas Nahdlatul Ulama Kedoya pada tahun 2017 yaitu Rizki ramadhon dan sahabat hardi gunawan, yang waktu itu Cabang Jakarta Barat masih dipimpin oleh sahabat Ahmad Syahid. Setelah dibaiatnya kedua mahasiswa mercubuana tersebut dan diterimanya sebagai anggota PMII itulah sebagai cikal bakal adanya PMII di kampus Mercu Buana, setelah mengikuti mapaba dan rutin mengikuti follow up serta mulai mengimplementasikan nilai-nilai aswaja pada pergaulan kampus  mercu buana sehingga dalam kurun waktu satu tahun dapat dinyatakan memenuhi syarat untuk didirikanya komisariat baru, untuk menjadi satu komisariat yang solid dan tetap eksis di kampus mercu buana maka diperlukan strategi dan semangat yang istiqomah.

Salah satu alasan kami mendirikan PMII di Universitas Mercu Buana kami mempunyai keyakinan bahwa PMII merupakan organisasi yang mampu menjawab tantangan dan permasalahan yang ada pada kehidupan kampus dan problematika pada masyarakat lingkungan kampus, dimana status dari kampus mercu buana sendiri sebagai kampus umum yang sebagian besar mahasiswanya memiliki latarbelakang yang sangat heterogen, mulai dari latarbelakang agama, suku, status sosial yang berbeda, PMII harapanya mampu menjembatani prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Karena di organisasi inilah ke-Indonesiaan dan ke-Islaman mampu direaliasasikan sebagai gerakan intelektual yang membumi lagi membasis kuat dan berpihak pada kaum tertindas.

Namun kami berusaha keras demi eksistensinya sebagai mahasiswa dan seorang kader pergerakan, untuk kemudian mengibarkan bendera dan mengamalkan nilai dasar pergerakan PMII sebagai suatu bentuk komitmen bersama demi mewujudkan sebuah gerakan secara nyata diranah sosial-kemasyarakatan terlebih untuk lingkup kampus Mercu Buana Jakarta Barat.

KEKUATAN

KELEMAHAN

Internal

Ø  Soliditas internal pengurus cukup tinggi

Ø  Berfungsinya media sosial sebagai ajang silaturrahim dengan para alumni PMII Mercu, disisi lain sebagai wadah karya ilmiah kader

Ø  Penyebaran nilai-nilai kepmiian mulai diterima dikampus

Ø  Pembagian Tupoksi kaderisasi cukup baik.

Eksternal

Ø  Jaringan Ormawa Tersedia

Ø  Komunikasi PMII Mercu Buana dengan Komisariat lain di JAKBAR cukup bagus

 

Ø  Sebagian kader ada yang menduduki birokrasi di kampus, seperti HMJ

Internal

Ø  Minimnya kualitas Sumber daya pengurus dalam mengkonsep dan mengkoordinir kegiatan

Ø  Minimnya dosen PMII dikampus Mercu

Ø  Berbenturannya program kerja komisariat dengan himpunan mahasiswa jurusan

Ø  Kurangnya Proses pemahaman kepengurusan terhadap materi materi dasar kepmiian

Ø  Menurunnya semangat kader dalam membaca, menulis dan berdiskusi.

Eksternal

Ø  Komunikasi PMII dengan Ormawa lain kurang terjalin

Ø  Pengadvokasian terhadap kebijakan kampus sangat minim

Ø  Belum adanya kepercayaan terhadap pmii dari dosen di kampus

Ø  Takutnya kader untuk bergerak karena adanya ancaman terhadap akademik mahasiswa

PELUANG

ANCAMAN

Internal

Ø  Organisasi intra kampus dapat di jadikan media kaderisasi

Ø  Dosen PMII dapat ditokohkan dalam doktrinasi perekrutan anggota baru

Ø  Media sosial dapat di jadikan media kaderisasi

Ø  Pemikiran kader pmii dapat di terima secara rasional oleh kemahasiswaan

Eksternal

Ø  Jaringan terhadap alumni pmii berjalan secara maksimal

Ø  Jaringan ormawa dapat di maksimal

Ø  Masjid dan Mushollah di sekitar kampus dapat di kuasai oleh kader pmii

Ø  Percaya masyarakat sekitar terhadap PMII

Ø  Di percayanya pemikiran kader pmii oleh ormawa lain.

Internal

Ø  Egosentrisme jurusan mulai terbangun

Ø  Meningkatnya kader menuju hedonism

Ø  Lebih banyak kader yang lebih memilih aktif di intra kampus

Eksternal

Ø  Datangnya islam radikal di kampus

Ø  Aktivis tidak lulus tepat waktu

Ø  Etika kader yang kurang baik di masyarakat.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makalah Neo-Sufisme: Konsep dan Prospeknya di Dunia Islam Modern

  Makalah Neo-Sufisme: Konsep dan Prospeknya di Dunia Islam Modern Pendahuluan Ketika arus modernisasi menghujani dunia Islam, proses modern...