Bissmillahirrahmanirohim
Atas
berkat rahmat Allah yang maha kuasa dengan didorongkan oleh keinginan luhur,
supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka dengan ini menyatakan untuk
ikut pelatihan kader lanjut yang diselenggarakan oleh Pergerakan Mahasiswa
Islam Indonesia Cabang Jakarta Timur, yang akan dilaksanakan pada tanggal 18-21
April 2019.
Pelatihan
kader lanjut merupakan tahapan pengkaderan formal dengan tujuan untuk
meningkatkan kapasitas kader atau dengan maksud memberikan pembekalan pada kader
sebagai modal untuk hidup bersama masyarakat.
Sebagai
bahan pertimbangan panitia untuk diterimanya saya sebagai peserta Pelatihan
Kader Lanjut yang diselenggarakan oleh cabang Jakarta timur ini, saya gambarkan
kondisi PMII Mercu Buana,
Sebelum
saya sampaikan kondisi PMII di Mercu Buana saat ini, perlu saya sampaikan
secara garis besar proses terbentuknya PMII di Mercu Buana.
Pelantikan
pengurus pertama Komisariat Mercu Buana pada 24 februari 2018 sebagai bukti real adanya PMII di Universitas Mercu
Buana, yang sebelumnya pernah ada PMII di kampus Mercu Buana namun pada tahun
2004 vakum karena tidak berjalanya sistem kaderisasi yang semestinya, namun
kami berusaha menelusuri kembali sejarah PMII mercu buana untuk kami gunakan
sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran untuk PMII kedepanya.
Awal
adanya PMII di Mercu Buana dimulai 2 orang mahasiswa yang mengikuti MAPABA di
universitas Nahdlatul Ulama Kedoya pada tahun 2017 yaitu Rizki ramadhon dan
sahabat hardi gunawan, yang waktu itu Cabang Jakarta Barat masih dipimpin oleh
sahabat Ahmad Syahid. Setelah dibaiatnya kedua mahasiswa mercubuana tersebut dan
diterimanya sebagai anggota PMII itulah sebagai cikal bakal adanya PMII di
kampus Mercu Buana, setelah mengikuti mapaba dan rutin mengikuti follow up serta mulai mengimplementasikan nilai-nilai aswaja pada
pergaulan kampus mercu buana sehingga
dalam kurun waktu satu tahun dapat dinyatakan memenuhi syarat untuk didirikanya
komisariat baru, untuk menjadi satu komisariat yang solid dan tetap eksis di
kampus mercu buana maka diperlukan strategi dan semangat yang istiqomah.
Salah
satu alasan kami mendirikan PMII di Universitas Mercu Buana kami mempunyai
keyakinan bahwa PMII merupakan organisasi yang mampu menjawab tantangan dan
permasalahan yang ada pada kehidupan kampus dan problematika pada masyarakat
lingkungan kampus, dimana status dari kampus mercu buana sendiri sebagai kampus
umum yang sebagian besar mahasiswanya memiliki latarbelakang yang sangat
heterogen, mulai dari latarbelakang agama, suku, status sosial yang berbeda, PMII
harapanya mampu menjembatani prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Karena di organisasi
inilah ke-Indonesiaan dan ke-Islaman mampu direaliasasikan sebagai gerakan
intelektual yang membumi lagi membasis kuat dan berpihak pada kaum tertindas.
Namun
kami berusaha keras demi eksistensinya sebagai mahasiswa dan seorang kader
pergerakan, untuk kemudian mengibarkan bendera dan mengamalkan nilai dasar
pergerakan PMII sebagai suatu bentuk komitmen bersama demi mewujudkan sebuah
gerakan secara nyata diranah sosial-kemasyarakatan terlebih untuk lingkup
kampus Mercu Buana Jakarta Barat.
|
KEKUATAN |
KELEMAHAN |
|
Internal Ø Soliditas internal pengurus cukup tinggi Ø Berfungsinya media sosial sebagai ajang
silaturrahim dengan para alumni PMII Mercu, disisi lain sebagai wadah karya
ilmiah kader Ø Penyebaran nilai-nilai kepmiian mulai diterima
dikampus Ø Pembagian Tupoksi kaderisasi cukup baik. Eksternal Ø Jaringan Ormawa Tersedia Ø Komunikasi PMII Mercu Buana dengan Komisariat lain di
JAKBAR cukup bagus Ø Sebagian kader ada yang menduduki birokrasi di
kampus, seperti HMJ |
Internal Ø Minimnya kualitas Sumber daya pengurus dalam
mengkonsep dan mengkoordinir kegiatan Ø Minimnya dosen PMII dikampus Mercu Ø Berbenturannya program kerja komisariat dengan
himpunan mahasiswa jurusan Ø Kurangnya Proses pemahaman kepengurusan terhadap
materi materi dasar kepmiian Ø Menurunnya semangat kader dalam membaca, menulis
dan berdiskusi. Eksternal Ø Komunikasi PMII dengan Ormawa lain kurang terjalin Ø Pengadvokasian terhadap kebijakan kampus sangat
minim Ø Belum adanya kepercayaan terhadap pmii dari dosen
di kampus Ø Takutnya kader untuk bergerak karena adanya ancaman
terhadap akademik mahasiswa |
|
PELUANG |
ANCAMAN |
|
Internal Ø Organisasi intra kampus dapat di jadikan media
kaderisasi Ø Dosen PMII dapat ditokohkan dalam doktrinasi
perekrutan anggota baru Ø Media sosial dapat di jadikan media kaderisasi Ø Pemikiran kader pmii dapat di terima secara
rasional oleh kemahasiswaan Eksternal Ø Jaringan terhadap alumni pmii berjalan secara
maksimal Ø Jaringan ormawa dapat di maksimal Ø Masjid dan Mushollah di sekitar kampus dapat di
kuasai oleh kader pmii Ø Percaya masyarakat sekitar terhadap PMII Ø Di percayanya pemikiran kader pmii oleh ormawa
lain. |
Internal Ø Egosentrisme jurusan mulai terbangun Ø Meningkatnya kader menuju hedonism Ø Lebih banyak kader yang lebih memilih aktif di
intra kampus Eksternal Ø Datangnya islam radikal di kampus Ø Aktivis tidak lulus tepat waktu Ø Etika kader yang kurang baik di masyarakat. |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar