RIJALUL GOIB
Saat ngaji rutinan Senin (15/8/2016), pengasuh Pesantren Almuhibbin Bahrul Ulum Tambakberas Jombang KH Jamaludin Ahmad cerita tentang fadilah salawat.
Saat haji, tokoh sufi Sufyan As Sauri pernah ketemu pemuda yang tiap langkahnya baca salawat.
Padahal sebenarnya di tiap tempat ada doanya sendiri2. Tawaf ada doanya. Wukuf, sai, juga ada doanya. Tapi pemuda ini yang dibaca hanya salawat.
"Hal laka ilmun. Apa ada ilmune lakumu ini?" tanya Sufyan pada pemuda tersebut.
Pemuda itu cerita, saat masuk Mekkah, tiba2 wajah ibunya menghitam dan perutnya abuwoh. Pemuda ini sadar bahwa itu karena dosa.
Pemuda ini lantas berdoa. Sehingga muncul awan dan seorang pria tampan yg mengusap wajah dan perut ibunya sehingga normal kembali.
Pemuda ini lantas bertanya kepada si pria tampan. Siapa engkau? "Aku Muhammad nabimu."
Berilah aku wasiat? "Jangan ngangkat kaki kecuali dg baca salawat."
Kiai Jamal melanjutkan, sebelum haji tahun 1990, dia dipeseni Kiai Jalil Tulungagung agar selama haji banyak baca salawat syadziliyah. Dia pun menjalankannya.
Pas di Mekkah, ternyata barengan tragedi terowongan Mina dimana ribuan orang wafat.
"Alhamdulillah kulo selamet," kata Kiai Jamal.
Bahkan saat hendak tersesat, selalu saja datang orang yang menunjukkan arah yang benar.
Pulang haji, beliau lantas sowan kembali ke Kiai Jalil dan menanyakan siapa orang2 yg muncul tiba2 menunjukkan arah yg benar ketika akan tersesat tersebut.
"Itulah rijalul goib," kata Kiai Jamal menirukan jawaban Kiai Jalil.
Allahumma solli wa sallim wa barik ala sayyidina Muhammad wa ala alihi wa sohbihi ajmain
Minggu, 30 Oktober 2016
Fadhilah Sholawat
RIJALUL GOIB
Saat ngaji rutinan Senin (15/8/2016), pengasuh Pesantren Almuhibbin Bahrul Ulum Tambakberas Jombang KH Jamaludin Ahmad cerita tentang fadilah salawat.
Saat haji, tokoh sufi Sufyan As Sauri pernah ketemu pemuda yang tiap langkahnya baca salawat.
Padahal sebenarnya di tiap tempat ada doanya sendiri2. Tawaf ada doanya. Wukuf, sai, juga ada doanya. Tapi pemuda ini yang dibaca hanya salawat.
"Hal laka ilmun. Apa ada ilmune lakumu ini?" tanya Sufyan pada pemuda tersebut.
Pemuda itu cerita, saat masuk Mekkah, tiba2 wajah ibunya menghitam dan perutnya abuwoh. Pemuda ini sadar bahwa itu karena dosa.
Pemuda ini lantas berdoa. Sehingga muncul awan dan seorang pria tampan yg mengusap wajah dan perut ibunya sehingga normal kembali.
Pemuda ini lantas bertanya kepada si pria tampan. Siapa engkau? "Aku Muhammad nabimu."
Berilah aku wasiat? "Jangan ngangkat kaki kecuali dg baca salawat."
Kiai Jamal melanjutkan, sebelum haji tahun 1990, dia dipeseni Kiai Jalil Tulungagung agar selama haji banyak baca salawat syadziliyah. Dia pun menjalankannya.
Pas di Mekkah, ternyata barengan tragedi terowongan Mina dimana ribuan orang wafat.
"Alhamdulillah kulo selamet," kata Kiai Jamal.
Bahkan saat hendak tersesat, selalu saja datang orang yang menunjukkan arah yang benar.
Pulang haji, beliau lantas sowan kembali ke Kiai Jalil dan menanyakan siapa orang2 yg muncul tiba2 menunjukkan arah yg benar ketika akan tersesat tersebut.
"Itulah rijalul goib," kata Kiai Jamal menirukan jawaban Kiai Jalil.
Allahumma solli wa sallim wa barik ala sayyidina Muhammad wa ala alihi wa sohbihi ajmain
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Makalah Neo-Sufisme: Konsep dan Prospeknya di Dunia Islam Modern
Makalah Neo-Sufisme: Konsep dan Prospeknya di Dunia Islam Modern Pendahuluan Ketika arus modernisasi menghujani dunia Islam, proses modern...
-
Amr menurut bahasa adalah perintah, suruhan, tuntutan. Sedangkan amr menurut istilah ialah: طلب الفعل من الأعلى إلى الأدنى “Suatu tuntutan...
-
Menurut al-Syatibi ada 3 (tiga) kategori tingkatan kebutuhan untuk mencapai kemashlahatan, yaitu: 1. Dharuriyyat adalah tingka...
-
PRE TEST dan POST TEST PELATIHAN KADER LANJUT 1. Menurut sahabat, bagaimana positioning aswaja dalam konstalasi ideologi keagamaa...
|
|
Blogger templates
Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla
Tidak ada komentar:
Posting Komentar