BAB
II
PEMBAHASAN
Ø UNSUR UNSUR
PENALARAN
Penalaran
merupakan konsep yang paling umum menunjuk pada salah satu proses pemikiran
untuk sampai pada suatu kesimpulan sebagai pernyataan baru dari beberapa
pernyataan lain yang telah diketahui. Pernyataan itu terdiri atas
pengertian-pengertian sebagai unsurnya yang antara pengertian satu dengan yang
lain ada batas-batas tertentu untuk mengindarkan kekaburan arti.
Dalam
proses pemikiran ini perlu dipelajari terlebih dahulun unsr-unsur dari
penalaran pada umumnya yang bertitik tolak pada materi yang dibicarakan,unsur-unsur
disini bukan bagian-bagian yang menyusun suatu penalaran, tetapi segala sesuatu
sebagai prinsip yang harus diketahui terebih dahulu karena penalaran adalah
suatu proses yang bersifat dinamis tergantung pada pangkal pikirnya.
Menurut
Noor Ms Brokly (1983), unsur –unsur penalaran yang dimaksudkan adalah tentang
pengerttian, karena pengertian ini merupakan dasar semua bentuk dari penalaran.
Untuk mendapatkan pengertian sesuatu yang baik, sering juga dibutuhkan suatu
analisis dalam bentuk pemecahbelahan sesuatu pngertian umum ke pengertian yang
menyusunnya, hal ini secara teknis disebut istilah pembagian, selanjutnya
diadakan pembahasan arti atau definisi.
A. Pengertian dan
Term
Pengertian
juga disebut konsep atau ide. Konsep adalah sebuah kata yang berasal dari
bahasa latin conceptus (Kata benda masculinum) yang dibentuk dari kata
conceptum yang berasal dari kata kerja concipio. Kata concipio berarti
mengambil ke dalam dirinya, menerima, mengisap, menampung, menyerap, atau
menangkap. Coceptum berarti mengambil, menyerap,membayangkan dalam pikiran,
mengerti dan menangkap. Conceptus berarti cerapan, bayangan dalam pikiran,
pengertian dan tangkapan[1].
Pengertian
dalam logika diartikan hasil tangkapan akal manusia mengenai suatu objek.
Pengertian ini kalau diungkapkan dalam bentuk kata atau symbol maka
pengungkapan itu disebut term. Jadi, term itu bentuknya dan pengertian itu
isinya. Term adalah pernyataan lahiriah dari pengertian. Term sebagai ungkapan
pengertian jika terdiri atas satu kata dinamakan dengan istilah term sederhana.
Misalnya, manusia, hewan, kursi, meja, kera da lain sebagainnya. Kalau terdiri
atas beberapa kata dinamakan term kompleks. Misalnya reakor atom,kesenian
daerah modern, pesawat terbang, kepala sekolah dan sebagainnya.
Adapun kata, bisa dibedakan
menjadi kata kategorimatis dan kata sinkategorimatis. Kata kategorimatis adalah
kata yang dapat mengungkapkan sepenuhnya suatu pengertian yang berdiri sendiri
tanpa bantuan kata lain, meliputinama diri (misal raji), kata sifat (missal,
berakal) istilah yang mengandung pengertian umum (missal, manusia) kata
sinkategorimatis adalah kata yang tidak dapat mengungkapkan suatu pengertian
yang berdiri sendiri jika tidak dibantu oleh kata lain, misalnya kata adalah,
jika, semua, maka, sebagian, barang siapa atau dan sebagainya (Noor Ms Bakry,
1983) dalam logika banyak dipakai istilah Term. Term yang pasti punya
pengertian, sedangkan kata ada yang punya pengertian dan juga bisa tidak punya
pengertian jika tidak ditambah kata lain yang menyertainya.,
Menurut
pengertian lain Term adalah “kata” atau “kesatuan kata kata” yang dapat
dipergunakan sebagai subjek ayau prediket dalam sebuah proposisi logika , kata
atau kesatuan kata kata. Yang tak mungkin digunakan sebagai subjek atau
prediket dalam pengertian logika bukanlah merupakan sebuah term. Jadi tidak
semua kata dapat dianggap term, meskipun setiap term ini terdiri dari kata,
kata kata yang tanpa bantuan kata-kata lain dapat digunakan sebagai termk
disebut kata-kata kategorimatis[2].
1.
Komprehensi
(konotasi) dan Ekstensi (Denotasi)
Istilah
komprehensi bisa disamakan dengan isis. Ekstensi bisa disamakan dengan keluasan
atau cakupan. Setiap pengertian mempunyai isi dan cakupannya.
Komprehensi
dirumuskan keseluruhan arti yang dimaksudkan oleh suatu term. Misalnya term
demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan yang berdasarkan atas tuntunan dari
rakyat dipertimbangkan oleh rakyat untuk kepentingan rakyat. Term manusia
adalah hewan yang berakal budi, dan sebagainnya.
Ekstensi
adalah keseluruhan hal yang ditunjuk oleh term. Misalnya term “ manusia” dapat
diterapkan pada bangsa Indonesia, bangsa cina, bangsa yahudi, dan sebagainya
yang dapat ditunjuk atau disebut oleh term manusia.
Antara
isi dan cakupan term terdapat suatu hubungan yang berbaliknya (dasar balik) artinya, jika yang
satu bertambah maka yang lain akan berkurang, demikian sebaliknya, jika yang
satu berkurang maka yang lain akan bertambah. (Vloemans, 1985). Dalam hal ini
terdapat empat kemungkinan, yakni :
1. Makin
bertambah komprehensi makin berkurang ekstensi.
2. Makin
berkurang komprehensi makin bertambah ekstensi.
3. Makin
bertambah ekstensi makin berkurang komprehensi
4. Makin
berkurang ekstensi makin bertambah komprehensi
Contoh :
|
term |
komprehensi |
ekstensi |
|
substansi |
substansi |
Benda-benda gas Benda-benda mati Tumbuh-tumbuhan Binatang manusia |
|
badani |
Substansi berbadan |
Benda-benda mati Tumbuh-tumbuhan Binatang manusia |
|
organisme |
Substansi berbadan berkembang |
Tumbuh-tumbuhan Binatang manusia |
|
hewan |
Substansi Berbadan Berkembang berindra |
Binatang manusia |
|
manusia |
Substansi Berbadan Berkembang Berindra dan berakal |
manusia |
Pembagian term
Mengenai term dibedakan menjadi empat
kelompok.
1. Pembagian
term menurut komprehensi.
2. Pembagian
term menurut ekstensi.
3. Pembagian
term menurut predikabilia
4. Pembagian
term menurut katergori.
-
Pembagian term
menurut komprehensi
Pembagian ini dapat dibedakan antara
lingkungan hakikat dan sifat yang masing-masing dibedeakan antara konkret dan
abstrak. Lingkungan hakikat yaitu term yang mempunyai persamaan satuan dalam
satu makna tanpa ada perbedaan tingkatan menurut hakikatnya (semua sama tanpa
adanya perbedaan tingkatan). Misalnya, manusia, pengertian manusia ini baik
yang berkulit putih maupun hitam sama dalam arti kemanusiaanya. Term lingkungan
hakikat ini ada 2 macam :
1. Konkret,
yaitu menuju ke “hal” nya suatu kenyataan atau apa saja yang berkualitas dan
bereksistensi tertentu, missal: manusia, kera dan lain sebagainya.
2. Abstrak,
yaitu : menyatakan kualitas yang terlepas dari eksistensi tertentu. Mislanya, kemanusiaan,
kebenaran, dan sebagainya.
Lingkungan sifat, yaitu tem yang didalam
halnya itu ada perbedaan tingkatan,
missal berbadan, arti yang dikandung dalam term ini terdapat suatu
perbedaan kekuatan dan kelemahan. Term dalam lingkungan sifat ini ada dua macam
:
1. Konkret,
yang menuju pada “pensifatan”
2. Abstrak,
yang menuju pada menyatakan pensifatan yang terlepas dari eksistensi tertentu.
-
Pembagian term
menurut ekstensi
Berdasarkan ekstensi (cakupan) term dibedakan
menjadi term yang bersifat umum disebut term umum, dan term yang bersifat
khusus disebut term khusus. Term umum yang mencakup hal hal yang dituju tiada
terkecualinya. Term umum ini dibedakan antara dua macam :
1. Universal
2. Kolektif
Term khusus , yaitu hanya menunjuk
se3bagian dari keseluruhan sekurang-kurangnya satu bagian atau satu hal. Term
khusus juga dibedakan antara dua macam :
1. Particular
2. Singular
Dalam logika, untuk
membedakan umum dan khusus hanya universal dan particular. Kalau dihubungkan antara
umum dan khusus atau umum dengan umum, sifatnya relative. Artinya term umum
juga dapat menjadi khusus jika dihubungkan ddengan term yang lebih luas.
Mislanya bangsa Indonesia ini umum, kalau dihubungkan dengan manusia menjadi
khusus. (Noor Ms Bakry, 1983).
-
Pembagian term
menurut predikabilia
a. Genus,
yaitu himpunan golongan yang menunjukan hakikat berbeda bentuk. Tetapi terpadu
oleh persamaan sifat.
b. Species,
yaitu himpunan suatu yang menunjukan hakikat bersamaan bentuk maupun sifatnya
se3hingga dapat memisahkan dari golongan lain.
c. Diferensia,
yaitu sifat pembeda yang menunjukan hakikat suatu golongan sehingga terwujud
kelompok diri.
d. Propium, yaitu sifat khusus sebagai predikat yang niscaya
terlekat pada hakikat sesuatu diri sehingga dimiliki oleh seluruh anggota
golongan.
e. Aksidens,
yaitu sifat kebetulan sebagai predikat yang tidak bertalian dengan hakikat diri
sehingga tidak dimliki oleh seluruh anggota golongan.
-
Pembagian term
menurut kategori
Aritoteles mengatakan bahwa segala sesuatu
mengandung unsur-unsur kategoris. Menurut Aristoteles ada 10 kateori dalam
suatu term . yaitu :
1. Subtansi
2. Kuantitas
3. Kualitas
4. Relasi
5. Aksi
6. Passi
7. Ruang
atau tempat
8. Waktu
9. Sikap
10. Keaadan.
B. Pembagian dan Penggolongan
1. Pembagian
Pembagian didalam logika diartikan memecah
belah atau menceraikan secara jelas berbeda ke bagian-bagian dari sesuatu
keseluruhan. Keseluruhan pada umumnya dibedakan antara keseluruhan logis dan
keseluruhan realis. Keseluruhannlogis adalah keseluruhan yang dapat menjadi
predikat masing masing bagiannya. Missal, buah-buahan sebagai suatu
keseluruhan, sedangkan manga, durian, papaya sebagai bagian-bagiannya.
Keselutuhan realis adalah, keseluruhan yang tidak dapat dijadikan predikat
masing-masing bagiannya. Missal, rumah sebagai suatu keseluruhan, dan kamar
sebagai bagiannya.
a. Macam-macam
pembagian
Berdasarkan perbedaan keseluruhan maka
pembagian ini ada pembagian logis dan pembagian realis.
1. Pembagian
logis,
Adalah pemecahbelahan keseluruhan kedalam
bagian bagian yang membentuknya. Pembagian ini ada dua , yaitu : pemkbagian
universal, dan pembagian dikotomi.
a. Pembagian
universal, apabila suatu genus dibagi kedalam semua spesies nya atau term umum
dibagi kedalam term-term khusus yang menyusunnya. Missal makluk dibagi atas
manusia, gorilla, kerbau, kera dan sebangsanya.
Pembagian seperti ini ada kekurangan dan
kelebihannya,kekurangannya adalah kadangkala manusia punya keterbatasan untuk
menyebutkian semua spesiesnya sehingga sering ditambah dengan dan lain-lain dan
sebagainnya. Padahal bisa saja yang dimaksudkan adalah dan lainnya lupa, dan
seterusnya binggung, dan seterusnya tidak tahu. Kelebihanya adalah jelas dan
anggotanya terperinci.
b. Pembagian dikotomi, apabila pemecahannya hanya dibedakan menjadi 2 golongan yang saling terpisah, yang satu merupakan term positif dan yang lain term negative. Contoh pembagian ini sebagaimana yang dikemukakan oleh Porphyry dalam karyanya isasoge, yakni summum genus ke infima spesies.
BAB
III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Penalaran
merupakan suatu konsep yang paling umum menunjuk pada suatu proses pemikiran
untuk sampai pada suatu kesimpulan sebagai pernyataan baru dari beberapa
pernyataan lain yang telah diketahui. Dalam pernyataan-penyataan itu terdiri
dari pengertian-pengertian sebagain unsurnya yang antara pengertian satu dengan
pengertian lain ada batas-batas tertentu untuk menghindarkan kekabutan arti.
tentang
pengerttian, karena pengertian ini merupakan dasar semua bentuk dari penalaran.
Untuk mendapatkan pengertian sesuatu yang baik, sering juga dibutuhkan suatu
analisis dalam bentuk pemecahbelahan sesuatu pngertian umum ke pengertian yang
menyusunnya, hal ini secara teknis disebut istilah pembagian, selanjutnya
diadakan pembahasan arti atau definisi.
DAFTAR
PUSTAKA
Partap Sing Mehra &
Jazir Burhan. Pengantar Logika Tradisonal,. (Bandung: Bina Cipta. 1988).
Surajiyo. DASAR-DASAR LOGIKA. (Jakarta : PT Bumi Aksara. 2006).
