Minggu, 23 Oktober 2016

Pagi Merekah





pagi merekah

sebingkai jendela melukiskan pemandangan sebuah taman
sebaris embun sekilau warna secercah mentari
semua tersimpul dalam senyummu
menandai dimulainya kehidupan indah hari ini.
kamu adalah lembaran hidupku
dengan tetes-tetes rindu yang menghapus setiap sunyi setiap saat
kata-kata ini bicara apa adanya mengenai sebuah isyarat
yang dirahasiakan bunga-bunga
ketika pagi melepaskan diri dari malam yang pekat.
dan kita, adalah sebuah belahan hati
yang tak bisa kutulis sendiri tanpa kamu maknai
tak bisa kugambar sendiri tanpa kamu warnai
seperti hurup-hurup cinta yang berkilauan
di setiap bunga di setiap embun yang meresap ke dalam kalbu.
selamat pagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makalah Neo-Sufisme: Konsep dan Prospeknya di Dunia Islam Modern

  Makalah Neo-Sufisme: Konsep dan Prospeknya di Dunia Islam Modern Pendahuluan Ketika arus modernisasi menghujani dunia Islam, proses modern...