Senin, 01 April 2024

Pengertian dan Unsur Tata Letak (Layout)

 Unsur dalam desain grafis sama seperti unsur dasar dalam disiplin desain lainnya. Unsur-unsur tersebut (termasuk shape, bentuk (form), tekstur, garis, ruang, dan warna) membentuk prinsip-prinsip dasar desain visual. Prinsip-prinsip tersebut, seperti keseimbangan (balance), ritme (rhythm), tekanan (emphasis), proporsi (proportion) dan kesatuan (unity), kemudian membentuk aspek struktural komposisi yang lebih luas. Unsur-unsur yang harus dipahami oleh desainer grafis agar dapat menghasilkan komposisi desain yang estetik, harmonis, komunikatif dan menyenangkan untuk dinikmati audiens. Unsur-unsur tersebut di antaranya, garis (line), ilustrasi (ilustration), tipografi (typografi), warna (color), gelap terang (value), tekstur (texture), dan ruang.

Unsur-Unsur Tata Letak

Sebuah karya desain yang bagus harus memenuhi beberapa kriteria dan komponen penting. Selain itu juga harus mengandung originalitas dari desain itu sendiri. Ketika menciptakan sebuah karya desain harus memperhatikan unsur-unsur desain, minimal harus sesuai dengan standar ketentuan yang ditetapkan. Salah satu komponen penting dalam desain adalah unsur tata letak. Tata letak dalam desain terdiri atas beberapa bagian yang tidak boleh terpisahkan dan mengandung arti yang sangat dalam, sebagai contoh unsur yang lain adalah unsur garis, unsur garis tebal maupun tipis sangat memengaruhi pesan yang disampaikan, garis tebal mengandung arti tegas dan jelas, sedangkan garis tipis mengandung kesan halus atau samar-samar.

Memadukan unsur-unsur atau elemen-elemen grafis adalah sebuah seni tersendiri dalam mengasilkan media komunikasi yang komunikatif, oleh karena itu dibutuhkan penataan yang tepat.

Pengorganisasian atau penataan unsur grafis tersebut dilakukan berdasarkan kriteria tertentu yang disesuaikan dengan tujuan dari pesan yang akan disampaikan.

Dalam dunia desain grafis, hal ini dinamakan dengan layout.

Tata Letak (Layout)

Desain grafis pasti tidak akan terlepas dari yang namanya layout. pertanyaannya apakah layout itu ? ternyata layout memiliki arti tata letak, dimana konsep dari sebuah desain grafis adalah sebuah layout. Tata letak atau layout adalah sebuah usaha mendapatkan komunikasi visual yang komunikatif dan menarik dengan cara menyusun dan memadukan unsur-unsur komunikasi grafis, seperti contohnya huruf, teks, garis, tabel dan unsur warna.

Apa sebenarnya tujuan dari sebuah layout itu sendiri ? Sebenarnya tujuan dari sebuah layout itu untuk memberikan contoh atau menyampaikan pesan kepada orang tentang gambaran atau rancangan sebuah desain kita.

Apa itu Layout?

Dalam bahasa layout memiliki arti tata letak. Layout merupakan sebuah sket rancangan awal untuk menggambarkan organisasi unsur-unsur komunikasi grafis yang akan disertakan.

Secara istilah, pengertian layout adalah usaha menyusun, menata dan memadukan unsur-unsur komunikasi grafis (seperti teks, gambar, warna dan lain-lain) menjadi media komunikasi visual yang komunikatif, estetik, persuasif, menarik, serta mendukung pencapaian tujuan secara cepat dan tepat.

Pertimbangan sangat diperlukan saat sedang mendesain suatu informasi seefektif mungkin. Tujuan utama dari layout adalah menampilkan elemen gambar dan teks supaya menjadi komunikatif dalam sebuah cara yang dapat memudahkan pembaca menerima informasi yang disajikan.

Disarankan bagi desainer grafis sebaiknya membuat berbagai alternatif layout hingga menemukan sebuah layout yang ideal. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari hambatan yang mungkin terjadi pada proses selanjutnya.

Fungsi layout adalah untuk mencapai keharmonisan, nilai estetis, ekonomis, dan komunikatif.

Prinsip Dasar Layout

Secara umum prinsip-prinsip dalam penyusunan tata letak terdiri atas:

1. Kesatuan (Unity) dan keselarasan (Harmony)

2. Keseimbangan ( Balance )

3. Kesebandingan (proportion)

4. Irama (rhythm)

5. Penekanan /Fokus

6. Kontras (contrast)

7. Repetisi (Repetition)

1. Kesatuan (Unity) dan keselarasan (Harmony)

Kesatuan atau unity merupakan salah satu prinsip yang menekankan pada keselarasan dari unsurunsur yang disusun, desain bisa dikatakan menyatu apabila secara keseluruhan tampak harmonis.

Gambar Keselarasan

Keselarasan (harmony) merupakan prinsip desain yang diartikan sebagai keteraturan tatanan diantara bagian-bagian suatu karya.Keselarasan dalam desain merupakan pembentukan unsur-unsur keseimbangan, keteraturan, kesatuan, dan perpaduan yang masing-masing saling mengisi dan menimbang.

Harmoni dapat diwujudkan dengan 2 cara, yaitu:

1. Harmoni dari segi bentuk 

Harmoni yang dilihat dari bentuk ialah dimana adanya keserasian dalam penempatan unsur-unsurnya. Hal itu dapat dilihat dari segi bentuk dan ukurannya pada media misalnya brosur, leaflet, poster, dll.

Harmoni dari segi bentuk


2. Harmoni dari segi warna 

Warna memiliki pengaruh yang amat besar, karena tiap-tiap warna memiliki sifatnya masing-masing, seperti merah yang memiliki arti berani, biru yang memiliki kesan tenang dan lain sebagainya.

Harmoni dari segi warna

Contoh Gambar Kesatuan (Unity) & Keselarasan (Harmony)

Gambar Kesatuan (Unity) & Keselarasan (Harmony

Gambar Kesatuan (Unity) & Keselarasan (Harmony

2. Keseimbangan (Balance)

Setiap karya desain grafis harus dapat mengkomunikasikan informasi secara jelas sekaligus estetis, hal itu memerlukan keadaan keseimbangan pada unsur-unsur yang ada di dalamnya agar tujuan tersebut dapat tercapa.

Keseimbangan akan lebih terlihat ketika anda menyatukan pandangan pada sebuah desain secara keseluruhan, sehingga tidak tertangkap kesan berat sebelah, penuh sebelah, ramai sebelah dan seterusnya.

Sehingga keseimbangan atau balance secara visual dapat diartikan kondisi yang sama berat. Pembagian tersebut dapat dilihat dengan prioritas horizontal (kanan kiri) dan vertikal (atas bawah).

Keseimbangan (Balance)

Ada dua metode pendekatan dalam menciptakan keseimbangan : 

Keseimbangan simetris (formal balance) 

Merupakan keseimbangan yang berdasarkan pengukuran dari pusat yang menyebar dan membagi sama berat antara kiri dan kanan maupun atas dan bawah secara simetris atau setara. Keseimbangan ini bersifat sederhana, terkesan resmi atau formal. 

Keseimbangan asimetris (informalbalance) 

Merupakan keseimbangan yang tersusun atas unsur-unsur yang berbeda antara kiri dan kanan namun dari komposisinya terasa seimbang.Keseimbangan asimetris dapat dilakukan dengan penyusunan ukuran, garis, warna, bidang dan tekstur

3. Kesebandingan (proportion) 

Kesebandingan (proporsi)merupakan perbandingan ukuran yang digunakan untuk menentukan perbandingan yang dianggap tepat antara panjang dengan lebar antara bagian dengan bagian lain atau bagian dengan unsur secara keseluruhan 

Kesebandingan (proportion)

4. Irama (rhythm) 

Irama adalah pola tata letak (layout) yang dibuat dengan melakukan pengulangan unsurunsur tata letak secara teratur agar menciptakan kesan yang menarik. Irama menyebabkan kita dapat merasakan adanya pergerakan, getaran, atau perpindahan dari unsur satu ke unsur lain. Irama visual tersebut dapat berupa repetisi maupun variasi.

Irama (rhythm)

5. Penekanan atau Fokus (Emphasys) 

Dominasi merupakan salah satu prinsip dasar tatarupa yang harus ada dalam karya seni dan desain. Dominasi berasal dari kata Dominance yang berarti keunggulan. Sifat unggul dan istimewa ini akan menjadikan suatu unsur sebagai penarik dan pusat perhatian. Dominasi mempunyai bebrapa tujuan, yaitu untuk menarik perhatian, menghilangkan kebosanan, dan untuk memecah keberaturan.

Penekanan atau Fokus (Emphasys)

Emphasis dapat diciptakan dengan beberapa cara, antara lain:

  • Memperbesar ukuran objek atau font lebih dari yang lain.
  • Mengatur warna agar kontras dengan background dan elemen desain yang lainnya.
  • Menempatkan di posisi yang strategis serta dpat menarik perhatian. Pada umumnya, orang-orang membaca dari arah kiri ke kanan dan dari atas ke bawah. Jadi posisi yang pertama dilihat oleh pembaca adalah kiri atas.
  • Style yang digunakan hendaknya berbeda dengan yang lain.

6. Kontras (contrast) 

kontras yaitu adanya perbedaan yang mencolok pada beberapa unsur tata letak. Kontras dapat anda lakukan dengan beberapa cara, misalnya dengan menggunakan warna yang berbeda sehingga lebih mencolok, ukuran foto/ilustrasi dibuat besar diantara yang kecil, menggunakan pemilihan font yang berbeda typefont maupun ukurannya, mengganti irama serta arah juga dapat anda lakukan.

Kontras (contrast)

7. Repetisi

Repetisi adalah sebuah “permainan” pengulangan dalam rangkaian komposisi desain. Repisi digunakan agar setiap elemen desain mempunyai kesamaan (unity) dan terikat antar elemen satu sama elemen lainnya. Misalnya repetisi warna pada bentuk yang berbeda, repetisi garis dengan dimensi yang sama pada warna yang berbeda, repetisi white space, repetisi teksture dan lainnya.

Repetisi

Jenis - Jenis Layout

Dalam desain grafis, macam atau jenis layout terdiri dari 6 macam layout. Berikut uraiannya.

1. Mondarin

Jenis layout yang pertama ini mengarah pada bentuk kotak, horizontal (landscape), atau vertikal (potrait). Pada layout ini setiap bidang akan sejajar dengan ruang presentasi yang berisi konten informasi atau gambar untuk membentuk komposisi yang konseptual.

2. Circus

Pada layout circus yang diterapkan bukan desain layout standar, tapi mengarah pada layout dengan elemen yang tidak teratur. Meskipun begitu tetap menghasilkan desain yang efektif.

3. Multiple

Sesuai dengan nama layout ini yaitu layout multiple, pada layout ini dibagi menjadi beberapa bagian atau tema dalam bentuk yang sama, seperti persegi, persegi panjang, kubus, balok, dan lain-lain.

4. Silhoutte

Jenis layout silhoutte atau siluet mengacu pada teknik ilustrasi atau fotografi yang menyoroti bentuk bayangan. Tampilan dari layout ini bisa berbentuk barisan teks, ilustrasi warna atau pembiasan warna yang halus dengan teknik fotografi.

5. Big-Type

Big-type ini adalah jenis layout yang menekankan gaya penggunaan font berukuran besar sehingga dapat menarik perhatian pembaca. Hal ini bisa menjadi ciri khas dari jenis layout ini. Big-type biasa digunakan untuk membuat suatu judul atau desain poster.

Layout alphabet-inspired fokus pada susunan huruf atau angka dalam urutan yang tepat sehingga bisa membuat kata-kata yang memiliki makna. Maksud dari penggunaan kata itu adalah untuk menyampaikan cerita atau informasi.

Elemen-Elemen Layout

1. Header

2. Judul / head / heading / headline.

3. Deck / Blurb / Standfirt

4. Initial cap

5. Kotak / Box/ Bingkai / Border /Frame

6. Artworks

7. Footer

8. Kicker / Eyebrows

9. Callouts

10. Byline / Credit Line / Writer’s credit

11. Caption

12. Foto

13. Sidebar

14. Point bullets

15. Information / Graphics / Infographics

16. Signature / Mandatories

17. Nomor halaman / Page number

18. Indent

19. Subjudul / Subhead/ Crosshead

20. Pull quotes / Liftouts

21. Isi / Bodytext / Bodycopy / Copy / Copytext

22. Running head / Running headline / Running title / Running feet / Runners


Dalam proses pembuatan layout juga terdapat tahapan-tahapan yang harus dilalui secara runtut. Menurut Freddy Adiono Basuki, tahapan pembuatan layout terbagi menjadi 3 tahap, yakni:

1. Membuat layout miniature atau sketsa kecil (thumbnail)

Ini adalah tahap perancangan dalam menentukan komposisi unsur-unsur yang akan ditempatkan. Visualisasinya masih dalam bentuk sket kolom teks dan kolom gambar.

2. Membuat layout kasar (abrupt lay out)

Pada tahap ini layout sudah berupa rancangan yang berbentuk gambar dan teks.

3. Membuat tata letak komprehensif

Ini adalah tahap terakhir yang mana kesuluruhan unsur sudah disusun dengan baik dan benar yang sudah siap cetak.

Soal Uji Kompetensi Unsur Warna - Desain Grafis Kelas 10

 Soal Uji Kompetensi Unsur Warna - Desain Grafis Kelas 10 dan kunci jawaban terbaru. Pembagian naskah latihan ini ditujukan untuk jurusan SMK dalam menghadapi ujian penilaian Uji Kompetensi Unsur Warna.

Dasar Desain Grafis merupakan salah satu mata pelajaran dasar program keahlian untuk semua kelas 10 SMK disemua jurusan. Penilaian Uji Kompetensi Unsur Warna dilaksanakan guna mengukur capaian kompetensi siswa.

Mendapatkan nilai yang baik tentu menjadi hal yang diinginkan terutama bagi yang ingin melanjutkan kuliah maupun langsung bekerja.

Berikut Contoh Soal Uji Kompetensi Unsur Warna - Desain Grafis Kelas 10

Soal dan jawaban dasar desain grafis kelas 10 semester 1 bab 2 unsur warna desain grafis:

A. Soal Pilihan Ganda Unsur Warna - Desain Grafis Kelas 10

1. 3 (Tiga) Syarat terjadinya warna adalah….
a.    Cahaya, objek, otak
b.    Cahaya, mata, udara
c.    Cahaya, mata, sinar pantulan
d.    Cahaya, objek, mata
e.    Objek, pengamat, mata

Jawaban. D
2. Warna hitam memiliki karakter….
a.    Tenang
b.    Sejuk
c.    Kuat
d.    Lemah
e.    lembut

Jawaban. C

3. 2 (dua) model warna paling umum adalah…
a.    RGB dan MCKY
b.    BRG dan CMYK
c.    CMYK dan RGB
d.    CMYK dan GBR
e.    CMYK dan BGR

Jawaban. C

4. Warna merah biasanya digunakan untuk menunjukan bahaya, berarti fungsi warna sebagai….
a.    Alamiah
b.    isyarat
c.    identitas
d.    psikologis
e.    astistik

Jawaban. B

5. Warna campuran kuning dengan merah adalah….
a.    Ungu
b.    Hijau
c.    Pink
d.    Orange
e.    Abu – abu

Jawaban. D

6. Dua warna yang dicampur dengan perbandingan yang sama disebut warna….
a.    Primer
b.    Sekunder
c.    Tersier
d.    Apologus
e.    Mixer

Jawaban. B

7. Kepanjangan dari RGB adalah….
a.    Red green bold
b.    Red green blue
c.    Red green biru
d.    Random green blue
e.    Random gold blue

Jawaban. B

8. Warna hijau identik dengan….
a.    Kuat
b.    Sangat
c.    Cool
d.    Sejuk
e.    peringatan

Jawaban. D
9. Mode warna yang memiliki tingkatan warna dari hitam sampai putih disebut..
a. Gray scale
b. RGB
c. Bitmap
d. CMYK
e. Lab Color

Jawaban. A

10. Warna di bawah ini termasuk warna primer, kecuali ....
a. Merah, Kuning, Biru
b. Ungu, Oranye, Merah Jambu
c. Merah, Hijau, Ungu
d. Biru, Kuning, Coklat
e. Hitam, Hijau, Kuning

Jawaban. B

B. Soal Essai Uji Kompetensi Unsur Warna - Desain Grafis Kelas 10

1. Sebutkan macam-macam warna panas!
2. Jelaskan beberapa macam warna dingin!
3. Terangkan karakteristik warna panas!
4. Terangkan pengertian penerapan warna terhadap kehidupan!
5. Uraikanlah tentang warna sebagai pendekatan rasa psikologis!
6. Sebutkan dua macam unsur warna dalam dunia desain grafis!
7. Mengapa penggunaan warna dapat menyampaikan pesan psikolog dalam desain?
8. Jelaskan warna yang dibutuhkan untuk kebutuhan cetak dan printing!
9. Jelaskan perbedaan skala warna CMYK dengan GrayScale !
10. Bagaimana kebutuhan warna yang digunakan untuk kebutuhan tampilan di layar?

Jawaban:

1. Kuning, Merah, orange
2. Contoh warna dingin adalah ungu, biru, hijau. Karakternya menghasilkan sensasi dingin.
3. Warna panas akan memberi sensasi panas dan dekat.
4. Wanrna diketahui daapt memberikan pengaruh terhadap psikologi, emosi serta cara bertindak manusia. Warna juga menjadi bentuk kominikasi yang bisa mengungkapkan pesan secara instan.
5. Warna dapat memberikan kesan perasaan tertentu terhadap yang melihatnya, seperti warna hijau rumput yang memberikan kesan menyegarkan dan warna biru langit memberikan kesan kesegaran.
6. CMYK dan RGB
7. Karena warna dapat merangsang frekuensi tertentu pada otak.
8. Warna yang digunakan untuk cetak dan print biasanya menggunakan sistem warna CMYK
9. CMYK memiliki empat warna yaitu cyan, magenta, kuning, dan hitam (key). Warna CMYK juga bagus untuk cetak dan print. Sedangkan skala gray scale hanya memiliki nuansa warna hitam dan putih.
10. Warna yang digunakan untuk tampilan elektronik seperti televisi dan monitor menggunakan warna RGB.

Gamut Warna Pada Desain Grafis

 Gamut Warna merupakan standar warna internasional yang diciptakan untuk perangkat digital sehingga dapat dilihat dan diidentifikasi oleh mata. Sementara itu, sRGB Color Gamut adalah Color Gamut yang dibuat berdasarkan 3 spektrum warna, yaitu red, green, dan blue. sRGB digunakan pada komputer, kamera, televisi, dan perangkat digital lainnya untuk menampilkan warna pada perangkat digital.

Gamut warna adalah pallete warna yang diberikan teknologi atau proses mereproduksi. Fakta yang tidak diketahui oleh orang awam adalah bahwa setiap teknologi (TV berwarna, printer warna, dll.) Memiliki keterbatasan dalam reproduksi warna.

Itu sebabnya kita bisa membedakan antara gambar asli dan buatan dalam sekejap saja. Apa yang kalian lihat melalui jendela dirumah dengan gambar atau layar TV pasti kita bisa membedakannya. Misalnya juga TV analog, TV digital, gambar cetak, dll memiliki tampilan 'berbeda' terlepas dari resolusi.

Untuk memahami gamut, penting untuk memahami diagram CIE. Ini adalah hasil penelitian ekstensif tentang penglihatan manusia. Ini juga dikenal sebagai "diagram tapal kuda”.

Pada dasarnya, sRGB adalah standar Gamut Warna yang diciptakan oleh IEC pada 1999 untuk memudahkan produsen perangkat dalam melakukan reproduksi warna. Dengan begitu, kamu dapat melihat warna yang konsisten di berbagai perangkat, meskipun variasi warnanya dibatasi kemampuan teknologi perangkat tersebut menampilkan warna yang akurat.

Pentingnya Gamut Warna dalam Desain

Sebagian besar konten, seperti website, video online, hingga aplikasi desktop menggunakan sRGB Color Gamut. Perangkat dengan tingkat sRGB yang tinggi mampu menghasilkan warna secara akurat dan mendekat warna yang diinginkan. Ketika kamu mengedit foto atau video, kamu tentu akan dihadapkan dengan profil warna RGB untuk menentukan pilihan warna yang tepat. Karena itu, penting untuk memiliki layar yang mampu menampilkan 100% sRGB Color Gamut, seperti laptop Acer Swift X (SFX14-41G). 

Dengan tampilan visual yang imersif dan kaya warna, hasil desain pun akan lebih akurat dan sesuai dengan kreasi yang diinginkan. Hal ini penting jika kamu ingin memaksimalkan karya desain maupun konten yang menghadirkan warna colorful.

Mampu Menghasilkan Konten Terbaik

Pada proses produksi atau pun editing konten, kamu akan akrab dengan color palette RGB. Kamu dapat memilih warna yang tepat berdasarkan turunan 3 warna tersebut, yaitu Red, Green, dan Blue. Dengan Color Gamut, warna yang kamu tangkap di kamera dan warna yang terlihat di monitor akan terlihat sama. Di sinilah proses reproduksi warna yang dihasilkan oleh sRGB Color Gamut menjadi penting karena standar warna yang dihasilkan harus terlihat sama di semua perangkat. 

Jika menggunakan perangkat dengan layar yang mampu menghasilkan 100% sRGB Color Gamut, maka warna yang ditampilkan bahkan akan lebih mirip dengan aslinya. Hal ini akan memudahkan kamu berkreasi karena bisa mendapatkan akurasi warna yang sama dengan yang kamu inginkan. Selain itu juga dapat bekerja lebih produktif karena membantu menemukan warna yang tepat dengan cepat dan hasilnya pun lebih memuaskan. 

Monitor yang bekerja dengan RGB tampilan warnanya akan terlihat lebih cerah jika dibandingkan warna hasil cetakan offset, hal itu terjadi karena monitor yang bekerja dengan RGB mempunyai gamut atau batasan warna yang lebih besar daripada mesin cetak offset yang bekerja dengan CMYK. Sebagai contoh lainnya adalah bisa dilihat pada perbedaan hasil cetak di atas Art Paper yang berbeda dengan hasil cetak di atas kertas koran.

Besar kecilnya gamut dari tiap peralatan (benda) inilah yang menjadi salah satu faktor kenapa terjadi perbedaan warna antara peralatan/benda yang satu dengan peralatan/benda lainnya.

Aditif juga sering dikenal sebagai RGB yang merupakan singkatan dari Red (merah), Green (hijau), dan Blue (biru). Kombinasi tiga warna ini digunakan untuk menghasilkan warna lain.

Sedangkan jenis subtraktif sering juga disebut CMYK yang berdasarkan warna Cyan, Magenta, Yellow, dan K merupakan pigmen hitam yang digunakan dalam pencetakan.

Subtraktif adalah warna yang digunakan dengan cara mencampurkan pewarna untuk menghasilkan warna dan menghindari adanya refleksi cahaya. Jenis ini biasanya digunakan oleh seluruh media cetak seperti foto, majalah, dan buku.

Untuk mengetahui seberapa banyak warna yang digunakan sering disebutkan salah satu color gamut untuk menentukan rentang warna tertentu. Semakin bagus standar warna yang disematkan pada layar, maka akan semakin mahal harga monitor tersebut.

sRGB, AdobeRGB, dan NTSC

sRGB merupakan color gamut yang paling sering digunakan oleh perangkat digital saat ini untuk menampilkan gambar. Meski cakupan warna sRGB paling kecil dibandingkan dengan standar warna yang lain, namun profil warna sRGB sudah disupport oleh semua perangkat display digital yang ada saat ini.

Sedangkan AdobeRGB dikembangkan oleh Adobe sebagai color gamut untuk menyediakan rentang warna yang lebih luas dari sRGB. Mereka mengembangkan ini untuk digunakan di berbagai program grafis Adobe seperti Photoshop untuk mengatasi kekurangan yang ada pada sRGB. Adobe RGB cocok digunakan oleh para desainer ataupun fotografer untuk kebutuhan desain grafis, terutama untuk media cetak.

Dan color gamut populer lainnya yaitu NTSC yang merupakan singkatan dari National Television Standards Committee. Sesuai dengan namanya, standar warna NTSC awalnya dikembangkan untuk televisi.

NTSC sendiri merupakan ruang warna yang dikembangkan untuk rentang warna yang bisa ditangkap oleh mata manusia. NTSC juga satu-satunya perwakilan dari warna yang bisa dilihat manusia dan sebenarnya bukan color gamut yang terluas.

Jadi layar monitor dengan color gamut tinggi yang ditunjukkan dengan persentase akan berpengaruh pada kualitas warna yang lebih tajam dan akurat. Hal ini tentu akan terasa nyaman saat digunakan untuk berbagai jenis kegiatan, mulai dari gaming sampai editing.

Model Warna Desain Grafis

 Model Warna Desain Grafis sendiri dapat dikatakan salah satu hal utama yang membedakan antara gambar digital dan gambar analog. Jika gambar digital terbentuk oleh cahaya, maka gambar analog terbentuk dari tinta. Pemahaman tersebut yang menjadi landasan dari model warna. Dalam dunia desain grafis sebenarnya terdapat berbagi macam model warna, seperti RGB, CMYK, Lab Color, Grayscale, tetapi pada postingan ini kita hanya akan membahas 3 model warna yaitu RGB, CMYK, dan Lab Color.

Mengenal Model Warna Deain Grafis

Model warna adalah sebuah sistem yang bertujuan menciptakan seluruh jajaran warna dari warna primer. Ada dua jenis model warna yaitu model warna aditif dan model warna subtraktif. Model warna aditif menggunakan cahaya untuk menampilkan warna sedangkan model warna subtraktif menggunakan tinta cetak untuk menampilkan warna. Warna yang terlihat pada model aditif adalah hasil dari cahaya yang ditransmisikan sedangkan warna yang terlihat pada model subtraktif adalah hasil dari cahaya yang dipantulkan . Ada dua model warna yang paling umum yaitu model warna RGB (Red, Green, Blue) dan CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, black).

Model Warna RGB

Model warna RGB terdiri dari warna merah (red), hijau (green) dan biru (blue) merupakan model warna aditif yang digunakan untuk tampilan komputer. Warna yang dihasilkan merupakan cahaya yang di transmisikan.

Model Warna RGB

Sesuai dengan singkatannya RGB yaitu Red (Merah), Green (Hijau), Blue (Biru) merupakan warna dasar dari model warna ini. Campuran antara warna-warna tersebut akan menghasilkan warna lain, misalnya warna merah yang bercampur dengan warna hijau akan menghasilkan warna kuning; hijau dan biru akan menghasilkan warna sian; sedangkan biru dan merah akan menghasilkan warna magenta. Gabungan antara ketiga warna dasar dalam intensitas penuh pada model warna ini akan menghasilkan warna putih.

Dalam penggunaan warna RGB ini sangatlah sederhana. Skala yang digunakan warna ini adalah 0 (hitam) skala paling rendah sedangkan skala paling tinggi yaitu 225 (putih). Untuk mendapatkan warna yang indah, memakainya harus dengan kombinasi yang sesuai. Model warna ini sering digunakan utuk gambar yang akan ditampilkan pada media eletronik. Contohnya menampilkan suatu gambar pada media televisi.

Model Warna CMYK

Model warna CMYK terdiri dari warna sian (cyan), magenta, kuning (yellow), dan hitam (black) merupakan model warna subraktif yang digunakan untuk tinta warna percetakan. Warna yang dihasilkan merupakan hasil dari cahaya yang di pantulkan.

Dalam model warna CMYK, yang menjadi warna dasarnya adalah sian, magenta, dan kuning. Gabungan warna sian dan magenta menghasilkan warna biru; magenta dan kuning menghasilkan warna merah; kuning dan sian menghasilkan warna hijau.

CMYK memiliki skala 0% sampai 100%. Jika semua warna dasar dijadikan 0% maka menghasilkan warna putih. Sebaliknya jika semua dijadikan 100% maka muncul warna hitam. Model warna ini sering digunakan pada proses pencetakan.

Fungsi dari RGB Untuk Tampilan Layar dan CMYK Untuk Cetak

Model warna RGB cenderung lebih terang dibandingkan dengan warna CMYK. Jika membuat sebuah desain, anda perlu memperhatikan pemilihan model warna yang tepat berdasarkan tujuan dari pembuatan desain tersebut. Jika desain yang anda buat tujuannya untuk dicetak, maka gunakan model warna CMYK, sedangkan jika tujuan untuk digunakan pada tampilan layar komputer seperti e-banner atau gambar yang tidak ingin dicetak maka gunakan model warna RGB. Pemilihan warna RGB saat membuat sebuahdesain sangat penting untuk menghindari terjadinya perbedaan warna saat pengeditan berlangsung dengan warna setelah desain tersebut di ekspor.

Warna CMYK dan RGB merupakan dua komponen penting dalam teori warna. Dua komponen ini menjadi dasar dalam membentuk warna – warna lain. Sebelum membuat suatu desain, desainer harus menentukan terlebih dahulu desain tersebut akan dicetak atau hanya dipresentasikan melalui media monitor. Mengapa? Karena warna CMYK dan RGB akan menghasilkan hasil yang berbeda ketika ditampilkan dalam bentuk visual di monitor dan ketika dicetak. Lalu bagaimana cara mengatasi perbedaan ini?

 Langkah pertama adalah dengan mengetahui perbedaan dari warna CMYK dan warna RGB. Warna CMYK merupakan singkatan dari Cyan, Magenta, Yellow, dan Black. Warna CMYK seringkali digunakan untuk percetakan karena tinta di percetakan terdiri dari warna Cyan, Magenta, Yellow, dan Black . Warna CMY sendiri masih memantulkan sedikit warna – warna di RGB. Warna Cyan memantulkan warna Red atau Merah. Warna Magenta memantulkan warna Green atau Hijau dan warna Yellow memantulkan warna Blue atau Biru. Pantulan tersebut tidak diinginkan, disebut juga dengan hue error. Untuk menyiasatinya maka diberikan warna Black atau yang disebut Key dalam warna CMYK agar tiap komponen warna menjadi lebih pekat dan tidak memantulkan hue error tadi.

Sedangkan warna RGB merupakan warna Red, Green dan Blue. Ketiga warna ini menghasilkan kecerahan warna yang lebih cerah daripada warna CMYK. Karena itu, warna RGB sangat baik digunakan untuk presentasi visual di monitor. Bagi para desainer grafis, warna RGB lah yang paling sering digunakan. Namun, bagi mereka desainer grafis yang memiliki peminatan di bagian percetakan akan lebih sering memakai warna CMYK.

Bagaimana jika file sudah dalam bentuk RGB? Jika kalian sudah berada di tempat printing atau percetakan, berarti kalian harus menerima risiko turunnya warna jika diprint. Jika belum, kalian bisa merubah format file dari RGB ke CMYK. Hampir semua aplikasi khusus desain dapat merubah format warna dari RGB ke CMYK jadi hasil untuk diprint juga akan lebih baik dari pada diprint dengan format RGB. 

Persamaan dan perbedaan warna CMYK dengan RGB.

Dalam dunia desain ada 2 macam unsur warna yaitu CMYK dan RGB. Apa persamaan dan perbedaan antara kedua type warna tersebut dan apa hubungannya dalam desain grafis. 

CMYK & RGB itu sama-sama warna primer.

Perbedaan :

RGB :  Red Green Blue (merah, hijau, biru)· RGB merupakan warna-warna primer yang digunakan pada monitor· Jadi RGB lebih digunakan untuk desain yang nantinya ditampilkan ke media layar monitor· Jika warna RGB di campur semua, akan menghasilkan warna putih

CMYK : · Cyan Magenta Yellow Black (orang awam bilang biru, merah, kuning dan hitam )· CMYK merupakan warna-warna primer yang paling banyak digunakan pada printer· CMYK lebih digunakan untuk desain yang nantinya ditampilkan ke media cetak· Jika warna CMY di campur semua, akan menghasilkan warna hitam.

Peranan warna bagi manusia warna sering kali dipakai sebagai elemen estetis, sebagai representasi dari alam, warna sebagai komunikasi, dan warna sebagai ekspresi.

Warna sebagi elemen estetika

Warna memerankan dirinya sebagai ”warna”, yang mempunyai fungsi dalam membentuk sebuah keindahan. Namun keindahan disini bukan hanya sebagai ”keindahan” semata. Melainkan sebagai unsus eksistensial bendabenda yang ada disekeliling kita. Karena dengan adanya warna kita dimudahkan dalam melihat dan mengenali suatu benda. Sebagai contoh apabila kita meletakkan sebuah benda di tempat yang sangat gelap, mata kita tidak mampu mendeteksi obyek tersebut dengan jelas. Di sini warna mempunyai fungsi ganda dimana bukan hanya aspek keindahan saja namun sebagai elemen yang membentuk diferensial/perbedaan antara obyek satu dengan obyek lain.

Warna sebagai representasi dari alam 

Warna merupakan penggambaran sifat obyek secara nyata, atau secara umum warna mampu menggambarkan sifat obyek secara nyata. Contoh warna hijau untuk menggambarkan daun, rumput; dan biru untuk laut, langit dan sebagainya. Warna dalam hal ini lebih mengacu pada sifat-sifat alami dari obyek tertentu misalnya padat, cair, jauh, dekat dll.

Warna sebagai alat/sarana/media komunikasi (fungsi representasi)

Warna menempatkan dirinya sebagai bagian dari simbol (symbol). Warna merupakan lambang atau sebagai perlambang sebuah tradisi atau pola tertentu. Warna sebagi komunikasi seringkali dapat kita lihat dari obyekobyek seperti bendera, logo perusahaan, fashion, dll. Warna merupakan sebuah perwakilan atau bahkan sebuah obyek pengganti bahasa formal dalam mengkomunikasikan sesuatu misalnya: merah perlambang kemarahan, patriotisme, seksualitas; kemudian putih sebagai perlambang kesucian, kebersihan, kebaikan dari sekian banyak warna, dapat dibagi dalam beberapa bagian yang sering dinamakan dengan sistem warna Prang yang ditemukan oleh Louis Prang pada 1876 atau disebut juga sebagai atribut warna meliputi :

Hue, adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna, seperti merah, biru, hijau dsb.

Value, adalah dimensi kedua atau mengenai terang gelapnya warna.Contohnya adalah tingkatan warna dari putih hingga hitam.

Saturation/Intensity, seringkali disebut dengan chroma, adalah dimensi yang berhubungan dengan cerah atau suramnya warna.

Kombinasi Warna Desain Grafis

 Kombinasi Warna Dalam Desain Grafis, warna menjadi bagian yang cukup penting. Mengapa kita perlu mempelajari kombinasi warna dalam desain grafis. Hal ini agar hasilnya lebih menarik.

Bukan hanya itu saja, dengan mengkombinasikan beberapa warna juga bisa menyampaikan maksud dan tujuan desain yang telah kita buat kepada orang yang melihatnya. Mengkombinasikan warna antara yang satu dengan yang lain bukanlah perkara mudah. Bahkan, tidak sedikit desainer yang justru dibuat bingung dengannya, karena memang cukup memakan waktu.

Warna adalah kesan yang ditimbulkan oleh pantulan cahaya pada mata. Warna pokok atau primer ada tiga yaitu merah, kuning, biru. Pencampuran di antara warna-warna primer ini menghasilkan warna sekunder. Putih dan hitam dianggap warna netral.

Setidaknya ada dua cara dalam menyusun paduan warna, yaitu secara analogus dan monokromatik.

  • Analogus, penyusunan dengan cara meletakkan hasil perpaduan warna primer di antaranya.

  • Monokromatik, penyusunan berdasarkan tingkat perpaduan dengan warna hitam dan putih.

1. Paduan warna secara analogus

Yakni penyususnan dengan cara meletakkan hasil perbaduan warna primer dintaranya. Penyusunan warna ssecara analogus merupakan kombinasi warna berseblahan atau berdekatan didalam lingkaran warna. Kombinasi skema warna tersebut menciptakan keselarasan. Hal ini disebabkan perpindahan antara warna satu dengan warna lain berganti dengan halus atau bisa dibilang tidak terlalu kontras.

Contoh warna-warna analogus adalah :

  • Biru-ungu, ungu, dan merah-ungu.
  • Merah, merha-jingga, dan jingga, atau
  • Kuning, kuning-jingga, dan jingga

2. Paduan warna secara monokromatik

Penyeususnan berdasarkan tingkat perbaduan dengan warna hitam dan putih. Istilah monokromatik digunakan unutk medefinisikan kombinasi warna yang memiliki komposisi dari satu warna dengan instensitas yang berbeda. Kombinasi ini menciptakan suasana desain yang sesuai dengan persepsi warna dasar yang digunakan. Artinya, desain tersebut akan terlihat khas dengan warna sendiri karena menggunakan dasar yang sama.

contoh monokromati adalah :

  • Biru, biru muda, biru tua
  • Merah, merah tua, dan merah muda

Warna adalah poin vital dalam dunia desain grafis. Setiap desainer grafis dituntut untuk selalu kreatif dalam menggunakan warna. Oleh karena itu, mempelajari teori warna dan hal-hal yang dapat membantu meningkatkan kreasi desainer grafis dalam bekerja dengan warna seakan menjadi suatu keharusan yang tidak terelakkan.

Beberapa kombinasi warna desain grafis

Classic and Retro

Mengkombinasikan warna yang gelap tentu akan membuat desain Anda menjadi lebih tegas, plus maskulin. Bukan hanya itu saja, dengan memadukan warna classic dengan retro juga akan membuat desain Anda terkesan lebih menonjol dan simple.  Sehingga akan memberikan kesan tersendiri bagi siapapun yang melihatnya.

Sunset over swamp

Perpaduan warna dalam kombinasi desain grafis selanjutnya adalah sunset over swamp. Kombinasi satu ini sangat cocok untuk Anda yang ingin mendesain ‘sesuatu yang kelihatan natural’. Salah satunya adalah desain yang memang bernuansa senja ataupun alam. Dengan memberikan goresan warna ini, tentu akan membuat hasil desain Anda terlihat terang, ceria, dan memikat.

Subdued and professional

Bagi Anda yang ingin atau akan mendesain untuk kepentingan bisnis, maka Anda  bisa menggunakan kombinasi warna dalam desain grafis satu ini. Perpaduan warna ini akan memberikan kesan yang tegas, namun tetap terlihat kalem. Kesempurnaan yang ada pada penggabungan warna ini sangat cocok untuk desain klien korporat, yakni dengan konsep bisnis yang lumayan serius.

Dark and earthy

Perpaduan ini merupakan hasil dari inspirasi dengan warna-warna yang ada pada gurun. Karena perpaduannya mampu menciptakan sebuah pesan dramatis terhadap sebuah hasil desain grafis. Selain itu, ia juga bisa menambahkan kesan kontras yang sudah pasti akan menjadikan desain lebih memikat. Dengan demikian, kombinasi warna dalam desain grafis satu ini juga cocok jika Anda gunakan untuk mendesain sesuatu yang serius dan sifatnya formal.

Navy, almond, red-orange, and mango

Biasanya , warna yang ngejreng atau warna yang cerah nan mencolok memang sangat bagus jika Anda gunakan untuk sebuah desain yang sifatnya ceria dan juga dinamis. Anda bisa mengkombinasikan warna navy, almond, red-orange, and mango. Kombinasi dari beberapa warna ini akan menghasilkan sebuah desain yang keren banget. Dengan kesan tegas, berani, dan menantang. Sehingga sangat cocok jika Anda pakai untuk desain yang sifatnya serius.

Deep pine green, orange, and light peach

Apakah saat ini Anda tengah memikirkan kombinasi warna untuk desain grafis Anda yang sifatnya santai, penuh energi, dan berjiwa muda? Jika ia, maka Anda bisa memilih kombinasi warna ini. Kombinasi beberapa warna keren ini akan membuat desain Anda lebih mencolok. Karena adanya kombinasi warna terang, sehingga sudah pasti mampu menarik perhatian banyak orang.

Makalah Neo-Sufisme: Konsep dan Prospeknya di Dunia Islam Modern

  Makalah Neo-Sufisme: Konsep dan Prospeknya di Dunia Islam Modern Pendahuluan Ketika arus modernisasi menghujani dunia Islam, proses modern...